Share

Bab 325

Author: Skyy
last update publish date: 2026-11-02 21:23:31

Mendengar itu, jantung Revan berdegup kencang. Dia sempat mengira Bayu berniat menyerah dan tidak akan mengirim bantuan. Bagaimanapun, memusuhi Perguruan Nirakasa hanya demi seorang Murid baru bukanlah keputusan yang mudah.

Dwiki juga sempat berpikir demikian. Sebagai pemimpin perguruan, Bayu tentu harus mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar dalam setiap keputusannya.

Namun, tepat ketika Dwiki hendak meluapkan amarahnya, Bayu kembali berbicara. "Bagaimana kalau begini? Kau dan Tetua Tio
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 325

    Mendengar itu, jantung Revan berdegup kencang. Dia sempat mengira Bayu berniat menyerah dan tidak akan mengirim bantuan. Bagaimanapun, memusuhi Perguruan Nirakasa hanya demi seorang Murid baru bukanlah keputusan yang mudah.Dwiki juga sempat berpikir demikian. Sebagai pemimpin perguruan, Bayu tentu harus mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar dalam setiap keputusannya.Namun, tepat ketika Dwiki hendak meluapkan amarahnya, Bayu kembali berbicara. "Bagaimana kalau begini? Kau dan Tetua Tio ikut Revan pergi lebih dahulu. Perguruan akan mengirimkan lebih banyak bantuan setelahnya."Mendengar keputusan itu, Revan yang masih berlutut dengan kepala tertunduk dan wajah muram langsung terkejut.Dwiki juga tak kalah terkejut. Bahkan Tio yang sejak tadi diam di samping mereka menunjukkan reaksi serupa. Keputusan Bayu benar-benar berbeda dari kebiasaannya dalam menangani berbagai urusan.Tio bahkan sempat berpikir untuk mendesak Bayu agar mengirim seseorang membantu Revan. Bagaimanapun, ti

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 324

    Kecepatan Revan sangat tinggi.Lintasan Rasi pada dasarnya merupakan teknik kultivasi yang berfokus pada pergerakan. Selain kemampuan khusus Gerakan Kilat, penggunaan teknik tersebut secara normal juga mampu meningkatkan kecepatan penggunanya secara drastis.Dengan teknik itu, kecepatan Revan bisa beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan kultivator lain pada tingkat yang sama.Tujuannya kali ini adalah Aula Utama Perguruan Murid Baru, tempat Bayu berada. Dia akan meminta bantuan perguruan. Bukan berarti Revan takut menghadapi pertarungan hidup dan mati melawan Arya.Namun, kedua tetua itu membutuhkan waktu tujuh hari untuk sampai ke sini. Bahkan jika Revan tidak makan dan tidak minum sekalipun, mustahil baginya untuk mencapai Kota Jayagiri dalam waktu tiga hari.Terlebih lagi, pihak lawan memiliki seorang ahli Fase Surga yang mengawasi mereka. Revan menduga orang itu pasti guru Arya. Karena pihak lawan sudah mengirim seorang tetua untuk mengancam keluarganya, bahkan sampai menggu

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 323

    Revan tetap diam, ekspresinya semakin suram. ‘Tidak kembali?’Sekalipun dia tahu kepulangannya berarti kematian, dia tetap akan kembali. Dia bahkan akan membunuh adik kandungnya sendiri dengan tangannya sendiri.Melihat Revan terus menunduk tanpa bicara, Tetua Ketiga buru-buru mengingatkannya. "Revan, bukankah kau mengenal Kepala Balai Perdagangan Harta Langka dari Balai Perdagangan? Aku ingin tahu apakah kau bisa menghubunginya. Jika berhasil, mungkin masih ada kesempatan untuk menyelamatkan Keluarga Draksa."Tetua Kedua juga menatap Revan, menunggu jawabannya. Sebenarnya, harapan terbesar mereka datang jauh-jauh ke sini adalah agar Revan bisa menghubungi Tegar.Bagaimanapun, Kepala Balai Perdagangan Harta Langka memiliki pengaruh besar di Provinsi Nusaraya. Bahkan Perguruan Nirakasa sekalipun tidak akan sembarangan memprovokasinya.Mendengar pertanyaan itu, Revan hanya menggelengkan kepala tanpa mengatakan apa pun.Wajah Tetua Kedua dan Tetua Ketiga seketika dipenuhi keputusasaan.R

