Share

Bab 29

Penulis: Kak Han
last update Tanggal publikasi: 2026-03-05 22:49:04

Lyra berdiri di balik pilar lantai dua, matanya yang tajam bak elang tidak lepas dari sosok Maudy dan Bayu yang tampak berbicara serius di sudut ruangan. Meskipun ia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan, bahasa tubuh mereka, dengan jarak yang begitu dekat dan tatapan Maudy yang penuh rasa percaya pada si OB, membuat Lyra yakin jika di antara mereka ada hubungan khusus.

​Begitu Maudy dan Bayu beranjak dari tempatnya, Lyra segera melesat menuju ruangan Rio. Ia masuk tanpa mengetuk pintu, waj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 256

    Alena tidak menjawab pertanyaan Bayu dengan kata-kata. Sorot matanya yang dipenuhi kerinduan akut dan obsesi yang terpendam bertahun-tahun mendadak berkilat emosional. Keheningan di ruangan itu pecah ketika Alena melangkah lebar, mengikis jarak di antara mereka, dan tanpa memedulikan batasan meja kerja, dia segera menghambur ke pelukan Bayu.​Alena mendekap tubuh pria itu dengan sangat erat, menenggelamkan wajahnya di dada Bayu seolah takut jika dia melonggarkan pelukannya sedikit saja, sosok di hadapannya akan menguap menjadi fatamorgana.​Bayu benar-benar terkejut. Gerakan Alena yang begitu tiba-tiba membuatnya tidak sempat menghindar. Seluruh tubuhnya menegang kaku menerima dekapan itu. Bau parfum Alena yang menyengat langsung memenuhi indra penciumannya, namun itu tidak lagi memberikan rasa familier yang manis, melainkan alarm bahaya yang berdering keras di dalam kepalanya.​"Alena, apa-apaan kamu?!" seru Bayu dengan suara rendah namun penuh penekanan. Kedua tangannya langsung mem

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 255

    Cindy menatap kartu nama mewah dengan logo timbul emas itu sekali lagi. Di dunia bisnis, nama Pradipta Group memiliki bobot yang sangat besar. Ditambah lagi dengan penampilan Alena yang begitu elegan dan memancarkan aura kelas atas, Cindy sama sekali tidak menaruh curiga sedikit pun. Baginya, wanita di hadapannya ini hanyalah seorang pebisnis sukses dari salah satu konglomerat terbesar di Jawa Barat yang kebetulan sedang berada di Jakarta dan ingin menjajaki peluang kerja sama.​Sama sekali tidak terlintas di benak Cindy bahwa wanita anggun ini adalah sosok gadis dari masa lalu yang fotonya pernah dipamerkan Bayu belasan tahun lalu saat mereka masih sama-sama berjuang di bawah garis kemiskinan.​"Mohon tunggu sebentar, Ibu," ujar Cindy dengan nada yang kini jauh lebih santun.​DIa meraih gagang telepon di mejanya, menekan beberapa digit nomor ekstensi khusus yang langsung tersambung ke meja kerja kakaknya di ruang dalam. Nada sambung berbunyi dua kali sebelum suara berat dan berwibawa

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 254

    Setelah menemui Alena, Rio kembali ke apartemen Lyra dengan wajah yang lebih sumringah. Malam itu juga, Rio keluar dari tempat Lyra dan sementara akan pindah ke hotel selama beberapa malam. Dan besok dia akan segera membeli rumah baru.Tanpa harus bersikap rendah seperti sebelumnya, Rio masuk apartemen Lyra dengan begitu angkuh. Dan di dalam sana, Lyra sudah menyambutnya dengan wajah masam."Dari mana saja kamu? Sudah kubilang, sebelum aku pulang, selesaikan pekerjaan rumah dan siapkan makan malam. Tapi kamu malah keluyuran sampai jam segini!" bentak Lyra dengan nada tinggi. Dia masih berpikir Rio masih dalam kendalinya.Tanpa menjawab, Rio segera mengambil kopernya, lalu segera kembali berjalan ke arah pintu. Tentu saja hal itu makin membuat Lyra geram."Rio! Kupingmu budeg ya! Aku lagi bicara sama kamu! Kalau numpang tuh tau diri dong!"Rio sejenak menghentikan langkahnya, lalu menoleh pelan dengan tatapan yang tajam. "Mulai detik ini aku akan keluar. Jadi kamu nggak berhak membent

