Share

Bab 13 Resmi menikah

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2025-09-29 12:16:03

Sontak Bram dan Vira langsung menoleh ke arah suara.

Murni meninggalkan nampannya di lantai dan berjalan perlahan menuju ke arah Bram dan Vira.

"Vira apa maksudnya perkataan Nak Bram? Apa kamu yang sudah merayu Nak Bram? Hah?! Mau jadi apa kamu ituuuuu nduuuuuuk!?" Bentak Murni sambil mengulurkan tangannya untuk menjambak rambut putri semata wayangnya.

"Aku, aku nggak begitu Bu, aku, bukan seperti itu, aduh, ampun Bu! Ampuni aku!" Jerit Vira sambil menggenggam tangan ibunya.

Bram segera melepaskan tangan Murni dari rambut Vira.

"Salahku Bu, bukan salah Vira, aku akan bertanggung jawab, secepatnya!" Ujar Bram dengan serius.

Murni mengernyitkan keningnya.

"Tanggung jawab katamu? Sebenarnya bagaimana bisa seperti ini?" Kejar Murni pada Bram.

Menurut Murni semuanya adalah salah Vira. Apalagi tidak ada kejanggalan dalam pernikahan Bram yang berlangsung sudah lama, selama bertahun-tahun. Vira sendiri tahu, ibunya tidak akan percaya kalau Bram yang memaksanya untuk melayani birahinya. Vira m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 121 Roi vs Ambar

    Agung Setiaji masih terkejut, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada saat ini. Pria itu segera mundur beberapa langkah menjauh dari Renaldi. Entah kenapa dia merasakan firasat buruk tentang pernyataan Renaldi barusan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tidak ada siapa pun yang bisa aku andalkan untuk saat ini, sepertinya aku harus mengambil keputusan.Agung Setiaji terus memikirkannya, akhirnya pria itu memutuskan keluar dari dalam kamar Renaldi lalu menguncinya dari luar. Pikirnya hanya itu satu-satunya jalan keluar yang tersisa mengingat Renaldi bersikap tidak wajar. Setelah mengunci pintu kamar Renaldi, Agung merasakan seseorang tengah berdiri mengawasi dari ujung koridor dan ketika dia menoleh ternyata orang tersebut adalah Vira. Agung yakin semua kejadian yang menimpa keluarganya kali ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Vira.“Vira! Vira! Renaldi sepertinya sakit, aku tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja seluruh rumah menjadi ber

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 120 Kehilangan kesadaran

    “Ke mana perginya Vira? Apa dia sungguh marah dan meninggalkanku sendirian di sini dengan rasa sakit ini?” Renaldi bergumam pada dirinya sendiri sambil meringkuk menahan sakit pada dadanya. ***Di sisi lain, Ambarwati masih menemani dukun yang dia sewa tersebut untuk menyelesaikan ritual.“Jangan hanya Renaldi, kalau perlu kamu singkirkan juga wanita bernama Melati itu! Aku sangat membencinya! Belakangan ini dia tidak mau mendukungku lagi! Dia hanya berjanji-janji manis di depanku, tapi di belakangku sepertinya dia malah mendukung wanita rendahan di kediamannya itu! Bantu aku untuk menyingkirkannya!” perintah Ambarwati.“Kamu tenang saja, tunggu aku menguasai tubuh Renaldi maka masalah kecil itu akan bisa aku urus dengan mudah.” Ambarwati duduk menunggu di samping, dukun dengan wujud sosok pria yang lebih muda darinya itu tampak sedang merapalkan mantra. Asap dupa mulai mengepul membumbung tinggi ke langit-langit ruangan lalu keluar dari celah-celah atap kediam

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 119 Iblis

    ***Di perusahaan Renaldi, setelah selesai rapat Renaldi bergegas kembali ke ruangan kerjanya karena ada beberapa berkas penting harus dia tandatangani terkait penyerahan produk yang baru diproduksi perusahaannya. Semua barang yang keluar harus mendapatkan persetujuan dari Renaldi.Ketika langkah kakinya tiba di koridor dan hampir tiba di ruangan kerjanya, Ambarwati muncul dari arah lain untuk menyapanya.“Kak Re? Bagaimana rapatnya? Lancar kan?” Ambarwati dengan mesra memeluk lengan Renaldi. Dia ikut serta masuk ke dalam ruangan kerja Renaldi layaknya istri yang disayangi. Sampai di dalam ruangan Renaldi segera melepaskan tangannya dari pelukan Ambarwati.“Tidak perlu bersandiwara di depan mataku, sebenarnya apa tujuanmu datang ke sini? Kamu sudah menuduh Vira melakukan tindakan kejam hingga membuatmu pingsan! Kamu tidak perlu menjelek-jelekkannya di depan Mama, kalau kamu merasa aku tidak adil, setelah bayimu lahir kita bisa bercerai.”Ambarwati tidak menyangka

