Share

Ch. 58 Masih Penasaran

Penulis: Selfie Hurtness
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-26 10:43:54

"Siang, Sher!"

Sherly seketika menurunkan ponsel, terkejut luar biasa ketika mendapati Antika dan beberapa seniornya muncul dari depan pintu.

Senyum di wajah Sherly mengembang, terlebih ketika gerombolan itu masuk dengan plastik-plastik di tangan.

"Kok tahu aku di sini?" tanya Sherly sembari meletakkan ponsel di nakas.

"Tanya ke paduka, lah! Apa lagi?" Arsya meletakkan plastik yang di bawa di atas ranjang, "Silahkan baginda Permaisuri." ucapnya seketika memecah tawa mereka.

"Coba gitu di depan dok Ge, berani kagak?" pancing Alvin kembali memecah tawa mereka dengan kompak.

"Kalo baginda permaisuri berani menjamin kelangsungan pendidikan aku, aku berani kok."

Sherly kembali tertawa. Sehangat ini interaksi para residen bedah sekarang. Sebuah keberuntungan di tengah-tengah kasus bullying yang seolah tidak selesai-selesai.

"Sebenarnya kamu kenapa, Sher? Mau nanya ke dok Ge kagak berani kita." kejar Giwang diikuti anggukan kepala oleh yang lain.

"Plasenta previa, nutup full jalan lahi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Janni Qq
mak lampir nirina ktnya dok sprecialis pg lanjut sub spcialis kok kelakuannya gt...ijasah sngt di ragukan beli kali ya di pasar loak...ini berarti mak lMpir dah tuir bngt donk ya...gerald aja dah mU 40 berarti mak lampir mungkun umurnya fiatas 65thn...hadeuhhj dah baukkk tanah cuiii nape gak mati aj
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
suruh aja bapakmu nikah sama calon pilihan dari mamamu.. biar mamamu tahu rasanya disingkirkan..
goodnovel comment avatar
Yelloe Duassatu
semoga papahnya benar2 berpihak pada Gerrald & Sheely
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 232 Titik Terdalam (21+++)

    "Ah!"Evelyn pasrah, kini tubuhnya sudah dikuasai oleh Bastian. Entah sejak kapan, semua kain yang menempel di tubuh Evelyn sudah tertanggal semua, membuat wajah Evelyn makin merah padam karena inci demi inci tubuhnya terpampang jelas di mata Bastian sekarang ini. Lelaki itu pun sudah melepaskan kemejanya, bertelanjang dada sembari menindih tubuh Evelyn dan mengeksplor leher jenjang Evelyn sembari sesekali meraup bibirnya. "Ini yang kamu mau, kan?" bisik Bastian dengan deru napas memburu.Permukaan kulit mereka saling bersentuhan, makin membakar api yang membara antar keduanya. Evelyn tidak menjawab, karena Bastian, kembali menyerangnya dengan tiba-tiba. Entah sudah berapa kali Bastian meraup puncak dadanya, Evelyn sampai tidak sempat menghitung. Bastian benar-benar membuatnya tidak berkutik, ia terus menyerang Evelyn, meluapkan semua gairah yang berhasil dia tahan seorang diri. Keringat mengucur, membasahi hampir sekujur tubuh Evelyn yang sukses dibuat membara oleh Bastian. "Aku

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 222 Foreplay (21+++)

    Evelyn baru saja membuka pintu, namun ia sudah dibuat terkejut dengan Bastian yang berdiri sembari bersandar tepat di samping pintu. Melihat Evelyn keluar dari kamar, senyum di wajah itu melebar. Ia segera beranjak dari tembok, mengulurkan tangannya ke depan Evelyn. "Siap pulang dan memulai hidup baru bersamaku?" tanyanya tanpa melepas senyum. Senyum itu begitu lepas, manis dan menawan! Evelyn ikut tersenyum, menerima uluran tangan suaminya dan mengangguk dengan mantap. "Ya! Tentu!" jawabnya cepat. Bastian segera mengamit tangan itu, membawanya menyusuri lorong yang akan membawa mereka menuju halaman parkir. Tidak ada percakapan, namun genggaman tangan itu seolah menjelaskan semuanya, tentang rona bahagia di sorot mata sejoli itu dan ucapan rasa syukur yang tidak terucap dari mereka. Dengan sigap, Bastian membuka pintu mobil, mempersilakan permaisurinya masuk ke dalam. Sebenarnya adegan itu bukan sekali-dua kali mereka lakukan, hanya saja kali ini mereka melakukan adegan itu deng

