Share

Disidang

Penulis: Kurnia_cy
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-07 10:43:41

Dengan patuh, Feyla dan Yanto melakukan apa yang disuruh oleh Pak Indra.

Setelah keduanya duduk, Pak Indra pun mulai berbicara.

"Feyla, Yanto, jujur aku amat sangat marah melihat perbuatan kalian ini. Tidak pernah terlintas di pikiranku kalian bisa berbuat begini. Kalian, dua orang yang ku sayangi benar-benar telah membuat aku kecewa. Satu hal yang ku takutkan saat ini adalah apakah Randy ada terbangun semalam dan apakah dia sempat melihat perbuatan kalian itu. Hal inilah yang belum diketahui dengan pasti."

"Kamu Feyla, apa kamu tidak memikirkan perasaan Papa dan Randy? Nama baik papa dan juga nama baik perusahaan? Kami malu, Fey! Malu! Ibarat kata, kau sudah melemparkan kotoran ke muka kami. Apa kau tidak sadar akan hal itu?!" bentak Pak Indra dengan kedua tangannya yang terkepal erat dan mata yang menyorot tajam.

Kemudian pandangannya beralih kepada Yanto.

"Dan kau juga Yanto, dimana otakmu, hah? Kau itu sudah menikah, sudah punya istri, tapi kau tega berzina dengan perempuan lain.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Madu Pemberian Ipar    Keputusan Yanto

    Pak Indra tidak menanggapi ucapan Feyla. Tangannya memijat kepalanya yang terasa pening memikirkan dampak dari perbuatan putrinya itu. Nama baiknya dan nama baik perusahaan menjadi taruhannya jika berita ini sampai bocor ke publik."Lantas apa pernah terpikir olehmu Feyla, akan nama baik perusahaan dan tanggapan para relasi perusahaan kita jika mereka sampai mengetahui kejadian ini," Pak Indra kembali melanjutkan perkataannya."Ya mau gimana lagi, Pa. Sudah terjadi pun dan masalah gunjingan orang-orang, biarkan saja. Selama berita ini tidak tersebar keluar, kita akan aman-aman saja. Yang tahu ini cuma Papa dan Susi saja, kan? Kalau Papa sudah jelas tidak akan membocorkannya dan untuk Susi aku akan mewanti-wanti bahkan kalau perlu mengancamnya agar tutup mulut dan tidak menyebarkan kejadian ini.""Andaikan tersebar pun, lama-lama juga akan reda sendiri. Ngapain kita memikirkan omongan orang. Toh, hidup kita gak bergantung sama mereka pun dan untuk Randy, aku rasa tidak ada masalah. Jus

  • Madu Pemberian Ipar    Disidang

    Dengan patuh, Feyla dan Yanto melakukan apa yang disuruh oleh Pak Indra.Setelah keduanya duduk, Pak Indra pun mulai berbicara."Feyla, Yanto, jujur aku amat sangat marah melihat perbuatan kalian ini. Tidak pernah terlintas di pikiranku kalian bisa berbuat begini. Kalian, dua orang yang ku sayangi benar-benar telah membuat aku kecewa. Satu hal yang ku takutkan saat ini adalah apakah Randy ada terbangun semalam dan apakah dia sempat melihat perbuatan kalian itu. Hal inilah yang belum diketahui dengan pasti.""Kamu Feyla, apa kamu tidak memikirkan perasaan Papa dan Randy? Nama baik papa dan juga nama baik perusahaan? Kami malu, Fey! Malu! Ibarat kata, kau sudah melemparkan kotoran ke muka kami. Apa kau tidak sadar akan hal itu?!" bentak Pak Indra dengan kedua tangannya yang terkepal erat dan mata yang menyorot tajam.Kemudian pandangannya beralih kepada Yanto."Dan kau juga Yanto, dimana otakmu, hah? Kau itu sudah menikah, sudah punya istri, tapi kau tega berzina dengan perempuan lain.

  • Madu Pemberian Ipar    Maafkan Kami, Pak.

