"Aku suruh kamu keluar." Emma berdiri, langsung menghalangi pandangan Ayla ke arah Sandra.Ayla mendongak menatapnya. Matanya perlahan memerah. "Aku nggak punya niat buruk. Aku cuma ingin mewakili Kak Oscar berbakti. Lagian, Nenek juga sangat menyukaiku, Kak Emma mungkin nggak tahu, dulu Nenek pernah bilang padaku, aku lebih cocok untuk Kak Oscar daripada kamu."Di atas ranjang, napas Sandra tiba-tiba menjadi cepat.Emma langsung membungkuk. "Nenek!"Mata wanita tua itu melotot, menatap tajam ke arah Ayla. Bibir di balik masker oksigen bergetar hebat.Setelah menenangkan Sandra, Emma berbalik dan langsung berkata kepada Ayla, "Tutup mulutmu! Aku dan Nenek sama-sama nggak menyambutmu. Jangan datang ke rumah sakit lagi. Kalau nggak ada kamu, Nenek akan lebih cepat sembuh!"Air mata Ayla langsung jatuh, bibirnya bergetar. "Kak Emma, kenapa kamu bicara seperti ini ....""Memangnya harus gimana?" Emma melangkah mendekat, "Bilang kamu polos? Bilang kamu nggak bersalah? Bilang kamu hanya ngga
Mehr lesen