分享

Bab 352

作者: Kak Han
last update publish date: 2026-06-26 21:55:02

Sementara di ruang kerja Bayu suasananya penuh akan rencana perhitungan, suasana di kediaman Paman Heru justru berbanding terbalik. Gelak tawa kemenangan Tasya menggema renyah di ruang tengah, meruntuhkan sisa-sisa ketegangan akibat insiden pelabrakan malam sebelumnya.

​Sore itu, Tasya duduk di sofa utama dengan kaki yang tumpang tindih, memegang cangkir tehnya dengan gestur yang teramat anggun. Di hadapannya, Paman Heru dan istrinya, Mama Tasya sedang mendengarkan setiap bait cerita putri mere
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 352

    Sementara di ruang kerja Bayu suasananya penuh akan rencana perhitungan, suasana di kediaman Paman Heru justru berbanding terbalik. Gelak tawa kemenangan Tasya menggema renyah di ruang tengah, meruntuhkan sisa-sisa ketegangan akibat insiden pelabrakan malam sebelumnya.​Sore itu, Tasya duduk di sofa utama dengan kaki yang tumpang tindih, memegang cangkir tehnya dengan gestur yang teramat anggun. Di hadapannya, Paman Heru dan istrinya, Mama Tasya sedang mendengarkan setiap bait cerita putri mereka dengan binar mata yang penuh rasa bangga.​"Papa, Mama, kalian harus lihat sendiri bagaimana muka Maudy tadi siang di koridor kantor! Begitu aku tunjukkan map kontrak kerja dengan jabatan manajer regional, mukanya langsung pucat pasi! Dia benar-benar membeku, tidak berkutik sama sekali. Pasti di dalam hatinya dia syok dan iri setengah mati melihat pencapaianku!” seru Tasya, disusul tawa puas yang sengaja dikeras-keraskan.​Mama Tasya, yang memang memiliki sifat sama kompetitifnya, langsung me

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 351

    Maudy melangkah cepat menuju lift khusus eksekutif. Rasa bingung yang bercampur aduk dengan kejengkelan membuat langkah kakinya terdengar ketus di atas lantai marmer. Begitu pintu lift terbuka di lantai teratas, ia langsung melewati meja Cindy yang sempat menyapanya dengan terkejut, dan langsung mendorong pintu ruang kerja Bayu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.​BRAK.​Suara pintu yang terbuka agak kasar itu membuat Bayu yang sedang fokus membaca berkas di balik meja kerjanya mendongak terkejut. Begitu melihat sang istri masuk dengan wajah memerah menahan kesal sembari menjinjing kotak makanan, Bayu langsung meletakkan penanya. Ia bangkit berdiri dengan dahi berkerut, menyadari ada sesuatu yang tidak beres.​"Maudy? Ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu sampai seperti itu?" tanya Bayu, melangkah cepat menghampiri istrinya.​Maudy meletakkan paper bag berisi makan siang itu di atas meja sofa dengan sedikit sentakan. Ia bersedekap, menatap suaminya lekat-lekat dengan napas yang masih sediki

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 350

    Keesokan harinya, matahari ibu kota bersinar terik, memantulkan kilau kemegahan gedung pencakar langit milik Bayu. Di dalam salah satu ruang rapat lantai eksekutif, Tasya duduk dengan posisi tegak, senyuman percaya diri tak pernah lepas dari wajahnya yang dipoles riasan tebal. Di hadapannya, tiga orang panelis dari pihak Human Resources Development (HRD) berkali-kali mengangguk kagum membaca rangkuman riwayat hidup dan ijazah kelulusan luar negeri milik Tasya.​Proses wawancara berjalan sangat mulus, persis seperti yang sudah diprediksikan Tasya semalam. Mengingat posisi Manajer Pemasaran Regional yang dilamarnya memang membutuhkan kualifikasi internasional, pihak HRD langsung memberikan lampu hijau. Hari itu juga, Tasya dinyatakan diterima bekerja dan diminta menandatangani kontrak kerja untuk mulai aktif di awal minggu depan.​“Pa, aku benar benar diterima,” tulis Tasya pada pesan singkat yang dia kirim untuk Papanya. Dan tidak butuh waktu lama, heru membalas pesan putrinya dengan

