Short
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

โดย:  Ansaจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
26บท
2.4Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Saat kandungannya memasuki usia empat bulan, Adeline Pramana mendapati suaminya, Morgan Purwa, membawa pulang seorang wanita yang sedang hamil tujuh bulan. "Adeline, Merry adalah istri rekan seperjuanganku. Suaminya baru saja meninggal dan meninggalkan dia serta anaknya. Aku benar-benar nggak tega melihat keadaan mereka. Tenang saja, dia cuma bakal tinggal sementara. Begitu dia menemukan tempat tinggal, aku bakal menyuruhnya pindah." Adeline yang berhati lembut pun menyetujuinya. Namun, tidak disangka, masa tinggal sementara itu berlangsung hingga dua bulan. Awalnya, Adeline tidak terlalu memedulikannya, hingga suatu malam ketika bangun, dia memergoki sebuah pemandangan yang sulit diterima. Dia berdiri di luar pintu selama tiga jam. Sementara itu, dua orang di dalam kamar melakukannya sampai tiga kali! Melihat ekspresi puas Morgan berulang kali, hati Adeline terasa seperti disayat pisau. Sejak hamil, pria itu tidak pernah lagi menyentuhnya dengan alasan takut membahayakan bayi dalam kandungannya. Namun, Merry Margana kini sudah hamil sembilan bulan, dan mereka masih bisa melakukannya sampai tiga kali! Adeline menghapus air mata di sudut matanya, lalu menelepon rumah sakit dan kedua orang tuanya secara terpisah. "Tolong jadwalkan operasi buatku. Secepat mungkin." "Ibu, Morgan selingkuh. Aku sudah memutuskan untuk bercerai dengannya, lalu pergi ke luar negeri menemui ayah dan Ibu. Bukannya ayah selalu ingin menyerahkan perusahaan kepadaku? Aku segera ke sana." Setelah menutup telepon, Adeline merobek cek senilai seratus triliun yang ada di tangannya. Uang itu diberikan ayahnya untuk mendukung proyek baru Morgan. Sekarang, dia tidak akan menghamburkan uang sepeser pun lagi untuk pria itu!

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Setelah selesai, waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi dan langit mulai berangsur terang.

Wanita itu enggan melepaskan Morgan pergi dan memujinya di atas ranjang. "Morgan, kau luar biasa. Jauh lebih hebat daripada suamiku yang sudah mati itu! Terima kasih sudah kasih aku begitu banyak pengalaman yang indah!"

"Kau juga luar biasa. Jauh lebih liar daripada Adeline."

"Heh."

Air mata di sudut mata Adeline jatuh seperti untaian mutiara yang putus. Dia tidak kuasa menahan cibiran dingin yang keluar dari bibirnya, dan suara itu ternyata terdengar oleh Morgan.

Pria itu segera menoleh tajam ke arah tempatnya berdiri. Merry juga terkejut hingga buru-buru menutupi tubuhnya.

"Aduh, itu Nona Adeline. Jangan-jangan dia salah paham? Morgan, cepat jelaskan padanya."

Morgan mengenakan jubah mandinya lalu berjalan keluar. Saat melihat wajah Adeline yang penuh jejak air mata, alisnya langsung berkerut.

"Tengah malam begini nggak tidur, malah berdiri di sini buat apa?"

Adeline menatapnya dengan tidak percaya. Suaranya bergetar saat berkata, "Kalimat itu seharusnya aku yang tanyakan padamu. Morgan, aku lagi mengandung anakmu, tapi kau malah memanfaatkan saat aku tidur buat berhubungan sama wanita lain. Apa kau sudah nggak punya rasa malu?"

"Adeline, jangan berpikir macam-macam. Suami Merry sudah meninggal. Sudah lama dia nggak merasakan kehidupan suami istri. Aku cuma membantunya memenuhi kebutuhan itu, bukannya itu hal yang wajar? Tenang saja, hubungan kami nggak lebih dari sekadar kontak fisik. Kau adalah istriku dan bakal selalu menjadi istriku. Jadilah anak baik dan jangan marah. Hati-hati, nanti kandunganmu terganggu."

"Benar, Kak Adeline. Jangan khawatir. Hubunganku sama Morgan cuma buat memenuhi kebutuhan biologis kami saja. Aku bersumpah nggak bakal memengaruhi kehidupan kalian. Asalkan dia bersedia merawat aku dan anakku di masa depan, aku sudah sangat puas."

Merry berjalan keluar dengan mengenakan piyama tidur yang seksi. "Sungguh, aku sama sekali nggak bakal merebutnya darimu. Aku tahu orang yang paling dia cintai tetaplah dirimu."

Bekas ciuman di leher dan dada Merry bagaikan jarum yang menusuk, membuat Adeline merasakan sakit dari mata hingga ke dasar hatinya.

Memandang dua orang di hadapannya, Adeline begitu terguncang hingga tidak sanggup mengucapkan sepatah kata pun.

Di dunia ini ternyata benar-benar ada orang dengan moral serusak itu?

Sialnya, orang-orang seperti itu justru ditemuinya.

Pada saat itulah, keinginan untuk bercerai muncul di benaknya.

Selama lima tahun pernikahan mereka, Adeline belum pernah memiliki pikiran seperti itu. Namun, sekali muncul, keinginan itu begitu kuat.

"Morgan, aku sudah nggak mengenalmu lagi. Sungguh, sama sekali nggak mengenalmu. Kau terasa begitu asing bagiku."

Dia tertawa dingin sambil melangkah mundur sedikit demi sedikit.

Melihat keadaan Adeline, Morgan merasa tidak tega. Dia meraih tangan Adeline dan mencoba menjelaskan, "Adeline, jangan terlalu pelit. Aku cuma tidur dengannya, itu saja. Kalau soal cinta, aku cuma memberikannya kepadamu!"

"Jangan sentuh aku. Kau kotor."

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
26
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status