共有

Bab 293

作者: Kak Han
last update 公開日: 2026-05-29 20:21:06

Maudy berjalan mendekat ke ranjang tempat Bayu dan Maudy berbaring. Setiap tapak langkah Maudy di atas lantai marmer kamar itu terasa seolah membelah keheningan yang teramat pekat. Suara gesekan sepatunya terdengar lambat, berirama bersama detak jantungnya yang kian memburu hebat.

Air mata yang sempat menggenang di sudut kelopak matanya kini mengering, terbakar habis oleh kobaran amarah yang mendadak meletup di dalam dadanya. Rasa syok yang sempat melumpuhkannya kini berubah menjadi energi mur
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
JAMILAH HAFIZ
Mana lanjutnya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 296

    Begitu pagutan hangat itu terlepas, napas Maudy terdengar sedikit memburu. Sisa-sisa kejengkelannya telah lumat, digantikan oleh semburat merah yang menjalar pasrah di sepasang pipinya. Tatapan mata Bayu yang kini melunak dan dipenuhi binar jenaka membuat Maudy hanya bisa mendengus pelan, lalu memukul pelan dada bidang pria itu sebagai bentuk protes terakhirnya.“Sudah Bayu, cepat mandi sana!” tegas Maudy.​Bayu terkekeh rendah, suara tawa basahnya yang khas bergetar menenangkan dada Maudy. "Perintah dilaksanakan, Permaisuri. Aku akan membersihkan diri sekarang juga dari ujung kepala sampai ujung kaki, sampai tidak ada satu pun sisa debu dari luar yang tertinggal."​Dengan gerakan yang tangkas, Bayu bangkit dari tepi ranjang. Ia menyambar handuk bersih yang tergantung di dekat lemari, lalu melangkah bergegas menuju kamar mandi yang terletak di sudut ruangan. Tak lama kemudian, terdengar bunyi gemercik air shower yang jatuh menghantam lantai porselen, memecah kesunyian kamar utama ters

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 295

    ​"Sudah kukatakan sejak awal jika aku tahu semuanya," Jawab Maudy, jemarinya kini mengusap punggung tangan Bayu dengan kelembutan yang menenangkan.“Maksud kamu?” "Aku tidak butuh penjelasan panjang lebar darimu yang sedang pening seperti ini. Asisten rumah tanggamu... Bibi... sudah menceritakan seluruh kronologi kejadiannya padaku di bawah tadi sebelum aku melangkah naik ke lantai atas,” jawab Maudy.​Seketika itu juga, Bayu langsung terdiam seribu bahasa. Seluruh otot tubuhnya yang sejak tadi menegang kaku perlahan-lahan mengendur, dan sepotong beban seberat berton-ton yang menghimpit dadanya mendadak menguap tanpa sisa. Rasa lega yang luar biasa teramat besar mengalir di dalam sekujur tubuhnya, membuat napasnya yang sempat memburu kini kembali teratur.​Rupanya, firasat buruk yang membawa Maudy datang ke rumah ini tidak langsung membuatnya bertindak gegabah. Sebelum kakinya menginjak anak tangga menuju kamar utama, Maudy yang melihat wajah pucat dan ketakutan sang asisten telah l

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 294

    Alena membeku di posisinya. Rencana matang yang ia susun bersama Rio hancur berantakan dalam hitungan detik hanya karena ketenangan satu wanita di hadapannya.​Melihat Maudy yang sama sekali tidak goyah, Alena tahu sandiwaranya telah patah. Dengan tangan yang gemetar menahan malu dan amarah, ia menyambar pakaian luarnya yang tergeletak di lantai. Tanpa memedulikan kancingnya yang belum terpasang dengan benar, Alena mengenakan blusnya di atas dress tidur tipis yang semula ia siapkan untuk menggoda Bayu.​Alena segera berbalik dan melangkah pergi setelah Maudy mengusirnya tanpa ampun. Sepanjang langkahnya menyusuri koridor lantai dua hingga menuruni anak tangga, Alena terus menggerutu, mengumpat, dan menyumpahserapahi Maudy dengan suara lirih yang sarat akan kebencian.​"Sialan Perempuan itu! Bagaimana bisa dia tidak terpengaruh? Harusnya dia marah dan mengamuk pada Bayu, bukan padaku! Brengsek!" umpat Alena, giginya bergeletuk rapat.​Dada Alena bergemuruh hebat, dipenuhi rasa kesal ya

