共有

Maafkan Kami, Pak.

作者: Kurnia_cy
last update 公開日: 2026-01-06 15:27:26

Setelah selesai membersihkan diri, kedua orang itu segera menghadap Pak Indra di ruang kerjanya.

Feyla melangkah dengan mantap dengan wajah menatap lurus ke depan seolah tidak ada hal yang membuatnya cemas. Berbanding terbalik dengan Yanto yang berjalan dengan kepala tertunduk dan hati yang diliputi perasaan was-was membayangkan kemarahan Pak Indra nantinya.

Setibanya di ruang kerja Pak Indra, mereka berpapasan dengan Mbok Nah yang baru saja mengantarkan secangkir teh hangat untuk Pak Indra.

Pe
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Madu Pemberian Ipar    Permintaan Maaf Berujung Hinaan.

    Bu Ajeng memasuki rumah dengan langkah gontai. Setibanya di dalam rumah, dia melemparkan tas nya begitu saja di atas meja lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa. Peristiwa tadi masih membayang di pelupuk matanya membuat rasa geram di hatinya kembali membuncah."Kurang ajar perempuan itu! Aku ditipunya mentah-mentah. Di depanku berlagak seperti perempuan baik dan anggun, tetapi di belakangku dia tak ubahnya seperti perempuan murahan yang tidak ada harga dirinya bahkan kini dia sedang mengandung anak haram dalam perutnya. Benar-benar menjijikkan. Untung Bayu bersikeras menolak, kalau sempat Bayu juga tertarik padanya, mau dikemanakan mukaku ini, punya menantu yang kelakuannya kayak pelacur!" umpat Bu Ajeng dengan suara lirih."Apa Nek? Nenek ngomong apa?" tanya Riani yang mendengar suara gumaman neneknya."Hah? Oh...eh...nenek tidak ngomong apa-apa, kok," bohong Bu Ajeng."Masak sih, Nek? Tadi Riani dengar Nenek kayak bicara-bicara sendiri, kayak ngomel-ngomel gitu," cecar Riani dengan dah

  • Madu Pemberian Ipar    Kekecewaan Bu Ajeng

    Meskipun bibirnya menggumamkan beberapa kali kalimat sangkalan, tetapi kenyataan di depan matanya tetap tidak berubah. Sosok wanita berbalut selimut itu masihlah tetap Veby meskipun wajahnya terlihat lebam dan di sudut bibirnya terdapat cairan merah, entah karena apa.Saking syoknya, Bu Ajeng sampai terhuyung mundur dua langkah dan secara tidak sengaja dia menginjak kaki orang yang berdiri di belakangnya."Hei, Bu. Hati-hati, dong! Liat nih, kaki saya keinjek sama Ibu," protes orang tersebut."Ma-maaf, saya tidak sengaja," ucap Bu Ajeng menatap orang itu, tetapi sejurus kemudian dia terperanjat ketika melihat wajah orang yang kakinya dia injak."Lastri?"Wanita yang dipanggil Lastri itu pun menatap Bu Ajeng dengan dahi berkerut, berusaha mengingat siapa orang di depannya ini dan kenapa orang ini bisa tahu namanya."Ajeng? Benar ini kamu, Jeng?" Lastri malah balik bertanya."Iya, benar. Kok kamu bisa ada di sini, Las?" tanya Bu Ajeng."Lah, aku kan tinggal di sini," sahut Bu Lastri."O

  • Madu Pemberian Ipar    Peristiwa Tidak Terduga.

    Siang itu, Bu Ajeng tampak tengah bersiap-siap hendak pergi. Kali ini dia akan membawa Riani ikut serta dengannya berhubung Riani sedang libur sekolah karena guru-guru rapat. Setelah keduanya siap, mereka lalu duduk di teras, menunggu kedatangan taksi online yang sudah dipesan oleh Bu Ajeng"Kita mau kemana, Nek?" tanya Riani. Bocah perempuan itu sudah tampak rapi dan cantik dengan dress selutut berwarna merah muda. Riani memang penyuka warna merah muda sehingga barang-barang kepunyaannya didominasi oleh warna merah muda mulai dari pakaian, aksesoris, hiasan rambut hingga tas sekolahnya juga berwarna merah muda."Kita mau ke rumah Tante Veby," jawab Bu Ajeng singkat sambil matanya menatap ponsel untuk mengetahui posisi driver taksi online yang sudah dipesannya. Ya, Bu Ajeng mengetahui bahwa hari ini Veby tidak masuk kerja karena mengambil cuti dan kesempatan itu digunakannya untuk mendekatkan Veby dengan Riani. Bu Ajeng yang menyadari bahwa Bayu menaruh hati kepada Viana memutuskan un

