Share

Bab 212

Author: Naiynana
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-26 22:39:24

“Steve,” panggil Ginna serak. Mendadak saja merasa tegang, takut, terkurung di sana berdua dengan Stephen. Padahal jelas-jelas pria itu adalah suaminya.

Pikirannya bercabang kemana-mana gara-gara melihat pintu yang dikunci dari dalam. Tak mungkin kan Stephen mengajaknya macam-macam? Ini masih di rumah sakit!

Stephen kemudian berpaling dan menatap Ginna. Pria itu tersenyum melihat raut gugup di wajah sang istri.

“K-kenapa dikunci?” bisik Ginna.

“Karena aku tak ingin diganggu. Aku ….” Stephen kem
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (11)
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
lega steve ??? ......... udah unboxing di rs abis gitu ditinggalin lagi. dah lah nih mp yg paling wah di novelmu naiy..
goodnovel comment avatar
Ari Sukma
Ya ampunn.. Steveee.. masa' unboxing virgin di Rumah Sakit
goodnovel comment avatar
Rosyani Rini
beneran di kantor...mana di buru waktu ............
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 302

    “Aaaargghh!” “Aarrggghh!” “Wait! Wait! Arrgghhhh!” “Noooo! Aaarrgggh!”Ling Ling menengok ke arah ruang perawatan tubuh, begitu juga kawan-kawannya yang lain. Di luar jendela salon, suara klakson tuk-tuk dan hiruk-pikuk Jalan Sukhumvit terdengar bersahut-sahutan, tapi suara teriakan William dari dalam ruangan masih kalah nyaring. Pemuda itu berteriak seolah-olah sedang diinterogasi agen rahasia.“Itu si Willy gak apa-apa, kah?” tanya Donna, cemas.“Lagi diapain dia di dalam? Mana terapisnya dari tadi ngomong Khab-khab terus, jangan-jangan Willy di-SmackDown?” Ling Ling ikut bertanya-tanya, lehernya memanjang berusaha mengintip dari balik tirai sutra khas Thai.“Tenang saja, paling dia lagi dipijat dan dilulur,” jawab Martha menenangkan. “Ini salon tradisional paling populer di Bangkok. Semua lulur, spa, semua racikan sendiri dengan resep-resep kecantikan khas Kerajaan Thailand kuno. Lihat saja review di internet. Ratingnya bagus-bagus.”Para wanita menuju lansia yang sedang menikmati

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 301

    Sepasang mata berkacamata mengintip dari balik kerumunan orang-orang yang berteduh dari derasnya hujan. Mata itu milik William. Pemuda yang diam-diam tengah mengamati ke arah toko bunga.Shaynala ada di sana. Berdiri bingung menatap bunga dan payung di tangannya.Gadis itu berkali-kali melirik arlojinya sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dengan menggunakan payung tersebut.William tersenyum. Setelahnya, pemuda itu pun turut pergi, berlawanan arah. Berjalan menembus hujan. Basah-basahan dengan hati yang begitu ringan.Tak masalah meski payung satu-satunya ia berikan. Jangankan hanya payung, apa pun ia akan usahakan untuk Shaynala.Sampai di hotel tempatnya menginap bersama sang nenek, William langsung kena omel. Ling Ling marah-marah karena cucu kesayangannya malah hujan-hujanan.“Terus roti pesenan nenek mana?” tanya Ling Ling.“Hah? Astaga! Lupaaa!”Ling Ling berdecak, tetapi tak lanjut marah.“Ya sudah. Mandi sana. Jangan kemana-mana lagi. Harus tidur cepat. Besok kamu harus be

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 300

    Shaynala meeting bersama timnya di venue pertandingan akan dilaksanan. Selain untuk mengecek tempat dan segala macamnya, ia juga membahas pertandingan yang sudah di depan mata. Johan berkali-kali memberi catatan-catatan penting tentang kelemahan dan kelebihan Shaynala sepanjang latihan. Pria itu juga tak lupa membahas Tingkat kesulitan dari lawan yang akan dihadapi.“Ivana Frederick. Dia juara bertahan. Dia terkenal dengan pukulan mautnya. Hati-hati. tapi setelah kuamati, dia selalu menyasar bagian kiri. Jadi, kamu harus lebih perhatian ke sana. Jangan sampai memberi celah buat si Ivana mukul bagian kirimu.” Johan menejelaskan.Shaynala manggut-manggut, sambil sesekali mencatat. Rapat pun masih berlangsung hingga setengah jam kemudian.Di luar venue, Arsen sudah pegal menunggu. Ia memang menemani Shaynala, menggantikan Hamish yang sedang ada rapat darurat secara daring.“Ah, lama sekali. Kalian ini sekalian bahas dollar yang makin naik itukah? Pantatku sudah tepos tahu gak?” tanya Ars

