分享

Bab 67 : Racun Keraguan

作者: Denami
last update publish date: 2026-08-31 14:11:47

“Boleh aku duduk di sini?” tanya Yiran sembari mengulas senyum tipis yang penuh percaya diri.

“Tentu,” jawab Meilin pelan, mencoba sekuat tenaga menekan gemuruh canggung dan tidak nyaman yang mendadak bergejolak di dalam dadanya.

Yiran pun mendudukkan diri dengan gerakan yang teramat anggun di kursi kosong sebelah meja mereka. Aroma parfum mewahnya yang berwangi lembut namun pekat seketika tercium samar, mengusik atmosfer hangat meja sarapan mereka pagi ini. Di kejauhan, beberapa dokter resid
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin   Bab 70 : Kegelisahan Pagi Hari

    Pagi itu, suasana restoran utama di Bay Resort terasa cukup ramai dan bising oleh hilir mudik orang-orang. Beberapa tamu hotel sudah memenuhi area prasmanan yang luas, sembari menikmati panorama laut lepas yang biru jernih dari balik jendela kaca besar berukuran raksasa. Namun, di salah satu sudut ruangan yang agak terisolasi oleh tanaman hias, atmosfernya justru terasa jauh lebih tenang, kaku, dan formal. Hanzhen duduk tegap di samping Meilin, sesekali menyesap kopi hitam pekatnya tanpa gula sembari fokus membaca beberapa dokumen kerja penting di layar tablet pribadi.Melihat suaminya yang terlampau sibuk dan mengabaikan asupan gizinya sendiri sejak subuh, Meilin dengan telaten mengambilkan beberapa hidangan sehat ke atas piring porselen pria itu. Beberapa manajer eksekutif hotel sebenarnya sempat mencoba melangkah mendekat untuk memberikan laporan keuangan dadakan, namun Sekretaris Chen yang berdiri siaga tidak jauh dari sana langsung menghadang pergerakan mereka dengan sangat halu

  • Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin   Bab 69 : Kepanikan di Tepi Pantai

    Meilin hanya menatap garis matahari yang perlahan tenggelam di balik cakrawala laut dengan tatapan kosong. Langit sore di Bay Resort itu begitu memukau; perpaduan gradasi warna jingga, merah muda, dan keemasan memantul indah di atas permukaan air laut yang tenang. Namun, sangat kontras dengan keindahan alam yang disuguhkan tersebut, isi pikiran Meilin justru terasa kian penuh, kalut, dan menyesakkan dada. Untaian kalimat manipulatif dan beracun dari Yiran tadi pagi terus berputar laksana kaset rusak di dalam kepalanya, melahirkan riak kegelisahan baru yang tak kunjung surut. Tiba-tiba, sepasang lengan kekar yang hangat melingkar pelan di sekeliling pinggang mungilnya. Hanzhen memeluknya erat dari belakang, menenggelamkan wajahnya di antara helai rambut Meilin. Seperti biasa, pria itu melakukan kontak fisik yang intim itu tanpa banyak bicara, tanpa ada rentetan pertanyaan interogasi yang melelahkan. Ia hanya diam mendekap tubuh mungil Meilin sembari ikut melempar pandang ke arah matah

  • Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin   Bab 68 : Jejak yang Tertinggal

    Untaian kalimat manipulatif dari Yiran saat sarapan pagi tadi terus bergaung bising di kepala Meilin. Setiap untai katanya sengaja ditinggalkan untuk mengusik ketenangannya selama berada di Bay Resort ini. “Semakin posesif seorang pria, semakin rapi pula caranya menyembunyikan sesuatu di belakangmu.” Kalimat beracun itu sukses melahirkan riak kegelisahan yang membuat ulu hati Meilin terasa teramat tidak nyaman sepanjang hari. Di belahan tempat lain, Lee Hanzhen sendiri baru menyadari satu hal yang luput dari pengawasannya selama ini. Yiran ternyata telah dipindahkan ke divisi pemasaran Bay Resort semenjak beberapa minggu lalu atas rekomendasi manajer regional. Dan hal yang jauh lebih mengejutkannya lagi, wanita itulah yang memimpin presentasi utama untuk proyek besar pengembangan kawasan resort hari itu. Hanzhen duduk tegap di ruang rapat eksekutif dengan tatapan datar yang dingin, memperhatikan layar proyektor besar di depan. Yiran berdiri anggun dalam balutan setelan formal merah

  • Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin   Bab 67 : Racun Keraguan

    “Boleh aku duduk di sini?” tanya Yiran sembari mengulas senyum tipis yang penuh percaya diri. “Tentu,” jawab Meilin pelan, mencoba sekuat tenaga menekan gemuruh canggung dan tidak nyaman yang mendadak bergejolak di dalam dadanya. Yiran pun mendudukkan diri dengan gerakan yang teramat anggun di kursi kosong sebelah meja mereka. Aroma parfum mewahnya yang berwangi lembut namun pekat seketika tercium samar, mengusik atmosfer hangat meja sarapan mereka pagi ini. Di kejauhan, beberapa dokter residen muda di meja lain tampak diam-diam mulai melirik ke arah mereka dengan raut penuh rasa penasaran yang besar. “Aku baru tahu kamu dimutasi ke kantor cabang resort ini,” kata Yuwen sembari menyandarkan tubuh tegapnya ke sandaran kursi, menatap tajam ke arah wajah Yiran dengan pandangan yang teramat datar. “Iya,” Yiran mengangguk santai, merapikan letak setelan kantor merah tuanya yang tampak mahal. “Kata pihak pimpinan kami di kantor pusat, peluang karier di kawasan resort Selatan ini jauh l

  • Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin   Bab 66 : Tamu di Meja Sarapan

    Semenjak Meilin mulai sering menemani berbagai aktivitas dinas Hanzhen, Sekretaris Chen menyadari satu perubahan yang sangat mencolok pada diri atasannya. Suasana hati sang CEO kini jauh lebih stabil. Setidaknya sekarang, jajaran manajer tidak lagi keluar dari ruang rapat dengan wajah pucat pasi hanya karena salah mencetak ukuran huruf proposal atau keliru menyusun urutan presentasi. Hanzhen memang tetaplah pria yang dingin, sulit ditebak, dan memiliki tatapan tajam yang bisa membuat seisi ruangan seketika sunyi senyap dalam hitungan detik. Namun, emosinya kini jauh lebih terkendali. Bagi Chen, Hanzhen mulai terlihat lebih "manusiawi". Bahkan, kebutuhan pribadi sang CEO tidak lagi serumit dan se-melelahkan dulu. Jika dulu memilih kopi saja bisa berubah menjadi perdebatan kecil karena rasa yang dianggap kurang konsisten, sekarang Hanzhen selalu menghabiskan kopi yang disiapkan langsung oleh Meilin tanpa banyak komentar. Keluhan vertigonya pun mulai jarang terdengar karena Hanzhen mula

  • Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin   bab 65 : Riak di Bay Resort

    Meilin yang mulai terbiasa menemani berbagai aktivitas dinas Hanzhen juga mulai menikmati peran barunya tersebut dengan hati yang jauh lebih lapang. Awalnya, ia sering kali didera rasa kewalahan yang luar biasa setiap kali mendampingi pria itu di lapangan. Setiap kali Hanzhen menapakkan kaki di lobi gedung perusahaan, jajaran manajer senior dan eksekutif papan atas sudah berbaris rapi menunggunya hanya untuk menyerahkan tumpukan dokumen, memberikan laporan darurat, atau sekadar berjalan beriringan meminta tanda tangan persetujuan. Langkah kaki Hanzhen yang selalu cepat, panjang, dan tegas, membuat Meilin di awal kebiasaan baru mereka hampir harus setengah berlari hingga napasnya terengah-engah hanya untuk menyamai ritme jalan suaminya.Namun lama-kelamaan, Hanzhen mulai menyadari keterbatasan fisik sang istri dan secara sadar menyesuaikan diri dengan keberadaan wanita itu di sisinya. Pria itu akan sengaja memperlambat tempo langkahnya, atau bahkan berhenti bergerak sejenak dan menol

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status