    Setelah selesai membersihkan diri, kedua orang itu segera menghadap Pak Indra di ruang kerjanya.Feyla melangkah dengan mantap dengan wajah menatap lurus ke depan seolah tidak ada hal yang membuatnya cemas. Berbanding terbalik dengan Yanto yang berjalan dengan kepala tertunduk dan hati yang diliputi perasaan was-was membayangkan kemarahan Pak Indra nantinya.Setibanya di ruang kerja Pak Indra, mereka berpapasan dengan Mbok Nah yang baru saja mengantarkan secangkir teh hangat untuk Pak Indra.Perempuan paruh baya itu menganggukkan kepala ke arah Feyla dan Yanto lalu segera keluar sambil membawa nampan yang telah kosong kemudian menutup pintu ruangan.Pak Indra yang mengetahui kedatangan mereka melemparkan tatapan datar dan dengan suara dingin, dia mulai membuka suara."Duduk!"Mendengar perintah itu, Feyla dan Yanto segera duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Pak Indra.Pak Indra berdiri, memutari meja dan kini sudah berdiri di hadapan kedua orang itu.Plak!Sebuah tamparan dila

  • Madu Pemberian Ipar    Aku Akan Menikahimu.

    "FEYLA! YANTO! APA-APAAN INI? APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAH?!"Suara menggelegar seorang pria paruh baya menggema di dalam ruangan berukuran 3 x 4 meter itu, membuat dua orang yang sedang tertidur di lantai menjadi terkejut bukan main.Buru-buru mereka bangkit, tapi sedetik kemudian wajah mereka memucat lalu merah padam ketika menyadari bahwa mereka dalam keadaan tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh mereka. Rupanya setelah mereguk kenikmatan surga dunia, mereka berdua merasa lelah dan tak sanggup lagi untuk pindah tidur ke tempat yang semestinya. Alhasil, mereka berdua pun tertidur di lantai tanpa sempat mengenakan pakaiannya kembali.Dengan kecepatan kilat, kedua orang itu menyambar pakaian mereka yang berserakan di lantai lalu mengenakannya dengan terburu-buru, tidak lagi memperhatikan apakah mereka memakainya secara benar atau tidak, yang penting tubuh mereka sudah tertutupi.Setelah itu barulah mereka berani mengangkat wajah, melihat siapa orang yang telah berteriak itu d

  • Madu Pemberian Ipar    Kebablasan

    "Fey, ja-jangan lakukan ini. Ini salah, Fey," tolak Yanto saat kesadaran kembali menguasai dirinya.Lelaki itu membuang muka ke arah lain, tampak susah payah menahan gejolak hasrat dari dalam dirinya.Akan tetapi, Feyla yang telah dibutakan oleh perasaan cinta tidak menggubrisnya sama sekali. Dengan satu tangannya, dia menarik lembut wajah Yanto menghadap ke arahnya."Tatap wajahku, Mas. Apakah aku cantik?" tanya nya dengan suara lembut."I-iya, ka-kamu cantik," jawab Yanto dengan suara pelan nyaris berbisik disebabkan oleh hasrat yang tertahan."Kalau begitu, tunggu apalagi Mas, ayo jadikan aku milikmu seutuhnya. Aku siap, Mas." Lagi, Feyla berucap dengan nada suara yang lebih mirip desahan.Yanto menggelengkan kepala kuat-kuat, berusaha mengusir bayangan liar yang menari-nari dalam pikirannya.Namun, belum lagi dia berhasil, tiba-tiba saja sebuah benda kenyal nan manis telah menempel di bibirnya. Yanto terbelalak menatap benda kenya

  • Madu Pemberian Ipar    Godaan Feyla

    "Ada apa, Fey?" tanya Yanto kala melihat Feyla berjalan menghampirinya."Nggak ada apa-apa, Mas. Aku hanya ingin melihat kondisi Randy," jawab Feyla.Kemudian wanita yang telah mengenakan jubah tidur merah maroon itu mendekati ranjang dimana putranya sedang berbaring lelap."Hm, sudah tidur dia rupanya," gumamnya.Feyla lalu berbalik dan menatap ke arah Yanto."Makasih ya, Mas. Sudah mau datang kemari. Kalau tidak, mungkin Randy masih belum bisa stabil kondisinya seperti sekarang ini.""Iya, nggak apa-apa kok. Jangan merasa sungkan gitu, Fey."Feyla tersenyum manis kemudian mengambil tempat duduk di samping Yanto. Semerbak bau parfum yang berasal dari tubuh Feyla memasuki indra penciuman Yanto, menimbulkan sensasi tenang sekaligus memabukkan.Seketika itu jantung Yanto berdebar kencang. Muncul dorongan dari dalam dirinya untuk menatap Feyla dari ujung rambut hingga ujung kaki. Wajah cantik itu kini hanya berjarak beberapa senti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status