  • Madu Pemberian Ipar    Membujuk Bayu

    Keesokan siangnya, dengan menumpang mobil travel, Viana berangkat ke Kota M. Sebelum berangkat, dia menerima banyak nasehat dari orang tuanya perihal hidup mandiri di tempat orang dan itu membuat Viana jadi tersenyum-senyum sendiri membayangkan dia tadi seperti anak kecil yang diceramahi saat orang tuanya memberi nasehat.Viana kemudian melemparkan pandangan keluar jendela, memperhatikan deretan bangunan dan pepohonan yang dilewati oleh mobil tersebut. Beberapa saat kemudian, Viana merasakan matanya mulai berat dan pelan-pelan, kedua kelopak mata yang berbulu lentik itu mulai mengatup, mengantarkan empunya ke alam mimpi di tengah gerak mobil yang masih melaju.***Dua hari kemudian pasca berkomunikasi dengan Viana melalui telepon, Bayu kembali dari luar kota dan dia tiba di rumah pada sore hari. Pria berwajah tampan itu melangkah gontai memasuki rumahnya. Perasaannya saat itu sedang tidak baik-baik saja. Kenyataan bahwa Viana menolak lamarannya, resign dari kantor dan memutuskan pinda

  • Madu Pemberian Ipar    Berbicara Jujur

    "Bagaimana ini, Bu? Apa Bayu menelepon karena ingin tahu jawabanku atas lamarannya tempo hari?" tanya Viana sedikit cemas.Bu Resti terdiam, tampak berpikir dan sejurus kemudian ibu angkat Viana itu berkata,"Angkat saja, Vi. Kalau memang itu yang dia tanyakan, jawab apa adanya sesuai hati nuranimu, tidak mungkin kan kamu mengelak selamanya.""Tapi Bu, aku...aku tidak sampai hati melihat Bayu sedih nantinya.""Dengar, Viana. Ibu tahu hal ini tidak mudah bagi Bayu, tapi kasihan dia kalau kamu terlalu lama menggantungnya. Dia bisa berpikir kalau kamu mempunyai perasaan yang sama denganmu dan itu akan semakin membuat dia kecewa jika pada akhirnya kamu menolaknya. Lagipula kamu akan segera pindah ke kota M, itu berarti kalian akan berjauhan, jadi selesaikan semuanya sebelum kamu pergi."Viana menggigit bibir bawahnya, dia mengakui kebenaran ucapan Bu Resti. Viana mengumpulkan keberaniannya lalu dengan tangan sedikit bergetar, dia menerima panggilan telepon itu."Ha-Hallo, Bayu...""Hallo,

  • Madu Pemberian Ipar    Perbincangan Bu Resti dan Viana.

    Viana duduk termenung di dalam kamarnya. Rentetan peristiwa tadi siang di kantor membayang di pelupuk matanya. Hatinya bimbang, mempertanyakan sudah tepatkah keputusan yang diambilnya ini mengingat konsekuensi yang harus dihadapinya adalah menjadi seorang pengangguran.Dia juga sudah menceritakan masalahnya ini kepada Bu Resti dan ibu angkatnya itu berusaha menyikapinya dengan bijak.Saat tengah duduk melamun, Viana dikejutkan oleh suara pintu kamar yang dibuka dari luar."Ibu," ucapnya lirih ketika melihat siapa yang datang.Bu Resti tersenyum lalu berjalan menghampirinya."Kenapa? Masih memikirkan yang tadi siang?"Viana mendesah pelan sambil menatap Bu Resti."Jujur, iya Bu. Menurut ibu, aku salah atau tidak ya mengambil keputusan ini? Soalnya aku kok tiba-tiba merasa menyesal sekarang." Viana mengungkapkan unek-uneknya."Mau menyesal pun sekarang gak ada gunanya lagi, Vi. Semuanya telah terjadi dan sekarang yang kamu bisa hanyalah menatap ke depan dan melanjutkan hidupmu. Terkadan

  • Madu Pemberian Ipar    Usaha Feyla

    Mendengar perkataan Yesi, Yanto sontak menghentikan gerakan tangannya yang sebelumnya sibuk mengetik di keyboard kemudian memutar posisi duduknya menghadap ke arah Yesi."Apa Mbak Yesi? Saya dipanggil Bu Feyla?" ulang Yanto seraya menunjuk ke dirinya sendiri."Iya, Yan. Nih, barusan

  • Madu Pemberian Ipar    Hari Pertama Bekerja

    .Mobil mewah berwarna silver itu meluncur mulus di jalanan yang belum terlalu ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang. Suatu hal yang cukup mengherankan bagi Feyla karena di hari-hari sebelumnya, pada jam segitu kendaraan sudah padat memenuhi jalanan baik roda dua maupun roda empat.

  • Madu Pemberian Ipar    Mama Cantik Sekali

    Keesokan harinya di kediaman megah milik ayahnya, Feyla tampak sibuk sekali sedari bangun tidur. Semua pakaian yang berjejer di lemari pakaiannya, dikeluarkannya satu persatu lalu dipatutkan pada tubuhnya. Ketika dia merasa tidak cocok, maka baju selanjutnya akan mendapat giliran untuk dicobai.

  • Madu Pemberian Ipar    Izin Dari Viana.

    Runi yang baru datang dari luar segera menghampiri Yanto dan Viana."Apa tadi Abang bilang? Abang kerja di perusahaannya Kak Feyla?" ulang Runi seraya menjatuhkan bobot tubuhnya di samping Yanto."Benar, Run," jawab Yanto."Wow, beruntung banget Abang bisa kerja di sana karen

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status