Share

78. Tanpa Izin

Author: prasidafai
last update publish date: 2026-04-25 21:14:51

Nicolle menoleh, lalu mengangkat salah satu alisnya menatap Raiden.

“Mayor tidak ada urusan lain selain menginterogasi saya?” tanya Nicolle datar.

Raiden bergeming.

“Petugas wanita di farmasi tadi menyebut nama Dante,” ujar Raiden pelan. “Dan dia mengaitkan Dokter dengan pria itu.”

Nicolle menarik napas pendek. Dia baru saja membuka mulut untuk menjawab ketika, suara lain mengalihkan perhatiannya.

Brak!

Pintu ruang residen terbuka keras hingga membentur dinding.

Seorang pria masuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yu Mi
wkwkwkwkwk,tuan Dante apa Mayor Rayden ya ?mending gk dua2nya saja Dokter,drpada pusingg
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
weleh, weleh,,,, kaya dua anak laki rebutan pacar...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   121. Posko Enam

    Nicolle membeku.Namun sebelum Nicolle sempat bereaksi, Raiden kembali tidak sadarkan diri.Tiga hari kemudian di posko enam.“Dokter Nicolle!” Suara Olivia memecah hiruk-pikuk posko enam yang sejak pagi dipenuhi bau obat, darah, dan tanah basah.Nicolle yang sedang menulis catatan kondisi pasien langsung menoleh cepat. Pulpen di tangannya nyaris jatuh ketika melihat Olivia berdiri di depan tenda dengan napas terengah.“Mayor Raiden sudah sadar!”Jantung Nicolle seolah berhenti sesaat.Selama tiga hari terakhir, Raiden tidak pernah benar-benar membuka mata.Tubuh pria itu beberapa kali mengalami demam tinggi akibat infeksi luka dan kehilangan terlalu banyak darah.Bahkan semalam, suhu tubuhnya sempat melonjak hingga membuat seluruh tenaga medis di posko tegang.Nicolle adalah orang yang paling lama berada di sisi ranjang pria itu.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   120. Tidak Ada yang Melihat Raiden

    “Dokter!” Suara Olivia terdengar pecah bersamaan dengan debu yang berhamburan di udara.Nicolle masih memejamkan mata ketika serpihan kecil menghantam pelipisnya cukup keras hingga kulitnya sobek tipis.“Ahh!” jerit Nicolle.Rasa perih langsung menjalar. Darah hangat mengalir pelan di sisi wajahnya.Namun beberapa detik kemudian, Nicolle membuka mata cepat-cepat dan langsung menoleh ke pasien di bawah tubuhnya.Prajurit itu masih bernapas.“Astaga!” Olivia membelalak panik saat melihat darah di wajah Nicolle. “Dokter, kepala Anda–”“Saya tidak apa-apa.” Nicolle langsung menggeleng tegas. “Lanjutkan pekerjaannya!”“Tapi darahnya–”“Perawat Olivia!”Nada suara Nicolle membuat Olivia spontan diam.Nicolle segera bangkit berlutut lagi meski kepalanya sedikit berdenyut. Tangan wanita itu kembali bergerak cepat menghentikan perdarahan pr

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   119. Mayor Raiden?

    Suasana mendadak menegang.Beberapa tenaga medis yang sedang mengantre saling melirik diam-diam.Prajurit bersenjata di dekat pintu pemeriksaan ikut menoleh ke arah keributan tersebut.Bahkan suara langkah sepatu bot yang sejak tadi hilir mudik perlahan melambat.Lucy masih menangis tersedu-sedu di balik meja administrasi.Bahu wanita itu berguncang kecil. Air mata membasahi pipinya, membuat Lucy tampak seperti korban di tengah kerumunan orang yang mulai memperhatikannya.Namun Nicolle tidak bergeming sedikit pun. Tatapan wanita itu tetap dingin.“Biar saya lihat ulang dokumennya.” Seorang petugas administrasi senior akhirnya mendekat.Usianya sekitar empat puluhan dengan seragam rapi dan rahang tegas. Pria itu langsung berdiri di samping Lucy sambil menarik keyboard komputer ke arahnya.Lucy terlihat mulai gelisah.“Pak, saya tadi hanya menjala

