共有

Dua

作者: Reistya
last update 公開日: 2024-12-22 01:48:14

Seorang pria duduk dan menunggu, di hadapannya ada dua gelas minuman. Menatap sekitar, lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku, dan menuangkan ke dalam gelas. Yogi punya rencana busuk. Ingin mendapatkan gadis yang sudah selama tiga minggu ini ia incar. Ya, tiga minggu kalian tidak salah membaca.

Yogi Finanda seorang pemilik perusahaan yang bergerak dibidang kecantikan juga perusahaan ekspedisi. Di usianya yang menjelang tiga puluhan ia akhirnya menemukan seorang wanita yang ingin ia taklukan. Hanya saja Yogi malas menjalani pendekatan terlalu lama. Buang-buang waktu, jadi hari ini ia punya ide untuk membuat Clarissa Atharazka merasakan malam panas bersamanya. 

Ditengah perasaan gugup, Yogi sudah meneguk banyak alkohol. Kadar toleransinya pada alkohol tinggi sehingga ia merasa tak masalah jika minum lagi dan lagi. Sambil menunggu Clarissa yang tadi tengah ke toilet.

Sayangnya, niatnya akan gagal. Karena gadis itu melihat apa yang dilakukan Yogi saat ia akan masuk ke ruangan, ia melihat pria itu tengah menuangkan sesuatu ke gelasnya. Clarissa menunggu di luar ruangan, sambil mengintip dan ia kemudian Yogi tergeletak di sofa karena terlalu mabuk. 

Gadis berparas cantik itu baru saja akan pergi sebelum akhirnya kembali lagi. Ia mengambil gelas minuman tersebut dengan mengendap. Dan Yogi tengah hilang kesadaran. Setelahnya segera berjalan ke luar ruangan. Bertemu dengan Pras dan ia meletakkan gelas itu di nampan kosong yang dibawa Prasll.

"Apa ada yang salah dari minumannya Bu?" tanya Pras karena heran melihat minuman pada gelas yang masih utuh. 

"Ah, enggak saya mau buru-buru aja. Terima kasih."Clarissa kemudian berjalan meninggalkan tempat itu. Ia sengaja membawa gelas itu ke luar ruangan karena takut akan ada korban yang lain. 

Dan kemudian bisa ditebak apa yang terjadi. Rei meneguk minuman itu dan membuatnya harus menuntaskan hasratnya yang bahkan belum benar-benar tuntas. Entah berapa banyak obat yang dituangkan Yogi ke dalam minuman itu. 

Yogi meneguk lagi minuman miliknya langsung dari botol ketika selesai mencium wanita di hadapannya. Bukannya merasa semakin segar, tatapannya malah semakin buram.

"Clar, kamu gendutan enggak sih?" tanyanya sambil menggoyangkan kepalanya beberapa kali.

Tak ada jawaban, tiba-tiba saja ia mendapat serangan. Keduanya saling menawarkan diri untuk ke hotel terdekat. Sama-sama tak mengetahui kalau mereka salah orang.

"Ayo ke hotel," ajak Rei yang sudah sama-sama pusing akibat minum sambil memainkan benda yang lama tak ia temui. 

Dan dengan susah payah dibantu oleh pelayan di club dan sopir Yogi, keduanya sampai di hotel yang berada di sebelah klub. Kedua masuk ke dalam kamar, dan setelah pintu tertutup. Yogi dan Rei bak pasangan yang kesetanan.

Saling peluk, kecup, cium dan lumat sambil saling berusaha melepaskan. Yogi mematikan lampu utama dan menyisakan remang lampu di samping tempat tidur. Rei terdesak ke tembok saat Yogi menciumnya dengan buas.

Rasanya benar-benar membuat Yogi menjadi gila. Terlihat sekali kalau wanitanya itu sudah mahir dalam menyenangkan prianya. Lalu setiap pergerakan Rei semakin membabi buta. Hening kamar tadi terganti suara mereka berdua.

