"Kamu Malik, kan?" tanya seorang pria, seolah memastikan bahwa ia tidak salah mengenali orang. "Eh... iya?" Malik membalas pertanyaan itu dengan senyuman canggung. Pria teman semasa sekolahnya itu langsung tertawa nyaring. Malik hanya terdiam, berusaha mengabaikan ejekan Andi, orang yang memang kerap merundungnya sewaktu sekolah dulu. "Kamu nggak berubah, Lik. Masih kumal. Dan... apa, 'anu'-mu masih gede?" Di sela tawa, Andi bahkan tidak melewatkan hinaan vulgar tersebut. Mendengar perkataan itu, rahang Malik mengeras. "Maaf ya, Di, aku gak bisa lama-lama ngobrol sama kamu. Ada urus—" "Mau ke mana, sih? Buru-buru banget. Kamu lagi pesan ketoprak, kan? Biar aku yang bayar..." "Ah, gak perlu!" potong Malik cepat. "Pak, dibungkus aja ya!" ucapnya beralih pada sang penjual ketoprak. Setelah menunggu sepuluh menit, akhirnya pesanan ketoprak selesai dibungkus. Dengan cepat Malik berpamitan ingin segera pergi. Namun, lagi-lagi Andi menahannya, seolah belum puas m
Terakhir Diperbarui : 2026-08-12 Baca selengkapnya