Share

Bab 80

Author: Dewiluna
last update Last Updated: 2025-05-14 17:29:37

“Kami mendengar berita tentangmu,” ucap Lia dan Keisha bersamaan.

Dua teman Tania itu menyeretnya ke kantin keesokan harinya, setelah foto-foto Gilang tersebar.

“Gilang akhirnya dipecat?” Keisha bertanya penasaran.

Tania mengangguk pelan. Ia masih ingat drama yang terjadi kemarin. Bagian saat Rafael mengamuk, juga dirinya yang menangis tanpa malu.

Setelah kejadian di ruangan Romi, Tania melarikan diri ke toilet. Ia terus menghindari Rafael sampai sekarang.

“Katanya ada foto-foto Gilang, tap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 52

    “Satu gelas lagi,” ucap Tania sembari memohon. Wajahnya memerah, dan ia sudah mabuk berat. Di sampingnya, Bryan menopang sebagian tubuh Tania. Pria itu menarik Tania ke dalam pelukan, membiarkan Tania bersandar padanya. Jam-jam sudah berlalu, hari telah larut, dan mereka hanya duduk sambil minum. Tak seperti biasanya, Bryan hanya menemani Tania, mendengarkan ceritanya, sambil sesekali membelai kepala Tania lembut. Ruang VIP itu tenang dan damai. Terdengar musik dari layar televisi yang dinyalakan oleh Bryan. Di sampingnya, Tania masih terus bicara. “Sejak awal aku memiliki seorang pacar yang gila. Dia selingkuh di depanku. Lalu, aku pikir aku bertemu dengan cowok baik.” “Enggak salah, tapi juga enggak benar. Dia awalnya baik.” Bryan tertarik dengan apa yang Tania katakan barusan. Pria itu yakin, orang yang sedang dibicarakan oleh Tania adalah Rafael. “Dia juga selingkuh. Ternyata semua lelaki sama saja!” Tania ter

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 51

    Sonya terus saja menyudutkannya, tapi Tania tak ingin menanggapi. Hanya Rafael yang kembali menyahut dan membelanya. “Ibu! Buatku enggak ada yang lebih penting dari Tania! Ibu tau itu, kan?!” Rafael berseru marah. Sekarang, tatapan para tamu perlahan tertuju ke arah mereka. Tania yang awalnya tak ingin bicara, jadi merasa tak bisa terus diam. “Rafael, yang mau pergi itu aku.” Tania sengaja menoleh ke arah Sonya, memastikan wanita tua itu mendengar.“Kamu tunggu saja di sini dan selesaikan semuanya dengan baik. Aku enggak mau hasil kerja kerasku untuk semua minuman yang ada di sini sia-sia.” Sengaja Tania menekankan nada pada kata “kerja keras”. The Crown Level memang tidak akan semewah ini tanpa dirinya. “Maaf, saya pamit dulu.” Tania menunduk sekilas. “Silakan nikmati acaranya, Pak Julian dan Bu Sonya.”Ia gegas berbalik sebelum Rafael sempat mengejarnya. Tania ingin secepatnya pergi. Ia tak mau lagi mendapat makian atau ucapan omong kosong dari Julian dan Sonya. Di sudut ruang

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 50

    “Kamu tau itu enggak mungkin, kan?” Tania memicing tak percaya. Ia melepaskan pelukan Bryan, lalu memilih untuk mengecek riasannya. Di depan cermin wastafel, Tania memastikan keadaannya sama seperti sebelum ia masuk tadi. “Kamu mau keluar? Kita belum sepakat, kan?” Bryan menarik kembali tangan Tania. Sia-sia sudah Tania merapikan penampilannya. Bryan kembali menariknya ke dalam pelukan. “Jangan pergi sebelum aku izinkan, Mee.”Tania memekik saat Bryan mengangkat tubuhnya dengan mudah ke atas wastafel. Sekarang, mereka berhadapan dengan tinggi yang sejajar. “Kamu tau kan, kalau aku ini orang yang tidak mudah puas?” bisik Bryan tepat di telinga Tania. Bryan mendekatkan wajahnya perlahan. Seolah tahu apa yang akan terjadi setelahnya, Tania memejamkan mata. Ia membiarkan bibirnya disambut hangat oleh Bryan.Kehangatan itu berubah perlahan menjadi panas. Tania terbawa ke dalam lautan gairah sampai sebuah ketuka

