Share

Bab 7

Author: Sulki
Pelayan itu begitu gugup sampai keringat dingin membasahi dahinya dan wajahnya memerah. Dia menatap Arsy dengan kesal, dalam hati hampir memaki habis-habisan.

Tatapan Niam dan Eira sama-sama tertuju padanya. Dibandingkan keterkejutan singkat di mata Niam, di mata Eira justru tampak kepuasan karena rencananya berhasil.

Dia meraih lengan Niam. Ekspresinya tampak biasa saja, tetapi nadanya manja. "Niam, hari ini kamu sebenarnya mengundangku atau Arsy?"

Saat itu, Arsy akhirnya mengerti, pesan ajakan makan malam itu bukan dikirim oleh Niam, melainkan Eira yang menggunakan ponsel Niam untuk mengundangnya, lalu sengaja mempermalukannya. Niam pun memang tidak mengecewakannya.

Pria itu melirik Arsy, lalu menyahut dengan nada datar, "Tentu saja kamu."

Setelah mendapat jawaban itu, Eira pun tersenyum puas. "Kalau begitu, gimana dengan Arsy?"

Tatapan Niam tetap tenang tanpa gelombang. "Orang yang nggak ada hubungannya tentu harus pulang."

Orang yang tidak ada hubungannya? Tubuh Arsy seketika terasa dingin. Dia segera berdiri, lalu berjalan keluar selangkah demi selangkah. Kalau masih duduk di sana, itu namanya benar-benar tidak tahu diri.

Saat melewati pintu, dia mendengar pelayan mengeluh, "Sial banget, kok bisa ketemu orang seperti itu? Sok jadi yang utama!"

"Lihat saja penampilannya. Jangan-jangan dia benar-benar mengira semua ini disiapkan untuknya? Memangnya dia pantas?"

Langkah Arsy terasa begitu berat. Tidak pantas? Kenapa dia tidak pantas? Dia mungkin tidak dicintai, tetapi semua yang telah dia berikan selama ini tidak bisa dilupakan begitu saja.

Pada tahun ketika Niam berada di titik terendah, dialah yang selalu berada di sisinya, siang dan malam menghibur serta menyemangatinya.

Selama mereka tinggal bersama, Arsy tidak pernah tega membiarkannya melakukan pekerjaan rumah sedikit pun. Bahkan setiap kali pulang kerja paruh waktu dalam keadaan sangat lelah, dia tetap memasak untuk Niam.

Saat Niam baru memulai usahanya, demi mendapatkan kerja sama, dia sering minum sampai penyakit lambungnya kambuh. Arsy yang berjaga di samping tempat tidurnya semalaman penuh.

Belakangan, karena tidak tega melihatnya sakit, setiap kali ada jamuan, Arsy ikut bersamanya dan menggantikannya minum.

Seiring waktu, penyakit lambung Niam sembuh, tetapi justru Arsy sendiri yang sakit, sampai jika telat makan sedikit saja, perutnya langsung nyeri.

Dari usia 18 hingga 25 tahun, tanpa nama dan tanpa status, Arsy menemaninya selama tujuh tahun penuh.

Akhirnya, Arsy sampai di luar. Dia berdiri di lorong, memandang ke arah jendela. Di sana, Niam dan Eira sudah duduk, mengangkat gelas anggur sambil saling bersulang. Melihat itu, matanya terasa perih.

Entah apa yang Eira katakan, Niam bahkan memperlihatkan senyuman yang jarang sekali dia lihat selama bertahun-tahun bersama.

Arsy ingat, dulu Niam selalu bersikap dingin. Saat pertama kali membawanya pulang, Arsy mencoba berbagai cara untuk membuatnya bahagia, tetapi ekspresi Niam tetap saja dingin.

Demi membuatnya tersenyum, Arsy melakukan segala hal, menghafal entah berapa banyak lelucon, tetapi tetap tidak bisa membuatnya tersenyum.

Dulu dia mengira, mungkin memang sifat Niam dingin dan tidak suka tertawa. Baru sekarang dia mengerti, Niam bukan tidak bisa tersenyum, hanya saja dia tidak mau tersenyum padanya.

