分享

Cerai!

last update publish date: 2026-09-13 09:23:03

Malam ini, suasana di rumah Abi jauh berbeda dari biasanya. Yang semula penuh kesunyian dan tak ada momen kebersamaan, hari itu semua anggota keluarga kompak menyantap makan malam bersama, termasuk Davin yang sebelumnya selalu terasing.

Namun, semua terjadi bukan tanpa alasan. Semata-mata karena Rumi yang memasak makan malam dengan porsi yang memang cukup untuk empat orang. Tersebab itu, kini semua berkumpul dan menyantap makanan lezat tersebut.

"Aku tadi beresin baju di kamar, nggak tahu kalau
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Menguak Identitas Davin

    Keesokan paginya, Kanaya kembali kuliah dan kali ini lebih semangat dibanding kemarin. Pasalnya, tak ada lagi drama memasak dan makan pagi seorang diri, karena Rumi kembali mengambil perannya sebagai seorang ibu.Wanita itu memasak sarapan kesukaan Kanaya, lantas mengajaknya makan bersama. Abi pun turut serta. Meski sepanjang waktu makan hanya Kanaya dan Rumi yang saling berbincang, tetapi sudah cukup untuk menjadi awal hari yang menyenangkan. Terlebih, Abi juga sigap mengantar Kanaya ke kampus sembari dirinya berangkat kerja.Tak seperti kemarin yang hampir terlambat, hari ini Kanaya tiba di kampus jauh lebih awal. Bahkan, lebih awal dibanding Mireya. Namun, sudah banyak mahasiswa lain yang tampak lalu-lalang di fakultas itu. Hanya saja Kanaya terlalu malas untuk berbasa-basi dengan mereka, karena kebanyakan memang belum saling kenal. Ada pun sebagian kecilnya, baru ia kenal kemarin setelah berkumpul dalam kegiatan yang sama.Sembari menunggu Mireya, Kanaya lebih memilih naik menuju

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Cerai!

    Malam ini, suasana di rumah Abi jauh berbeda dari biasanya. Yang semula penuh kesunyian dan tak ada momen kebersamaan, hari itu semua anggota keluarga kompak menyantap makan malam bersama, termasuk Davin yang sebelumnya selalu terasing.Namun, semua terjadi bukan tanpa alasan. Semata-mata karena Rumi yang memasak makan malam dengan porsi yang memang cukup untuk empat orang. Tersebab itu, kini semua berkumpul dan menyantap makanan lezat tersebut."Aku tadi beresin baju di kamar, nggak tahu kalau Mama masak. Jadi nggak datang bantu," ucap Kanaya sambil mengisi piringnya dengan nasi dan lauk.Meski dalam hati masih tak nyaman akibat obrolan mereka tadi siang, tetapi Kanaya mencoba mengabaikan sejenak perasaannya. Ia tak ingin suasana makin canggung jika hal tersebut diungkit lagi. Biarlah walau hanya sesaat dan ada orang asing yang ikut menyempil, yang penting kebersamaan malam itu bisa berjalan lebih hangat. Sudah cukup dalam kerinduan Kanaya pada keharmonisan yang akhir-akhir ini seras

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Fakta Gelang Mireya

    "Siapa sebenarnya Davin Reswanda?"Satu pertanyaan yang menuntut penjelasan, langsung masuk dalam pendengaran Abi sesaat setelah ia menjawab telepon dari Mireya. Ya, Mireya, sahabat dekat Kanaya."Dia keponakan jauhku. Terpaksa aku menyuruhnya tinggal di sini karena ibunya sakit keras dan dibawa berobat ke luar negeri. Aku berhutang budi banyak pada keluarganya. Mereka yang membantuku saat usaha hampir kolaps karena uangnya dihabiskan Rumi. Aku sudah menjelaskan ini dari kemarin-kemarin, kenapa sekarang kamu tanyakan lagi?"Dari seberang sana, Mireya mende-sah kasar. Terdengar jelas bahwa gadis itu kurang percaya dengan apa yang dituturkan Abi."Ada apa, Sayang? Kenapa kamu seperti kesal begitu? Apa lagi yang mengganggumu, hmm?" tanya Abi sesaat kemudian. Dengan sabar ia membujuk gadis itu agar suasana hatinya tidak buruk."Aku nggak percaya dia hanya keponakan jauh, karena tadi pas di kampus aku ngelihat sendiri Naya sangat kesal padanya. Aku kenal Naya dengan baik. Kalau nggak ada s

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Ternyata....

