แชร์

Bab 7

ผู้เขียน: Ningresia
"Usir perempuan ini! Aku nggak mau melihat wajahnya lagi!"

Oscar sama sekali tidak menjaga harga diri Emma. Dua satpam bertubuh besar langsung menutup mulutnya dan menyeretnya keluar dari rumah sakit dengan kasar, lalu melemparkannya ke dalam mobil.

Entah perintah apa lagi yang dia berikan, satpam itu menendangnya turun di kawasan paling ramai di pusat kota.

Emma mengangkat kepala. Tepat di hadapannya adalah layar LED terbesar di pusat perbelanjaan kota, yang sedang memutar ulang potongan video yang telah diedit.

Pakaiannya robek, air matanya penuh keputusasaan. Di tengah tawa para pria itu, terdengar jelas sebutan "Nyonya Keluarga Demetrius".

Dia berdiri di tengah trotoar. Seluruh tubuhnya terasa dingin. Dia menatap wajahnya sendiri yang diperbesar di layar.

Bisik-bisik orang lewat menusuk seperti jarum.

"Kelihatannya anggun, ternyata segila itu ya?"

"Pantas bisa naik ke Keluarga Demetrius, ternyata lihai juga caranya."

"Di video itu suaranya benar-benar liar ...."

Cahaya layar LED memantul di wajahnya, terang lalu redup. Di layar dia masih meronta, di luar layar dia tak bergerak sama sekali.

Ponselnya mulai bergetar tanpa henti. Ibunya menelepon. Setelah tersambung, ada sepuluh detik keheningan, lalu suara tangis. "Emma, kamu sudah mempermalukan keluarga kita! Sekarang ayahmu mau putus hubungan denganmu! Gimana ini? Cepat pikirkan cara untuk tenangin ayahmu!"

"Untuk apa kamu masih menghubunginya? Keluarga kita nggak punya anak perempuan yang memalukan seperti dia!"

Telepon diputus. Emma tersenyum pahit. Menghadapi cara kejam Oscar, apa yang bisa dia lakukan?

Ayahnya selalu efisien dalam bertindak. Tidak sampai sepuluh menit, pernyataan pemutusan hubungan dari keluarganya sudah muncul di ponselnya.

Emma perlahan berjongkok di tengah jalan yang ramai, memeluk lututnya sendiri.

Ponsel kembali berdering. Kali ini dari Oscar. Dia menatap nama itu lama sekali, baru kemudian menekan tombol jawab.

"Sudah lihat?" Suaranya tenang. Di latar belakang, terdengar Ayla bersenandung ringan.

Oscar berkata dengan santai, "Kamu harus membayar harga atas apa yang terjadi pada Nenek. Aku ingin kamu ingat, kamu yang menghancurkan sisa harga diri keluargamu dengan tangan sendiri."

Video di layar tepat sampai pada adegan terakhir. Dia ditekan di sofa, kamera menyorot wajahnya yang putus asa dari dekat.

Di sampingnya bergulir tagar pencarian.

[ Wajah Asli Istri yang Dibuang Keluarga Kaya ]

[ Citra Suci Hancur ]

Semua orang mencacinya. Kota ini juga seakan-akan mengusirnya. Dia harus pergi.

Satu-satunya hal yang masih dia pikirkan hanyalah Sandra. Dia sudah berjanji akan mengantar Sandra untuk terakhir kalinya, jadi bagaimana mungkin dia tidak datang ke pemakaman?

Karena tak berani menghubungi orang-orang Keluarga Demetrius, Emma mengenakan mantel hitam dan masker, lalu diam-diam masuk dari pintu belakang ruang duka.

Namun sayangnya, dia tetap ketahuan. Oscar menatapnya dengan dingin. "Kamu masih punya muka untuk datang? Pergi minta maaf pada Ayla, di depan Nenek."

Mata Emma membelalak.

Tatapan Oscar tenang, "Keributan yang kamu buat di rumah sakit meninggalkan trauma padanya. Setiap malam dia mimpi buruk dan nangis sampai pagi."

Di dalam ruang duka, Ayla mengenakan pakaian hitam, berlutut di depan altar. Bahunya bergetar pelan. Dia menyeka air mata dengan saputangan. Beberapa kerabat mengelilinginya, menenangkan dengan suara rendah.

