ログイン"Boneka baru di tempat ini mantap banget! Nggak cuma mirip manusia asli, bagian belakangnya bahkan bisa basah." Aku berniat menangkap basah perselingkuhan, mengikuti suamiku ke sebuah tempat pijat. Tapi, tanpa sengaja kepalaku tersangkut di pagar, pantatku terangkat tinggi, celana dalam terlihat jelas. Alhasil, aku dikira mainan baru yang baru dikirim ke toko ini, lalu dipermainkan seenaknya. Paha dan pantatku yang terbuka pun dimainkan orang-orang. Aku meronta, ingin orang di belakangku sadar bahwa aku manusia sungguhan. Aku juga takut ketahuan suamiku. Di saat aku bimbang seperti itu, tangan orang di belakang menyentuh pusat sensitifku. Dalam sekejap, sensasi itu membuatku mengerang, cairan panas meliap dari belakang membasahi tangan pria itu.
もっと見るKenapa sahabatku justru berdiri di pihak suamiku?Bukankah dia yang menyarankanku untuk melakukan hal ini dengan bos?Suamiku merangkul pinggang ramping sahabatku, matanya dipenuhi dengan tatapan cinta."Sayang, untung kamu ngasih tahu aku, kalau nggak aku bakal terus dibohongi."Apa!Suamiku memanggilnya sayang.Ternyata kalian sudah bersekongkol sejak awal, menggunakanku untuk memancing reaksi bos.Dalam kekalutan, aku tiba-tiba mengerti kenapa sahabatku terus mendorongku menggoda bos.Aku berdiri terpaku, kedua kakiku melemas karena terkejut.Sahabatku menggandeng lengan suamiku, menatapku dengan raut wajah pemenang."Aku jujur saja, waktu di tempat pijat itu, akulah yang nyuruh bosmu datang ke sana buat ketemu kamu, kejadian setelahnya persis seperti yang kuduga."Aku terkejut hingga tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.Jadi, ternyata sahabatku sudah merencanakan jebakan ini untuk menjatuhkanku sejak lama.Tapi kenapa dia melakukan ini?Aku tidak tahan untuk bertanya, "Kamu s
"Biar aku yang ambilin, kamu sudah kelihatan semuanya."Aku tersenyum dan berkata, "Kenapa harus takut kelihatan kamu? Waktu itu 'kan sudah kamu lihat semuanya?"Bos tersenyum tipis lalu menepuk pantatku pelan."Pintar juga ya? Nanti mampir ke kantorku sebentar."Perkataan bos itu sudah merupakan isyarat yang sangat jelas, mana mungkin aku tidak mengerti maksudnya?Pergi ke kantornya jelas bukan untuk membahas pekerjaan, pasti untuk hal semacam itu.Kalau dulu, aku pasti menolak, bahkan mungkin meremehkannya.Namun, sekarang situasinya sudah berbeda, perkataan sahabatku kembali terngiang di telingaku."Walau kamu tidur sama dia sekali pun, kamu nggak akan rugi."Aku menarik rokku sedikit lebih tinggi lagi hingga pangkal pahaku terlihat.Dengan penuh keyakinan, aku melangkah menuju kantor bos.Baru saja pintu terbuka, aku mendapati dia sudah tidak sabar dan celananya hampir terlepas.Melihat aku datang, dia duduk di kursi dan melambaikan tangan memanggilku mendekat."Waktu di tempat pij
Setelah hari itu, aku mulai sengaja tidak sengaja berdandan lebih cantik. Aku mengganti sepatu hak tinggiku dengan model yang lebih ramping, ujung rokku pun sengaja kunaikkan beberapa sentimeter.Setiap kali bos melewati meja resepsionis, dia akan menatapku lebih lama, sesekali meninggalkan pujian yang bernada menggoda.Dasarnya aku memang memiliki paras yang segar dengan lekuk tubuh yang sintal, kaki jenjang, dan pinggang ramping. Ditambah dengan dandananku yang sengaja dibuat menonjol, seluruh penampilanku menjadi jauh lebih menggoda. Dulu aku selalu berusaha menutupi bentuk tubuhku karena takut mengundang tatapan yang tidak diinginkan, tapi sekarang aku justru mulai menikmati perhatian itu.Aku bahkan mulai menantikan pertemuan singkat dengan bos setiap harinya. Getaran tersembunyi yang bercampur rasa bersalah itu membuatku ketagihan.Angka di slip gajiku memang belum berubah, tapi aku tahu itu hanya masalah waktu. Perasaan ini membuatku merasa sangat gugup sekaligus bersemangat.Re
Keesokan harinya, aku menceritakan kejadian ini kepada sahabatku di sebuah bar.Setelah mendengar ceritaku, sahabatku meneguk segelas anggur merah lalu berkata dengan nada bicara yang serius."Ini jelas bukan salah kamu, kamu juga nggak sengaja."Aku berkata pelan, "Tapi aku memang merasa enak, waktu itu aku hampir saja duduk di atasnya."Sahabatku menghentakkan gelasnya ke meja, menatapku dengan mata membelalak. "Sadar sedikit, dong, masa korban pelecehan masih dituntut buat nggak ngerasa apa-apa? Itu reaksi tubuh, bukan berarti kamu mau selingkuh."Dia menggenggam tanganku dan berkata dengan tegas, "Kamu nggak salah, yang salah itu bosmu. Dia yang melampaui batas, kamu cuma korban. Jangan hukum diri sendiri karena kesalahan dia."Aku ikut meminum segelas alkohol sambil merenungkan perkataan sahabatku. Sepertinya dia benar, bagaimanapun yang bersalah adalah bosku.Lagi pula kalau dipikir lebih jauh, bos itu jelas melakukan tindak kriminal. Kalau aku melapor ke polisi, dia benar-benar
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.