Share

Bab 291

Aвтор: Kak Han
last update publish date: 2026-05-29 20:10:00

Hanya dalam hitungan waktu kurang dari tiga puluh menit, Maudy tiba Langkah kaki Maudy terasa begitu berat namun tergesa-gesa saat ia menyusuri pelataran halaman rumah pribadi Bayu. Angin siang yang berhembus kencang sama sekali tidak mampu mendinginkan suhu tubuhnya yang mendadak menghangat karena gelombang kecemasan. Setiap jengkal jarak yang ia tempuh dari dalam mobilnya menuju teras rumah terasa seperti siksaan batin yang teramat lambat.

​Begitu kakinya menapak di lantai teras, pandangan ma
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава

Latest chapter

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 402

    Satu jam berlalu terasa bagaikan siksaan yang tak berujung bagi Bayu. Koridor di luar ruang operasi RS Medika diselimuti keheningan yang mencekam, hanya diselingi oleh derak roda brankar atau suara langkah tergesa-gesa petugas medis. Ponsel di genggaman Bayu terus bergetar, namun ribuan pesan dan telepon yang masuk belum juga membuahkan hasil. Mayoritas dari mereka yang menghubungi ternyata tidak memenuhi syarat medis, atau salah memahami jenis golongan darah langka tersebut.​Pintu ganda ruang operasi mendadak terbuka. Dokter bedah keluar dengan gaun operasi yang masih bernoda darah, melepas maskernya dengan raut wajah yang sangat tegang dan memancarkan keputusasaan yang mendalam.​"Pak Bayu..." panggil dokter bedah tersebut, suaranya terdengar begitu kaku.​Bayu langsung menegakkan tubuhnya, melangkah cepat menghampiri sang dokter. "Dokter! Bagaimana kondisi di dalam? Apakah ada perkembangan?"​"Tindakan pembedahan darurat untuk menutup pendarahan di organ dalam Mbak Cindy sudah sel

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 401

    Di tengah kepanikan yang kian mencekik di lorong dingin luar ruang gawat darurat, Bayu mengepalkan tangannya kuat-kuat. Setiap detik yang terbuang terasa seperti vonis yang semakin mendekatkan Cindy pada bahaya kematian. Pria itu menatap dokter bedah dan petugas laboratorium dengan sorot mata yang penuh tekanan.​"Dokter, berapa lama lagi Cindy bisa bertahan tanpa transfusi darah saat operasi?" tanya Bayu, suaranya terdengar tajam dan menuntut.​Sang Dokter yang juga memantau kondisi umum rumah sakit bersama tim bedah menggelengkan kepala pelan. "Paling lambat dua jam dari sekarang, Pak Bayu. Jika dalam rentang waktu itu pendarahan dalam di area dada tidak segera ditangani dan pasokan darah tidak masuk, organ vitalnya akan mengalami gagal fungsi satu per satu. Pasien tidak akan bertahan."​Bayu menarik napas dalam-dalam, mengusap wajahnya yang basah oleh keringat dingin. Otak bisnisnya yang biasa dingin dan penuh perhitungan kini dipaksa bekerja dalam mode darurat. Ketiadaan stok dara

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 400

    Malam yang semula diliputi kehangatan dan gelak tawa manis di dalam kamar rawat VIP itu mendadak berubah tegang dalam hitungan detik setelah ada panggilan telepon dari Cindy.​"Apakah anda kenal dengan pemilik ponsel ini? Saya mau memberikan informasi jika pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan!" suara seorang pria dari seberang telepon terdengar tergesa-gesa dengan latar belakang kebisingan sirene dan langkah kaki yang sibuk.Bayu sangat terkejut dan panik. Panggilan telepon itu tidak berlangsung lama. Pria itu memberikan informasi jika Cindy sudah dilarikan ke Rumah Sakit. Dan kebetulan, itu adalah rumah sakit yang sama tempat Maudy dirawat.​"Baik! Terima kasih! Saya akan langsung ke IGD!" tegas Bayu sebelum memutus panggilan secara sepihak.​Melihat raut wajah suaminya yang mendadak pucat pasi dan berdiri terburu-buru, Maudy yang bersandar di tempat tidur seketika dilanda cemas. "Mas... ada apa? Ngapain kamu mau ke IGD?"​Bayu memegang kedua pundak Maudy, menatap istrinya dengan