Rei hilang kesadaran sejenak saat kembali klimaks. Sementara Yogi masih belum tuntas dan masih bergerak sesukanya. Menyenangkan sekali untuk Yogi membayangkan wanita yang ia sukai akan menjadi miliknya sebentar lagi.

Keduanya saling peluk, dan pria itu kembali menghisap. Terdiam setelah merasa ada sesuatu menghilangkan dahaganya. Yogi Ingin bertanya karena curiga, tapi ia terlalu lelah dan mengantuk untuk itu. Kini menikmati saja menghisap sambil terlelap layaknya bayi besar yang akan tertidur.

****

Pagi hari pria itu terbangun, lalu menatap wajah di hadapannya. 

Tunggu itu bukan Clarissa, Yogi memejamkan matanya lagi. Kemudian membuka matanya lagi dan memerhatikan sekali lagi wanita yang kini terlelap sampingnya. Yogi syok, ia terkejut kemudian dengan refleks melonjak ke belakang dan terjatuh di lantai dengan tubuh tanpa pakaian. 

"Tunggu tunggu tunggu.  Apa ini?! Semalam sama Clarissa kan?"  Pria itu duduk di lantai dalam keadaan bugil sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit. 

Yogi masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. pria itu kembali memejamkan mata dan mengusap-usap matanya. Siapa tahu setelah melakukan itu, ia bisa melihat Clarissa yang tengah terbaring di ranjang. Setelah membuka matanya lagi Ia hanya melihat seorang wanita gemuk yang tengah terlelap.

Yogi berdiri, bergerak ke sana kemari seraya memegangi kepalanya. Kemudian mengambil handuk dan melilitkan ke pinggang. 

"Shit! Siapa dia?" 

Pria itu bertanya-tanya kemudian melangkahkan kaki, melihat sekeliling mencari sesuatu sebagai sebuah petunjuk.  Ia melihat tas milik Rei kemudian membukanya tanpa izin dan mencari kartu nama wanita itu. 

"Rei? Ya Tuhan si-siapa dia? Semalam pakai pengaman kan?" Yogi menatap ke arah tubuh yang tak terbungkus apapun. "Wait, wait tempat sampah." Kemudian ia berjalan ke tempat sampah dan menemukan tempat sampah yang kosong. Ia juga berjalan mengitari kasur mencari. Siapa tahu saja dirinya membuang pengaman sembarangan. Dan tentu saja tak ada benda yang dicarinya.

Ia sesekali menggeleng dan mendesah menyesali apa yang ia lakukan semalam. Seharusnya ia berhasil berkencan dengan gadis yang ia incar. Malah menghabiskan waktu bersama dengan wanita gemuk yang sama sekali tak ia kenal. 

Semalam mabuk berat, ia sepertinya mengira wanita itu adalah Clarissa.

Ya, Yogi mengincar Clarissa sejak lama, Gadis itu adalah salah satu anak dari rekan bisnisnya.

Malam tadi mereka berdua bersama dan Yogi tak tahu kalau Clarissa keluar lebih dulu untuk pulang. 

Biasanya dia selalu menggunakan pengaman, tapi malam tadi sengaja tak ingin memakainya karena Ia berpikir kalau itu adalah Clarissa.

Siapa tahu kalau sudah tidur bersama, wanita itu tak akan menolaknya lagi.

Tapi, ia justru salah orang!

Belum lagi, punggungnya sakit karena semalam banyak melakukan kegiatan ranjang dengan berbagai posisi. 

"Ck!"

Yogi memilih untuk memunguti, pakaiannya. Lalu berjalan ke kamar mandi untuk sekadar mencuci wajah.

Tak lama, pria itu memutuskan untuk mengambil Pena Dan kertas yang terletak di atas bufet. Menuliskan pesan kepada Rei. Untuk bertanggung jawab siapa tahu wanita itu ingin menggugurkan kandungannya. 

