Se connecterVina adalah wanita desa yang mempunyai kelebihan, yaitu indera keenam dan menemukan jodoh dengan lelaki seberang. Setelah menikah mereka pergi ke daerah seberang. Mereka merantau disana. Di perantauan mereka selalu mendapat teror dari mahluk-mahluk ghaib. Teror-teror itu semakin gencar di kala Vina mengandung Anak mereka. Apa mereka sanggup untuk menghadapi teror-teror itu? Temukan jawabannya hanya di sini.
Voir plus24. Mahluk Lain (Dia Yang Mengikuti Aku)Bermimpi Bertemu Ibu RatuPenulis: Lusia SudartiPart 24Kami dikejutkan oleh suara botol yang terjatuh dari meja.Botol tersebut menggelinding kesana-kemari. "Manusia bodoh ... lepaskan aku ...!"***"Hihihihi ... Vina! Bangun ... Hihihihi."Aku terperanjat saat mendengar tawa dan suara memanggil namaku. Seketika aku terbangun dan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan kamar yang aku huni.Suara tawa tak terdengar kembali, aku mengalihkan tatapan kearah sisi kiriku, dimana Mas Ardian terlelap begitu damai. Jemariku terulur tanpa sadar. Menyentuh pipinya perlahan, lembut ... aku tak ingin mengganggu istirahatnya."Vina ... Vina! Tolong aku, hihihihi!" Aku terkesiap ketika mendengar namaku disebut, suara halus bernada pilu. Aku edarkan pandangan keseluruh ruangan kamar kontrakan. Namun tak ada tanda-tanda kehadiran orang lain dikamar.'Ah, biarlah. Mungkin hanya Mahluk yang iseng," gumamku seorang diri.Aku merebahkan diri disisi suamiku, s
23. Mahluk Lain(Dia Yang Mengikuti Aku)Menangkap Mahluk Yang Menyamar Menjadi Manusia Penulis : Lusia SudartiPart 23"Apa kalian tidak dengar ucapanku! Haa ...! Kalau kataku tunggu dulu, ya tunggu ...!" Suara Pak RT berubah berat dan serak. Aku dan suami terkejut, lalu menatap kearah pak RT. "Astaghfirullah ..."Tiba-tiba ....===============Tok! Tok! Tok!"Assalamualaikum, Bu! Bapak pulang!" terdengar suara ketukan dan salam dari luar. Aku dan suamiku tercekat. Sosok pak RT yang tadi berubah, kini menjadi sosok pak RT kembali.Tok! Tok! Tok!"Bu ... ini Bapak."Ceklek!Daun pintu terbuka dan pak RT yang lain masuk menenteng tas pakaian.Aku dan suami terkejut bukan main, karena lelaki yang sedang duduk di kursi berwajah sama dengan pak RT."Loh ... kok ada dua?" seruku, aku dan suami bangkit dari duduk dan mengamati mereka berdua.Sementara pak RT yang baru saja masuk, tak kalah terkejutnya melihat ada orang yang sama wajah, postur tubuh dengannya."Siapa kamu? Mengapa wajahmu mi
22. Mahluk Lain (Dia Yang Mengikuti Aku)Membantu Ibu RTPenulis : Lusia SudartiPart 22"Vinaaa ... jangan pergi! Tolong aku, hihihihi!" Kembali suara-suara itu memenuhi pendengaranku.Di kontrakan milikku ..."Mbak, gimana keadaannya?" tanya ibu Ani tetanggaku."Alhamdulillah, Bu! Sudah baikan!" jawabku sambil membalas jabatan tangannya."Mbak, kami kangen loh sama Mbak! Jangan ikut-ikutan lagi ya? Kita kangen sama Mbak!" sambung Mbak Ayu, putri ibu Ani."Ini dari kami, Mbak! Cuma sedikit, semoga bisa membantu ya?" ujar ibu RT sembari memberikan amplop berwarna putih ke dalam genggamanku. Hatiku menjadi trenyuh dan merasa tak enak hati, telah membuat mereka khawatir. "Aduh Bu, Mbak! Saya merasa tidak enak hati, merepotkan semuanya. Padahal enggak apa-apa kok, saya-nya!""Udah Mbak! Santai aja ... kami semua mengaggap Mbak dan Mas, seperti keluarga sendiri!" jawab ibu RT."Betul itu, Mbak! Jangan sungkan ya, jika butuh sesuatu, kami siap membantu," sahut ibu Ani."Ayo Ibu-ibu, di mi
21. Mahluk Lain (Dia Yang Mengikuti Aku)Ratu Dewi Kinasih Memberikan Sebuah Mustika.Penulis : Lusia Sudarti Part 21"Tetap fokus, dan jangan terkecoh!" seru wanita tersebut mengingatkan aku.🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷Disebuah perbatasan hutan yang sangat lebat! Tiba-tiba, wanita yang membawaku berhenti, dan menoleh kearahku."Maaf Nisanak! Saya hanya bisa mengantar Nisanak sampai disini! Nisanak jalan lurus saja dan jangan sekali-kali menoleh kebelakang, apapun yang Nisanak dengar, abaikan saja! Nisanak sudah ditunggu Kanjeng di istananya," wanita tersebut menjelaskan dengan bahasa yang mudah aku mengerti.Meskipun dalam hati bingung, takut, dan penasaran, aku menganggukkan kepala."Baik Mbak! Dan terima kasih banyak atas semuanya," jawabku. Wanita tersebut mengangguk dan tersenyum kepadaku. "Silahkan, Nisanak! Mumpung matahari masih tinggi! Jangan sampai kemalaman disini!" titahnya, yang tak mampu aku tolak."Bolehkah saya mengetahui nama Mbak?" ujarku ragu."Nama saya Wulan!" jawabnya
18. Mahluk Lain (Dia Yang Mengikuti Aku)Melati Menceritakan Masa LalunyaPenulis : Lusia SudartiPart 18 Mbak pelayan tersebut menebarkan senyum smirknya untuk suamiku. Aku mendengus kesal melihatnya.================Kami melanjutkan perjalanan kembali, kali ini aku tak ingin terlelap! Karena k
17. Mahluk Lain (Dia Yang Mengikuti Aku) Beristirahat Di Warung. Penulis : Lusia Sudarti Part 17 "Yank ... yank!" Aku membuka mata perlahan dan memindai pandanganku ... ternyata ...! ========= "Mimpi apa yank? Kok sampai senyum-senyum begitu?" tanya Mas Ardian kepadaku. Aku menatapnya tak p
20. Mahluk Lain (Dia Yang Mengikuti Aku)Aku Dibawa Ke Alam Jin.Penulis : Lusia Sudarti Part 20"Nih minum dulu, yank!" Satu gelas teh hangat diberikan kepadaku. Aku menerimanya dengan tersenyum. "Terima kasih, yank!" Teh hangat mengeluarkan aroma khas yang menggugah selera. ===≠=========="Nant
19. Mahluk Lain (Dia Yang Mengikuti Aku)Cerita MelatiPenulis : Lusia Sudarti Part 19Melati tak kuasa bergerak, kedua matanya tertutup. Rasa sakit di sela pahanya terasa begitu hebat. Darah keluar tanpa henti. Namun ... Melati masih mampu berdoa dalam hati. "Siapapun, tolong aku! Meskipun aku ma
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.