Share

Bab 83. Ancaman Arthur

last update Last Updated: 2025-11-01 07:47:55

Damian mengecup dahi Jessica dengan lembut, wanita itu memeluk Damian tak mau ditinggalkan setelah mereka selesai bercinta.

Bahkan Damian yang kaku dan juga dingin itu terlihat begitu memanjakan Jessica, es yang ada di dalam diri Damian sudah mencair karena istrinya.

“Mas jangan pergi lagi. Aku gak mau di sini tanpa Mas,” rengek Jessica dengan manja.

Damian tersenyum geli di dalam hati ketika mendengar nada manja dari Jessica yang tidak ingin ditinggalkan oleh dirinya.

“Kamu yakin mau ikut dengan Mas. Bagaimana kedua orang tua kamu, Sayang?” tanya Damian berusaha meyakinkan walaupun di dalam hati ia juga ingin membawa Jessica pergi dari sini.

Tetapi entah mengapa ia juga memikirkan Arthur dan juga Aryana, mereka sudah kehilangan Jessica sejak lama.

Jessica tercekat, matanya berkaca-kaca. “Aku ingin bersama Mas saja. Kalau Mas juga tidak mau membawa aku pergi dari rumah ini. Aku akan kabur dari sini sendirian,” ancam Jessica.

Damian melotot, ancaman Jessica terlihat serius sekali. Istr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 180. Titik Terang?

    “Di mana titik lokasinya Marco?” tanya Damian tidak sabaranWajahnya yang lelah kini tampak bersemangat kembali, ada harapan yang menguar di dalam dadanya tentang keberadaan sang istri walaupun belum sepenuhnya bisa diyakini.“Di sebuah hutan tapi ada gedung terbengkalai di sana, Tuan. Sepertinya saya mengenal tempat ini,” jawab Marco tampak berpikir keras.Karena tempat yang baru saja ia lihat sangat familiar di ingatannya.“Mana saya lihat,” ujar Damian dengan serius.Marco memberikan ponselnya kepada Damian. Pria dingin itu menerimanya, ia mulai menelaah tempat yang dikatakan Marco.“Marco ini gudang senjata api ilegal milik Aaron,” ucap Damian membelalakkan matanya ketika tahu tempat ini sangat berbahaya untuk istrinya.Jantungnya berdetak sangat kencang menatap Marco dengan pandangan yang sulit diartikan. Marco juga terkejut, akhirnya terjawab sudah rasa penasarannya tadi. Benar itu gudang senjata api ilegal milik.“Tuan kita tidak bisa datang ke sana tanpa persiapan,” ujar Marc

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 179. Belum Menemukan Petunjuk

    Kirana hampir pingsan karena kehabisan oksigen, wanita itu meraup udara sebanyak-banyaknya ketika Damian melepaskan cengkeraman di lehernya.Damian semakin tidak terkendali, semua itu karena Kirana yang tidak mau mengakui di mana Aaron membawa istrinya berada.Bahkan rumah sakit sebesar itu tidak ada yang mengetahui kejahatan Aaron. Ia yakin anak buah pria itu juga ikut andil dalam penculikan ini.Tidak mungkin tidak ada yang mendengar keributan di kamar istrinya, tidak mungkin staf rumah sakit tidak mendengar teriakan istrinya maupun Crystal.Ini sangat janggal baginya. Ia harus menyelidiki ini semua sampai tuntas, jika ada yang bermain bersama dengan Aaron, ia pastikan mereka tidak akan bisa lepas dari dirinya.Tidak ada kesabaran!Tidak ada rasa kasihan!Semua orang yang terlibat menyakiti istri dan anaknya harus segera dimusnahkan.“Kali ini kamu bisa bungkam, Kirana. Tetapi nanti kamu akan berteriak ampun dan memohon kepada saya. Untuk kali ini kamu bisa menyelamatkan mereka, tet