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 293

    Maudy berjalan mendekat ke ranjang tempat Bayu dan Maudy berbaring. Setiap tapak langkah Maudy di atas lantai marmer kamar itu terasa seolah membelah keheningan yang teramat pekat. Suara gesekan sepatunya terdengar lambat, berirama bersama detak jantungnya yang kian memburu hebat. Air mata yang sempat menggenang di sudut kelopak matanya kini mengering, terbakar habis oleh kobaran amarah yang mendadak meletup di dalam dadanya. Rasa syok yang sempat melumpuhkannya kini berubah menjadi energi murni yang mendorong tubuhnya untuk bergerak maju.​Ia berjalan mendekati tepi ranjang, menatap lurus pada pemandangan menjijikkan di hadapannya.​Di atas kasur, Alena yang merasakan pergerakan di sekitarnya tetap bergeming. Ia dengan sangat lihai mengeratkan pelukannya pada pinggang Bayu, menarik selimut sedikit lebih tinggi, dan membiarkan napasnya berembus teratur di ceruk leher pria itu. Ia berpura-pura tidak mendengar derap langkah Maudy, sengaja mengulur waktu agar durasi siksaan batin yang d

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 292

    Sementara itu, di dalam kamar utama lantai atas yang terisolasi dari suara bising dunia luar, suasana ruangan terasa kian mencekam dan sarat akan kelicikan. Alena duduk di tepi ranjang dengan jemari yang terus-menerus mengetuk permukaan kasur secara tidak beraturan. Kegelisahan dan ketidaksabaran terpancar jelas dari sepasang matanya yang terus melirik ke arah jam dinding perak yang berdetak konstan.​Ponsel di tangannya bergetar singkat, menampilkan satu pesan teks baru dari nomor Rio. Dengan cepat Alena membuka pesan tersebut, dan kedua sudut bibirnya langsung tertarik ke atas membentuk seringai puas saat membaca isinya:​"Alena, Mantan istriku baru saja pergi dari kantor setelah panik mendapati ponsel Bayu mati. Dia sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah Bayu. Bersiaplah, target akan tiba dalam hitungan menit,” tulis Rio pada pesan yang dia kirim untuk Maudy.Alena mengembuskan napas panjang, melempar ponselnya ke sembarang tempat di atas kasur, lalu bangkit berdiri. "Akhirn

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 291

    Hanya dalam hitungan waktu kurang dari tiga puluh menit, Maudy tiba Langkah kaki Maudy terasa begitu berat namun tergesa-gesa saat ia menyusuri pelataran halaman rumah pribadi Bayu. Angin siang yang berhembus kencang sama sekali tidak mampu mendinginkan suhu tubuhnya yang mendadak menghangat karena gelombang kecemasan. Setiap jengkal jarak yang ia tempuh dari dalam mobilnya menuju teras rumah terasa seperti siksaan batin yang teramat lambat.​Begitu kakinya menapak di lantai teras, pandangan mata Maudy langsung tertuju pada area carport. Di sana, sedan hitam milik Bayu terparkir dengan rapi, persis seperti posisi terakhir saat pria itu pulang.​Maudy mengembuskan napas panjang, membiarkan dadanya yang sedari tadi sesak sedikit melonggar. Ada segumpal rasa tenang yang merayap di hatinya. Mobilnya ada di rumah. Bayu pasti ada di dalam, pikir Maudy mencoba menenangkan dirinya sendiri. Namun, rasa tenang itu tidak serta-merta membuat hatinya lega sepenuhnya. Pertanyaan besar masih mengga

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 42

    Keheningan di kamar hotel itu terasa begitu pekat, seolah oksigen di ruangan itu telah habis tersedot oleh pengakuan mengerikan yang baru saja terlontar. Maudy masih mematung di tepi ranjang. Tatapannya kosong, tertuju pada foto yang tergeletak di lantai. Foto yang kini tampak seperti potongan bukt

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 18

    Maudy hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Bayu, lalu beralih menatap Lyra dengan raut wajah tidak enak hati. "Maaf ya, Lyra. Bayu memang begitu, dia OB yang sedikit bandel di sini. Jangan dimasukkan ke hati ucapan lancangnya tadi," ucap Maudy meminta maaf pada Lyra. ​Lyra hanya tertawa k

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 16

    Bayu menepi di bawah pohon rindang yang agak jauh dari butik itu. Ia menatap layar ponselnya yang menampilkan foto Rio tengah tertawa mesra bersama wanita itu. Jarinya gemetar, berada hanya beberapa milimeter di atas tombol Kirim ke kontak Maudy. ​"Kalau aku kirim sekarang, apa yang terjadi?Bu Mau

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 55

    Mobil yang dikendarai Ayah dan Ibu Maudy melaju menembus kesunyian malam. Namun suasana di dalamnya jauh dari kata tenang. Begitu gang sempit kontrakan Bayu menghilang dari spion, Ibu Maudy tiba-tiba melepaskan pegangan di pelipisnya. Ia duduk tegak, napasnya kembali teratur, dan sorot matanya yang

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status