Share

bab 107. Valentina

last update publish date: 2025-02-25 10:21:00

“Selamat pagi, apakah di sini tempat untuk pengambilan seragam sekolah?” Seorang pria masuk ke ruang administrasi dan tempat pendaftaran siswa baru.

Maryam mendongak, dan… dia terkejut saat mengenali wajah pria itu, Zakki Wiratama. Pria usia 33 tahun itu juga tampak kaget saat melihat Maryam.

“Maryam, kamu … kerja di sini?” tanya Zakki.

“Iya.”

“Hmmm… saya mau mengambil seragam buat anak saya. Dia baru mendapatkan satu stel yang hari ini dipakainya, katanya masih ada dua stel seragam lagi.”

“Oh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintai Seorang Climber   bab 397. Menyangkal

    Pak Ardi dan Bu Marianne serentak bergerak menghampiri anak-anaknya, ketika melihat Zakki berteriak kesakitan karena lengannya dipelintir oleh Marco.“Lepaskan Marco! Dia kakakmu!” teriak papanya.Marco melepas pegangannya pada lengan Zakki, dengan cara mendorong. Tentu saja dorongan yang bertenaga, membuat tubuh Zakki jatuh terjengkang ke lantai. Anita menjerit, memegangi tubuh suaminya, lantas dia memarahi Marco.“Kamu itu adik macam apa, Marco? Kang Zakki itu kakak sulungmu, yang selalu melindungi kamu waktu kamu masih kecil! Kang Zakki yang selalu mengalah padamu, bahkan memberikan bengkel dan showroom Black Falcon yang sudah berkembang pesat, untuk tempatmu bekerja. Supaya kamu tidak kelihatan seperti orang yang gagal! Lantas seperti ini cara kamu membalas kebaikan kakakmu? Dengan semena-mena kamu menganiaya kakakmu!”“Kang Zakki yang lebih dulu mau memukul aku. Barusan itu aku hanya membela diri!”Anita masih emosi, “Membela diri itu cukup dengan memghindar saja! Tapi kamu senga

  • Mencintai Seorang Climber   bab 396. Bukti Kebohongan

    Zakki merasa tidak senang karena istrinya tiba-tiba muncul di ruang makan, dan langsung nimbrung dalam percakapan, itu pun dengan cara membantah ucapan Pak Ardi,“Anita, sebaiknya kamu bersikap sopan pada orang tua!” tegur Zakki.“Maafkan saya Pa, Ma.” Anita menghampiri kedua mertuanya, mencium tangan mereka.Pak Ardi menatap Anita yang tampak pucat dan lelah. Anita baru saja cuci muka, tidak sempat memoles wajah dengan bedak, karena dia khawatir suaminya salah omong soal bayi itu. Anita tidak mau Pak Ardi terus saja mempertanyakan asal-usul Calvin.Namun yang tidak diduga oleh Anita, alasan dari pertanyaan Pak Ardi soal asal-usul Calvin, soal siapa ibu kandung Calvin, ternyata berkaitan dengan pewarisan perusahaan. Pak Ardi kembali bicara, bahwa dia membangun seluruh bisnisnya dari nol, dengan susah payah. Maka dia tidak mau ada seseorang yang “bawa sial” ikut masuk dalam manajemen perusahaan. Menurut Pak Ardi, anak hasil “khilaf sesaat” adalah seseorang yang bakal bawa sial jika kel

  • Mencintai Seorang Climber   bab 395. Khilaf Sesaat

    Keesokan hari, usai salat subuh, Marco bersiap pergi.“Bang, di luar masih gelap. Mau ke mana?” tanya Maryam.Marco menatap istrinya yang masih pakai mukena, duduk di sajadah, menekuni Alquran. Itulah aktivitas Maryam usai salat subuh. Sering kali Marco melihat mata Maryam yang basah setelah zikir panjang dan membaca Alquran. Mata seorang istri yang merasa dirinya tidak berguna, karena tidak bisa melahirkan bayi yang hidup. Seperti itulah runtuhnya mental Maryam, terpuruk, dan sedang berusaha dibangkitkan lagi semangatnya.Sementara di sana, ada seorang bayi, yang berusaha disembunyikan oleh kakaknya, oleh mamanya. Bayi yang masih dipertanyakan siapa ibu kandungnya. “Aku mau ke vila, kamu mau ikut? Kamu belum pernah diajak ke vila milik keluargaku.” Ingin rasanya Marco mengatakan hal itu, tapi dia berpikir ulang.“Ada keluargaku di vila, mungkin mereka akan membahas tentang bayi itu. Lantas apa yang akan kulakukan ketika aku datang ke hadapan mereka? Aku akan membeberkan semua yang a