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 299

    William berlari dan hampir tersandung trotoar gara-gara mukanya terhalang penuh oleh kibar-kibar daun topi milik Martha yang selebar tempayan. Untung saja di sisinya, dua kawan Ling Ling begitu sigap menariknya agar terus berlari.Beberapa orang menoleh. Terheran-heran melihat gerombolan wanita dengan dress bunga-bunga berlarian seperti tengah dikejar hantu. Ling Ling bahkan sampai mengangkat dressnya hingga selutut agar memudahkannya bergerak.“Haaahhh! Hah! Hah! Hampir sajaaa!” Ling Ling terengah-engah, mengatur napas. Ia dan kawanannya akhirnya bisa menjauh dari restoran tempat Hamish dan Shaynala makan.“Kamu ini bagaimana? Kenapa pilih restoran itu?” Martha protes seraya melepas topinya dari kepala William.“Mana aku tahu kalau Hamish makan di sana. Sepertinya dia mengingap di hotel dekat situ,” jawab Ling Ling.“Di hotel mana kira-kira mereka tinggal. Takut kalau ternyata tahu-tahu satu hotel. Eh, kamu coba tanyakan anakmu. Suruh tanya Hamish dia nginap di hotel mana.” Donna yan

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 298

    BUGGG!Sebuah pukulan keras mengenai samping kepala Johan yang tertutup pelindung. Pria berdarah Ambon itu terhuyung sebelum akhirnya kembali menegakkan tubuhnya.“Apa ada hal baik, Nala?” tanya Johan sambil kembali kuda-kuda.“Kenapa memang?” tanya Shaynala dengan mata tetap waspada, memindai gerak-gerik Johan.“Pukulan-pukulanmu hari ini mengerikan. Tapi meski begitu, energimu tak cepat habis. Pasti moodmu sedang baik sekali. Apa ada kabar bagus? Atau karena ini pertandingan resmi terakhirmu?”Shaynala terdiam sejenak. Pikirannya kembali dipenuhi sosok William. Ia senang karena di sesi les kemarin, ia beberapa kali berinteraksi. Tanya jawab dan sempat saling bertukar senyum beberapa kali.BUGGGG!“Hkkk!”Shaynala terpelanting. Ia baru saja kena pukulan Johan.“Sejak kapan di atas ring bisa melamun, Nala? Hah?” teriak Johan galak.Shaynala terengah, lalu kembali berusaha bangkit.“Sudah kukatakan beribu-ribu kali, jangan pernah membiarkan pikiranmu terpecah! Jangan pernah buat kepala

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 297

    William menggeret kopernya memasuki bandara. Hari ini, ia akan terbang ke Thailand. Perasaannya membuncah-buncah membuatnya tubuhnya panas dingin. Gugup, tegang, senang, juga takut bercampur baur menyesaki dadanya.Ia kemudian berdiri mematung di tengah arus lalu Lalang calon penumpang. Jemarinya mencengkram erat genggaman koper kabin dan paspor yang mulai terasa lembab oleh keringat dingin.“Aku akan kembali bertemu Nala,” gumamnya seraya mendongak. Menatap lurus-lurus sebuah pengumuman jadwal penerbangan elektornik raksasa di hadapannya.Matanya gelisah, memindai baris demi baris teks digital yang terus berganti warna. Mencari satu kata kunci yang sedari tadi membuat jantungnya bertalu: BANGKOK.William mengembuskan napas panjang lewat mulut. Di Bangkok nanti, ia mungkin akan kembali merajut kisah yang sudah lama tersimpan rapi di dalam kotak yang dibiarkan berdebu. Dan ia berharap, perjalanan kali ini akan sukses. Berharap kisahnya bisa berjalan serta berakhir dengan baik.“Will, j

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 222

    “Apa?” Sarah yang sedang menggendong Eldan menatap Hamish dan Elias bergantian. Anak dan cucu lelakinya itu mendekatinya dengan wajah-wajah serius.“Ma, Mama yakin mau tinggal di sini?” tanya Elias.“Kalo tak yakin buat apa bicara?” jawab Sarah.“Terus rumah Mama bagaimana? Kosong?” lanjut Elias.“

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 230

    “Papa?” Stephen terkejut melihat ayahnya yang sudah seperti ikan kehabisan air. Wajahnya merah padam, basah penuh keringat bercampur air mata dengan napas yang megap-megap.Sungguh memprihatinkan kondisi pria berambut tipis hampir botak dengan mata segaris itu.“Aiyaaaaa papanya Steve! Ginna yang m

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 21

    Kalea menoleh pada Hamish. Tepat seperti yang diperkirakan pria itu, Kalea menatapnya dengan mata berkaca-kaca—hampir menangis.Hamish merundukkan kepala dan wajahnya hingga sejajar dengan gadis itu. Menunjuk ke tiga orang desainer yang sedang sibuk dengan komputernya masing-masing.“Kurang lebih,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 16

    Kalea mau tak mau datang mendekat. Kepalanya menunduk dengan jari jemari saling bertaut.“Angkat wajahmu!” perintah Hamish.Kalea mendongak, tetapi tak berani menatap mata pria itu. Apalagi dalam jarak sedekat itu.“Apa kamu selalu seperti itu jika sedang marah?” tanya Hamish.“Seperti apa?” tanya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status