Share

Rahasia Runi (6)

Author: Kurnia_cy
last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-22 09:00:57

"Jangan bawa-bawa nama Tuhan untuk membenarkan perbuatan zina mu itu. Yang ada kau malah semakin berdosa. Pokoknya aku tetap mau cerai. Jadi, sehabis dari sini kau tidak usah pulang ke rumah lagi karena mulai detik ini kau bukan istriku lagi dan aku sudah meminta Mbok Sum untuk membereskan semua barang-barangmu. Pak Muin akan membawa barang-barangmu ke sini. Kau bisa mengambilnya nanti di meja resepsionis. Untuk sementara, kau bisa tinggal di rumah kontrakan kita yang saat ini sedang kosong s

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Madu Pemberian Ipar    Peristiwa Tidak Terduga.

    Siang itu, Bu Ajeng tampak tengah bersiap-siap hendak pergi. Kali ini dia akan membawa Riani ikut serta dengannya berhubung Riani sedang libur sekolah karena guru-guru rapat. Setelah keduanya siap, mereka lalu duduk di teras, menunggu kedatangan taksi online yang sudah dipesan oleh Bu Ajeng"Kita mau kemana, Nek?" tanya Riani. Bocah perempuan itu sudah tampak rapi dan cantik dengan dress selutut berwarna merah muda. Riani memang penyuka warna merah muda sehingga barang-barang kepunyaannya didominasi oleh warna merah muda mulai dari pakaian, aksesoris, hiasan rambut hingga tas sekolahnya juga berwarna merah muda."Kita mau ke rumah Tante Veby," jawab Bu Ajeng singkat sambil matanya menatap ponsel untuk mengetahui posisi driver taksi online yang sudah dipesannya. Ya, Bu Ajeng mengetahui bahwa hari ini Veby tidak masuk kerja karena mengambil cuti dan kesempatan itu digunakannya untuk mendekatkan Veby dengan Riani. Bu Ajeng yang menyadari bahwa Bayu menaruh hati kepada Viana memutuskan un

  • Madu Pemberian Ipar    Membujuk Bayu

    Keesokan siangnya, dengan menumpang mobil travel, Viana berangkat ke Kota M. Sebelum berangkat, dia menerima banyak nasehat dari orang tuanya perihal hidup mandiri di tempat orang dan itu membuat Viana jadi tersenyum-senyum sendiri membayangkan dia tadi seperti anak kecil yang diceramahi saat orang tuanya memberi nasehat.Viana kemudian melemparkan pandangan keluar jendela, memperhatikan deretan bangunan dan pepohonan yang dilewati oleh mobil tersebut. Beberapa saat kemudian, Viana merasakan matanya mulai berat dan pelan-pelan, kedua kelopak mata yang berbulu lentik itu mulai mengatup, mengantarkan empunya ke alam mimpi di tengah gerak mobil yang masih melaju.***Dua hari kemudian pasca berkomunikasi dengan Viana melalui telepon, Bayu kembali dari luar kota dan dia tiba di rumah pada sore hari. Pria berwajah tampan itu melangkah gontai memasuki rumahnya. Perasaannya saat itu sedang tidak baik-baik saja. Kenyataan bahwa Viana menolak lamarannya, resign dari kantor dan memutuskan pinda

  • Madu Pemberian Ipar    Berbicara Jujur

    "Bagaimana ini, Bu? Apa Bayu menelepon karena ingin tahu jawabanku atas lamarannya tempo hari?" tanya Viana sedikit cemas.Bu Resti terdiam, tampak berpikir dan sejurus kemudian ibu angkat Viana itu berkata,"Angkat saja, Vi. Kalau memang itu yang dia tanyakan, jawab apa adanya sesuai hati nuranimu, tidak mungkin kan kamu mengelak selamanya.""Tapi Bu, aku...aku tidak sampai hati melihat Bayu sedih nantinya.""Dengar, Viana. Ibu tahu hal ini tidak mudah bagi Bayu, tapi kasihan dia kalau kamu terlalu lama menggantungnya. Dia bisa berpikir kalau kamu mempunyai perasaan yang sama denganmu dan itu akan semakin membuat dia kecewa jika pada akhirnya kamu menolaknya. Lagipula kamu akan segera pindah ke kota M, itu berarti kalian akan berjauhan, jadi selesaikan semuanya sebelum kamu pergi."Viana menggigit bibir bawahnya, dia mengakui kebenaran ucapan Bu Resti. Viana mengumpulkan keberaniannya lalu dengan tangan sedikit bergetar, dia menerima panggilan telepon itu."Ha-Hallo, Bayu...""Hallo,

  • Madu Pemberian Ipar    Perbincangan Bu Resti dan Viana.