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   118. Tidak Layak

    Pagi itu, Lucy hampir menjatuhkan ponselnya sendiri. Wanita itu baru saja mengenakan cardigan krem dan bersiap berangkat menuju sekolah sementara untuk mengajar anak-anak korban perang ketika notifikasi pesan dari Dante muncul di layar. [Sebenarnya kamu bisa membujuk Jenderal Viktor atau tidak?] Kening Lucy langsung berkerut. Namun detik berikutnya, pesan kedua masuk. [Kenapa Raiden belum juga kembali dan justru menghilang? Nicolle akan pergi menyusulnya.] Napas Lucy tercekat. “Dokter Nicolle … menyusul Kak Raiden?” ulang Lucy pelan. Jari Lucy langsung mencengkeram ponselnya erat sampai buku-buku jarinya memutih. Selama dua hari terakhir, Lucy sebenarnya sudah menahan emosinya mati-matian. Viktor tanpa sengaja memberi tahu satu fakta yang terus menghantui pikirannya, bahwa Raiden rutin menghubungi Nicolle sebagai dokter penanggung jawabnya. Sementara Lucy? Semua panggilan dan pesannya tidak pernah dibalas oleh Raiden. Awalnya Lucy mencoba meyakinkan dirinya se

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   117. Hilang Kontak

    Suasana mendadak terasa pengap.Beberapa tenaga medis yang melintas di ujung lorong seolah ikut menahan napas melihat ketegangan di antara mereka.Nicolle mengangkat kedua alisnya tidak percaya.“Bukan aku yang memberi Aveline harapan, Dante,” jawab Nicolle akhirnya. “Tapi kamu. Kamu yang memberitahunya soal perjalanan dan pesta itu, padahal aku juga belum memberimu jawaban.”Dante mengeraskan rahangnya.“Jangan tiba-tiba melimpahkan kesalahan padaku!” desis Nicolle tegas.Angin dari jendela koridor meniup pelan ujung rambut Nicolle, tetapi wanita itu tetap berdiri tegak tanpa bergeming.Dante mengepalkan tangan kuat-kuat.“Kalau begitu, aku akan tetap membawa Aveline,” ancam pria itu penuh penekanan.Nicolle langsung menatap Dante tajam.Dante tahu betul satu hal tentang Nicolle. Wanita itu tidak bisa jauh dari Aveline.Itu sebabn

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   116. Pion Baru Dante

    “Kenapa diam?” Dante berjalan mendekat sambil tersenyum tipis.Pria itu melangkah dengan santai, tetapi justru membuat tengkuk Lucy menegang.Tatapan Dante terlalu tajam. Seolah pria itu bisa melihat semua kebusukan yang selama ini Lucy sembunyikan.Lucy buru-buru mengangkat dagunya dan kembali memasang senyum manis.“Memangnya apa maumu?” tanya Lucy. “Dan kenapa saya harus menuruti apa maumu?”Lucy kembali memainkan kartu andalannya, berpura-pura polos.Namun Dante justru tertawa geli.“Serius?” Dante sedikit memiringkan kepala. “Kamu masih bertanya?”Pria itu berhenti tepat di depan Lucy.“Karena aku memegang rahasiamu,” sambung Dante.Senyum Lucy langsung menipis.Dante melanjutkan, “Setelah bicara denganmu, aku jadi paham kenapa Raiden lebih senang bicara dengan Nicolle-ku.”Dante sengaja menyebut nama Nicolle untuk melihat reaksi Lucy.Benar saja, wajah Lucy berubah sepersekian detik, sebelum wanita itu kembali memaksakan senyumnya.“Dokter Nicolle?” ulang Lucy lirih. “Apa hubung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status