"Atas dasar apa?" Tenggorokan Emma terasa tercekat.

"Karena kamu yang buat Nenek marah sampai meninggal. Karena hal kotormu itu menakuti Ayla. Sekarang, ini kesempatan terakhirmu untuk menebus dosa."

Oscar mencengkeram pergelangan tangan Emma dan menyeretnya ke depan altar. Kekuatannya seperti ingin menghancurkan tulangnya.

Foto mendiang nenek tergantung di tengah, dengan senyuman yang lembut.

"Berlutut," perintah Oscar.
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Membuang Bulan Demi Batu Biasa   Bab 18

    Setelah kembali ke dalam negeri, Oscar membeli semua lukisan Emma dengan harga tinggi. Karya-karya awalnya serta seluruh seri "Malam Kutub". Total 14 lukisan. Semuanya disumbangkan tanpa imbalan kepada museum seni.Dalam perjanjian donasi hanya ada satu syarat tambahan. Dipamerkan secara permanen, tetapi tidak boleh mengungkap identitas penyumbang.Kurator menanyakan alasannya.Saat itu, Oscar sudah sangat kurus dan wajahnya pucat. Suaranya sangat pelan saat menyahut, "Lukisan-lukisan ini seharusnya dilihat, tapi nggak perlu diketahui siapa yang membuatnya bisa dilihat."Pada hari penandatanganan, cuacanya cerah. Pena menggores kertas, mengeluarkan suara halus.Setelah menulis huruf terakhir, Oscar mendongak dan melihat ke luar jendela. Musim semi di ibu kota telah tiba, bunga magnolia bermekaran.Dia memandang lama, lalu berkata pelan, "Seperti ini sudah cukup."Emma membeli sebuah rumah tua di Provence. Bangunannya sangat tua, tetapi tamannya luas, dipenuhi lavender dan pohon zaitun.

  • Membuang Bulan Demi Batu Biasa   Bab 17

    Di luar jendela, hujan turun. Di dalam negeri, hujan akhir musim gugur turun deras, udara dingin menusuk.Oscar teringat lama sekali dulu, juga di hari hujan seperti ini, Emma meringkuk di sofa menggambar sketsa. Saat dia pulang dalam keadaan basah, Emma meletakkan pensilnya dan mendekat, lalu menggunakan handuk untuk mengeringkan rambutnya.Gerakannya sangat lembut. Ujung jarinya sesekali menyentuh dahinya, terasa hangat. Waktu itu, apa yang dia katakan? Sepertinya dia mengeluh bahwa Emma membuang-buang waktunya, lalu mendorongnya dan masuk ke ruang kerja.Sekarang dipikir-pikir, momen seperti itu tak akan pernah ada lagi seumur hidup.Oscar berdiri lama. Suara hujan berderai, seperti hitungan mundur yang panjang.Ayla sudah gila, neneknya telah meninggal, Emma telah pergi. Dia tetap tinggal di sini, menjaga rumah yang penuh dengan kenangan dan dosa, seperti menjaga sebuah makam besar yang sunyi.Oscar tiba di Norwegia saat malam kutub. Dia menyewa sebuah apartemen, setiap hari memand

  • Membuang Bulan Demi Batu Biasa   Bab 16

    Pada hari persidangan, kursi pengunjung cukup penuh.Ayla mengenakan seragam tahanan yang tidak pas di tubuhnya. Rambutnya dipotong pendek secara asal-asalan, memperlihatkan dagu yang runcing dan kurus.Hakim membacakan satu per satu dakwaan. Menghasut untuk melukai, pemerasan, pencemaran nama baik, pelanggaran privasi ....Saat itu, Ayla tiba-tiba berdiri, mencengkeram pagar sambil berteriak, "Aku melakukan semua ini demi cinta! Aku mencintainya sampai gila! Emma itu siapa? Dia pura-pura angkuh, pura-pura suci, padahal dalam hatinya ...."Petugas menahannya. Ayla meronta, matanya merah, seperti binatang yang terjebak.Dokumen putusan sangat panjang. Karena beberapa kejahatan digabungkan, hukuman penjara menjadi 12 tahun.Saat mendengar 12 tahun, Ayla tertegun sejenak, lalu mulai tertawa terbahak-bahak. Dia tertawa sampai batuk, sampai air mata keluar.Dia menatap ke arah kursi kosong di barisan belakang, lalu bergumam, "Dia bahkan nggak pernah datang menemuiku."Ruang kunjungan tahana

