Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 584 Berlutut

Share

Bab 584 Berlutut

Author: Sarjana
"Pak Doni, selamat datang, selamat datang ...."

Setelah mengetahui bahwa Doni sekeluarga telah tiga, kepala keluarga tiga keluarga besar secara khusus membawa anggota keluarga mereka untuk menyambut kedatangan Doni sekeluarga.

Mereka benar-benar memperlakukan Doni dengan penuh hormat.

Tentu saja Doni merasa terkejut diperlakukan seperti itu. Dia buru-buru berkata, "Semuanya, ini adalah anggota keluargaku. Aku perkenalkan terlebih dahulu kepada kalian ...."

Kemudian, dia memperkenalkan satu per s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Juwitahasibuan
mati kan aja la si desi ini..toksik yg ngk baik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3644 Alfian

    "Bantu aku bawakan vas bunga ini untuk kakekmu, aku hanya perlu bertemu dengannya sekali."Alendo tidak menuntut apa pun, tetapi dia tahu uang sebesar 180 miliar yang dikeluarkannya ini sepadan. Apa pun yang terjadi, pria itu pasti akan membocorkan sedikit informasi.Belakangan ini, tidak ada yang bersedia membantunya, juga membuatnya mengerti bahwa situasi di dunia ini harus dipertahankan dengan mengandalkan uang."Aku hanya bisa menyampaikan pesanmu. Soal dia terima hadiah ini atau nggak, aku juga nggak berdaya."Hanya ini bantuan yang bisa Jayden berikan."Kamu bisa membantuku membawakannya pada beliau saja sudah cukup. Itu lebih baik daripada aku mencari bantuan orang lain dengan sembarangan."Alendo kelihatan tidak peduli, tetapi sesungguhnya dia sangat yakin akan berhasil.Dia juga tahu Tuan Besar Keluarga Jamando sudah lama menyukai vas bunga antik itu, pasti tidak akan melepaskannya. Kalau begitu, membocorkan sedikit informasi bukanlah apa-apa baginya."Baiklah. Kalau begitu, k

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3643 Sangat Yakin Bisa Mendapatkannya

    "Awalnya film yang kuinvestasikan itu sudah mau tayang, alhasil dihambat orang. Hingga sekarang pun masih nggak bisa tayang, setiap hari merugi.""Selain itu, ada beberapa proyek penggusuran, juga ditahan. Awalnya sudah bisa berjalan dengan normal. Ada hal-hal yang nggak bisa ditunda. Begitu ditunda, maka kerugian yang ditimbulkan sudah sulit untuk dihitung."Alendo juga benar-benar sudah tidak berdaya lagi baru memilih menempuh jalan ini.Dia juga tidak tahu sebenarnya mengapa orang di balik layar itu harus memperlakukannya seperti ini. Hanya saja sekarang dia sudah menemui jalan buntu, dia harus segera memikirkan cara untuk menemukan orang tersebut, lalu bicara secara baik-baik."Hmm, masalahmu memang agak aneh seperti ada orang yang sengaja menargetkanmu. Tapi di Provinsi Aste, keluarga kalian juga boleh dibilang sangat berpengaruh, kenapa bisa jadi semenyedihkan ini?""Tapi, yang anehnya adalah sepertinya mereka nggak berencana untuk menghancurkanmu, hanya sedang mencuri hasil kerj

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3642 Tidak Berdaya

    Pintu mobil terbuka, Alendo turun dari mobil perlahan-lahan, lalu berjalan memasuki lokasi.Kejadian yang menimpa Alendo beberapa waktu ini juga telah menarik perhatian banyak orang.Saat dia muncul di lokasi lelang, semua orang merasa agak kaget.Setelah mengalami kerugian besar dalam bisnis, Alendo masih bisa menghadiri acara lelang dengan santai. Kelihatannya dia benar-benar tidak memedulikan kerugian itu.Ini membuat lebih banyak orang lagi menghormati mental kuatnya itu."Alendo, kenapa hari ini kamu ada waktu untuk datang ke sini?"Mendengar suara agak heboh, Jayden Jamando, Tuan Muda Keluarga Jamando menoleh untuk melihat. Dia tidak menyangka dia bisa melihat Alendo di sini.Saat ayahnya Alendo masih hidup, dua keluarga sering berinteraksi, boleh dibilang mereka berdua juga adalah teman.Kali ini, bertemu di lokasi acara lelang, tentu saja dia merasa agak penasaran."Yah, karena nggak bisa bertemu Tuan Besar keluarga kalian, aku hanya bisa mencari cara lain."Alendo berbicara ju