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 322

    Perguruan Sangkara.Lima hari telah berlalu sejak Revan kembali dari Kota Hangai.Setelah meminum pil yang diraciknya sendiri di dalam Cincin Langit, Revan hanya membutuhkan waktu setengah hari untuk pulih sepenuhnya. Kini, kehidupannya kembali berjalan seperti biasa.Pada malam hari, dia membersihkan Balai Kitab. Sementara pada siang hari, dia mempraktikkan teknik kultivasi yang dipelajarinya pada malam sebelumnya sekaligus meracik pil.Saat ini, kultivasinya telah mencapai Puncak tahap akhir tingkat kedelapan Fase Roh. Dia sebenarnya bisa menerobos ke tingkat berikutnya kapan saja, namun sengaja menekan kultivasinya.Kemampuan alkimianya juga meningkat pesat. Tingkat keberhasilannya dalam meracik pil kualitas tinggi tingkat pertama terus mengalami peningkatan.Pada hari ketiga setelah kepulangannya, Livia datang menemuinya. Dengan wajah cantiknya yang dingin, wanita itu hanya mengatakan satu kalimat. "Oi Cabul! Ini Poin Kontribusimu."Poin Kontribusi tersebut dibagi menjadi tiga bag

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 321

    "A-Arya?!" Mandra langsung membeku di tempat.Tetua Keempat dan Tetua Kelima yang berdiri di sampingnya juga terdiam kaku. Mereka sama sekali tidak menyangka Arya akan berjaga di tempat ini.Para wanita dan keturunan langsung Keluarga Draksa sontak mundur ketakutan. Wajah mereka dipenuhi kengerian yang sulit disembunyikan.Arya mencibir sambil mengamati kerumunan. Dengan suara dingin, dia berkata, "Keluarga Draksa benar-benar kurang ajar. Apa kalian sudah melupakan perkataanku?"Meski bibirnya menyunggingkan senyum, bagi semua orang yang hadir, senyum itu justru tampak menyeramkan.Kiara dan Nayara berdiri berdampingan. Begitu tatapan Arya menyapu mereka, kedua saudari itu tanpa sadar mundur beberapa langkah. Wajah mereka pucat pasi karena ketakutan.Pandangan Arya kemudian tertuju pada Nayara. Matanya seketika berbinar. "Hahaha! Kau pasti kakak iparku, bukan?"Arya melangkah mendekat.Namun, Mandra yang berdiri paling depan segera menghalangi jalannya bersama Tetua Keempat dan Tetua

  • Menantu Tak Berguna? Aku Pewaris Langit   Bab 320

    "Ayah, aku tidak mau pergi! Aku ingin tetap tinggal dan menemanimu." Kiara menjadi orang pertama yang menyuarakan penolakannya.Meskipun keluarga dari pihak ibunya cukup kuat, kekuatan mereka paling-paling hanya sebanding dengan Keluarga Draksa. Di hadapan seorang ahli Fase Surga, kekuatan seperti itu sama sekali tidak berarti."Anak bodoh..." Mandra menghela napas, lalu mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.Bencana kali ini memang sangat berbahaya bagi Keluarga Draksa, namun sasaran mereka hanyalah anggota keluarga yang berada di Kota Jayagiri. Selama mereka meninggalkan kota ini, keselamatan mereka seharusnya terjamin. Seorang ahli Fase Surga tentu tidak mungkin menghabiskan waktunya untuk memburu mereka ke mana-mana."Ayah, aku juga tidak mau pergi..." Nayara ikut menangis. Wajahnya masih tertutup kerudung, sementara kedua matanya memerah akibat air mata yang terus mengalir.Semua masalah ini bermula karena Revan. Nayara merasa dirinya jauh lebih tersiksa daripada sia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status