  • Membuang Bulan Demi Batu Biasa   Bab 15

    Oscar menyewa tim humas s terbaik, memantau seluruh internet selama 24 jam. Semua kata kunci negatif terkait "Emma" dan "mantan istri Tuan Muda Keluarga Demetrius", dalam waktu tiga menit setelah muncul akan ditekan ke bawah atau diganti dengan cara teknis.Beberapa akun pemasaran yang selama ini mencari keuntungan dari membocorkan privasi selebritas pun langsung diblokir dalam semalam.Masalah yang ditimbulkan Ayla lebih banyak. Setelah usahanya memeras ibu Oscar gagal, dia kembali mengalihkan target ke mitra kerja Keluarga Demetrius, mengirim email massal dengan klaim bahwa dia memegang rahasia bisnis Keluarga Demetrius.Oscar langsung menyuruh orang mengumpulkan seluruh rantai bukti, beserta laporan lengkap insiden di arena balap, lalu menyerahkannya ke polisi.Hari ketika pemberitahuan pembukaan kasus turun, Ayla sedang makan mi instan di kamar sewaannya. Saat polisi mengetuk pintu, dia menjatuhkan mangkuknya. Kuah panas tumpah ke seluruh tubuhnya. Dia melarikan diri.Ponselnya ter

  • Membuang Bulan Demi Batu Biasa   Bab 14

    Pada malam pembukaan pameran di Milan, galeri dipenuhi orang. Emma berdiri di sudut ruang pameran, melihat kerumunan berdiri di depan lukisan.Lukisan berukuran dua kali tiga meter itu memenuhi satu dinding penuh. Di sisi kiri adalah aliran merah gelap yang bergolak. Lapisan cat tebal menciptakan tekstur yang menyesakkan. Di sisi kanan adalah warna putih murni, rata seperti salju pertama.Emma mengenakan gaun panjang hitam sederhana. Rambut panjangnya disanggul longgar, memperlihatkan garis rahang yang tegas.Hans berjalan mendekat dan berbisik, "Art Times ingin mengatur wawancara eksklusif.""Tolak saja, karya ini sudah menyampaikan semua yang perlu dikatakan.""Kamu yakin? Ini kesempatan bagus ...."Emma menoleh menatapnya. Tatapannya tenang di bawah cahaya lampu galeri. "Hans, aku sudah cukup bernilai. Aku nggak butuh itu."Di kejauhan, orang-orang sedang membicarakan identitas pelukisnya."Katanya perempuan, masih muda.""Gaya sekeras ini nggak seperti lukisan perempuan."Emma diam

  • Membuang Bulan Demi Batu Biasa   Bab 13

    Gelombang besar yang terjadi di internet sama sekali tidak dipedulikan oleh Emma. Dia baru saja menyelesaikan sapuan terakhir lukisan barunya.Dalam wawancara majalah bulanan, ada pertanyaan pribadi yang pernah diajukan. "Setelah melewati badai seperti itu, apakah Anda masih percaya pada cinta?"Emma menatap layar lama sekali. Di luar jendela adalah pemandangan pegunungan kota kecil Swiss di akhir musim gugur. Daun pohon ek sudah berubah menjadi kuning keemasan.Dia teringat bertahun-tahun lalu, ada yang pernah menanyakan pertanyaan serupa. Saat itu, bagaimana dia menjawab? Sepertinya dia tersipu, lalu berkata pelan, "Percaya."Dia mengetik sesuatu.[ Pernah percaya. Kemudian lebih percaya pada cat dan kanvas. Mereka nggak akan mengkhianati, hanya diam menampung semua warna. ]Setelah email terkirim, dia menutup komputer dan masuk ke studio lukis.Di dalam negeri, di rumah Keluarga Demetrius.Ayla yang diserang balik oleh opini publik akhirnya nekat mencari ibu Oscar karena sudah buntu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status