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3641 Menyukai Hak Istimewa

    Karena kekurangan dana, ada banyak barang yang terpaksa dijual. Walaupun merasa agak enggan, tetapi bisa mempertahankan bisnis, juga boleh dibilang bisa mengembalikan sedikit martabat.Hanya saja, dia juga mengerti kalau terus begini, orang-orang Keluarga Siantar akan mengintervensi bisnisnya, ini juga akan membuat reputasinya hancur."Apa hari ini acara lelangnya?"Alendo sangat sibuk, tetapi dia tetap memikirkan cara untuk menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando."Acara lelang diadakan pada malam ini. Hari ini ada sebuah vas bunga antik yang sangat diminati. Sepertinya Tuan Besar Keluarga Jamando nggak bisa hadir, tapi generasi muda keluarganya akan menghadiri acara tersebut."Lucas memberi tahu bosnya informasi yang diketahuinya.Demi bisa menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando, meminta pria itu untuk mengatakan informasi di balik layar, maka Alendo hanya bisa mengeluarkan modal besar."Bagaimana hasil penyelidikan latar belakang Ardika?"Kebetulan lagi senggang Alendo

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3640 Sebaiknya Kamu Jangan Menyelidikinya Lagi

    Asalkan pernah melakukan registrasi di Hotel Biston, Wesanto bisa memikirkan segala macam cara untuk memperoleh data orang tersebut.Namun, setelah dia melakukan penyelidikan lagi dan lagi, dia tetap tidak mendapatkan informasi apa pun.Hal ini membuatnya sangat keheranan. Jelas-jelas orang tersebut pernah menginap di tempat itu, bahkan tinggal di sana cukup lama, seharusnya ada informasi tentangnya. Namun, selain beberapa lembar gambar yang kabur, dia tidak menemukan informasi apa pun."Ini benar-benar aneh. Sebenarnya apa latar belakang orang ini? Bisa-bisanya dia begitu misterius.""Terakhir kali Alendo telah menyinggung seseorang sampai-sampai dia kehilangan proyeknya lagi dan lagi. Sekarang dia ingin menyelidiki Ardika yang misterius ini. Apa mungkin ada hubungan antara dua hal ini?"Sebagai seorang detektif yang terkenal, dia bukan hanya bisa memperoleh informasi orang lain, dia juga mengerti cara menganalisis situasi.Makin dilihat, hal ini makin berbahaya.Ini membuatnya berpik

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3639 Menyelidiki Latar Belakang

    Kala itu, saat Ardika menarik Kesya keluar dari Hotel Biston, kebetulan mobil tersebut sedang menyalakan kamera mobilnya dan menangkap bayangan dua orang tersebut.Tidak mudah bagi Lucas untuk mendapatkan foto ini.Jadi, sekarang dia hanya bisa mencari ahlinya untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keahlian tersebut.Dengan adanya foto, seharusnya mereka bisa menyelidiki latar belakang Ardika, juga bisa menyelidiki beberapa informasi tentang pria itu.Lucas berjalan masuk dari pintu samping, lalu berjalan melewati halaman lantai satu dan naik ke lantai dua.Setibanya dia di lantai dua, dia mengetuk pintu dengan lembut. Tanpa waktu lama, terdengar suara langkah kaki dari dalam.Seorang pria yang mengenakan kaus dan rambut tampak berantakan menatap Lucas dengan tatapan mengantuk."Oh, Kak Lucas, itu kamu! Kalau ada apa-apa, telepon saja. Untuk apa sampai datang sendiri seperti ini?"Sambil berbicara, Wesanto Basuki menyingkir ke samping untuk mempersilakan Lucas masuk.Lucas menatap te

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 51 Pesta Pindah Rumah

    Ternyata, ketika tadi pagi Ardika dan Luna pergi ke Grup Agung Makmur, Desi juga ikut keluar.Kemarin, Desi bilang ingin mengadakan pesta pindah rumah untuk mengundang teman dan tetangga yang dulu untuk makan.Hari ini, dia keluar untuk mencari tempat.Dia tentu saja tidak berani pergi ke Restoran Gato

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 189 Vila Cakrawala Dijual

    Begitu mendengar ucapan Ardika, langkah kaki para karyawan itu terhenti sejenak.Mereka berbalik, lalu menatap dan mencibir Ardika.Karlos, Kepala Departemen Personalia, orang pertama yang mengundurkan diri berkata dengan nada meremehkan, "Haha, apa kamu pikir setelah menyinggung tiga keluarga besar,

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 164 Aku Akan Memberimu Pelajaran Penting Kedua

    "Handoko, sebagai pemilik tempat ini, bagaimana mungkin aku mengusir tamu keluar? Kita semua adalah teman, yang lalu biarlah berlalu."Bukan hanya tidak mengusir Devan dan Felix, Melia bahkan membujuknya untuk tidak mencari perhitungan dengan mereka.Handoko yang masih duduk di lantai berkata dengan m

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 159 Menjemput Adik Ipar

    "Rumah lama?"Ardika mengalihkan pandangannya ke arah Robin dan Selvi.Sambil menghela napas, Selvi berkata, "Maksud Livy adalah vila yang dibeli oleh Delvin saat dia baru kembali ke Kota Banyuli. Sejak mulai punya ingatan, dia sudah tinggal di sana."Saat itu, keluarga mereka yang beranggotakan lima o

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status