Compartir

Bab 35

Autor: Lailiela
last update Fecha de publicación: 2026-08-07 21:42:21
“Humm … aku sudah menunggu di sini sejam. Mobil mereka mana sih? Perasaan dark tadi nggak ada mobil yang lewat di sini!” Sekar mulai merasa bosan hingga ia mengeluh karenanya.

Sesekali desahan nafasnya terdengar, sambil menopang dagu dengan tatapan malas menatap ke jalanan.

Karena bosan Sekar mulai merasa sangat mengantuk jadi perlahan kelopak matanya hampir menutup tiba-tiba saat itu juga terdengar suara mobil.

Mata Sekar pun langsung membulat dan ka segera melihat ke jalanan. Mobil yang ba
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (3)
goodnovel comment avatar
Lailiela
Jika babnya masih sama itu berarti nunggu ACC dari editor
goodnovel comment avatar
Lailiela
Mohon maaf atas ketidak nyamanannya kak... saya, memang kurang teliti dan babnya sudah saya revisi ya. Ini murni kelalaian saya senulis... jika ada masalah lainnya bisa komen pada bannya langsung ya kak, Terima kasih banyak atas ulasannya
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
penulis tidak teliti masa bab 35 dan 36 sama cerita dan tulis nya
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 97

    Tangan Damar menyentuh pucuk kepala Sekar, mengusapnya lembut.“Apa sekarang kamu tidak mau menjelaskannya? Hem …!”“Lihat, kamu malah bersembunyi.”Pinggang Sekar yang ramping saat tangan Damar memegangnya terasa rapuh. Jadi tangan Damar pun hati-hati saat mengangkat tubuhnya hingga membuat wajah Sekar tidak lagi bersembunyi.Karena Damar mengangkatnya, jadi tinggi wajah mereka jadi sejajar. Sehingga wajah mereka bisa saling menatap satu sama lain.“Mbah, kenapa tiba-tiba menggendongku?”Saat kakinya berada di udara tidak lagi menginjak lantai. Sekar memegang erat di kedua pundak Damar saat merasakan dirinya diangkat.“Itu karena kamu tidak berbicara dengan jelas atas apa yang kamu inginkan!”“I-itu …!” Kedua pipi Sekar menggembung, ia menyipitkan matanya sambil memukuli pelan dada Damar.“Padahal Mbah tahu itu, gimana sih!”“Eh, kamu jadi kesal?”Damar langsung tertawa, men

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 96

    Kali ini Damar membacakan mantra sambil meniupkannya ke arah bejana berisi air yang ada di hadapannya. Ia berusaha untuk membantai air yang ada di dalam bejana itu. Kemudian barulah Damar menambahkan seutas benang berwarna merah memasukkannya ke dalam air. Mulutnya masih berkomat-kamit membacakan mantra, dengan tangan yang terus bergerak di atas permukaan air. Di dalamnya benang merah itu sudah terendam sempurna sehingga meresap air yang ada di dalamnya. Setelah beberapa lama ia menyelesaikan mantra dan akhirnya kembali mengambil benang warna merah itu dari dalam air. Dengan benang berwarna merah itu Damar mulai membuat simpul hingga membentuk sebuah gelang yang harus dipakai oleh Raka. Saat sudah selesai dibuatnya, barulah benang itu terlihat seperti gelang. “Berikan tanganmu aku akan segera memasangkannya di tanganmu sekarang juga!” Raka mengulurkan tangannya se

