Share

Bab 212

Author: Naiynana
last update publish date: 2026-02-26 22:39:24

“Steve,” panggil Ginna serak. Mendadak saja merasa tegang, takut, terkurung di sana berdua dengan Stephen. Padahal jelas-jelas pria itu adalah suaminya.

Pikirannya bercabang kemana-mana gara-gara melihat pintu yang dikunci dari dalam. Tak mungkin kan Stephen mengajaknya macam-macam? Ini masih di rumah sakit!

Stephen kemudian berpaling dan menatap Ginna. Pria itu tersenyum melihat raut gugup di wajah sang istri.

“K-kenapa dikunci?” bisik Ginna.

“Karena aku tak ingin diganggu. Aku ….” Stephen kem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
lega steve ??? ......... udah unboxing di rs abis gitu ditinggalin lagi. dah lah nih mp yg paling wah di novelmu naiy..
goodnovel comment avatar
Ari Sukma
Ya ampunn.. Steveee.. masa' unboxing virgin di Rumah Sakit
goodnovel comment avatar
Rosyani Rini
beneran di kantor...mana di buru waktu ............
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 293

    “William?”Shaynala menegak. Matanya membelalak dengan tanpa sadar mulutnya menganga. Gadis itu terkejut setengah mati melihat wajah di balik masker itu.Dia William. Teman masa kecilnya. William yang selama ini selalu ia rindukan sekaligus ia hindari.Dari semua ketidakmungkinan untuk bertemu itu, ia tak pernah mengira sama sekali bisa berjumpa dengan William di forum seperti ini. Dalam sebuah kebetulan yang benar-benar tak terduga.Kurang lebih empat tahun ia berusaha sama sekali tak pernah bertemu William. Sama sekali tak mencari kabarnya, menahan diri untuk tak pernah ingin tahu perkembangan pemuda itu, sama sekali tak pernah melihat seperti apa William sekarang. Dan hari ini, apa yang selalu dihindarinya muncul dengan sendirinya. Tepat di depan mata.William hari ini sungguh berbeda sama sekali dengan William yang selama ini tertinggal dalam memorinya. Tak ada William berwajah cekung nan kurus. Kacamata bulat tebal dengan postur sedikit bungkuk karena terlalu banyak membaca.Wil

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 292

    “Tuaaaan! Tuaaaaan!” Diana lari tergopoh-gopoh. Mencari Hamish yang sedang memberi makan kelinci di halaman belakang.“Ada apa?” tanya Hamish.“Tuaaann! Ada mobil balap masuk ke rumah, Tuan.” Diana mengadu dengan satu tangan menunjuk-nunjuk.“Mobil balap?” Hamish langsung berdiri. “Mobil balap apa?”“Mobil balap yang kayak dulu Tuan punya waktu Tuan muda. Yang pintunya dua, Tuan.”Hamish mengerutkan dahi.“Memang siapa yang datang?” tanya Hamish sembari bertanya-tanya siapa gerangan yang memakai mobil balap datang ke rumahnya.“Saya tidak tahu, Tuan. Belum sempat melihat. Belum turun orangnya. Tapi dari bayangannya saya lihat itu Nala. Dan yang bawa mobil itu kayak cowok, Tuan. Apa mungkin pacarnya?”Hamish melotot dan seketika itu juga berlari ke depan. Dan benar, sebuah mobil sport merk kuda jingkrak terparkir tepat di muka rumahnya.Hamish mendekat dan terkejut karena Shaynala keluar dari mobil tersebut.“Kamu sama siapa?” tanya Hamish. Matanya menilik ke arah depan mobil tersebut.

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 291

    Seorang pemuda jangkung berbadan tegap dengan rambut gondrong sebahu keluar dari mobil sportnya yang mentereng.Pemuda itu berkacak pinggang sebentar, menatap gerbang tinggi sekolah menengah atas di seberang jalan yang sudah macet dengan deretan kendaraan yang hendak menjemput para siswa.Pemuda dengan jaket baseball-nya itu menyebrang. Berjalan di antara ramainya para siswa yang baru keluar dari sekolah. Kepalanya sesekali celingukan, mencari seseorang.“Hai!” sapanya pada segerombolan anak perempuan yang tengah berjalan saling bergandengan sambil cekikikan.Tawa mereka seketika mereda, berganti tatapan berbinar penuh kekaguman.“H-haii!” mereka serempak balas menyapa. Senyum-senyum di bibir para gadis seketika merekah bersamaan.“Ganteng bangettt!” Bisik-bisik mulai terdengar.“Boleh tanya?” ucap si pemuda sembari menyugar rambut gondrongnya.“Oh, boleh dong. Tanya apa?”“Apa saja silakan?”“Kita siap menjawab.”Para gadis berebutan bicara dengan gaya centil.“Kalian tahu Nala? Shay

