Short
Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Membuang Bulan Demi Batu Biasa

Von:  NingresiaAbgeschlossen
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
18Kapitel
2.9KAufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Cinta Toxic

Mengejar Istri

Pelakor

Siapa yang tidak kenal Oscar? Di ibu kota, dia adalah anggota Keluarga Demetrius yang paling berandal pada generasi ini. Di usia 18, dia sudah berani menaikkan harga untuk melawan ayah kandungnya sendiri di pelelangan demi merebut barang antik. Di usia 20-an, dia bermain balap sampai hampir kehilangan nyawa di kaki Gunung Alpen. Kecepatannya berganti pasangan bahkan lebih cepat daripada brand mewah merilis koleksi baru. Dia pernah berkata, "Pernikahan itu kain pembungkus kaki dari abad lalu. Siapa mau pakai, pakai saja." Namun tiga tahun lalu, Oscar justru berlutut di depan rumah Emma. Di malam yang turun hujan deras, selama 12 jam penuh, hanya agar Emma mau melihatnya sekali saja. Emma sangat cantik, memiliki aura keluarga terpelajar yang elegan, seperti anggrek langka yang dirawat dengan penuh perhatian. Gadis seperti ini sebelumnya tidak pernah disentuh Oscar. Semua orang menunggu Emma menangis, membuat keributan, bahkan mengancam bunuh diri. Sampai pada lamaran yang menghebohkan seluruh kota itu, Oscar membuat semua orang bungkam dengan sebuah berlian merah muda langka. Di bagian dalam cincin, dia mengukir sendiri satu per satu kata. [ Tahanan Oscar, hukuman seumur hidup. ] Tiga tahun setelah menikah, dongeng milik Emma pun tidak berakhir. Oscar mencintainya dengan sangat mendalam. Semua orang berkata, "Raja iblis dari Keluarga Demetrius itu benar-benar sudah dijinakkan oleh Emma." Emma pun percaya demikian. Sampai sehari setelah hari jadi pernikahan mereka, Emma keluar untuk melukis di alam. Di sana, dia menangkap basah perselingkuhan suaminya. Saat itu juga, dia baru menyadari bahwa cinta Oscar untuknya telah lama sirna.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Siapa yang tidak kenal Oscar? Di ibu kota, dia adalah anggota Keluarga Demetrius yang paling berandal pada generasi ini.

Di usia 18, dia sudah berani menaikkan harga untuk melawan ayah kandungnya sendiri di pelelangan demi merebut barang antik. Di usia 20-an, dia bermain balap sampai hampir kehilangan nyawa di kaki Gunung Alpen.

Kecepatannya berganti pasangan bahkan lebih cepat daripada brand mewah merilis koleksi baru. Dia pernah berkata, "Pernikahan itu kain pembungkus kaki dari abad lalu. Siapa mau pakai, pakai saja."

Namun tiga tahun lalu, Oscar justru berlutut di depan rumah Emma. Pada malam hujan deras, selama 12 jam penuh, hanya agar Emma mau melihatnya sekali saja.

Emma sangat cantik, memiliki aura keluarga terpelajar yang elegan, seperti anggrek langka yang dirawat dengan penuh perhatian. Gadis seperti ini sebelumnya tidak pernah disentuh Oscar. Semua orang menunggu Emma menangis, membuat keributan, bahkan mengancam bunuh diri.

Sampai pada lamaran yang menghebohkan seluruh kota itu, Oscar membuat semua orang bungkam dengan sebuah berlian merah muda langka. Di bagian dalam cincin, dia mengukir sendiri satu per satu kata.

[ Tahanan Oscar, hukuman seumur hidup. ]

Tiga tahun setelah menikah, dongeng milik Emma pun tidak berakhir. Oscar mencintainya dengan sangat mendalam. Semua orang berkata, "Raja iblis dari Keluarga Demetrius itu benar-benar sudah dijinakkan oleh Emma."

Emma pun percaya demikian. Sampai sehari setelah hari jadi pernikahan mereka, Emma keluar untuk melukis di alam.

"Hei! Yang lagi gambar di sana!"

Emma mengangkat kepala, melihat seorang pemuda berambut pirang memegangi perutnya dengan keringat memenuhi dahinya. "Tolong bantu aku! Antar tas ini ke sana, temanku lagi butuh!"

Emma melewati jalan kecil dan melihat sebuah tanah lapang. Di sana terparkir sebuah mobil hitam modifikasi yang terlihat sangat keren. Mobil itu berguncang sedikit. Kaca mobil berlapis gelap, tak terlihat bagian dalamnya.

"Sial, ke mana anak itu pergi? Mana barangnya?" Dari dalam mobil terdengar suara pria yang serak, dipenuhi nafsu yang membara.

Napas Emma terhenti. Itu Oscar.

Tak lama kemudian, suara perempuan terdengar pelan dan ragu. "Kak Oscar, jangan marah .... Nggak pakai itu juga boleh, 'kan?"

