ANMELDENKata-kata Ella membuat jantungnya serasa berhenti berdetak dan wajahnya yang semula pucat sekarang menjadi seputih kapas."Manusia serigala?" bisik Ravenna.Ia menggelengkan kepalanya."Tidak, kamu bohong! Morrigan manusia! Dia hanya pria biasa!""Dia membohongimu sejak awal demi insting binatangnya!" bentak Ella.Matanya sesaat berkilat ungu pekat dan menekan mental Ravenna hingga gadis itu mencengkeram sprei tempat tidur dengan gemetar. "Dan sekarang, kaum manusia serigala miliknya sedang menuntut darah. Mereka mengira kamuatau lebih tepatnya klon sihir yang kuciptakan menggunakan wajahmu telah membunuh salah satu dari kawanan mereka di pinggiran kota."Ravenna menatap Ella dengan pandangan kosong, otaknya menolak memercayai semua kegilaan ini. Namun, aura mengerikan dari Ella dan semua kejadian supranatural ini membuat pertahanannya runtuh. "Klon? Pembunuhan? Apa yang akan kamu lakukan padaku?"Ella tersenyum penuh kemenangan dan senyuman yang membuat bulu kuduk Ravenna mere
"Jika itu satu-satunya cara untuk membersihkan nama baik pack, mereka akan menuntutnya, Alpha!" jawab Larry dengan tegas, meskipun napasnya memburu menahan tekanan aura Morrigan yang semakin berat memenuhi ruangan.Larry menatap map hitam yang meremukkan kertas laporan medis di atas meja kerja Morrigan, lalu perlahan menegakkan postur tubuhnya. Aura dingin dan berat di dalam ruangan itu terasa seolah bisa mematahkan tulang, namun sebagai prajurit tertinggi Silver-Claw, ia tahu tugasnya di halaman luar jauh lebih mendesak."Saya rasa tidak ada lagi yang bisa saya laporkan malam ini, Alpha," ucap Larry dengan suara baritonnya yang rendah."Gelombang hasutan Darian di halaman luar harus segera saya redam sebelum fajar menyingsing. Saya tidak akan membiarkan satu pun mereka menerobos masuk ke dalam gedung ini."Morrigan tidak menoleh. Sepasang mata keemasannya masih menatap tajam menembus kegelapan malam dari balik kaca jendela besar ruang kerjanya hanya anggukan kepala samar yang dibe
"Aku akan mengawal mereka sendiri, Alpha," sahut Larry. Ia merasa bertanggung jawab penuh atas keamanan sampel biologis tersebut. "Pergilah, Larry! Pastikan tidak ada satu pun tangan luar yang menyentuh tabung itu," perintah Morrigan. Begitu Larry dan tim medis pergi, koridor bawah tanah kembali sunyi. Morrigan menatap Ezra yang masih bersandar di dinding dengan wajah gelisah. "Ezra, kembali ke atas. Awasi pergerakan Putri Isolde dan Tetua Varrek di ruang tamu agung. Jangan biarkan mereka tahu kita sedang melakukan pemeriksaan domestik seperti ini," ucap Morrigan. "Bagaimana denganmu, Alpha?" tanya Ezra ragu. "Aku akan menunggu hasil laboratorium di sini. Pergilah!" Waktu terus bergulir. Larry berdiri kokoh seperti patung di depan pintu laboratorium dengan tangan melekat pada senjata. Di dalam ruangan steril, kepala dokter Blackmoon pack sedang memasukkan beberapa tetes darah Ravenna ke dalam mesin pemindai spektrum biologis. Mesin tersebut berdegung halus, memp
"Gunakan sisa energi dari pecahan Batu Gerhana Abadi yang kusisipkan di balik pakaianmu," bisik Ella dengan senyum penuh kelicikan. "Ubah resonansi biologis raga tiruan itu. Saat jarum suntik mereka menembus kulitmu besok pagi, pastikan sel-sel yang mereka ambil terdistorsi menjadi darah manusia normal. Biarkan Alpha itu mengira indra serigalanya yang mulai gila bukan raga kita."Ella kemudian pergi menembus bayangan malam bawah tanah, menyisakan Jaxon dan para penjaga yang masih tergeletak tidak sadarkan diri.Malam harinya, ketegangan internal Blackmoon pack yang tersimpan di bawah tanah mendadak terinterupsi oleh sebuah kedatangan yang telah lama direncanakan.Di jalanan Starfield, deretan mobil sedan mewah berwarna hitam legam membelah jalanan, menuju markas utama pack.Konvoi dari Moonshadow pack telah tiba.Di halaman depan markas, Tetua Varrek berdiri tegak dengan jubah adatnya yang megah. Di sampingnya, Larry dan barisan kehormatan prajurit Blackmoon memasang postur kaku
