Share

Bab 165—Sheila VS Maya

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-10-11 20:57:12

Kedua perempuan itu langsung menoleh ke arah Malik bersamaan, membuat pria itu sedikit tercekat.

"Malik!"

Lagi-lagi Maya dan Sheila berucap berbarengan saat memanggil nama pria itu. Malik tak langsung menjawab. Tatapan matanya dipenuhi rasa kebingungan sekaligus gelisah.

Ya, Maya dan Sheila kini berdiri di hadapannya. Tak disangka, saat Sheila datang ingin mengajak Malik lari pagi, bertepatan pula dengan kedatangan Maya yang tanpa tahu malu bermaksud mengajak Malik lari pagi juga.

Keduanya semp
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 203—Eko

    "Kamu sudah bangun? Bagaimana rasanya, masih sakit? Sini, minum dulu... Jangan bangun, tiduran saja," cecar Sheila memberikan pertanyaan beruntun seraya bergegas mengambil botol minuman yang sudah dilengkapi sedotan.Setelah membantu Malik minum, Sheila kembali duduk di samping ranjang."Ada apa sebenarnya?" tanya Sheila dengan nada lembut. Sifat pemarahnya mendadak lenyap tanpa bekas. Malik yang melihat perubahan itu sempat kaget, namun perasaannya seketika menghangat.Pria itu menyunggingkan senyum tipis. Walau tubuhnya masih dipenuhi rasa sakit, gengsinya sebagai pria tak membiarkan dirinya terlihat lemah di hadapan perempuan yang selalu menguji imannya ini."Aku gak apa-apa, Mbak... Mbak sendiri gimana gak apa-apa, kan?" tanya Malik balik, meremas lembut tangan Sheila. Sheila membalas remasan itu dengan mengusapkan tangan satunya di atas genggaman Malik."Aku aman kok."Malik menghela napas lega. Namun seketika senyumnya luntur saat ingatan tentang insiden mencekam semalam kembal

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 202—Tumbang

    Kini Malik terkapar tak berdaya di atas ranjang ruang perawatan rumah sakit. Pasca insiden penembakan mencekam itu, Sheila sempat menangis histeris. Malik yang bersimbah darah berusaha setengah mati memperingatkan Sheila agar tidak berteriak. Malik benar-benar khawatir Sheila akan dijadikan sasaran empuk seperti halnya Leo. Bahkan di saat dirinya sedang menahan rasa sakit yang luar biasa akibat luka tembak, pikiran Malik masih dipenuhi oleh keselamatan Sheila dari ancaman pria misterius yang belum benar-benar ia ketahui identitasnya itu. Kini, Sheila dan Leo duduk berdekatan di sebelah ranjang tempat Malik berbaring. Luka tembak yang dialami Malik tergolong cukup dalam, namun beruntung peluru itu hanya bersarang di lengan atasnya sehingga lengannya masih bisa diselamatkan lewat tindakan medis cepat. Sementara itu, Leo juga telah mendapatkan penanganan atas luka-luka lebam di wajahnya. "Kalian ini sebenarnya ada masalah apa, sih? Kenapa kamu bisa diculik... Dan kenapa Malik bi

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 201—Tembakan

    Leo yang menyaksikan pemandangan itu seketika menegang. Matanya membelalak kaku tanpa berkedip.Sementara itu, air dari hoodie basah Malik mulai merembes ke pakaian Sheila, membuat perempuan itu ikut basah kuyup. Namun, keduanya masih dalam posisi yang sama, tak bergeming menatap satu sama lain."Malik, are you okay?! Aku... aku enggak bisa duduk tenang sejak tadi!" ucap Sheila spontan.Perempuan itu langsung memeluk erat tubuh tegap Malik. Wajah cantiknya menempel pas di dada bidang Malik yang terbungkus hoodie basah. Sheila sama sekali tak merasa terganggu oleh dinginnya air hujan yang meresap.Malik membeku. Ia tak pernah menyangka akan mendapat respons dan perlakuan semanis ini dari Sheila. Perasaan hangat seketika menjalar ke seluruh aliran darahnya, seolah menyuplai ulang energinya yang sempat terkuras habis akibat dikeroyok tujuh orang tadi.Tangan Malik yang melingkar di pinggang Sheila semakin mempererat pelukannya. Ia menarik tubuh Sheila agar menempel sepenuhnya dalam pangk