Suasana menjadi hening sejenak. Kemudian, terdengar tawa rendah dari mulut pria itu. Tawa yang sangat genit. "Berani juga kamu."

Suara gadis itu semakin pelan dan agak hati-hati. "Aku lebih berani dari Kak Emma ya?"

Oscar menjawab dengan santai, "Ganggu suasana saja, ngapain sebut dia. Dia takut hamil, banyak aturan, nggak seru."

"Benarkah?" Gadis itu tak bisa menyembunyikan rasa bangganya, "Kalau begitu ... sekarang kamu merasa aku seru?"

"Jangan banyak omong." Mobil itu tiba-tiba berguncang lagi. Suara Oscar langsung menjadi parau. Tak lama kemudian, guncangan mobil berubah menjadi keras dan cepat, diiringi desahan yang bertubi-tubi.

Kantong plastik di tangan Emma jatuh ke tanah, isinya berserakan. Dia menunduk. Ternyata itu kondom.

Emma tidak tahu bagaimana dia bisa pulang ke rumah. Jari-jarinya gemetar hingga tak mampu menggenggam ponsel. Layar menyala, menampilkan obrolan dengan Oscar. Pesan pagi ini masih ada.

[ Sayang, nanti malam aku bawakan dessert, tunggu aku pulang ya. ]

Minggu lalu saat dia datang bulan, Oscar bahkan keliling kota tengah malam untuk membelikan obat. Sebulan lalu saat Oscar pergi balap ke luar kota, dia menelepon video tengah malam. Sorot matanya liar tetapi suaranya lembut saat berkata, "Emma, aku kangen kamu."

Setiap kata terdengar tulus, setiap detail membangun ilusi seorang pria yang berubah menjadi setia. Namun, semuanya palsu.

Perut Emma tiba-tiba terasa mual. Air mata jatuh. Dia tak bisa menahan diri hingga membungkuk dan muntah kering.

Yang lebih ironis, gadis di mobil itu juga dia kenal. Ayla adalah gadis yang dia temui setengah tahun lalu saat pergi melukis di daerah pegunungan. Tubuhnya kurus kecil, matanya besar. Dia selalu terlihat sedikit takut saat menatap orang.

Emma membawanya keluar dari pegunungan, merasa iba padanya, jadi memperlakukannya dengan sangat baik. Dia membelikan Ayla pakaian, mengajarinya berdandan, bahkan menyewakan apartemen kecil untuknya. Emma langsung membayar biaya sewanya selama setahun.

Pernah suatu kali Emma meminta Ayla mengantarkan lukisan dan kebetulan Oscar ada di sana. Ayla mengenakan gaun pemberian Emma, memanggil dengan gugup, "Pak Oscar."

Oscar bahkan tidak mengangkat kelopak matanya. Dia hanya mengerutkan kening pada Emma, "Dari mana kamu dapat anak ini? Tatapannya aneh, kelihatannya nggak baik. Jangan sering-sering bawa dia ke rumah."

Saat itu, Emma masih mengomel dengan manja, "Jangan selalu mikir orang seburuk itu. Ayla hidupnya nggak mudah, aku cuma bantu dia."

Oscar berdecak, merangkul pinggangnya, lalu menunduk menciumnya. "Kamu terlalu baik. Di dunia ini, orang baik gampang ditindas. Kalau nggak ada aku yang melindungimu, kamu bakal jadi apa?"

Ciumannya membawa rasa dominasi yang familier, tetapi saat menyentuhnya, berubah menjadi lembut.

Tubuh Emma melemas dalam pelukannya. Dia mengira di mata dan hati Oscar sekarang hanya ada dirinya. Bahkan rasa cemburu sekecil itu pun terasa manis.

Namun, dia tak pernah menyangka pada akhirnya justru dua orang ini menghancurkan dunia sempurna yang dia bangun dengan susah payah, dengan cara paling kotor dan menjijikkan.

Tring .... Suara ponsel memutus ingatan Emma. Panggilan dari rumah lama Keluarga Demetrius, Mira.

"Nyonya akhirnya sadar. Dia terus menyebut namamu. Katanya ingin melihatmu sekali lagi, takut nanti nggak sempat lagi ...."

Nenek Oscar, Sandra. Wanita yang akan memukul Oscar dengan tongkat saat dia bertingkah nakal, tetapi memperlakukan Emma seperti cucu kandungnya. Sandra juga adalah guru seni yang membimbing Emma masuk ke dunia seni, mewariskan hampir seluruh ilmunya untuk Emma.

Namun, orang sebaik itu kini hidupnya sedang menghitung mundur karena sakit parah.

Emma pun menelepon pengacaranya. "Pak Ruben, perjanjian perceraian bisa mulai disiapkan. Tapi sebelum aku mengabari, untuk sementara jangan lakukan apa pun. Setelah mengantar Nenek untuk terakhir kalinya, aku akan pergi."

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
18 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status