แชร์

77. Pelacur Tuan Dante

ผู้เขียน: prasidafai
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-25 18:06:38

Lucy.

Untuk sesaat, dunia di sekitar Nicolle terasa sunyi. Suara ambulans di kejauhan, langkah kaki tenaga medis, obrolan orang-orang di area parkir, semuanya memudar.

Kini yang tersisa hanya satu kalimat yang berputar tanpa henti di kepalanya.

“Lucy sudah menunggu lima tahun.”

Nicolle tetap memaksa dirinya berjalan lurus, tanpa menoleh, apalagi berhenti. Wanita itu tanpa sadar mencengkeram tali tas di bahu begitu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   136. Tidak Ada yang Berubah

    Nama itu menghantam seperti sesuatu yang jatuh dari ketinggian, tidak besar dan keras, tetapi cukup untuk membuat segalanya retak.Tubuh Nicolle menegang dari ujung kepala sampai telapak kaki. Satu per satu, jemarinya melepaskan genggaman pada tangan Raiden yang masih melingkari dadanya.Wanita itu mundur setengah langkah, cukup untuk membalikkan badan, dan menatap Raiden.“Bukankah saya sudah pernah mengatakan kalau saya adalah Nicolle?” tanya Nicolle. “Saya bukan Naomi.”Raiden tidak langsung menjawab.Pria itu hanya menatap Nicolle lekat, tidak berkedip, dengan tatapan yang berbeda dari semua tatapan sebelumnya.Tidak ada kebimbangan di sana. Hanya ada keyakinan yang membuat tengkuk Nicolle perlahan terasa dingin.Jantung Nicolle berdetak kacau. Untuk beberapa detik, dia bahkan lupa cara bernapas dengan benar.Raiden mengangkat kedua tangannya, memegang bahu Nicolle den

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   135. Hanya Ingin Diobati oleh Nicolle

    “Brengsek!” Dante masih setengah berlutut di atas aspal ketika beberapa pria berpakaian rapi berlari menghampirinya dari arah gedung rumah sakit baru. “Tuan Dante!” “Sial, siapa yang–” Kalimat pria itu langsung terputus saat melihat Raiden berdiri beberapa langkah dari Dante dengan tangan yang masih mengepal. Tidak perlu penjelasan tambahan. Dua orang segera membantu Dante berdiri, sementara satu orang lain buru-buru membuka pintu gedung rumah sakit. “Tuan, mari masuk dulu.” Dante mengusap darah di sudut bibirnya dengan ibu jari. Tatapannya masih tajam mengarah ke Raiden. Namun Raiden sudah tidak memedulikannya lagi, meski napas pria itu masih memburu. Raiden berbalik badan, hendak menyusul Nicolle. N

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   134. Anjing Penjaga

    ‘Biarkan Nicolle bicara, aku cukup berdiri di dekatnya.’Begitu janji yang Raiden buat saat masih berada di ruang istirahat medis tadi.Sulit sekali menepatinya, karena genggaman tangan Dante pada pergelangan tangan Nicolle, ditambah tatapan menantang yang sesekali pria itu tujukan ke arahnya.Dante benar-benar andal dalam mengusik sisa kesabaran Raiden yang memang sudah tipis sejak tadi.Apalagi sekarang Dante terang-terangan menyinggung pembatalan pernikahannya.Tatapan Raiden berubah semakin dingin.Sementara Nicolle perlahan menarik napas.“Tidak ada hubungan apa-apa antara aku dan Mayor Raiden.” Nicolle menarik tangannya dari genggaman Dante.Raiden menoleh ke arah Nicolle.Dante menyeringai tipis penuh kemenangan.“Begitu pula di antara aku dan kamu, Dante,” lanjut Nicolle.Senyum di wajah Dante langsung membeku.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   133. Menemani Nicolle

    Langkah Raiden tidak pernah melambat.Tidak ketika Dante berteriak dari balik gerbang.Tidak ketika beberapa prajurit yang berjaga di koridor markas menoleh dengan tatapan terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa.Tidak juga ketika Nicolle di gendongannya masih belum mengucapkan sepatah kata pun.Para prajurit itu hanya menyibukkan diri memandang ke arah lain seolah-olah mereka sedang sangat tertarik pada dinding.Tidak ada yang berani bertanya.Pintu ruang istirahat medis dibuka cukup keras.Brak!Raiden masuk tanpa bicara apa pun sebelum akhirnya menutup pintu di belakang mereka.Ruangan itu langsung sunyi. Hanya suara napas mereka yang masih terdengar tidak teratur.Raiden berjalan ke arah sofa panjang di sudut ruangan, lalu menurunkan Nicolle perlahan.Begitu kedua kaki Nicolle menyentuh lantai, wanita itu segera sedikit menja

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   132. Menyadarkanmu

    “Sesuatu yang seharusnya menjadi milik saya.” Kalimat itu membuat Nicolle membeku beberapa detik. Udara di sekitar kursi peresmian terasa mendadak sempit. Nicolle bahkan bisa merasakan detak jantungnya sendiri berdentum tidak nyaman di balik tulang rusuk. Raiden menatap Nicolle tanpa berkedip. Sementara di pangkuannya, Aveline mulai memainkan ujung rambut Nicolle tanpa memahami ketegangan yang sedang terjadi di antara dua orang dewasa itu. Nicolle membuka bibir, berniat membalas sesuatu. Namun sebelum satu kata pun keluar, suara Dante dari atas panggung tiba-tiba menggema melalui pengeras suara. “Rumah sakit ini tidak akan berdiri tanpa dukungan banyak pihak.” Tepuk tangan langsung memenuhi area peresmian. Nicolle segera memalingkan wajah ke depan, memilih mengabaikan Raiden meski dadan

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   131. Peresmian RSPU II

    Berita itu menyebar lebih cepat dari api di padang rumput kering.Belum genap dua hari sejak pernikahan Raiden dan Lucy resmi dibatalkan, hampir seluruh sudut markas sudah dipenuhi bisikan. Di kantin, di lorong barak, bahkan di sela-sela jadwal patroli.“Katanya Lucy sudah balik ke Lavel.”“Wajar. Kalau aku jadi dia, aku juga malu. Dia sudah begitu percaya diri memperkenalkan dirinya sebagai calon istri Mayor ke semua orang.”“Eh, tapi kamu dengar tidak? Ada yang bilang pembatalan itu ada hubungannya dengan Dokter Nicolle.”“Masa? Memangnya mereka sedekat itu?”Nicolle mendengar bisikan itu ketika melintas di koridor klinik, tetapi langkahnya tidak melambat sedikit pun. Wanita itu tetap sibuk dengan map rekam medis di tangannya.Nicolle sudah terbiasa menjadi bahan perbincangan, dan dia tidak punya waktu untuk itu.Satu bulan berlalu.Tidak ada

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status