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 178. Kirana Bungkam

    Damian kaget mendengar laporan polisi kepada dirinya, ia semakin yakin jika ini semua adalah rencana Aaron karena semua kejadian datang dalam waktu bersamaan.“Yang benar saja, Pak? Bagaimana bisa Audy kabur dari penjara, hah?” tanya Damian dengan suara yang sedikit meninggi.Rasanya Damian lelah mendengar kabar yang terus menikam dirinya dari segala sisi. Dan yang paling membuatnya geram dan marah adalah Aaron membawa istrinya, mengambil Jessica dari sisinya.Apa sebenarnya yang diinginkan pria itu kepada dirinya?Damian yakin ada maksud dan tujuan lain dari Aaron menculik istrinya. Aaron pasti tidak hanya menginginkan Jessica, tetapi menginginkan hal lainnya juga.“Sepertinya ada orang yang sengaja membebaskan Audy, Tuan. Kami sudah mengecek CCTV tetapi anehnya CCTV di saat Audy kabur mati,” jelas Polisi tersebut.Damian menghela napasnya dengan kasar, tangannya terkepal dengan erat, udara di sini terasa sangat panas membakar kulitnya hingga darahnya mendidih.“Tim kami sedang menca

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 177. Audy Kabur dari Penjara

    Sudah tengah malam Damian belum juga menemukan Jessica. Pria itu memukul stir mobil dengan kencang, teriakan penuh amarah dan kekesalannya menumpuk menjadi satu.Ketakutannya semakin besar tatkala anak buahnya juga menginformasikan jika mereka belum mengetahui keberadaan Aaron yang membawa Jessica.“CCTV itu sama sekali tidak memperlihatkan Aaron dan Nyonya Jessica dengan jelas, Tuan. Kita belum mendapatkan petunjuk yang pasti ke mana Aaron membawa Nyonya,” ucap Marco yang berada di samping Damian.Sejak tadi Damian meminta dirinya yang menyetir sendiri karena kalut dan tidak sabaran, ia bertekad bisa menemukan istrinya hari ini juga, tetapi yang terjadi petunjuk satu pun belum bisa terpecahkan.Damian merasa gagal menjadi seorang suami. Biasanya ia sangat mudah melacak keberadaan seseorang tetapi sejak hilangnya Aaron semua akses yang terhubung dengan pria itu tidak bisa dilakukan karena Aaron mengganti semua datanya dengan yang baru.Sedangkan istrinya tidak membawa ponsel sama seka

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 176. Damian Murka

    Damian melangkah tergesa-gesa masuk ke dalam rumah sakit, lorong demi lorong ia lewati dan suasana terasa mencekam saat Damian berjalan.Di belakangnya ada David yang setia menemani, kali ini perasaannya juga tidak tenang. Ia kepikiran dengan Crystal, tidak biasanya wanita itu mengabaikan telepon darinya.Keduanya memasuki lift, tidak ada yang berbicara satu pun. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing hingga Damian dan David keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Jessica.Melihat pengawalnya yang tertidur Damian murka, ada sesuatu yang tidak beres sudah terjadi.“Sialan! Bangun kalian semua!” teriak Damian menggelegar menendang kaki semua pengawalnya dengan keras.Pengawal yang tadinya tertidur, perlahan membuka mata mereka walaupun yang terjadi adalah kepala mereka yang berdenyut sakit.“Apa yang terjadi, hah? Kenapa kalian bisa tertidur seperti ini? Kalian saya pekerjaan untuk menjaga istri dan anak saya!”“M-maaf, Tuan. K-kami tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kami b

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 175. Aaron Kembali

    Aaron membuka masker yang menutupi wajahnya, pria itu berpakaian seperti dokter untuk masuk ke ruangan Jessica karena ia tahu tidak akan semudah itu masuk ke ruangan ini.Seringaiannya terlihat begitu menyeramkan, Jessica meremas pakaiannya dengan cemas.Sedangkan Crystal menatap bingung ke arah pria yang sama sekali tidak ia kenal.Dan ekspresi Aland menunjukkan kebencian yang luar biasa, menatap tajam ke arah pria yang dulunya sudah ia anggap papanya sendiri.“O-om kenapa bisa ke sini?” tanya Aland berlari ke arah mamanya, mencoba melindungi mamanya dengan tubuhnya yang kecil.Aaron terkekeh lalu tak lama ekspresi wajahnya berubah drastis menatap Aland dengan pandangan kecewa yang mendalam.“Kamu melupakan Daddy, Aland?!” ujar Aaron dengan suara yang dingin dan menyeramkan.“Om bukan Daddyku! Aku gak pernah mempunyai Daddy yang jahat seperti Om!” ucap Aland dengan lantang.Ucapan Aland semakin memancing emosi Aaron. Ia berjalan mendekat ke arah anak itu tetapi dengan sigap Crystal m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status