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 221 Pesta Usai

    Rumah joglo demi outdoor itu sudah sepi, hari sudah menjelang sore. Sebuah pertanda bahwa acara sakral dan intim Evelyn dan Bastian purna sudah. Jika beberapa saat yang lalu Tjipto berpamitan setelah menejejalkan sebuah amplop cokelat cukup besar ke tangan Evelyn, kini Aji beserta Gerrard sekeluarga yang hendak berpamitan. Aji benar-benar tidak mampu berkata-kata lagi, ia terus terisak, membuat Evelyn ikut menangis. Padahal beberapa saat sebelumnya, ia sibuk tertawa bersama keluarga yang lain, saling berswafoto dan bercengkrama karena memang sudah lama tidak bersua."Pa, ngomong gitu lah. Masa nangis mulu!" tegur Gerrard gemas. Aji menyeka air mata, melirik kesal ke arah Gerrard yang seperti tengah meledeknya itu. "Papa tunggu kamu nikahin anak perempuan kamu besok, Ge!" ucap Aji setelah bungkam sejak tadi. Gerrard terkekeh, keisengannya makin menjadi. "Dibikin aja belum, Papa udah main ancam aja." balas Gerrard yang langsung mendapat gebukan dari Sherly. Tidak sopan sekali sua

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 220 Dilema Di Tengah Bahagia

    Bastian segera menarik tubuh itu hingga jatuh ke dalam pelukannya, tangisnya pecah. Bastian benar-benar menangis sembari mendekap tubuh itu erat-erat, tak peduli dengan sorak-sorai keluarga dan tepuk tangan meriah yang segera menggema memenuhi ruangan. Dada Bastian rasanya seperti ingin pecah, ia begitu bahagia. Sangat bahagia sampai-sampai dia kehilangan semua kata-kata.Semua prosesi suci itu telah usai, kini tidak ada lagi sekat yang membatasi mereka. Mereka sudah menjadi satu, disatukan bukan hanya oleh cinta, tetapi juga janji suci di depan Tuhan untuk terus selalu bersama."Mulai detik ini, aku yang ambil semua tanggungjawab papa atas kamu, Lyn." Bisik Bastian lirih, ia melepaskan pelukan itu, menatap Evelyn yang matanya memerah, mereka sama-sama menangis. "Siap untuk arungi semua deras kehidupan bersamaku, kan?"Evelyn menyeka air matanya dengan hati-hati dan perlahan. Ia balas menatap wajah itu, mengabaikan semua tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar mereka."Kalau ak

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 219 Ini Jadi Nikah?

    Suasana kamar itu sedikit riuh, suara derap langkah terdengar lalu-lalang. Bau semerbak dari bebungaan menguar, membuat Evelyn cukup rileks tak peduli sejak tadi tangannya berkeringat. Ia duduk di depan cermin tanpa banyak bicara, patuh dengan apapun yang laki-laki kemayu itu perintahkan kepadanya. Lapis demi lapis kosmetik mulai ditempelkan pada kulit wajah, dipulas dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Beberapa kali Evelyn menarik napas panjang, sembari meremas-remas tangannya sendiri yang terasa dingin. Kebaya dengan nuansa putih gading terpasang pada manekin. Cukup sederhana namun 'sakral'. Lengkap dengan sepatu warna senada dan tak lupa kain jarik bernuansa cokelat tanah yang gelap. "Tegang banget sih, Dok?" goda si perias sembari nyengir lebar. Evelyn tersenyum, melirik lelaki berkulit bersih itu sekilas. "Panggil Evelyn aja, Kak. Kan lagi nggak di rumah sakit." ucap Evelyn kembali fokus pada pantulan cermin. "Oke deh oke! Rileks dulu ya, jangan tegang. Habis ini mau bere

  • Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku   Ch. 218 Sakit Kepala!

    "Kamu ini niat nikah nggak sih, Bas? Besok loh nikah, ini masih kerja kamu?"Bukan sambutan hangat yang Bastian terima di apartemennya, melainkan omelan dari Jihan yang sudah memasang wajah masam. Melihat sang ibu sudah dalam posisi begitu, Bastian hanya tersenyum. Merangkul ibunya dan membawanya duduk di sofa. "Kan besok cuma peresmian sama intimate party, Ma. Lagian semua udah diurus sama WO, kita cuma tinggal ikuti instruksi mereka dan selesai."Jihan mendengus, ia melirik ke arah Bastian dengan gemas. "Udah kamu pastiin semua oke?" Bastian merogoh ponsel, membuka kunci layar dan menunjukkan room chat itu pada sang ibu. Ada beberapa foto, video di sana, nampak Jihan menatap layar ponsel dengan saksama. "Sebelum pulang, Bas udah mampir ke sana dan cek semuanya, Ma. Udah nggak ada yang perlu dikhawatirkan." jawabnya dengan nada serius. "WO ini terpercaya, langganan artis papan atas, nggak mungkin nipu kayak yang viral kemarin."Jihan masih sibuk menyimak percakapan yang ada di sa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status