分享

Janji Shaquelle

作者: Erna Azura
last update publish date: 2025-07-18 06:55:00

Lorong ruang seminar dipenuhi wajah-wajah gugup. Mahasiswa mengenakan kemeja putih dan blazer. Beberapa menyodorkan map ke meja registrasi. Di antara mereka, Aurelie hadir—tenang, rapi, dan sedikit lebih kuat.

Blazer almamater membalur tubuhnya sempurna, wajah bersih tanpa cela. Senyum tipis menghiasi bibirnya meski sorot matanya belum sepenuhnya pulih.

“Nama?” tanya petugas.

“Aurelie Alana Heindrich.”

“Seminar Magang, jam 09.15 di Ruang 04,” ujar petugas, menyerahkan map
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
Linda Damayanti
lagi dong thor yg banyak
goodnovel comment avatar
raisa regina
Semangat Shaq! Perjuangin dong, masa enggak. Katanya calon istri. Aurelie is worth fighting for! Jangan semangat gombal aje wkwkwk
查看全部評論

最新章節

  • Magang Di Pelukan CEO   Tamat

    Malam itu, mereka berdua makan malam di meja panjang rumah sambil memandangi si kembar yang sedang tidur di baby cot, dijaga Siska dan Lila dari jauh.Aurelie menatap piringnya lalu berkata pelan, “Shaq, ternyata menyewa babysitter itu bukan berarti kita enggak sayang anak, ya?”Shaquelle mengangguk sambil tersenyum hangat. “Itu artinya kita sayang… sama anak dan sama kesehatan mental kita.”Aurelie tertawa, lalu mengangkat gelasnya. “Untuk kesehatan mental kita.”Shaquelle menyambutnya, mengetukkan gelasnya ringan. “Untuk keluarga Folke, edisi tidur nyenyak.”Malam itu, saat mereka berdua akhirnya bisa rebahan di ranjang tanpa baby monitor di telinga, Aurelie berbisik, “Kita ini beruntung, ya.”Shaquelle menariknya ke dalam pelukan. “Beruntung banget.”*** Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan.Di suatu hari, rumah Shaquelle Folke kembali riuh—bukan karena tangisan, tapi karena aksi duo kembar yang resmi menjajal kesabaran babysitter profesional.Pagi itu, Siska

  • Magang Di Pelukan CEO   Dari 2 jadi 4

    Begitu mobil hitam panjang mereka berhenti di depan rumah, sambutan hangat dari bunga-bunga segar yang memenuhi teras terasa seperti pesta kecil menyambut kedatangan dua anggota baru keluarga Folke.Aurelie duduk di kursi belakang diapit car seat berisi Aurembia dan Caelan. Keduanya masih terlihat seperti bayi mungil yang hanya tahu dua aktivitas utama yaitu tidur dan menangis.Namun, begitu melewati pintu rumah … dunia berubah.“Shaq, tolong botolnya! Botolnyaaa!” suara Aurelie terdengar nyaring dari ruang keluarga, hanya lima menit setelah mereka masuk rumah.Caelan menangis dengan suara yang memecah keheningan, sementara Aurembia memutuskan ikut “duet” dengan kakaknya.Shaquelle yang masih mencoba meletakkan koper malah terjebak dalam panik mini. “Botolnya di mana? Aku taruh di tas diaper, tas diaper-nya di mana?”“Di meja makan! Enggak, bukan yang itu—yang ada dot silikon, Shaq!” Aurelie setengah berteriak sambil mencoba menenangkan Aurembia.Begitu Shaquelle menyerahkan bo

  • Magang Di Pelukan CEO   Cinta Yang Melimpah

    Suara monitor jantung bayi berirama cepat, seperti ketukan drum yang memacu adrenalin.Shaquelle berdiri di sisi ranjang, memegang tangan Aurelie, sementara tim medis bersiap di ujung kaki.“Bu, tarik napas dalam terus buang … ya… bagus,” kata dokter sambil tersenyum memberi semangat.Tapi Aurelie malah melotot ke arah Shaquelle.“Kalau nanti ini sakitnya enggak worth sama semua ngidam aku, Shaq… aku sumpahin kamu harus ngidam juga!”Shaquelle hampir tertawa, tapi wajahnya tegang. “Rel, fokus napas, sayang. Ngidam nanti kita debat lagi.”Dorongan pertama.Aurelie meringis, wajahnya memerah. Shaquelle mengusap keningnya menggunakan handuk dingin.“Bagus, Bu, mereka udah mau keluar,” ujar sang dokter kembali.Aurelie mendesah lelah. “Kalau yang keluar duluan cowok, kamu harus janji dia nggak boleh pacaran sampai umur tiga puluh.”“Rel, ini bukan waktu yang tepat buat kontrak pranikah versi bayi!” sahut Shaquelle dengan suara tercekat p