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 49

    “Tak apa, kebetulan aku mau ke toilet,” sahut Tania dengan senyum terulas di wajah. Hatinya teriris sakit. Namun, Tania tak berniat untuk menunjukkannya sama sekali. Tidak di depan Julian, Sonya, atau bahkan Rafael. “Aku antar,” ucap Rafael seraya berdiri. Satu tangan Rafael sudah mendarat di bahu Tania. Namun, Tania menepisnya lembut. “Aku bisa pergi sendiri. Temani saja kedua orang tuamu,” sahut Tania, datar. Ia menyembunyikan wajah kecewanya seraya melangkah pergi. Lorong menuju toilet entah kenapa terasa begitu panjang. Langkah Tania berat dan ia merasa lelah luar biasa. Tangannya membuka pintu toilet tanpa tenaga. Tania masuk, lalu berdiri di depan cermin wastafel, menatap pantulan dirinya.“Kenapa mereka harus kembali?” Tania menghela hampir tanpa suara. Wajahnya muram, tertekuk sempurna. Julian dan Sonya adalah orang-orang yang membuat kehidupannya sulit. Meski mereka adalah kedua orang tua Rafael, andai bisa, Tania sama sekali tak ingin menyapa keduanya. Baik Julian at

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 48

    “Sama sekali tidak masalah, Mr. Ziv. Kebetulan itu memang terkadang datang tiba-tiba,” ujar Tania seraya melebarkan senyumnya. Ia berusaha bicara setenang mungkin. Di depan tamu-tamu acara soft launch The Crown Level, Tania tak ingin mempermalukan dirinya sendiri. Lagipula, acara ini bukan hanya tentang dirinya. Menahan diri sedikit pasti tidak masalah. Sejak dulu, ia bahkan sudah menahan terlalu banyak. Tidak direstui, dianggap murahan, penjilat, dan jalang yang naik ke atas ranjang bos untuk mendapatkan status dan jabatan. Sebuah gaun sungguh tak berarti apa-apa. “Saya yang merasa sangat terhormat karena bisa memakai warna yang senada dengan Mr. Ziv. Mungkin ini hari keberuntungan saya,” sambung Tania. Ia sengaja melebih-lebihkan. Tania ingin Rafael merasakan jika ada jarak yang begitu jauh antara dirinya dengan Bryan. Rafael tak akan pernah menyangka jika Tania dan Bryan berkali-kali ada di atas ranjang yang sama. “Tidak,” geleng Bryan. “Nyonya Dharmawan tidak boleh sampai m

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 47

    “Lima belas menit lagi acara soft launch akan dimulai!” Rafael memberi aba-aba.Rafael adalah orang yang paling menunggu momen ini. The Crown Level adalah idenya. Dan semua bagian yang ada di lantai ini hanyalah atas persetujuannya. “Aku tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apapun!” Di atas panggung dengan backstage berhiaskan logo mahkota emas khusus The Crown Level, Rafael memberi semangat, juga peringatan. Para staf bertepuk tangan sebelum kembali ke pos masing-masing. Dengan setelan hitam khusus, staf yang ditempatkan di The Crown Level adalah pegawai-pegawai terpilih. Fera, teman Tania saat masih menjadi bagian dari staf resepsionis dulu, adalah salah satunya. “Kamu sangat berbeda sekarang,” ujar Fera penuh kebanggaan. Dari semua teman Tania sejak awal bergabung di Grand Velora, tersisa Fera seorang yang bertahan. Sekarang, ia adalah staf senior. Pelayanannya tak perlu diragukan. Fera terpilih bukan karena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status