Share

Bab 220

Author: Skyy
last update publish date: 2026-10-08 22:02:07

“Bocah sialan!” Amarah Gilang langsung meledak. Dia tidak pernah menyangka seorang murid baru berani mempermalukannya seperti ini di depan orang lain.

Dia adalah seorang jenius yang telah berkultivasi hingga ambang Fase Surga. Selama bertahun-tahun menjadi murid resmi, kapan ada orang yang berani menyuruhnya pergi dengan cara seperti ini?

Ledakan aura tiba-tiba mengguncang area sekitar.

Kekuatan yang jauh melampaui Puncak Fase Roh menyembur dari tubuh Gilang. Otot-otot di lengannya menegang, tu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 260

    Namun, Revan sendiri belum beranjak dari tempatnya.Bukan karena ingin tinggal lebih lama, melainkan karena ia tak berani pergi begitu saja. Bayu, Harsa, Dwiki, dan beberapa tokoh lainnya masih mengarahkan pandangan kepadanya. Tatapan mereka membuat Revan merasa dirinya menjadi pusat perhatian yang tak bisa dihindari.Dua lelaki tua yang sejak tadi berada di luar Balai Kitab juga belum meninggalkan tempat mereka. Keduanya tetap mengamati Revan dalam diam, seolah sedang menimbang sesuatu yang hanya mereka pahami.Sejak awal, kedua tetua itu memang tidak ikut campur dalam keributan. Balai Kitab memiliki kedudukan yang berbeda dari tempat lain di Perguruan Sangkara. Mereka tidak menerima murid ataupun mencari penerus, sehingga tidak perlu bersaing dengan kekuatan lain untuk merekrut seorang jenius.Di antara keduanya, Tetua Rigo tampak paling puas. Ia melirik lelaki tua dari Balai Kitab yang berdiri di sampingnya, lalu mengangkat dagu dengan ekspresi penuh kebanggaan. Tatapannya seakan m

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 259

    Bayu harus memastikan tak seorang pun membocorkan rahasia tentang Anugerah Dao yang dimiliki Revan, karnea kabar tersebut bisa mendatangkan bencana bagi pemuda itu.Dampaknya segera terlihat. Banyak murid tak sanggup bertahan dan ambruk ke tanah, wajah mereka pucat pasi dengan napas memburu. Beberapa bahkan kehilangan kendali atas tubuh mereka karena ketakutan yang teramat sangat.Perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar. Di hadapan Bayu, para murid itu tak memiliki kemampuan untuk melawan tekanan tersebut. Inilah penindasan mutlak yang terjadi ketika seseorang menghadapi lawan dengan tingkatan kultivasi jauh di atas dirinya.Selama ini, Bayu dikenal sebagai pemimpin perguruan murid baru yang ramah dan murah hati. Para murid terbiasa melihat sisi baiknya, sehingga tak pernah menyangka pria itu mampu memperlihatkan aura yang begitu mengerikan. Kini, mereka akhirnya memahami bahwa keramahan Bayu bukan berarti dirinya bisa dipandang sebelah mata.Bayu mengamati reaksi seluruh mu

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 258

    Kirana menyimpan sedikit kekesalan di balik senyumnya. Revan jelas tertarik pada Susunan Yin dan Yang. Jika dibiarkan, ketertarikan itu bisa membawanya ke jalur yang tidak mudah ditinggalkan.“Anak muda, selama kau mengikuti garis keturunan ahli formasi, cepat atau lambat Susunan Yin dan Yang akan menjadi milikmu.” Kirana menyampaikan ucapannya dengan lembut, seolah sedang memberikan nasihat kepada seorang junior yang berbakat.Setelah itu, ia mengangguk kepada Viona dan segera terbang menyusul rombongan di udara.Ragha hanya mampu menghela napas panjang. Ia telah menyinggung tiga keluarga besar dalam kejadian ini, namun tetap gagal membawa Revan ke pihaknya. Bahkan jika ia menghadap leluhur tertua, peluangnya untuk mendapatkan pemuda itu pun nyaris tidak ada.Tatapannya kembali tertuju kepada Revan sebelum beralih kepada Harsa. Kekesalan terlihat jelas di wajahnya, meski ia memilih menelan semua keluhannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia segera meninggalkan tempat tersebut.D

