Share

Bab 86. Hati Yang Memberontak

last update Last Updated: 2025-11-02 12:55:14

Jessica menangis histeris, kepergian Damian membawa separuh jiwanya. Tubuhnya merosot ke lantai, ia terduduk di sana dengan pandangan yang begitu kosong, miris, dan begitu memilukan.

Sekeras apa pun ia berusaha untuk mempertahankan Damian, semesta sama sekali tidak mengizinkan untuk mereka bersama.

“Hiks…hiks…. Mas Damian. A-aku tidak bermaksud berbicara seperti itu, aku tidak ingin bercerai darimu, Mas. Tapi mereka terus menekanku,” racau Jessica dengan tatapan lurus ke depan menghadap ke arah kepergian Damian hingga mobil mewah itu tidak terlihat lagi di matanya.

“Kamu tidak perlu menangisi kepergian Damian, Elena. Percaya sama Papa, dia bukan pria yang baik. Keluarganya sudah menghancurkan keluarga kita,” ucap Arthur dengan tegas, suaranya begitu dingin tetapi terlihat iba dengan kondisi anaknya sekarang.

Jessica mengepalkan kedua tangannya, ucapan papanya membuat dada Jessica memanas, tatapannya begitu sinis ke arah jendela bahkan Jessica sama sekali tidak mau menghadap ke arah Ar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 169. Tragedi

    Damian bangun terlebih dahulu, ia tersenyum melihat Jessica bisa tidur nyenyak karena mungkin kelelahan akibat bercinta dengannya.Cup…Ia mengecup dahi Jessica dengan lembut dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istrinya, mengusap puncak kepala Jessica dengan sayang.Jessica menggeliat sedikit, mencari tangan suaminya agar ia bisa peluk dengan mata yang masih terpejam.Damian terkekeh, ia membiarkan tangan kirinya menjadi guling untuk sang istri. Ia tidak akan mengganggu tidur Jessica. Sebab, selama hamil istrinya belum pernah tidur nyenyak sekali pun.Damian masih bertelanjang dada, mungkin jika ada wanita lain yang melihat dirinya akan terpesona, pria matang itu begitu menggoda walaupun sebentar lagi menjadi seorang ayah dengan tiga anak.“Aland bangun, Nak. Katanya mau main,” panggil Damian kepada Aland yang ada di kasur sebelumnya. Damian sengaja menyewa kamar hotel dengan dua kamar sekaligus. Pengasuh Aland tidak ikut karena wanita itu sedang pulang kampung.Aland perlah

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 168. Please Gerak Mas!

    “M-mas bohong ya? David dan Crystal sudah menikah?” tanya Jessica tidak percaya.Matanya menatap ke arah David dan Crystal, ia masih syok mendengar pernyataan suaminya.Menikah? Sejak kapan? Keduanya terlihat seperti bukan sepasang kekasih, walaupun beberapa bulan terakhir keduanya begitu dekat.“Sudah, Sayang. Jangan dipermasalahkan lagi, mereka terlihat saling mencintai kok,” jawab Damian dengan tenang.Jessica tidak menjawab, ia masih tidak percaya. Namun, apa yang dikatakan suaminya dengan apa yang ia lihat memang tidak berbeda.“Akhirnya manusia kaku itu menikah juga ya, Mas. Bucin juga gak kayak Mas?” tanya Jessica dengan mengulum senyumnya.Damian mendengus, tetapi tangannya masih menyingkirkan rambut Jessica yang menghalangi wajah istrinya dengan menaruhnya di belakang telinga istrinya.“Kamu bisa menilai sendiri,” sahut Damian dengan datar.Jessica terkekeh melihat wajah merajuk suaminya. Ia geli dengan tingkah Damian yang berbeda sekarang.“Hahaha… Ekspresi Mas bisa biasa sa

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 167. Jessica Kaget

    “Wah indahnya. Sudah lama kita tidak keluar ya, Mas?!” ucap Jessica yang terpanah dengan kecantikan pantai untuk liburan mereka.Mendengar ucapan Jessica, Damian sangat merasa bersalah. Seharusnya mereka sering liburan, tetapi yang bisa ia lakukan hanya mengurung istri dan anaknya di rumah agar tidak ketahuan oleh Arthur.“Maaf ya, Sayang. Kita tidak pernah liburan selama ini. Seharusnya kita pergi honeymoon ke luar negeri dan berkeliling dunia. Tetapi Mas membuat kamu dan Aland hanya terkurung di dalam rumah. Pasti kamu dan Aland sangat jenuh dan bosan, kan?” sahut Damian dengan wajah sendunya.“Hanya sedikit kebosanan kami, Mas. Dibandingkan rasa bahagia yang kami rasakan saat bersama dengan Mas di rumah. Apalagi rumah juga sangat luar, dan ada taman bermain untuk Aland. Aku juga tidak masalah jika Aland harus homeschooling terlebih dahulu, aku yakin ada saatnya kita bisa leluasa keluar rumah tanpa ada rasa takut lagi,” balas Jessica dengan tersenyum.Suara ombak begitu menenangkan