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 349

    Mendengar racunan dendam putrinya yang kian tak terkendali, Heru mengembus napas berat. Ia tahu betul watak Tasya yang keras kepala dan selalu kompetitif jika sudah menyangkut nama Maudy. Namun, ancaman dingin dari Bayu di ruang perjamuan tadi masih menyisakan efek jeri yang nyata di benak Heru. Ia tidak ingin posisi keluarganya yang baru saja menata kaki di ibu kota langsung hancur berantakan hanya karena obsesi Tasya.​Heru berdeham keras, mencoba mencairkan ketegangan yang pekat di ruang keluarga itu dengan mengubah topik pembicaraan ke arah yang lebih produktif.​"Sudah, Tasya. Simpan dulu semua kekesalanmu tentang Maudy. Lebih baik sekarang kita bicara tentang masa depanmu. Kamu sudah menganggur cukup lama sejak lulus kuliah di luar negeri kemarin. Rencana kepindahan kita ke rumah baru ini kan juga salah satunya agar kamu bisa mulai merintis karier di sini," potong Heru dengan nada suara yang lebih serius.​Mendengar kata karier, sorot mata Tasya yang semula penuh kebencian seket

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 348

    Malam kian larut, membungkus kota dengan keheningan yang semu. Namun, kedamaian yang melingkupi kamar Bayu dan Maudy, di mana kelelahan perlahan mencair menjadi kehangatan dan rasa percaya, sama sekali tidak menyentuh dua rumah lainnya. Di sudut kota yang berbeda, sisa-sisa badai dari perjamuan malam itu justru memercikkan api amarah yang siap membakar apa saja.​Di kediaman peninggalan mendiang Baron, suasana rumah terasa begitu mencekam sejak pintu depan dibanting menutup. Dara yang sudah kehabisan energi akibat tantrum hebatnya kini telah tertidur pulas di kamar, meskipun napasnya masih sesekali tersengat sesenggukan kecil.​Di ruang tengah, ketenangan itu langsung pecah. Ani berjalan mondar-mandir dengan napas memburu, wajah paruh bayanya merah padam menahan dongkol yang luar biasa. Begitu Silvy keluar dari kamar Dara setelah menyelimuti putrinya, Ani langsung menghadangnya dengan telunjuk yang bergetar.​"Kamu benar-benar anak durhaka, Silvy! Kamu mempermalukan Ibu di depan orang

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 347

    Perjalanan pulang dari rumah Paman Heru dilewati dalam keheningan yang pekat. Di dalam mobil, hanya ada suara deru mesin dan helatan napas yang berat. Bayu fokus membelah jalanan malam kota, sementara Maudy menyandarkan kepalanya pada kaca jendela, menatap kosong lampu-lampu jalanan yang berpendar buram. Ibunda Maudy yang duduk di kursi belakang pun memilih diam, memahami bahwa putri dan menantunya baru saja melewati ujian emosional yang teramat melelahkan.​Begitu tiba di rumah dan mengantar sang ibu ke kamarnya untuk beristirahat, Bayu dan Maudy melangkah perlahan menuju kamar utama mereka. Begitu daun pintu itu tertutup rapat dan terkunci dari dalam. Suasana ketegangan yang sejak tadi mereka tahan di depan umum seketika luruh. Kamar yang tenang itu kembali menjadi satu-satunya tempat aman bagi mereka.​Maudy tidak langsung mengganti gaunnya. Wanita itu berjalan gontai menuju tepi ranjang, lalu menjatuhkan duduknya di sana. Bahunya yang semula tegap saat menghadapi pamannya kini mer

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 296

    Begitu pagutan hangat itu terlepas, napas Maudy terdengar sedikit memburu. Sisa-sisa kejengkelannya telah lumat, digantikan oleh semburat merah yang menjalar pasrah di sepasang pipinya. Tatapan mata Bayu yang kini melunak dan dipenuhi binar jenaka membuat Maudy hanya bisa mendengus pelan, lalu memu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 294

    Alena membeku di posisinya. Rencana matang yang ia susun bersama Rio hancur berantakan dalam hitungan detik hanya karena ketenangan satu wanita di hadapannya.​Melihat Maudy yang sama sekali tidak goyah, Alena tahu sandiwaranya telah patah. Dengan tangan yang gemetar menahan malu dan amarah, ia men

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 293

    Maudy berjalan mendekat ke ranjang tempat Bayu dan Maudy berbaring. Setiap tapak langkah Maudy di atas lantai marmer kamar itu terasa seolah membelah keheningan yang teramat pekat. Suara gesekan sepatunya terdengar lambat, berirama bersama detak jantungnya yang kian memburu hebat. Air mata yang se

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 291

    Hanya dalam hitungan waktu kurang dari tiga puluh menit, Maudy tiba Langkah kaki Maudy terasa begitu berat namun tergesa-gesa saat ia menyusuri pelataran halaman rumah pribadi Bayu. Angin siang yang berhembus kencang sama sekali tidak mampu mendinginkan suhu tubuhnya yang mendadak menghangat karena

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status