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 118 Rencana Ambarwati dan Bima

    Setelah menenangkan hati Melati, Renaldi segera pergi keluar dari dalam rumah untuk melihat Vira. Dia merasa khawatir jika sampai Vira pergi seperti sebelumnya. Ketika langkah kakinya tiba di luar pintu rumah dilihatnya Vira sedang duduk di kursi beranda. Renaldi merasa sangat lega sekali. Vira langsung menoleh saat mendengar langkah kaki Renaldi di belakang punggungnya.“Re,” panggilnya sambil berdiri dari kursi lalu berjalan mendekat untuk memeluk tubuh Renaldi. “Aku lega melihatmu ada di sini,” ucapnya pada Vira.“Ya, aku tidak ada rencana untuk berjalan-jalan keluar hari ini.”Tiba-tiba Renaldi memutuskan untuk mengajak Vira ikut serta bersamanya ke perusahaan karena dia besok juga sudah kembali ke Purworejo. “Bagaimana kalau kamu ikut pergi bersamaku ke perusahaan?” tanyanya.Vira langsung menarik diri melepaskan pelukan Renaldi dari tubuhnya lalu menggelengkan kepalanya. “Hari ini aku ingin tinggal di rumah saja, aku tidak ingin pergi bersam

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 117 Perlakuannya tetap tidak baik

    ***Pada keesokan harinya, Vira ingin melihat kondisi Melati. Setelah bersiap-siap dia bergegas menuju ke kamar Melati. Ternyata Melati menempatkan dua orang pelayan di luar kamar untuk berjaga-jaga.Begitu Vira hendak masuk ke dalam mereka berdua langsung menahannya.“Maaf Neng, Nyonya tidak ingin bertemu dengan Neng Vira.”Vira diam dan menunggu di sana, dia tidak menanyakan apa alasannya. Sudah jelas Melati membencinya. Beberapa saat kemudian, Renaldi datang menghampirinya. “Kenapa di sini? Ayo makan bersama.” Renaldi menyentuh tangan Vira dan membawanya menuju ke ruang makan.Ruang makan begitu hening, hanya ada Renaldi dan Vira seorang yang duduk di sana kecuali pelayan yang sedang bekerja. “Papa dan Mama nggak sarapan?” tanya Vira.Renaldi mengukir senyum. “Sudah kamu makan saja sekarang, jangan pikirkan mereka. Papa dan Mama nanti akan makan kalau sudah merasa lapar.” Vira tahu alasan Melati tidak berada di ruang makan tapi dia tidak tah

  • Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku    Bab 116 Sangat menikmatinya

    ***Ketika tiba di rumah sakit, Bima langsung menyambut kedatangan Renaldi dengan perasaan lega. Pikirnya usaha Ambarwati beberapa bulan terakhir sudah cukup untuk membuat Renaldi mengubah keputusannya. Bima mengira Renaldi datang untuk meminta maaf lalu kembali bersama dengan Ambarwati layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Melihat Renaldi berjalan mendekatinya, Bima segera datang menghampiri lalu menyentuh lengannya dan menepuk bahu Renaldi seperti dahulu-dahulu saat dia bertemu dengan Renaldi. “Bagaimana kondisi Ambarwati?” tanya Renaldi seraya menatap Ambarwati yang masih belum sadarkan diri sejak pingsan di dalam ruangan kerja Renaldi beberapa hari yang lalu. “Masih sama, belum ada kemajuan sama sekali, aku berharap setelah kedatanganmu kali ini Ambarwati bisa siuman. Dia pasti sangat senang melihatmu datang mengunjunginya,” ujar Bima seraya menghela napas panjang. Renaldi terus menatap ke arah Ambarwati, wanita itu sedang berbaring di ranjang pasie

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status