Share

Malam Pertama?

Rizal bergegas bangun dan merapikan penampilannya, kemudian menatap tajam Via yang baru bangun dan berkata, "Kok saya ada di kamar Pak?"

"Banyak tanya! Cepat sekarang ke kamar saya," sahut Rizal ketus.

"Mau ngapain? Seharusnya Bapak lagi malam pertama sama bu Zahrah, kenapa saya disuruh ke kamar Anda?" tanya Via.

Rizal tidak mengatakan apa-apa, kemudian membawa gadis itu ke kamarnya dan mengatakan kalau Zahrah ingin bertemu. Via, mengerti dan masuk ke dalam kamar Rizal.

"Via, sekarang mandi ya! Pakai baju milikku ini. Setelah itu, kita makan malam," ujar Zahrah dengan lembut.

"Baik Bu," sahut Via lembut.

Gadis itu tersenyum dan mengambil baju milik Zahrah, kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri sambil terus berpikir bagaimana caranya pulang, karena hari sudah malam.

Via juga berpikir, pasti kedua orang tuanya sangat cemas dan memikirkan dirinya yang tak kunjung pulang sudah dua hari ini.

"Nanti aku hubungi mama," gumam Via.

Setelah selesai mandi dan mengenakan baju milik Zahrah, Via keluar dan menghampiri istri dang guru yang berada di ranjang pengantin.

"Sudah selesai?" tanya Zahrah dengan lembut.

"Sudah Bu" jawab Via pelan.

Kemudian, mereka berjalan menuju meja makan dan duduk di sana. Rasanya Via sangat canggung berada di keluarga Rizal. Namun, mau bagaimana lagi, dia pulang sudah tidak diperbolehkan oleh sang guru.

"Sudah jangan pulang! Tadi, papamu menelpon dan saya mengatakan kalau kamu akan ikut saya pulang besok," ucap Rizal dengan ketus.

"Nak, jangan malu ada di sini, karena kamu sudah kami anggap sebagai adiknya Rizal," sambung Maryam.

Via tersenyum dan menjelaskan kalau dirinya malu, dan Maryam menyakinkan gadis itu, bahwa dirinya juga bagian dari keluarganya sekarang.

"Terima kasih ya Bu! Sudah baik sekali pada saya," ujar Via dengan lembut.

"Iya Nak," sahut Maryam lembut.

Mereka semua mulai makan makan bersama, dan Rizal terus melirik ke arah Via tanpa sepengetahuan sang empunya dan keluarganya.

Setelah selesai, Via langsung masuk ke dalam kamar untuk menangis. Sebab, Rizal juga masuk ke dalam kamar bersama dengan Zahrah. Gadis itu berpikir pria yang dicintai pasti melakukan malam pertama.

Namun, kenyataannya Rizal hanya duduk di sofa. Padahal, Zahrah sudah berganti baju dengan lingerie seksi tembus pandang, dan dia sama sekali tidak bernafsu sedikitpun.

"Zahrah, saya keluar sebentar ya! Kamu, tidur saja duluan," ujar Rizal lembut.

Sontak saja membuat Zahrah kesal. Sebab, sang suami malah pergi saat malam pertama mereka. Bahkan, dirinya berpakaian seksi tidak menggoda dimatanya.

"Tapi Mas, ini malam… " Zahrah tidak sempat meneruskan ucapannya, karena Rizal sudah pergi dari kamar mereka.

Zahra kesal dan merobek-robek lingerie miliknya, kemudian dia berganti baju dengan mengenakan piyama seperti biasa saat belum memiliki suami.

***

Rizal duduk di sofa sambil bermain ponsel, membalas semua pesan masuk yang tidak sempat dibalasnya. Sebab, sejak pagi tidak membuka ponsel.

Ada pesan yang baru masuk dari Via, membuat Rizal sangat geli dan tertawa seorang diri.

"Ada-ada saja bocah ini! Tau kata malam pertama segala," gumam Rizal.

Pria itu membalas pesan Via, dan mengatakan kalau dirinya ada di ruang tamu. Membuat gadis cantik itu berhenti menangis, dan sangat bahagia.

"Rizal tidak malam pertama," gumam Via dengan sangat bahagia. Bahkan, dirinya melompat-lompat di ranjang.

"VIA ANASTASYA!"

Bersambung.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status