'083333345 itu nomer ponselku. Siapa tau kamu butuh uang untuk mengugurkan kandungan itu nanti. (Jika kamu hamil tentu saja.) Yogi Finanda'

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Malam Pertama Perjaka dan Janda Muda   delapan puluh empat

    Yogi berada di kantor, ketika tiba tadi ia sudah segera disibukkan dengan jadwal promosi yang akan dijalani oleh Rei. Dia benar-benar memilih lokasi yang dekat ketika hari biasa, kemudian ketika hari libur Rey bisa melakukan promosi di lokasi yang lebih jauh. Yogi memikirkan Strawberry, ia tak ingin Strawberry kehilangan banyak perhatian dan waktu dari ibunya. Menurutnya kalau libur Strawberry bisa diajak untuk bepergian sekaligus menghibur anak itu.Saat sedang memperhatikan dokumen-dokumen di atas mejanya, pintu tiba-tiba saja diketuk."Ini Jimmy." "Masuk." Yogi menyahut dari dalam.Jimmy kemudian membuka pintu dan masuk. Dia jadi lebih sopan ketika terakhir kali masuk nyaris saja melihat apa yang dilakukan oleh Yogi dan juga Rei di dalam ruangan. Sejak itu, Jimmy tak pernah lupa mengetuk pintu sebelum dia masuk ke dalam ruangan Yogi."Duduk," kata Yogi mempersilahkan Jimmy duduk di sofa. Kemudian dia bangkit dan berjalan menghampiri Jimmy dan duduk di sofa. Jimmy duduk kemudian

  • Malam Pertama Perjaka dan Janda Muda   delapan puluh tiga

    Kanaya menjalani pemeriksaan, kondisi tubuhnya masih cukup lemah sehingga masih diminta untuk tetap beristirahat di rumah sakit. Dokter juga masih harus memeriksa kakinya pasca amputasi. Gadis itu duduk di tempat tidur seraya menatap keluar jendela.Teo berjalan masuk ke dalam Setelah dia membeli makanan yang diinginkan putrinya. Kanaya ingin sekali makan buah anggur katanya. Jadi pria itu sengaja keluar untuk membeli anggur yang diinginkan oleh Kanaya."Papa sengaja beli banyak nih supaya kamu banyak makannya." Teo katakan membuka bungkus anggur dan memberikan kepada Kanaya."Makasih Pa." Hal itu membuat Kanaya cukup merasa bersalah karena selama ini Dia jarang sekali memberikan perhatian kepada sang ayah.Teo duduk di samping Kanaya dengan senyum menatap Putri kesayangannya itu. "Kamu mau apa lagi? Biar nanti papa beli. Supaya kamu sehat, bayi dalam perut kamu juga sehat selalu." Teo sudah bisa menerima kenyataan bahwa Sang Putri hamil, meskipun dia juga belum mau untuk menemui Deff

  • Malam Pertama Perjaka dan Janda Muda   delapan puluh dua

    Rei dan Yogi kini berada di sekolah Bebe. Keduanya berada di sana setelah mendapat panggilan telepon dari wali kelas putrinya."Strawberry tadi bertengkar sama Anin, mereka adu mulut sampai akhirnya pukul-pukulan dan dua-duanya sama-sama nangis. Jadi dua-duanya dapat hukuman yang sama ya Bu, akan diliburkan selama 1 minggu. Tapi harus tetap mengerjakan tugas di rumah dan juga hukumannya harus tetap dijalankan." Itu adalah pesan dari wali kelas.Rei kemudian pulang tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir wanita itu. dia duduk di depan di samping Yogi, sementara putrinya duduk di belakang masih sambil sesekali sesenggukan akibat menangis tadi. Yogi sendiri kebingungan bagaimana dia harus bersikap, karena tak tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi. Tadi dia menunggu di luar, karena Rei yang tak mengizinkannya untuk masuk.Setelah sampai di rumah mereka bertiga segera masuk ke dalam rumah. Bebe kemudian duduk di ruang tengah, dia sudah tahu kalau sang ibu akan menghukumnya. Gadis k

