Beranda / Rumah Tangga / Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku / Bab 115 Tidak ingin bertemu denganmu

Share

Bab 115 Tidak ingin bertemu denganmu

Penulis: Jackie Boyz
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-05 08:05:17

Sekitar pukul tujuh pagi barulah Renaldi dan Vira keluar dari kamar mereka. Pasangan tersebut bersama-sama melihat kondisi Melati di kamarnya.

“Re? Semalam apa yang Mama katakan sebelum aku tiba di rumah?” tanya Vira sambil berjalan di samping Renaldi. Renaldi terus menggamit pinggang Vira sejak mereka berdua keluar dari dalam kamar.

Renaldi baru ingat kalau Vira pulang terlambat, dan dia belum mengatakan ke mana perginya semalam sampai pulang dalam keadaan basah kuyup.

“Tidak ada yang Mama katakan. Oh, iya, semalam kamu ke mana saja? Aku mencarimu ke sekitar, tapi kamu nggak ada! Aku cemas kalau sampai kamu kenapa-kenapa! Harusnya kamu kirim kabar ke aku kalau pergi!” gerutu Renaldi pada Vira.

Vira tidak mungkin menjelaskan tentang dukun yang sudah menculiknya semalam. Vira tidak mau Renaldi cemas karena memikirkan tentang masalah itu.

“Ah, itu, semalam aku hanya jalan-jalan saja, aku lupa arah pulang dan aku tersesat. Untungnya a
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 120 Kehilangan kesadaran

    “Ke mana perginya Vira? Apa dia sungguh marah dan meninggalkanku sendirian di sini dengan rasa sakit ini?” Renaldi bergumam pada dirinya sendiri sambil meringkuk menahan sakit pada dadanya. ***Di sisi lain, Ambarwati masih menemani dukun yang dia sewa tersebut untuk menyelesaikan ritual.“Jangan hanya Renaldi, kalau perlu kamu singkirkan juga wanita bernama Melati itu! Aku sangat membencinya! Belakangan ini dia tidak mau mendukungku lagi! Dia hanya berjanji-janji manis di depanku, tapi di belakangku sepertinya dia malah mendukung wanita rendahan di kediamannya itu! Bantu aku untuk menyingkirkannya!” perintah Ambarwati.“Kamu tenang saja, tunggu aku menguasai tubuh Renaldi maka masalah kecil itu akan bisa aku urus dengan mudah.” Ambarwati duduk menunggu di samping, dukun dengan wujud sosok pria yang lebih muda darinya itu tampak sedang merapalkan mantra. Asap dupa mulai mengepul membumbung tinggi ke langit-langit ruangan lalu keluar dari celah-celah atap kediam

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 119 Iblis

    ***Di perusahaan Renaldi, setelah selesai rapat Renaldi bergegas kembali ke ruangan kerjanya karena ada beberapa berkas penting harus dia tandatangani terkait penyerahan produk yang baru diproduksi perusahaannya. Semua barang yang keluar harus mendapatkan persetujuan dari Renaldi.Ketika langkah kakinya tiba di koridor dan hampir tiba di ruangan kerjanya, Ambarwati muncul dari arah lain untuk menyapanya.“Kak Re? Bagaimana rapatnya? Lancar kan?” Ambarwati dengan mesra memeluk lengan Renaldi. Dia ikut serta masuk ke dalam ruangan kerja Renaldi layaknya istri yang disayangi. Sampai di dalam ruangan Renaldi segera melepaskan tangannya dari pelukan Ambarwati.“Tidak perlu bersandiwara di depan mataku, sebenarnya apa tujuanmu datang ke sini? Kamu sudah menuduh Vira melakukan tindakan kejam hingga membuatmu pingsan! Kamu tidak perlu menjelek-jelekkannya di depan Mama, kalau kamu merasa aku tidak adil, setelah bayimu lahir kita bisa bercerai.”Ambarwati tidak menyangka

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 118 Rencana Ambarwati dan Bima