    Wajah Kanaya memerah seketika, luar biasa malu karena aksinya tersebut diketahui oleh Davin. Sungguh sial, bak jatuh harga dirinya di hadapan lelaki yang ia benci itu. Namun ironisnya, detak jantung justru bertalu tak menentu, tanpa ia tahu apa gerangan sebabnya."Lo nggak usah ge-er deh, gue cuma mau lewat dan nggak sengaja lihat lo. Tuh, kalau nggak percaya!" Dengan ketus Kanaya menunjuk meja makan yang masih berserakan. "Gue baru kelar makan," lanjutnya.Ia bersikap sinis bukan semata-mata untuk mengelak dari tuduhan Davin, melainkan juga untuk menenangkan hati yang dengan tidak tahu malunya malah berdebar-debar.Sambil tersenyum, Davin pun mengikuti arah pandangan Kanaya. Mencoba tak memperpanjang masalah dan percaya saja dengan alasan yang keluar dari bibir gadis itu."Kalau gitu aku juga mau makan," ucapnya dengan santai, seolah tak merasa bahwa barusan sudah membuat batin Kanaya kacau."Terserah!"Kanaya kembali melayangkan jawaban ketus. Ditatapnya Davin dengan sinis, lantas d

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Davin Berulah

    Kanaya tak sadar berapa lama waktu yang ia habiskan untuk menangis. Satu yang ia tahu, pikiran yang semula kalut dalam sendu terseret kembali ke alam nyata saat ia mendengar derap langkah cepat yang saling berkejaran.Kanaya tersentak dan mengangkat wajah, lantas bergegas bangkit sembari menghapus air mata dengan lengan bajunya."Duduk kamu!"Kanaya mengernyit ketika mendengar bentakan suara Abi. Kemudian rasa penasaran membawanya melangkah pelan dan berhenti di balik dinding pembatas. Ia mengintip adegan yang terjadi di ruang tengah sana. Sang ayah berkacak pinggang, menatap nyalang pada Davin yang kala itu duduk menunduk di sofa. Rambut dan pakaiannya tampak kusut, bahkan beberapa kancing kemejanya terlepas. Entah apa yang terjadi."Apa yang ada di pikiranmu, hah? Bisa-bisanya menghajar mahasiswa baru sampai mereka masuk rumah sakit! Kamu pikir ini hebat, hah?""Aku menguliahkan kamu bukan untuk menjadi preman! Kamu kuliah untuk masa depan, Davin!""Cukup sekali ini kamu berulah. Ji

  • Mencintai Anak Istri Kedua Papa   Tidak Bisa Membawamu

    Davin Reswanda! Dialah lelaki yang ditunjuk-tunjuk Mireya. Cowok cakep yang katanya anggota BEM, yang katanya punya motor keren, ternyata adalah lelaki yang tinggal di rumahnya, lelaki yang kehadirannya membawa prahara besar dalam keluarga."Tuh kan, Nay, lo juga langsung terpana. Lo pasti terpesona kan sama kegantengan dia?""Nggak heran sih, pesona dia itu emang luar biasa. Cewek mana coba yang nggak klepek-klepek. Udah, Nay, nggak usah malu. Akui aja kalau lo sekarang ikutan ngefans sama dia. Iya, kan?""Lo mau tahu nggak namanya siapa? Davin Reswanda. Bagus, kan? Cocok banget tahu sama tampangnya yang keren dan ganteng maksimal itu."Mireya terus berisik di sampingnya. Namun, tidak sedikit pun Kanaya memberikan tanggapan. Ia hanya diam, menatap sosok lelaki yang sedang berjalan santai di depan sana. Kanaya tak mengerti, dunia atau garis hidupnya yang sempit. Dari sekian banyak mahasiswa yang ada di fakultas tersebut, mengapa harus Davin yang menarik perhatian Mireya. Bukankah masi

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status