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 399

    Malam kian larut di kamar rawat VIP rumah sakit. Jika di tempat lain Tasya dan orang tuanya sedang sibuk merangkai benang-benang ide licik dan diliputi kepahitan, di dalam ruangan yang hening ini justru tercipta sebuah dunia kecil yang dipenuhi kehangatan dan kebahagiaan yang membuncah.​Cahaya lampu kamar sengaja diredupkan oleh Bayu, menyisakan pendar kuning lembut yang hangat di sudut ruangan. Suasana terasa begitu intim dan damai. Mual yang sempat menyiksa Maudy sejak fajar tadi perlahan meluruh, berganti dengan rasa nyaman yang luar biasa berkat kehadiran Bayu yang tak beranjak sedikit pun dari sisinya.​Bayu duduk di tepi ranjang, menyandarkan punggungnya pada tumpukan bantal di samping Maudy. Salah satu lengan kokohnya melingkar protektif di bahu sang istri, sementara tangan satunya lagi terulur pelan, mengusap lembut perut Maudy yang terbalut selimut tipis.​Meskipun perut itu masih terlihat datar dan belum menunjukkan tatanan benjolan kehamilan, fakta bahwa ada empat nyawa ke

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 398

    Tasya melangkah keluar dari gedung rumah sakit dengan napas yang memburu dan dada yang bergemuruh hebat oleh amarah yang tertahan. Begitu melewati pintu kaca otomatis dan menginjakkan kaki di pelataran parkir, topeng kesantunan yang sejak tadi ia kenakan runtuh total.​Tanpa peduli pada beberapa pengunjung rumah sakit yang melintas, Tasya menghentakkan kakinya kasar ke atas aspal, lalu melempar tas tangannya ke kursi penumpang saat ia membuka pintu mobilnya.​"Sialan! Kurang ajar sekali mereka!" Umpat Tasya sambil meremas kuat kemudi mobilnya hingga buku-buku jarinya memutih.​Rasa malu dan amarah bercampur menjadi satu, membakar habis sisa rasa percaya dirinya. Bayangan wajah Maudy yang menyindirnya secara halus di depan Bayu dan Ibu Maudy terus berputar-putar di otaknya bagai kaset rusak.​"Maudy bodoh! Perempuan tidak tahu diri! Dia sengaja melakukan itu untuk mempermalukanku di depan Pak Bayu! Dia berpura-pura kuat padahal tubuhnya ringkih begitu, hanya demi menggagalkan rencanaku

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 397

    Maudy merebahkan kepalanya kembali ke tumpukan bantal empuk rumah sakit. Kelopak matanya perlahan-lahan memberat, lalu ia mengembuskan napas panjang yang terdengar teramat lelah. Wajahnya sengaja ia buat sedikit meredup, menyiratkan daya tahan tubuhnya yang seolah-olah sudah berada di batas paling bawah.​"Ibu... Tasya..." panggil Maudy dengan suara yang diatur sedemikian rupa. Terdengar serak, pelan, dan sarat akan rasa kantuk yang teramat sangat. "Maaf ya... sepertinya efek obat dari dokter mulai bekerja. Kepala Maudy mendadak terasa berat sekali dan mataku sangat mengantuk. Maudy mau tidur sebentar..."​Mendengar ucapan putrinya, Ibu Maudy seketika memelankan pergerakannya. Wajah paruh baya itu diliputi rasa iba dan pengertian yang mendalam. Naluri keibuannya langsung mengambil alih.​"Astaga, iya, Nak... tidur dan istirahatlah," bisik Ibu Maudy pelan sembari mengusap dahi Maudy dengan penuh kasih sayang. Ia kemudian menoleh ke arah Tasya, mengisyaratkan keponakannya itu dengan ger

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 135

    Maudy menarik napas dalam, mengabaikan eksistensi Rio yang terus mengoceh di belakangnya seperti bayangan yang tak diinginkan. Dia lekas keluar dari ruangan itu, lalu segera memandu ibunya masuk ke dalam taksi yang telah dipesan Bayu sebelumnya. “Maudy, apa kamu tidak dengar! Aku masih belum sele

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status