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 290

    Shaynala berjalan gontai dengan lima buku tebal berisi latihan-latihan soal di tangannya. Kepalanya serasa hendak pecah. Ia sudah lelah berlatih keras untuk kejuaraan boxing internasional yang akan diikutinya pekan depan dan sekarang tengah pusing-pusingnya belajar untuk persiapan ujian masuk universitas.Lorong sekolah tengah ramai. Anak-anak di angkatannya sedang sibuk-sibuknya membahas universitas-universitas yang akan menjadi tujuan mereka. Tak sedikit dari mereka yang bahkan sudah stress gara-gara ujian sekolah juga ujian seleksi perguruan tinggi. Ya, tak jauh beda keadaannya dengan Shaynala saat ini.Shaynala menghela napas. Melirik jam tangan sporty-nya, lalu mempercepat langkahnya. Pulang dari sekolah, ia masih harus mampir ke sasana. Ia hendak mengambil baju-baju kotor bekas latihan tinjunya yang tertinggal di loker kemarin.“Nala! Nala!” Hanny, Seorang gadis berkacamata tebal mengejar Shaynala. Di tangannya, berkibar beberapa lembar flyer universitas negeri. Gadis itu kawan

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 289

    Shaynala melilit handwraps di tangan sebelum nanti dibungkus sarung tinju. Gadis itu tengah berlatih mati-matian untuk mengikuti kejuaraan boxing internasional U 18. Dan dengan sangat berat hati, kejuaraan kali ini adalah kejuaraan terakhir yang akan diikutinya.Shaynala akan mengakhiri kariernya sebagai atlet boxing setelah menjalaninya dari sejak ia duduk di bangku SD.Gadis itu kemudian mengikat rambutnya yang sudah panjang hingga punggung. Kepalanya menoleh, menatap Hamish yang berdiri bersedekap, mengawasi dari ambang pintu sasana.Hamish balas menatap Shaynala. Pria itu tersenyum, lalu mengacungkan jempol. Memberi semangat berlatih pada putrinya yang kini sudah berusia tujuh belas tahun.Tak terasa, waktu berputar begitu cepat. Gadis itu kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik. Wajahnya mirip dengan Hamish, tetapi proporsi badannya menjiplak tubuh Kalea.Dan semakin besar Shaynala, semakin sibuk Hamish mengantar putrinya itu kemana-mana. Sadar bahwa putrinya semakin banyak

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 288

    “Pa.”Setelah sekian lama bungkam, William akhirnya membuka mulut. Menatap Stephen dengan takut-takut.Remaja dengan jeans gombrong dan atasan hoodie hitam pemberian Shaynala di ulang tahunnya ke tiga belas kemarin itu kemudian memandang suasana di sekitar bandara.Hatinya sangat berharap kalau di antara ramainya orang-orang, ada sosok manusia favoritnya di sana. Namun, sekeras apa pun usahanya mencari, keberadaan Shaynala memang tak pernah ada.“Kenapa?” tanya William seraya mendorong troli berisi barang-barangnya.“Kalau misal aku gak betah di Jepang gimana? Kalau misal aku gagal gimana?” William berbisik begitu pelan. Takut kalau ayahnya akan marah.“Kamu bicara seperti ini karena Shaynala, kan?” Stephen balik bertanya. Pria itu menghentikan langkahnya sejenak, lalu menatap serius pada William.“Kamu menyesali keputusanmu pergi ke Jepang?” tanyanya. Tegas, tetapi tetap lembut.Di belakang, Ginna juga Ling Ling dan adik-adik William yang hendak mengantar langsung memisahkan diri. Ta

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 222

    “Apa?” Sarah yang sedang menggendong Eldan menatap Hamish dan Elias bergantian. Anak dan cucu lelakinya itu mendekatinya dengan wajah-wajah serius.“Ma, Mama yakin mau tinggal di sini?” tanya Elias.“Kalo tak yakin buat apa bicara?” jawab Sarah.“Terus rumah Mama bagaimana? Kosong?” lanjut Elias.“

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 230

    “Papa?” Stephen terkejut melihat ayahnya yang sudah seperti ikan kehabisan air. Wajahnya merah padam, basah penuh keringat bercampur air mata dengan napas yang megap-megap.Sungguh memprihatinkan kondisi pria berambut tipis hampir botak dengan mata segaris itu.“Aiyaaaaa papanya Steve! Ginna yang m

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 220

    Hamish mondar-mandir. Ia sedang menunggu satpam rumahnya yang sengaja ia telpon dan diminta tolong untuk membelikan beberapa tespek.Ia begitu gelisah. Antara harapan yang setinggi gunung dan juga ketakutan akan rasa kecewa.“Kalau misal nanti hasilnya negatif ….”“Ssstt! Tak masalah!” Hamish memot

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 16

    Kalea mau tak mau datang mendekat. Kepalanya menunduk dengan jari jemari saling bertaut.“Angkat wajahmu!” perintah Hamish.Kalea mendongak, tetapi tak berani menatap mata pria itu. Apalagi dalam jarak sedekat itu.“Apa kamu selalu seperti itu jika sedang marah?” tanya Hamish.“Seperti apa?” tanya

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status