  • Magang Di Pelukan CEO   Momen Terbaik

    Hari itu, langit Jakarta mendung, tapi suasana di lantai 21 kantor SamaSama.id malah super cerah.Tim R&D baru saja menyelesaikan milestone penting, dan tim strategi sedang merayakan dengan makan kue talas Bogor di pantry. Aurelie, yang sudah masuk minggu ke-38 kehamilan kembarnya, duduk di kursi khususnya—kursi ergonomis dengan bantal tambahan di punggung, hadiah dari Shaquelle.Jam menunjukkan pukul 10.42 ketika perut Aurelie mengeras tiba-tiba. Ia berhenti menulis di tablet. “Hmm… aneh…,” gumamnya.Raina menoleh. “Kenapa, Rel?”“Ada yang… nyubit dari dalam. Kenceng banget. Eh—aduh!”Raina langsung panik, setengah berteriak ke arah open space. “Dipo! Bu Mira! Ada yang enggak beres!”Dipo berlari dari meja dengan wajah pucat seperti baru lihat laporan keuangan minus. “Kontraksi?”“Aku enggak tahu, ini baru pertama kali hamil kembar!” jawab Aurelie sambil mencoba berdiri, tapi malah meringis.Mira, Reza, dan Rika dari tim R&D yang sedang disku

  • Magang Di Pelukan CEO   Selalu Ada

    Privat jet sudah menunggu di landasan. Begitu mobil hitam mereka berhenti, pramugari berseragam krem langsung menyambut dengan senyum hangat.Shaquelle turun lebih dulu, meraih tangan Aurelie untuk membantunya melangkah keluar. Udara dingin menggigit kulit, membuat pipi Aurelie merona. Ia menoleh sekali ke arah Pegunungan Alpen yang samar-samar terlihat di kejauhan—seakan ingin menyimpan pemandangan itu di sudut ingatan.Begitu mereka masuk kabin jet, kehangatan langsung menyelimuti. Interiornya elegan: kursi kulit krem, meja marmer kecil, lampu ambient kekuningan. Pramugari menawarkan teh herbal untuk Aurelie dan espresso untuk Shaquelle, lalu bergegas mempersiapkan kabin untuk penerbangan.Begitu pesawat mengudara, lampu kota Zurich perlahan mengecil, tergantikan lautan awan putih di bawah mereka. Aurelie bersandar di kursi lebar, selimut kasmir membalut tubuhnya. Shaquelle duduk di sebelah, jemarinya tak berhenti mengelus punggung tangan istrinya.“Kamu capek?” tanyanya.“Sedi

  • Magang Di Pelukan CEO   Selalu Indah

    Salju turun deras di luar chalet privat mereka di Zermatt, membuat dunia seperti tertutup selimut putih yang sunyi.Di dalam, hanya ada bunyi kayu terbakar di fireplace, memantulkan cahaya oranye yang menari di dinding kayu dan kulit mereka.Aurelie duduk di dekat jendela besar, sweater tebal menutupi tubuhnya, pipinya merona oleh dingin.Shaquelle mendekat dari belakang, dengan aroma wangi sabun mandi, gerakannya tenang tapi penuh intensi. Tangannya melingkari pinggang Aurelie, menarik pelan hingga punggung mungil itu menempel pada dada bidangnya.Aroma vanilla body lotion yang hangat berpadu dengan wangi salju yang masih menempel di rambut Aurelie membuat Shaquelle menunduk, bibirnya menyapu pelan dari pelipis ke rahang. Setiap sentuhan seperti percikan api kecil yang melelehkan sisa udara dingin di ruangan.Ia memutar tubuh Aurelie, menatapnya dengan mata yang berat oleh keinginan. “Kamu tahu … salju di luar kalah indah sama kamu,” bisiknya, lalu tanpa menunggu jawaban, bibirn

  • Magang Di Pelukan CEO   Kalah

    Greta keluar dari restoran dengan langkah cepat, sepatu high heels-nya menghantam aspal seperti ketukan marah. Tangannya sibuk membuka WhatsApp, membuka chat Shaquelle yang terakhir kali dibacanya semalam—tidak ada balasan.Seen. 23.42.“Cowok brengsek,” gumamnya, membuka pintu mobil se

    last update最後更新 : 2026-03-25
  • Magang Di Pelukan CEO   CEO Pengganggu

    *Pukul 09.47 — lantai 17, pantry belakang.Aurelie sedang menyendok oat dingin dari kulkas bersama segelas kopi instan sachet yang dia bikin sendiri. Dari balik kulkas, tiba-tiba tangan seseorang menyelinap, menarik dia pelan dari belakang.“Aaaa—”“Shhh… ini aku.” Suara bariton itu pelan, tapi

    last update最後更新 : 2026-03-22
  • Magang Di Pelukan CEO   Melamar Aurelie Langsung

    Bandara Soekarno-Hatta terasa lebih panas dari Seoul dan lebih padat tentu saja. Tapi Shaquelle justru menyukai hiruk pikuk ini—entah kenapa, suasana Jakarta yang sumpek itu seperti pelukannya Aurelie dalam bentuk kota.Ia menolak dijemput sopir, memilih naik taksi biasa dan langsung meluncur ke t

    last update最後更新 : 2026-03-31
  • Magang Di Pelukan CEO   Usaha Pencarian Aurelie

    Lorong rumah sakit sore itu lengang. Aroma disinfektan tipis bercampur udara AC yang terlalu dingin. Shaquelle berdiri di depan pintu klinik rawat jalan yang setengah terbuka, ragu untuk mengetuk.Di dalam, Nadira tengah merapikan berkas medis dan mengenakan jas putih. Wanita itu tampak tenang sep

    last update最後更新 : 2026-03-26
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status