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 166. Liburan

    “Ada buah strawberry Mas beli, Sayang. Kamu mau?” tanya Damian mengalihkan pertanyaan Jessica yang terus menjurus ke arah yang membuat otaknya berpikir terlalu jauh, hingga hatinya merasa tidak enak, takut terjadi sesuatu dengan Jessica.Jessica merasa kecewa dengan Damian yang tidak menanggapi ucapan dirinya.“Gak mau, Mas. Aku mau tidur saja,” sahut Jessica dengan kesal.Jessica mencoba merebahkan dirinya, mencari posisi ternyaman agar ia bisa tidur. Ia menutup matanya, moodnya sudah memburuk karena suaminya sendiri.Damian tidak melarang, sebaiknya memang mereka tidak mengobrol tentang masalah yang belum tentu terjadi bukan? Itu akan mempengaruhi pikiran dan suasana hati, tidak apa jika Jessica ngambek sekarang. Yang terpenting tidak membahas masalah yang akan memperkeruh suasana.Damian memberikan bantal di samping perut Jessica, tendangan kedua anaknya kembali terlihat hingga ia tersenyum.“Jangan marah. Anak-anak merasakan semuanya, Sayang. Kamu dan anak-anak akan selamat, tidak

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 165. Kegelisahan Jessica

    4 bulan kemudian…Jessica menatap dirinya di cermin, ia mengulum senyumannya saat melihat perutnya sudah sangat membesar.Usia kandungannya sudah memasuki bulan ke-7. Bahkan, ia sudah terlihat seperti ibu hamil dengan usia kandungan sembilan bulan.Fase mual dan muntah yang parah sudah ia lewati. Dan kini, ia dihadapkan dengan posisi tidur yang sulit, ia tidak merasa nyaman sama sekali. Bahkan dirinya sering kepanasan walaupun AC sudah menyala tetapi keringat tetap mengalir di dahinya.“Cantik sekali ibu hamil satu ini,” puji Damian memeluk Jessica dari belakang dan sekarang tangannya sudah terhalang oleh perut besar istrinya.“Mana ada cantik, Mas. Stretch marks di perutku lumayan banyak pasti kamu jijik melihatnya,” gumam Jessica dengan sendu.Hamil Aland, stretch marks di perutnya sama sekali tidak ada. Sedangkan kehamilan keduanya ini membuat dirinya sama sekali tidak percaya diri.“Hei, siapa bilang Mas jijik hmmm? Itu bukti cinta dan pengorbanan kamu demi hamil anak Mas, anak ki

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 164. Rindu Mama dan Papa

    Kali ini keberanian Crystal entah menghilang ke mana, biasanya ia tidak sakit hati ketika ada keluarga pasiennya yang sedang marah. Tetapi hari ini berbeda, ia ingin menangis apalagi ketika David membentak dirinya.“M-mas, M-maksudku Tuan David. Saya minta maaf jika pekerjaan saya banyak menemui kesalahan di sini. Saya datang ke rumah ini keadaan Nyonya Jessica sudah sangat lemas,” ujar Crystal meminta maaf setelah mereka berhenti di ruangan sepi di mana pertama kali mereka berciuman.“Saya tidak butuh penjelasan kamu, Crystal!” sahut David dengan tajam.Hati Crystal mencolos, dadanya berdenyut sakit. Ia hanya bisa tersenyum hambar.Kenapa hatinya terasa seperti ditusuk sembilu? Ucapan David seakan terlihat begitu marah dan tidak sedikit pun ingin mendengar penjelasannya.“S-sekali lagi saya minta maaf. S-saya harus pergi. J-jika keadaan Nyonya Jessica tidak membaik maka langsung saja bawa ke rumah sakit,” ucap Crystal dengan cepat, tubuhnya sedikit membungkuk, ia ingin segera pergi d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status