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 257

    Revan langsung membelalakkan mata.Di sekelilingnya, para murid yang sebelumnya tidak mengenal Susunan Yin dan Yang kini ikut tercengang setelah mendengar penjelasan itu.Fase Langit bahkan berada di atas Fase Puncak Roh. Para ahli yang mencapai tingkatan tersebut merupakan sosok luar biasa yang jarang terlihat di seluruh Baladewa. Di wilayah mana pun mereka berada, keberadaan mereka cukup untuk mengguncang kekuatan-kekuatan besar.Namun, sebuah formasi ternyata mampu melukai parah ahli setingkat itu. Jika penggunanya memiliki kultivasi yang cukup tinggi, formasi tersebut bahkan bisa merenggut nyawa seorang kultivator Fase Puncak Roh.Sungguh mengerikan!Revan sendiri sudah mengetahui bahwa Aliran Formasi bukanlah kelompok biasa. Meski begitu, dia tetap tidak menyangka warisan mereka bisa mencapai tingkat sehebat ini.‘Formasi ini bahkan bisa membunuh ahli Fase Puncak Roh dan mencederai kultivator Fase Langit!’Dia menelan ludah. Dadanya terasa menghangat ketika membayangkan kekuatan

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 256

    Bahkan Bayu dan pemimpin perguruan dalam pun terkejut. Senjata sihir tingkat Agung bukanlah barang yang bisa diberikan sembarangan, terlebih jika kualitasnya tinggi.Teknik kultivasi tingkat Agung tingkat tinggi mungkin masih bisa diperoleh melalui kerja keras selama puluhan tahun dan pengumpulan poin kontribusi yang cukup. Namun, senjata sihir tingkat Agung tingkat tinggi memiliki nilai yang berbeda.Berapa banyak penyempurna senjata yang sanggup menghasilkan benda semacam itu?Terlebih lagi, Brata sendiri merupakan penyempurna senjata tingkat lima. Tawaran tersebut jelas menunjukkan betapa besar nilai yang dia berikan kepada Revan.Kali ini, bukan hanya para murid dan tetua lain yang terkejut. Mata Revan pun langsung berbinar.Bagaimanapun, persenjataan yang dimilikinya sekarang sangat terbatas. Dia hanya memiliki dua senjata sihir tingkat Luhur dengan kualitas buruk, yakni pedang panjang hasil curian dan Pedang Bara Emas milik Keluarga Sagara.Dibandingkan senjata tingkat Agung, ke

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 255

    Revan bahkan sudah memutuskan untuk tidak bergabung dengan garis seni bela diri, apa pun yang terjadi. Dia sendiri tidak kekurangan teknik kultivasi, jadi tidak ada alasan baginya untuk mengambil risiko tambahan.“Para tetua, aku...” Revan berhenti sejenak, berusaha menyusun kata-kata yang tidak akan menyinggung siapa pun. “Aku masih muda. Kurasa aku perlu tinggal di perguruan murid baru untuk sementara waktu agar bisa memperoleh lebih banyak pengalaman.”Itulah satu-satunya jawaban aman yang bisa dia berikan. Dia tidak menerima tawaran siapa pun, namun juga tidak menolaknya secara terang-terangan. Dengan begitu, setidaknya dia bisa menghindari permusuhan langsung.Sayangnya, jawaban tersebut justru membuat lebih dari sepuluh ribu murid yang menyaksikan kejadian itu semakin tercengang. Mereka benar-benar ingin menerobos kerumunan, menarik Revan ke samping, lalu menggantikannya sambil berteriak bahwa mereka bersedia menjadi murid siapa pun yang menawarkan kesempatan tersebut.Bahkan Di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status