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 253

    Rio menyandarkan punggungnya ke kursi kayu kafe, matanya menatap Alena dengan tatapan predator yang telah melihat mangsanya terjepit. Rio memperhatikan jam tangan berlian yang melingkar di pergelangan tangan Alena dan juga tas bermerek yang diletakkan sembarangan di atas meja. Dari situ Rio sadar bahwa wanita di depannya adalah pewaris kekayaan yang tidak akan merasa kehilangan meski harus membuang uang miliaran rupiah. Keterangan yang sama dengan yang dia dapat dari media sosial tentang Alena.“Baiklah, aku percaya sama kamu. Katakan, dimana aku bisa menemui Bayu?” tanya Alena kemudian setelah sempat lama terdiam.Rio tidak langsung menjawab. Dia justru tersenyum simpul sambil menikmati minumannya.​"Alena, Membantumu bertemu Bayu dan menembus hubungan yang dibangun antara Bayu dan Maudy bukan perkara mudah. Aku mempertaruhkan sisa reputasiku untuk ini. Jadi, sebelum kita melangkah lebih jauh, aku butuh jaminan... dalam bentuk finansial,” cakap Rio tanpa basa basi.​Alena mengangkat

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 252

    ​Rio menunggu dengan napas tertahan. Dia duduk di kursi taman kota, jauh dari jangkauan Lyra yang mungkin akan terus mengawasinya. Lima menit berlalu. Sepuluh menit. Hingga akhirnya, muncul notifikasi balasan.​ "Siapa ini? Dari mana kamu mendapatkan nomorku? Apa maksudmu dengan informasi tentang Bayu?" balas Alena.​Rio menyeringai. Dia merasa mangsanya itu sudah mulai mendekati umpan. Segera dia balas pesan tersebut.“Aku adalah Rio, orang yang cukup dekat dengan Bayu. Aku bisa membantu kamu bertemu dengan dia. Bayu kamu yang ini kan?” balas Rio tanpa basa basi sambil mengirimkan foto Bayu untuk meyakinkan Alena.“Kamu serius?” balas Alena dengan antusias.“Tentu serius. Sepertinya kita perlu bertemu empat mata untuk membicarakan ini,”“Tapi, kenapa kamu tiba tiba menawarkan aku hal seperti ini?”“Nanti saja kita bicarakan. Katakan saja, dimana kita bisa bertemu?” balas Rio.Meski Alena sempat ragu dan heran dengan kehadiran Rio yang tiba tiba menawarkan cara untuk bertemu dengan Ba

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 251

    Keesokkan harinya, Rio melangkah menuju pintu apartemen Lyra dengan terburu-buru. Di dalam kepalanya, nama Alena menjadi jalan kebangkitannya. DIa harus segera bergerak, sebelum Bayu sempat mencium pergerakannya atau sebelum Alena memutuskan untuk menghapus jejak masa lalunya di media sosial.​Namun, baru saja jemarinya menyentuh gagang pintu, suara langkah kaki yang angkuh menghentikannya.​"Mau ke mana kamu pagi-pagi begini, Rio?" Lyra berdiri di ambang pintu kamarnya, masih mengenakan jubah mandi , sambil melipat tangan di dada. Matanya menyipit penuh selidik, menatap penampilan Rio yang tampak sedikit lebih rapi daripada kemarin.​Rio berbalik perlahan, mencoba memasang wajah datar, lalu menjawab pertanyaan Lyra."Aku ada urusan bisnis. Ada peluang baru yang harus segera kupastikan sebelum orang lain mengambilnya,” jawab Rio.​Lyra mengangkat sebelah alisnya, senyum sinis tersungging di bibirnya yang merah. Ada keraguan besar pada jawaban yang diberikan oleh Rio. Apalagi menginga

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 42

    Keheningan di kamar hotel itu terasa begitu pekat, seolah oksigen di ruangan itu telah habis tersedot oleh pengakuan mengerikan yang baru saja terlontar. Maudy masih mematung di tepi ranjang. Tatapannya kosong, tertuju pada foto yang tergeletak di lantai. Foto yang kini tampak seperti potongan bukt

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 18

    Maudy hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Bayu, lalu beralih menatap Lyra dengan raut wajah tidak enak hati. "Maaf ya, Lyra. Bayu memang begitu, dia OB yang sedikit bandel di sini. Jangan dimasukkan ke hati ucapan lancangnya tadi," ucap Maudy meminta maaf pada Lyra. ​Lyra hanya tertawa k

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 16

    Bayu menepi di bawah pohon rindang yang agak jauh dari butik itu. Ia menatap layar ponselnya yang menampilkan foto Rio tengah tertawa mesra bersama wanita itu. Jarinya gemetar, berada hanya beberapa milimeter di atas tombol Kirim ke kontak Maudy. ​"Kalau aku kirim sekarang, apa yang terjadi?Bu Mau

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 55

    Mobil yang dikendarai Ayah dan Ibu Maudy melaju menembus kesunyian malam. Namun suasana di dalamnya jauh dari kata tenang. Begitu gang sempit kontrakan Bayu menghilang dari spion, Ibu Maudy tiba-tiba melepaskan pegangan di pelipisnya. Ia duduk tegak, napasnya kembali teratur, dan sorot matanya yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status