  • Malam Pertama Perjaka dan Janda Muda   delapan puluh satu

    Pagi ini Rei terbangun, kemudian berjalan menuju dapur. Kelelahan, setelah semalam menghabiskan malam tanpa henti bersama Yogi. Padahal, katanya hanya ingin menemani, tapi semalaman tak berhenti beradu. Ia terkejut ketika mendapati Yogi yang berdiri di dapur memasak, sudah mengenakan kemeja yang dibawakan oleh sopirnya malam tadi. "Morning love," sapa Yogi. Rei berjalan mendekat, "ada yang butuh dibantu Mas?""Nope, enggak perlu ini udah mau selesai." Yogi menjawab lalu memeluk Rei dan mengecup bibir kekasihnya itu singkat. Rei memerhatikan, "kamu masak apa mas?""Aku tadi masak yang ada di lemari es kamu. Ada garlic chicken, sama mashed potato." Yogi memamerkan kemampuan memasaknya. ya, meskipun dia memang sejak dulu memiliki pelayan, tapi Yogi pernah tinggal sendiri saat menjalani pendidikan yang waktu di luar negeri. "Kamu pintar masak sih, biasanya aku mentok masak nasi goreng aja buat Bebe." "Aku tadinya mau masak nasi goreng, tapi aku pengen yang beda biar anak kita ngga

  • Malam Pertama Perjaka dan Janda Muda   delapan puluh

    Clarissa dan juga Satrio masih berada di kamar rawat Deff. Masih heran dengan pemikiran sahabatnya yang satu itu."Jadi lo mau ninggalin kanaya?" Clarissa bertanya, dia heran dengan penuturan Deff yang mengatakan kalau ingin memperjuangkan Rei sekali lagi."Bagaimanapun Strawberry itu anak gue dan gue juga mau mendapatkan hak gue sebagai seorang ayah." Deff katakan itu dengan tegas."Tapi bukannya anak dalam kandungan Kanaya itu juga anak lo ya Deff?" Satrio bertanya.Deff terdiam sejenak sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan Satrio. "Gue nggak tahu lah siapa tahu aja Kanaya main juga sama orang lain."Clarissa yang mendengar perkataan sahabatnya itu menjadi kesal sekali. Dia kemudian dengan keras memukul kaki Deff. Apa yang dilakukan Gadis itu membuat Deff memekik dengan keras."Sakit Clar!""Gue nggak nyangka lo bisa ngomong kayak gitu. Selama ini kan lo pacaran sama Kanaya. Kalian udah sama-sama 7 tahun, wajar kalau tiba-tiba aja kalau kebobolan kayak gitu. Dan lo sekarang bisa

  • Malam Pertama Perjaka dan Janda Muda   tujuh puluh sembilan

    Yogi duduk menunggu di kamar Rei saat kekasihnya itu sedang menidurkan Bebe. Dia sudah tak sabar, bingung sendiri juga kenapa mendadak jadi selalu ingin menghabiskan waktu di ranjang dengan Rei. Sedikit melihat saja jadi gila sendiri. Lama menunggu dari tadi, Bebe sempat menolah untuk tidur karena masih banyak tugas katanya. Untung Rei berhasil membujuk, putrinya menurut akhirnya dan minta di keloni sementara Rei meminta ia menunggu di kamar. Pintu terbuka, menunjukkan Rei yang tersenyum, lalu mengunci pintu sebelum berjalan mendekat dan duduk di samping Yogi. Dengan lembut membelai wajah Yogi."Lama nunggu ya," katanya. "It's okay," sahut Yogi menggenggam tangan Rei dan mengecupnya kemudian. Rei menatap Yogi, yang kini tengah menatap tangannya sambil mengusap-ngusap perlahan. Yogi merasa diperhatikan, ia lalu mengarahkan pandangan pada Rei. "Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" "Kamu... Disaat bisa memilih Perempuan yang lebih baik—""Kamu yang terbaik," sahut Yogi memotong ucapan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status