  • Mencintai Seorang Climber   bab 394. Kebohongan Harus Diakhiri

    Pak Ardi tidak mengerti, kenapa cucunya tidak boleh dibawa ke rumah.Bu Marianne menjelaskan, “Sekarang sudah malam, Pa. Masak mau membawa bayi ini malam-malam? Biarlah Calvin tinggal di vila ini bersama Maisaroh. Biar bagaimana pun, kita ini kan, orang lain buat Maisaroh. Ibu yang lagi menyusui itu mesti dibuat tenang hatinya, supaya lancar ASI. Vila ini cocok untuk tempat tinggal sementara buat Maisaroh. Di sini sepi, Maisaroh bisa lebih bebas tinggal di sini, lebih tenang. Penjaga vila kan, tinggalnya di paviliun bagian belakang, terpisah dari bangunan yang ditempati oleh Maisaroh. Coba kalau Maisaroh tinggal di rumah kita, dia pasti merasa canggung karena banyak orang.”“Di rumah kita juga ada paviliun yang terpisah dari rumah utama, Maisaroh bisa tinggal di paviliun rumah kita, seolah tinggal di rumah pribadi, enggak campur baur dengan yang lain. Kenapa dia mesti tinggal di vila?”“Udara di sini juga lebih segar dan sehat buat bayi.”“Memangnya udara di rumah kita penuh polusi? T

  • Mencintai Seorang Climber   bab 393. Bayi yang Disembunyikan

    Mobil Marco tiba di jalan menuju vila. Dari kejauhan Marco sudah melihat mobil milik mamanya yang terparkir di halaman depan vila. Marco tidak lanjut melajukan mobilnya memasuki jalan kecil menuju vila milik keluarganya itu, dia malah mengendarai mobilnya menjauhi area tersebut. Marco tiba di jalan desa, lantas dia memilih parkir mobil itu di depan sebuah bengkel kecil yang sudah tutup. Ada orang yang tinggal di bangunan kecil yang jadi tempat menyimpan peralatan bengkel. Marco kenal dengan orang itu. Dia mengetuk pintu.“Eh, ada Den Marco. Ada apa, malam-malam ke sini?”“Kang, mau titip mobil ya.” bisik Marco, “saya mau ke vila, di sana lagi ada keluarga saya. Mereka enggak tahu saya mau datang. Saya mau bikin kejutan, surprise gitu lah.”“Oh, begitu. Ya sudah, taruh saja mobilnya di belakang bengkel ini. Di sini masih lahan punya saya.”Setelah memarkir mobilnya di belakang bengkel itu, Marco kembali menemui pemilik bengkel. “Nuhun atuh Kang, ini ada sedikit buat ngopi malam-malam.”

  • Mencintai Seorang Climber   bab 392. Membuat Kebohongan Baru

    Zakki yang sedang berada di rumah barunya, di Serang, Banten, menerima chat dari mamanya.Mama: (Papa sudah tahu soal Humaira yang bukan istri sirimu.)Zakki: (Bagaimana Papa bisa tahu?)Mama: (Mungkin Papa menyuruh orang untuk menyelidiki.)Zakki: (Sebatas apa yang diketahui Papa?)Mama: (Sebatas Humaira bukan istri sirimu. Papa marah sekali, mengira bayi itu hanya fiktif. Sekarang Mama sedang dalam perjalanan ke vila Cihideung, karena Papa mau melihat cucunya.)Zakki: (Kalau Papa tahunya sebatas itu, gak apa-apa, aman Ma.)Mama: (Papa tanya siapa ibu dari bayi itu? Mama mesti jawab apa?)Zakki: (Bilang aja gak kenal. Biar nanti aku yang jelaskan sama Papa.)Mama: (Kamu mau datang ke Bandung?)Zakki: (Ya Ma, biar Papa mendengar penjelasan dari mulutku.)Mama: (Mau kamu jawab apa, kalau Papa tanya siapa ibu bayi itu?)Zakki: (Nanti aku pikirkan lagi.)Mama: (Zakki, kalau kamu membuat kebohongan baru, lama-lama bakal ketahuan juga. Papa bisa makin marah.)Zakki termenung setelah menjaw

  • Mencintai Seorang Climber   bab 335. RS Kelas C

    Anita menyuruh seorang ART untuk mengambilkan travel bag berisi pakaian yang sudah dipersiapkan di kamar Maryam. Anita menelepon dan mengirim pesan pada beberapa orang. Kemudian Anita meminta satpam rumah yang bernama Didin untuk mempersiapkan mobil. Didin adalah satpam berusia 45 tahun, sudah sepu

  • Mencintai Seorang Climber   bab 333. Ingin Anak Laki-Laki

    Ketika Zakki pulang kerja, Anita menanyakan keberadaan kedua mertuanya.“Papaku lagi berobat di rumah sakit, di Penang, Malaysia,” jawab Zakki, “enggak mungkin lah kalau sembunyi di Puncak. Papa kan, enggak mungkin diajak bohong soal urusan Maryam. Si Marco itu kan, sekutu papa yang paling dekat. P

  • Mencintai Seorang Climber   bab 332. Alasan Sakit

    Zakki agak kesal karena dia merasa lelah baru pulang kerja, tapi istrinya malah memberondongnya dengan banyak pertanyaan tentang boneka bayi yang dibawa pulang.Anita masih bicara dengan nada yang menuntut jawaban segera, “Kang, kalau nanti anak Marco diberitakan meninggal, aku kira beberapa keraba

  • Mencintai Seorang Climber   bab. 330. Newborn Baby

    Selesai sarapan, Anita bicara pada Maryam.“Aku mau ikut Kang Zakki ke bengkel, mau ambil mobilku. Nanti aku pasti buru-buru pulang, nggak mampir-mampir dulu.”“Iya.”Zakki turut bicara, “Kamu enggak sendirian di rumah, ada ART dan satpam. Sudah aku wanti-wanti sama mereka untuk ikut jagain kamu.”

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status