แชร์

65

ผู้เขียน: Dao Yue
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-18 22:55:02

Panggilan darurat dari lingkaran dalam Kerajaan Durji akhirnya datang juga.

Melalui utusan yang diperintah langsung, Larasati diperintahkan menghadap malam itu juga ke markas tersembunyi yang berlokasi di sebuah vila tua mewah di pinggiran kota.

Dengan tubuh yang masih lemas akibat pertempuran ranjang setiap hari bersama Andre, Larasati melangkah masuk ke ruangan minim cahaya yang berbau dupa Cendana yang harum khas bangsawan masa lalu.

Di atas takhta yang terbuat dari emas dengan ukiran unik,
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Mas, Baksomu Ngangenin   67

    Andre menangkap kaki Larasati dan melayangkan sebuah tinju ke arah perut dan ta itu.“Ugh!” seru Larasati tertahan.“Jangan marah, sudah kuperingatkan sebelumnya,” kata Andre.“Terlalu banyak bicara.” Larasati mengeluarkan sebuah benda dari balik pakaiannya, berbentuk bulat sebesar biji jagung dan dihempaskan ke tanah.Seketika asap hitam tebal muncul, disertai aroma yang luar biasa busuk. Seperti tumpukan bangkai yang membuat mual dan kepala pusing.Tendangan Larasati mendarat tepat di bagian rusuk Andre, membuat lelaki itu terhuyung. Andre tidak bisa melihat apapun, bahkan arah gerakan Larasati sulit dia tebak dengan benar.Andre menutup indra penglihatannya, yang menurutnya menyesatkan dan sepenuhnya mengandalkan getaran energi spiritual kalung pusaka di dadanya.Dalam kegelapan batinnya, dia bisa melihat dengan sangat jelas aliran sihir hitam yang mengalir dari dalam tubuh Larasati, berupa benang-benang merah tipis yang mengendalikan tubuh itu seperti boneka.Saat belati Larasati

  • Mas, Baksomu Ngangenin   66

    Pukul delapan malam, Larasati tiba di ruko milik Andre. Kecantikannya bak menyihir semua tamu pria yang ada di sana, membuat sebagian wanita mencebik, sisanya terpukau dengan paras cantik dan kulit yang tampak indah itu.“Mau pesan apa?” tanya Andre dingin.“Nyawamu,” jawab Larasati.“Kalau begitu, duduk dengan tenang,” sahut Andre.Andre merasakan getaran dari kalungnya, secara fisik memang Larasati begitu cantik, tetapi … kali ini Andre tidak melihat demikian.Pupil mata Larasati memang seperti biasa, tetapi pada bagian hitam, sama sekali tidak ada bayangan benda di sekitar.‘Huh, sihir lagi. Aku gak bisa biarkan dia ada di sini,’ gumam Andre.Andre melepas apron hitamnya, lalu memberi isyarat mata kepada asistennya untuk menggantinya.Tanpa membuang waktu, Andre mencengkeram pergelangan tangan Larasati dengan halus, memaksa wanita itu mengikutinya keluar lewat pintu belakang ruko.Larasati tidak merontak, bibir indahnya yang memerah alami hanya menyunggingkan senyum dingin tanpa ji

  • Mas, Baksomu Ngangenin   65

    Panggilan darurat dari lingkaran dalam Kerajaan Durji akhirnya datang juga.Melalui utusan yang diperintah langsung, Larasati diperintahkan menghadap malam itu juga ke markas tersembunyi yang berlokasi di sebuah vila tua mewah di pinggiran kota.Dengan tubuh yang masih lemas akibat pertempuran ranjang setiap hari bersama Andre, Larasati melangkah masuk ke ruangan minim cahaya yang berbau dupa Cendana yang harum khas bangsawan masa lalu. Di atas takhta yang terbuat dari emas dengan ukiran unik, duduk sosok Raja Durji, pria paruh baya berwajah dingin dengan mata merah membara yang memancarkan tekanan tenaga dalam amat besar."Larasati …," ucap Raja Durji dengan suara menggema, memantul di ruangan luas yang dingin. "Tiga minggu kamu berkeliaran di sekitar pemuda itu. Mana pusaka Bumi Swarga yang aku perintahkan untuk direbut?" tanya Raja Durji.Larasati berlutut di atas lantai marmer, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Ampun, Tuan Besar ... pemuda bernama Andre itu tidak memakai kalu