    Viana duduk termenung di dalam kamarnya. Rentetan peristiwa tadi siang di kantor membayang di pelupuk matanya. Hatinya bimbang, mempertanyakan sudah tepatkah keputusan yang diambilnya ini mengingat konsekuensi yang harus dihadapinya adalah menjadi seorang pengangguran.Dia juga sudah menceritakan masalahnya ini kepada Bu Resti dan ibu angkatnya itu berusaha menyikapinya dengan bijak.Saat tengah duduk melamun, Viana dikejutkan oleh suara pintu kamar yang dibuka dari luar."Ibu," ucapnya lirih ketika melihat siapa yang datang.Bu Resti tersenyum lalu berjalan menghampirinya."Kenapa? Masih memikirkan yang tadi siang?"Viana mendesah pelan sambil menatap Bu Resti."Jujur, iya Bu. Menurut ibu, aku salah atau tidak ya mengambil keputusan ini? Soalnya aku kok tiba-tiba merasa menyesal sekarang." Viana mengungkapkan unek-uneknya."Mau menyesal pun sekarang gak ada gunanya lagi, Vi. Semuanya telah terjadi dan sekarang yang kamu bisa hanyalah menatap ke depan dan melanjutkan hidupmu. Terkadan

  • Madu Pemberian Ipar    Viana Dipecat

    Suasana di dalam ruangan berukuran 4 x 5 meter itu tampak hening, yang terdengar hanyalah suara pendingin ruangan yang berputar pelan menyemburkan hawa dingin yang menyejukkan. Beberapa hiasan yang terpasang dalam ruangan itu memanjakan mata setiap orang di sana, yang seharusnya bisa menciptakan suasana hangat dan menyenangkan hati.Akan tetapi, semua hal tersebut tidak bisa meredam aura ketegangan yang saat ini tengah meliputi ruangan tersebut.Seorang wanita paruh baya dengan stelan pakaian kantor berwarna abu-abu dan rambut yang ditata apik tengah menatap tajam seorang wanita muda yang duduk di seberang mejanya.Wanita itu duduk dengan sikap tenang, tetapi masih dapat dilihat sedikit raut kegelisahan membayang di wajahnya."Viana, apa kamu tahu kenapa kamu dipanggil ke sini?" tanya wanita paruh baya itu yang ternyata adalah Bu Irma."Tidak, Bu," jawab Viana jujur.Bu Irma melemparkan tatapan sinis."Benar - benar kamu itu, ya. Sudah bikin salah, tapi malah bersikap seperti orang ya

  • Madu Pemberian Ipar    Konfrontasi

    Beberapa hari telah berlalu, tetapi gosip yang menimpa Viana masih belum reda, yang ada malah semakin hot dengan bumbu-bumbu penyedap yang ditaburkan Veby. Hal tersebut membuat Viana menjadi jengah terlebih lagi masalah ini merembet ke urusan pekerjaan. Mereka bertindak tidak profesional kepada Viana. Laporan yang Viana butuhkan seringkali mereka tahan dengan alasan belum selesai atau harus direvisi dulu.Terang saja hal itu membuat Viana jadi keteteran dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Karena hal ini juga lah, Viana mendapat teguran secara halus dari Bu Selly yang menilai kinerjanya tidak bagus.Viana mencoba menjelaskan bahwa keterlambatannya, tetapi Bu Selly tidak percaya karena orang-orang yang berhubungan dengan Viana selama ini tidak pernah membuat kesalahan dalam pekerjaan dan mereka adalah orang-orang yang kompeten menurut pandangan Bu Selly.Ingin rasanya juga dia melaporkan fitnahan yang dibuat Veby, tetapi lagi-lagi dia terkendala dengan bukti karena grup

  • Madu Pemberian Ipar    Emosi Yanto

    Malam hari itu di kamar Viana."Mau apa lagi kamu ke sini, Mas? Nanti istri muda mu marah kalau tahu kamu ke sini," ucap Viana dengan nada datar."Jangan begitu, Dek. Bagaimana pun juga kamu masih istri mas dan menjadi tanggung jawab mas untuk memperhatikanmu," ucap Yanto."Sudahlah, jangan bertele

  • Madu Pemberian Ipar    Permintaan Bik Imah

    "Aduh mamaku sayang, aku kan sudah bilang kalau aku gak tertarik sama cewek seperti itu. Aku memang nggak terlalu kenal sama dia walaupun aku pernah beberapa kali bertemu dengannya. Dia adalah tetangga Mika dan aku ketemu dengan dia waktu aku menginap di rumah Mika. Memang dia itu agak sedikit kege

  • Madu Pemberian Ipar    Bayar Dulu Dong, Kak!

    Runi menepuk pelan keningnya. Saking terburu-burunya ingin pergi dari situ, dia sampai melupakan bahwa dia telah memesan makanan di sana.Namun, sekarang dia tiba-tiba saja tidak berselera lagi dengan makanan itu."Batalin aja, aku lagi buru-buru sekarang. Gak sempat makan," ucapnya sambil bersiap

  • Madu Pemberian Ipar    Pacar Jimmy?

    'Oh, namanya Jimmy toh,' gumam Runi dalam hati.Setelah merasa agak baikan, Jimmy segera menegakkan tubuhnya dan menatap Runi yang ternyata sudah mengambil tempat duduk di dekatnya dengan tatapan nyalang."Mau apa kamu ke sini? Kami tidak pernah mengundangmu. Lebih baik kamu kembali ke tempatmu. Ga

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status