Arsy berdiri di sana cukup lama, lalu akhirnya berbalik dan pergi. Saat sampai di jalan yang ramai dengan kendaraan, dia melangkah menuju arus lalu lintas.

Tiba-tiba, sebuah mobil dari samping melaju tanpa memperhatikan keberadaannya dan menabraknya hingga terpental.

Bam! Tubuhnya terlempar ke udara. Dia hanya sempat melihat genangan darah merah di sekitarnya. Detik berikutnya, kesadarannya benar-benar hilang.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan   Bab 28

    "Cium! Cium!"Di pesta pernikahan, mempelai pria dan wanita saling menggenggam tangan, mengucapkan janji sehidup semati. Para keluarga dan teman-teman di bawah panggung bersorak riuh.Enzo memegang wajah Arsy, satu tangannya menutup pandangan orang-orang. Dengan penuh kehati-hatian, dia mencium bibir Arsy."Waaah!"Upacara pernikahan segera selesai. Para tamu sibuk makan dan mengobrol, hanya satu orang di sudut yang tampak tidak pada tempatnya.Pengantin mengenakan pakaian adat, para tamu sebagian besar memakai warna merah untuk melambangkan kebahagiaan.Hanya Niam yang mengenakan jas putih bersih. Di saku dadanya terpasang bunga kecil bertuliskan "pengantin pria: Niam".Setelah menyaksikan upacara, dia diam-diam pergi tanpa ada yang menyadari. Semua orang mengira itu adalah pengantin pria dari acara lain yang salah masuk tempat.Bagaimanapun, restoran itu sering dipakai untuk pernikahan. Kejadian salah lokasi bukan hal aneh."Arsy, aku pernah bilang ... kalau kamu mau, kamu bisa selal

  • Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan   Bab 27

    Sore hari, setelah berpamitan dengan Enzo, Arsy naik ke lantai atas. Lampu di tangga entah kenapa tiba-tiba mati.Arsy sedikit takut, lalu menyalakan senter dari ponselnya. Cahayanya tidak terlalu terang, tetapi cukup untuk melihat jalan.Dengan meraba-raba, Arsy akhirnya sampai di depan pintu rumahnya. Dia mengeluarkan kunci dari tas, memasukkannya ke lubang kunci, lalu memutarnya.Begitu terdengar suara, dia hendak membuka pintu dan segera masuk. Namun saat itu, sebuah tubuh tinggi menempel dari belakangnya, mendorongnya masuk ke rumah.Niam menangkap kedua tangan Arsy dan mengangkatnya ke atas kepalanya. Tubuhnya yang tinggi menutup seluruh ruang di sekitar Arsy.Arsy langsung panik. Sambil berusaha melepaskan diri, dia juga menekan tombol panggilan darurat di ponselnya."Lepaskan aku! Aku punya uang. Aku ambilkan untukmu ya? Jangan gegabah!" Dia tidak langsung mengenali bahwa itu adalah Niam. Dalam kegelapan, dia tidak bisa melihat, bahkan tidak tahu apakah panggilan daruratnya sud

  • Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan   Bab 26

    Setelah makan malam, Enzo mengajak Arsy berjalan-jalan. Senyuman di wajahnya sama sekali tidak bisa disembunyikan."Sisy, kamu senang?""Enzo, jujur saja ... aku nggak tahu."Jawaban gugup Arsy justru membuat Enzo tertawa lepas. Suaranya menggema di sepanjang jalan."Nggak apa-apa, nikmati saja sekarang. Aku nggak ingin membuatmu menunggu terlalu lama!" seru Enzo dengan agak polos.Untungnya jalanan tidak terlalu ramai. Kalau tidak, Arsy pasti sudah ingin bersembunyi karena malu.Enzo dan Niam adalah dua orang yang benar-benar berbeda. Dulu, Niam tidak pernah memberikan jawaban yang pasti. Pertunangan, pernikahan, semuanya terasa seperti sesuatu yang jauh dan tak terjangkau.Rasa aman yang Arsy dapatkan dari Niam terlalu sedikit, sampai setiap hari dia khawatir, apakah besok adalah hari mereka berpisah. Setiap hari bersama Niam terasa seperti sesuatu yang dipinjam, yang bisa hilang kapan saja.Namun, sekarang berbeda. Perasaan Enzo jelas dan terang-terangan. Arsy bisa merasakannya deng

  • Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan   Bab 25

    Sore hari berikutnya, Arsy datang. Namun, dia tidak datang sendiri. Dia datang bersama Enzo untuk menjenguk Niam. Di tangannya hanya ada buah-buahan biasa, terlihat tidak terlalu dipersiapkan dengan serius.Namun, pakaian mereka justru tampak serasi. Bernuansa cokelat, seperti pakaian pasangan. Keduanya jelas sudah mempersiapkan diri sebelumnya. Riasan Arsy sederhana dan anggun seperti hendak bertemu orang tua.Begitu pikiran itu muncul, Niam sendiri sampai terkejut. Dia mencoba menyangkalnya. Bahkan kalau Enzo sengaja membawa Arsy untuk menunjukkan kepemilikan, itu masih seribu kali lebih masuk akal daripada pikiran barusan."Pak Niam, gimana kondisimu? Aku membawa Arsy menjengukmu." Enzo berkata sambil meletakkan buah yang dibawanya."Kalian ...." Kata-kata Niam tertahan di bibir, lalu dia telan kembali."Arsy, kamu datang saja sudah cukup." Untuk sesaat, dia menatap wajah Arsy, tetapi justru tidak tahu harus berkata apa.Haruskah dia mengatakan "bisakah kamu merawatku", "aku sangat

  • Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan   Bab 24

    Dulu memang Eira pernah menukar obat yang seharusnya diminum Niam, tetapi obat untuk orang tua Niam juga adalah ulahnya.Karena usianya masih muda dan hubungannya dekat dengan Keluarga Charista, dia sering datang ke rumah Niam untuk bermain. Dia bisa melakukan hal-hal kecil secara diam-diam tanpa menarik perhatian.Saat itu, hampir tidak ada yang akan curiga pada seorang gadis kecil seperti dirinya. Setelahnya, demi melindungi Eira, Keluarga Halahi bahkan mengirimnya ke luar negeri."Selesaikan mereka." Niam melemparkan satu kalimat dingin, lalu seseorang segera menyeret pasangan suami istri itu pergi.Dia menyuruh anak buahnya memberi obat pada mereka, membuat mereka kehilangan kewarasan, selalu curiga, dan hidup dalam kebingungan. Dia hanya membalas dengan cara yang sama, itu bahkan sudah termasuk belas kasihan.Malam terasa dingin seperti air. Niam duduk sendirian di depan jendela besar, rasa kesepian menyelimuti dirinya.Di kakinya sudah ada beberapa botol anggur kosong. Namun, sem

  • Melepaskan Suami Bangsawan Sebelum Ditinggalkan   Bab 23

    Suasana ambigu menyelimuti keduanya. Niam benar-benar tidak bisa bersembunyi lagi.Dengan wajah dingin, dia langsung berdiri di antara Arsy dan Enzo, memisahkan mereka. Dia bahkan tidak berani membayangkan, kalau dia tidak muncul, apakah mereka akan benar-benar berciuman?Niam berdiri di tengah, tidak berkata apa-apa, hanya menatap Enzo dengan tajam. Akhirnya, Arsy yang lebih dulu memecah keheningan."Niam, kamu ngapain di sini? Grup Charista sudah mau bangkrut sampai kamu sesenggang ini?"Niam menoleh, lalu tersenyum lembut. "Arsy, ini kebun binatang. Semua orang boleh datang. Kamu juga nggak perlu khawatir, setidaknya beberapa tahun ke depan, Grup Charista nggak mungkin bangkrut."Senyuman lembut yang jarang muncul itu tidak membuat Arsy nyaman, malah terasa aneh. Bahkan sesaat, dia sempat curiga, apakah Niam kerasukan. Dia tidak pernah tersenyum seperti itu."Niam, jangan senyum begitu. Jelek." Arsy melewati Niam, lalu menarik tangan Enzo. "Ayo kita pergi. Memang semua orang boleh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status