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 200—Menyusul

    Bugh!Bugh!Brakkk!Malik lagi-lagi melumpuhkan kedua pria terakhir itu dengan gerakan tubuh yang cepat dan efisien. Pukulan menggelegar dilayangkan tepat ke rahang musuh, disusul gerakan menangkis serangan yang amat presisi.Bahkan saat tinju dari salah satu musuh nyaris menghantam wajahnya, Malik dengan cepat memiringkan kepala ke samping—membuat pukulan keras itu hanya meninju angin.Memanfaatkan celah tersebut, Malik langsung merendahkan tubuhnya, menjatuhkan diri, dan mengayunkan sapuan kaki (sweep kick) yang menghantam keras kedua pergelangan kaki musuh! Kedua pria bertubuh besar itu seketika kehilangan keseimbangan, terhuyung, dan terjerembap keras ke tanah yang basah."Kurang ajar! Kaparat!" teriak salah seorang pengeroyok seraya meringis menahan perih luar biasa di kakinya.Namun, Malik hanya menatap mereka dengan tatapan datar. Saat ini, yang terpenting baginya adalah menyelamatkan Leo secepat mungkin. Anak buah pria asing itu terlihat cukup banyak, jadi Malik tidak boleh me

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 199—Amarah Malik

    Malik menatap tajam wajah-wajah ganas di sekelilingnya satu per satu. Tanpa rasa gentar sedikit pun, ia kembali memasang kuda-kudanya.Seorang musuh menyerang maju dengan pukulan bertubi-tubi. Dengan sigap, Malik menangkis serangan demi serangan dari kelima orang itu secara beruntun. Leo yang menyaksikan dari kejauhan merasa waswas luar biasa, terlebih hujan di luar gedung tua ini mengucur kian deras.Pukulan dan tendangan saling berbalas. Namun harus diakui, dikeroyok lima pria berbadan besar sekaligus cukup menguras stamina Malik. Sebuah tendangan samping yang melayang cepat berhasil menembus pertahanan dan menghantam rusuknya!"Ah!"BRUK!Malik mengerang saat tubuhnya terdorong ke belakang, menghantam meja kayu lapuk hingga hancur berkeping-keping."Enghh..."Malik meringis, menahan nyeri hebat yang menjalar di punggung dan perutnya.Melihat Malik terhempas, Leo kian panik. Secara sembunyi-sembunyi, jemari tangan Leo yang terikat di belakang kursi mulai bergerak giat mencoba melong

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 198—Nyawa Dibalas Nyawa

    Malik membalas tatapan pria itu dengan tatapan yang begitu tajam. Namun, ada satu hal yang membuat Malik merasa aneh sekaligus gusar—ia seperti tidak asing dengan tempat ini. Malik membuka pintu mobilnya, lalu membantingnya hingga tertutup dengan keras. Pria itu melangkah maju menghampiri mereka dengan gestur tubuh yang tegap dan rahang yang mengeras kaku. Kedua tangannya disembunyikan di dalam saku hoodie hitamnya. Tatapan matanya menggelap, namun seolah menyalakan kilat berbahaya di tengah pekatnya malam dan bayangan tudung hoodie yang menutupi sebagian wajahnya. Kondisi Leo saat ini sungguh mengkhawatirkan. "Siapa kalian? Kenapa menyakitinya dan dari mana kalian mengenalku?" tanya Malik tanpa berniat basa-basi sedikit pun. Pria itu terkekeh pelan. Ia merasa tertantang melihat keberanian Malik yang berdiri tegak tanpa menyiratkan rasa takut sedikit pun di matanya. "Kamu akan segera mengetahuinya..." balas pria itu. Tanpa peringatan, ia mengarahkan moncong pistolnya te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status