  • Mas, Baksomu Ngangenin   64

    Penyatuan malam itu berlangsung begitu menggairahkan, energi spiritual Bumi Swarga yang membara di dalam tubuh Andre membalikkan mantra dan aura sihir dalam darah Larasati, yang akibatnya menciptakan gelombang gairah yang tidak pernah dirasakan oleh wanita mana pun. Larasati tenggelam dalam lautan kenikmatan ranjang yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Setiap sentuhan dan hentakan pinggul Andre, merenggut seluruh kesadarannya, membakar habis daya tahannya hingga dia melenguh pasrah sepanjang malam.“Kau boleh juga. Begitu perkasa di ranjang, apalagi … punyamu enak. Besar, gagah buat aku ketagihan,” bisik Larasati di sela nafasnya yang tersengal.“Terima kasih pujiannya,” sahut Andre.Ketika fajar pertama menyingsing di ufuk timur, Larasati terbangun dengan tubuh yang lemas, hatinya merasa puas yang tiada tara.Wanita itu turun dari ranjang, menatap Andre yang sedang tertidur lelap di atas ranjang dengan dada bidang yang terbuka.‘Gila! Aku hampir semalaman melayaninya, tapi … k

  • Mas, Baksomu Ngangenin   63

    Andre bergerak semakin liar, keringat menetes dari pelipisnya ke punggung wanita di bawahnya. Jarinya meraih klitoris Larasati dari depan, memijatnya sambil terus menghentak. “Ooooh, enak,” gumam Larasati.Puncak ketiga datang dengan erangan panjang. Tubuh Larasati sudah lemas, tetapi Andre belum selesai.“Sudah tiga kali, masih kuat?” tanya Andre dengan suara bergetar “Batang besar begini … aku tidak rugi. Tapi, aku masih kuat sampai kau lemas,” jawab Larasati menantang.“Kamu yang minta,” balas Andre.Andre membaringkan Larasati telentang, lalu mengangkat kedua kakinya lurus ke atas dan menyatukannya di dada, membuat lubang kawah kenikmatan menjadi lebih sempit dan sensasi semakin nikmat.Andre masuk kembali, gerakan lambat dulu, menikmati bagaimana dinding dalamnya meremas. Lalu ritme gerakan pinggulnya meningkat, setiap kali dia masuk, menahan sejenak di dalam, memutar pinggul, sebelum menarik keluar hampir seluruhnya dan masuk lagi.“Hmmmph,” desah Larasati.Larasati mencengk

  • Mas, Baksomu Ngangenin   62

    Malam itu, di dalam kamar pribadi Andre di lantai tiga, Larasati menyerahkan dirinya secara penuh dan sukarela di atas ranjang. Bibirnya masih menempel erat pada bibir Andre, lidahnya bermain liar di dalam mulutnya, sambil jari-jarinya meremas bahu kekar pria itu dengan kuat.Andre, yang sudah lama tidak menjamah wanita, tidak mampu menolak. Lelaki itu membalas ciuman itu dengan hasrat yang sama, tangannya turun meraba pinggang ramping Larasati, lalu naik lagi meremas payudaranya yang sudah tegang di balik kain tipis.“Kebetulan yang aneh sampai ke ranjangku, siapa kamu?” tanya Andre berbisik melepas ciuman mereka.“Larasati,” jawab Larasati dengan mata sayu.Nafas mereka memburu.Andre perlahan mendorong tubuh Larasati ke belakang hingga punggungnya menyentuh seprai yang lembut.Larasati menarik kepalanya dan kembali mencium Andre, kemudian melepaskan ciuman itu hanya untuk sejenak, matanya menatap wajah wanita di bawahnya yang sudah memerah oleh nafsu.Tanpa banyak bicara, bibirnya

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status