    Setelah menenangkan hati Melati, Renaldi segera pergi keluar dari dalam rumah untuk melihat Vira. Dia merasa khawatir jika sampai Vira pergi seperti sebelumnya. Ketika langkah kakinya tiba di luar pintu rumah dilihatnya Vira sedang duduk di kursi beranda. Renaldi merasa sangat lega sekali. Vira langsung menoleh saat mendengar langkah kaki Renaldi di belakang punggungnya.“Re,” panggilnya sambil berdiri dari kursi lalu berjalan mendekat untuk memeluk tubuh Renaldi. “Aku lega melihatmu ada di sini,” ucapnya pada Vira.“Ya, aku tidak ada rencana untuk berjalan-jalan keluar hari ini.”Tiba-tiba Renaldi memutuskan untuk mengajak Vira ikut serta bersamanya ke perusahaan karena dia besok juga sudah kembali ke Purworejo. “Bagaimana kalau kamu ikut pergi bersamaku ke perusahaan?” tanyanya.Vira langsung menarik diri melepaskan pelukan Renaldi dari tubuhnya lalu menggelengkan kepalanya. “Hari ini aku ingin tinggal di rumah saja, aku tidak ingin pergi bersam

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 117 Perlakuannya tetap tidak baik

    ***Pada keesokan harinya, Vira ingin melihat kondisi Melati. Setelah bersiap-siap dia bergegas menuju ke kamar Melati. Ternyata Melati menempatkan dua orang pelayan di luar kamar untuk berjaga-jaga.Begitu Vira hendak masuk ke dalam mereka berdua langsung menahannya.“Maaf Neng, Nyonya tidak ingin bertemu dengan Neng Vira.”Vira diam dan menunggu di sana, dia tidak menanyakan apa alasannya. Sudah jelas Melati membencinya. Beberapa saat kemudian, Renaldi datang menghampirinya. “Kenapa di sini? Ayo makan bersama.” Renaldi menyentuh tangan Vira dan membawanya menuju ke ruang makan.Ruang makan begitu hening, hanya ada Renaldi dan Vira seorang yang duduk di sana kecuali pelayan yang sedang bekerja. “Papa dan Mama nggak sarapan?” tanya Vira.Renaldi mengukir senyum. “Sudah kamu makan saja sekarang, jangan pikirkan mereka. Papa dan Mama nanti akan makan kalau sudah merasa lapar.” Vira tahu alasan Melati tidak berada di ruang makan tapi dia tidak tah

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 116 Sangat menikmatinya

    ***Ketika tiba di rumah sakit, Bima langsung menyambut kedatangan Renaldi dengan perasaan lega. Pikirnya usaha Ambarwati beberapa bulan terakhir sudah cukup untuk membuat Renaldi mengubah keputusannya. Bima mengira Renaldi datang untuk meminta maaf lalu kembali bersama dengan Ambarwati layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Melihat Renaldi berjalan mendekatinya, Bima segera datang menghampiri lalu menyentuh lengannya dan menepuk bahu Renaldi seperti dahulu-dahulu saat dia bertemu dengan Renaldi. “Bagaimana kondisi Ambarwati?” tanya Renaldi seraya menatap Ambarwati yang masih belum sadarkan diri sejak pingsan di dalam ruangan kerja Renaldi beberapa hari yang lalu. “Masih sama, belum ada kemajuan sama sekali, aku berharap setelah kedatanganmu kali ini Ambarwati bisa siuman. Dia pasti sangat senang melihatmu datang mengunjunginya,” ujar Bima seraya menghela napas panjang. Renaldi terus menatap ke arah Ambarwati, wanita itu sedang berbaring di ranjang pasie

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 115 Tidak ingin bertemu denganmu

    Sekitar pukul tujuh pagi barulah Renaldi dan Vira keluar dari kamar mereka. Pasangan tersebut bersama-sama melihat kondisi Melati di kamarnya. “Re? Semalam apa yang Mama katakan sebelum aku tiba di rumah?” tanya Vira sambil berjalan di samping Renaldi. Renaldi terus menggamit pinggang Vira sejak mereka berdua keluar dari dalam kamar. Renaldi baru ingat kalau Vira pulang terlambat, dan dia belum mengatakan ke mana perginya semalam sampai pulang dalam keadaan basah kuyup. “Tidak ada yang Mama katakan. Oh, iya, semalam kamu ke mana saja? Aku mencarimu ke sekitar, tapi kamu nggak ada! Aku cemas kalau sampai kamu kenapa-kenapa! Harusnya kamu kirim kabar ke aku kalau pergi!” gerutu Renaldi pada Vira. Vira tidak mungkin menjelaskan tentang dukun yang sudah menculiknya semalam. Vira tidak mau Renaldi cemas karena memikirkan tentang masalah itu. “Ah, itu, semalam aku hanya jalan-jalan saja, aku lupa arah pulang dan aku tersesat. Untungnya a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status