"Jiwa seorang Alpha tertinggi memiliki resonansi energi yang sangat kuat dengan wilayah kekuasaannya," jelas Silas. Silas menatap Morrigan dengan serius. "Selama ini, kamu tidak bisa merasakan pancaran kekuatan energi dari batu itu meskipun letaknya sangat dekat dan jujur, aku pun tidak menyadarinya, karena aku berpikir anomali energi di sekitarmu hanyalah refleksi dari rasa benci yang meluap dan kekosongan batinmu pasca kepergian Lunara. Kebencianmu begitu dalam hingga bertindak sebagai tameng emosional, ia mendominasi seluruh indra serigalamu dan membutakan radar instingmu terhadap getaran sihir hitam luar yang mencoba menyusup."Morrigan terdiam dan mencerna penjelasan Silas yang sangat masuk akal. Emosi seorang Alpha yang tidak stabil memang bisa mengacaukan kepekaan indra penciuman dan spiritualnya sendiri. Namun, ketegangan mendadak saat Morrigan melangkah lebih dekat ke ranjang dan tatapannya menuntut jawaban yang lebih banyak."Jika kamu sudah tahu keberadaan artefak t
"Bawa dia lewat pintu belakang gedung Stellaris Industries," perintah Morrigan kepada Larry begitu mereka tiba di area parkir bawah tanah. "Jangan biarkan ada anggota lain yang melihatnya dalam kondisi seperti ini. Kamar penthouse terlalu terbuka, bawa dia langsung ke lantai isolasi bawah tanah." "Dimengerti, Alpha," jawab Larry sigap. "Pasukan Silver-Claw akan menutup akses lift privat sementara waktu." Namun, evakuasi senyap itu tidak berjalan sesempurna yang Morrigan harapkan. Di sudut koridor remang basement, sepasang mata milik salah satu prajurit kasta bawah yang merupakan mata-mata Darian telah mengawasi sejak ban SUV menderu masuk dan hanya dalam hitungan menit setelah pintu jeruji besi ruang isolasi berdentang menutup, prajurit tersebut langsung memanfaatkan Pack Link (telepati antar anggota pack) untuk menyebarkan informasi secara batin ke seluruh jaringan manusia serigala. Pesan berantai melalui pack link telah menyebar seperti api menyiram minyak ke anggota pack
Matahari pagi menyentuh pucuk-pucuk pohon di taman kota Starfield, memberikan semburat jingga yang seharusnya menenangkan. Seorang karyawati bank sedang berjalan tergesa-gesa melintasi jalur pedestrian taman dengan tas kantor yang tersampir di bahu. Udara pagi itu segar dan ia sempat menghirupnya
Tiba-tiba jemari Ravenna bergerak kecil dan ia mengeluarkan gumaman halus dalam tidurnya. Bibirnya bergerak tanpa suara dan kepalanya mencari posisi yang lebih nyaman, secara tidak sengaja bersandar pada telapak tangan Morrigan yang masih berada di bantalnya.Morrigan membeku. Ia bisa merasakan na
Di puncak menara Stellaris, Silas mendadak jatuh bertumpu pada satu lutut dan wajahnya pucat pasi, sementara Ezra dan Nerina yang berada di dekatnya memekik pelan dan mencengkeram dada mereka yang berdenyut menyakitkan. "Energi ini ...." Silas berbisik dengan napas tersengal. "Frekuensi energi in
"Namanya Ella Vance," jawab Silas singkat sembari memutar tablet agar Morrigan bisa melihat profil digital yang tertera. Morrigan hanya melirik sekilas, wajahnya masih terlihat datar. Namun, kalimat Silas berikutnya membuat sang Alpha tertegun. "Dia manusia murni, Alpha, tidak ada setitik pun







