登入Saat kandungannya memasuki usia empat bulan, Adeline Pramana mendapati suaminya, Morgan Purwa, membawa pulang seorang wanita yang sedang hamil tujuh bulan. "Adeline, Merry adalah istri rekan seperjuanganku. Suaminya baru saja meninggal dan meninggalkan dia serta anaknya. Aku benar-benar nggak tega melihat keadaan mereka. Tenang saja, dia cuma bakal tinggal sementara. Begitu dia menemukan tempat tinggal, aku bakal menyuruhnya pindah." Adeline yang berhati lembut pun menyetujuinya. Namun, tidak disangka, masa tinggal sementara itu berlangsung hingga dua bulan. Awalnya, Adeline tidak terlalu memedulikannya, hingga suatu malam ketika bangun, dia memergoki sebuah pemandangan yang sulit diterima. Dia berdiri di luar pintu selama tiga jam. Sementara itu, dua orang di dalam kamar melakukannya sampai tiga kali! Melihat ekspresi puas Morgan berulang kali, hati Adeline terasa seperti disayat pisau. Sejak hamil, pria itu tidak pernah lagi menyentuhnya dengan alasan takut membahayakan bayi dalam kandungannya. Namun, Merry Margana kini sudah hamil sembilan bulan, dan mereka masih bisa melakukannya sampai tiga kali! Adeline menghapus air mata di sudut matanya, lalu menelepon rumah sakit dan kedua orang tuanya secara terpisah. "Tolong jadwalkan operasi buatku. Secepat mungkin." "Ibu, Morgan selingkuh. Aku sudah memutuskan untuk bercerai dengannya, lalu pergi ke luar negeri menemui ayah dan Ibu. Bukannya ayah selalu ingin menyerahkan perusahaan kepadaku? Aku segera ke sana." Setelah menutup telepon, Adeline merobek cek senilai seratus triliun yang ada di tangannya. Uang itu diberikan ayahnya untuk mendukung proyek baru Morgan. Sekarang, dia tidak akan menghamburkan uang sepeser pun lagi untuk pria itu!
查看更多"Jangan memaksa putri kita. Biarkan mereka menjalin hubungan dulu. Kalau memang nggak cocok, nggak masalah. Sekarang sudah bukan zaman kuno lagi.""Dulu, justru gadis ini yang menyukai Marvin dan bersikeras mau menikah dengannya. Akibatnya, saat anak itu benar-benar mau menikahinya, dia malah memilih pria lain ...."Ayah Adeline menggerutu beberapa kalimat, tetapi perkataannya justru makin memantapkan hati Adeline.Mungkin, sudah waktunya bagi dirinya untuk melupakan masa lalu dan dengan berani melangkah ke depan.Meski belum terlalu lama mengenal Marvin secara mendalam, Adeline bisa melihat bahwa pria itu adalah orang yang baik.Mungkin, tidak ada salahnya mencoba."Baik. Mulai besok, aku kasih Marvin kesempatan. Kami bakal berpacaran selama satu tahun. Kalau dalam waktu itu aku jatuh cinta padanya, aku bersedia menikah dengannya.""Itu bagus sekali! Putriku, masa depanmu sangat cerah!"Sejak saat itu, selain bekerja, Adeline menghabiskan hampir seluruh waktunya bersama Marvin.Mereka
"Jadi memang benar."Morgan mencibir pelan. Seluruh tenaganya seolah terkuras habis, membuatnya terduduk lemas di lantai.Tidak lama kemudian, polisi datang. Saat dibawa pergi, Morgan masih menoleh ke arah Adeline dengan penuh keengganan."Adeline, tenang saja. Mulai sekarang, aku nggak bakal pernah muncul di hadapanmu lagi dan mengganggu kehidupanmu.""Itu yang terbaik. Karena aku benar-benar nggak mau melihatmu lagi. Setiap kali melihat wajahmu, aku bakal teringat pada anakku yang telah meninggal."Setelah mengatakan itu, Adeline tidak pernah menoleh kepadanya lagi.Rumah sakit.Dokter sudah selesai merawat luka Marvin. "Nggak ada masalah serius. Untungnya pukulannya nggak terlalu keras. Asal setelah pulang berhati-hati dan jangan sampai terkena air, semuanya bakal baik-baik saja.""Terima kasih, Dokter."Adeline mengembuskan napas lega. Syukurlah tidak terjadi apa-apa. Jika tidak, dia akan merasa bersalah seumur hidup."Masih sakit?"Marvin tersenyum menatapnya. "Nggak.""Sudah dipu
Begitu Morgan selesai berbicara, Adeline langsung mengangkat tangan dan menamparnya dengan keras."Diam! Morgan, bagaimana bisa kau masih punya muka buat mengatakan hal seperti itu? Jelas-jelas kaulah yang lebih dulu berselingkuh saat aku lagi hamil. Sekarang, kau malah menimpakan semua kesalahan kepadaku. Kau benar-benar lebih nggak tahu malu daripada yang kubayangkan!""Kalau begitu, katakan! Sebenarnya apa hubunganmu dengan dia? Sudah malam begini, kau nggak pulang, lalu dia datang membawakan makanan buatmu. Kalau kalian bilang nggak ada hubungan apa-apa, aku nggak percaya!"Morgan sudah benar-benar kehilangan akal. Dia tidak percaya Adeline bisa tiba-tiba berhenti mencintainya. Semua ini pasti karena pria itu.Adeline begitu marah hingga seluruh tubuhnya gemetar. Sambil menunjuk ke arah pintu, dia berteriak, "Morgan, terserah kau mau percaya atau nggak, yang jelas kita sudah nggak memiliki hubungan apa pun lagi. Keluar dari sini! Aku nggak mau melihatmu! Pergi!""Semua ini gara-gar
"Sudah jam delapan?"Adeline melirik jam dan tidak menyangka hari sudah selarut ini.Perutnya memang sudah mulai lapar."Nggak perlu, sebentar lagi aku juga pulang kerja. Kau pulang dulu saja.""Baik, Bu Adeline, saya pergi dulu. Oh ya, pria yang datang mencari Anda siang tadi masih ada di bawah. Kalau Anda pulang sendirian, hati-hati."Setelah sekretarisnya pergi, Adeline berjalan ke jendela. Benar saja, dia melihat Morgan masih mondar-mandir di bawah.Dia benar-benar sudah gila! Masih saja tidak mau pergi.Saat suasana hatinya sedang sangat buruk, pintu kantornya kembali diketuk."Sekretaris Clara, ada urusan apa lagi?""Karena khawatir seseorang nggak makan, aku datang membawakan sesuatu buat dimakan. Apa itu termasuk urusan?"Saat suara seksi Marvin terdengar dari ambang pintu, wajah Adeline dipenuhi keterkejutan."Marvin, kenapa kau datang?""Hari ini bibi berkunjung ke rumahku. Setelah mendengar kau masih belum pulang kerja, aku membawa makanan yang dimasak sama koki di rumah."M






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.