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 95

    “Aku rasa sebaiknya biar pakai punyaku saja. Tabungan uang yang ada di dalam akun bankmu biar kamu saja yang simpan.”“Tidak, aku juga mau—”“Tidak Sekar, itu adalah hakmu. Tetapi bukankah bagus jika seperti itu? Bagaimana jika suatu saat nanti kita butuh uang dalam jumlah banyak secara mendadak?”“Bukankah nanti bisa pinjam uang yang ada di dalam akunmu? Anggap saja sebagai uang jaga-jaga untuk milikmu.”Sejenak Sekar juga memikirkan hal itu, tidak ada ruginya jika mereka menyimpan uang untuk jaga-jaga nanti jika terjadi sesuatu di lain waktu. Atau jika nanti ada sesuatu yang membuat mereka terdesak sehingga membutuhkan uang. Maka mereka pasti akan membutuhkan uang itu dengan segera jadi akhirnya Sekar pun mengangguk.“Baiklah, aku akan mendengarkan Mbah. Jadi uang di akun ku akan tetap tersimpan.”“Ya, buat seperti itu.” Sekar mendekatkan dirinya sampai menempel di bahu Damar.“Hari ini karena tidak

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 94

    “Dia akan segera sadar. Jadi duduklah dengan tenang,” ucap Damar.Saat melihat Suryani yang masih mencemaskan suaminya yang belum juga sadar.Namun seperti yang dikatakan oleh Damar barusan. Kalau Santoso akan segera sadar, baru beberapa saat damar mengatakan hal itu. Sekarang tangan Santoso mulai bergerak kemudian kelopak matanya akhirnya perlahan terbuka.Santoso sadarkan diri awalnya pandangannya terlihat buram, tetapi perlahan ia bisa melihat dengan jelas. Serta wajah Suryani yang langsung mendekat, menunduk melihat ke arahnya sambil berderai air mata.“Sayang kamu nggak apa-apa kan?”Suryani membiarkan suaminya membaringkan kepalanya di atas pahanya.“Sekarang aku merasa baik-baik saja. Tolong bantu aku duduk!”Santoso pun akhirnya duduk dibantu oleh istrinya. Ia menoleh pada Damar lalu menundukkan kepala sambil berkata,“Mbah Dukun, terima kasih atas bantuannya. Berkat Mbah, saya sekarang merasa

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Bab 93

    Air yang berada di dalam bejana itu langsung berubah menjadi warna hitam. Itu berarti kekuatan gaib sudah diserap oleh benda itu. Sehingga itu sebabnya air berubah jadi hitam. Mantra yang dibacakan oleh Damar sambil diiringi dengan suara lonceng di tangannya. Membuat udara sekeliling mereka terasa berat.Jelas meskipun tidak terlihat tetapi kekuatan yang dipancarkan oleh Damar membuat situasi jadi seperti itu.Kekuatan gaib yang berasal baju yang direndam oleh Damar itu memiliki aura gaib yang sangat kental dengan ilmu hitam.Maka dari itu hanya merendamnya saja sudah terlihat kalau air yang ada di dalam bejana saat ini berubah menjadi semakin pekat dan warnanya lebih hitam dari sebelumnya.Mengucapkan mantra damar kembali membuka matanya sambil menunduk melihat ke air dalam bejana.“Aku rasa dukun yang mengendalikan suamimu ini memiliki tingkat kekuatan ilmu hitam yang tinggi.”“Jadi bagaimana Mbah?”

  • Mbah Dukun Dambaan Wanita   Ban 92

    “Bagus, hanya itu saja yang kita perlukan. Dan semua barang ini sudah lengkap seperti yang Mbah inginkan.”Melihat itu Damar langsung mengusap kepala Sekar.“Kamu benar, ini semua sudah sama persis dengan apa yang aku minta padamu.”“Ya, kan, hehehe …!”Sekar sangat senang saat Damar memujinya. “Kalau begitu, ayo cepat bantu aku aku meletakkan semua benda ini ke atas meja. Kita perlu merapikannya!”Mendengar ucapan Sekar Damar pun segera bergegas untuk membantunya.Damar sebenarnya ingin mengajarkan beberapa ilmu yang dilakukan saat ritual pada Sekar. Namun, sepertinya ia harus mengajarkannya secara perlahan.Dengan memberitahukan caranya sedikit demi sedikit.“Jadi kali ini karena kita akan menjalankan ritual di siang hari. Jadi kamu hanya perlu melihat dari samping saja. Sekalian membantuku jika aku butuh bantuan.”“Iya, aku mengerti Mbah!” jawab Sekar.Saat mereka sibuk d

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status