Share

BIP

Penulis: Shinee
last update Tanggal publikasi: 2026-07-18 14:36:15

Caleb perlahan mengangkat wajahnya, namun ia menolak memberikan jarak.

​Bibir mereka terpisah hanya sejengkal, begitu dekat hingga udara yang mereka hirup adalah napas satu sama lain yang terasa panas dan memburu. Dan saat itulah ia melihatnya.

​Mata Aurelia masih terpejam. Bukan karena terkejut, bukan pula karena takut. Wanita itu tenggela sepenuhnya menyerahkan diri pada sensasi yang baru saja menyengat mereka.

​Jantung Caleb berdentum begitu keras, menghantam rongga dadanya hingga nyaris men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Baim Ibrahim
lanjut ...............
goodnovel comment avatar
Yuli Ani
satukan mereka ya Thor
goodnovel comment avatar
Indah Anshori
ditunggu yg panas2 lagi kak, wkwkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Jawaban Atas Lamaranku

    "Aku melihat Tn. Hamilton mengantarmu." Tiba-tiba saja Barbara sudah ada di belakangnya."Aku belum pernah menemukan pria semenyebalkan itu." Akhirnya Aurelia meluapkan semua kekesalannya pada sahabatnya itu. "Jadi, dia ingin kalian tinggal bersama?""Lebih gila dari itu." Aurelia memutar bola matanya. "Aku tidak mengerti apa yang merasuki otaknya.""Tentu saja kau," kelakar Barbara dengan nada nakal. Aurelia melotot padanya. "Entah bagaimana yang ada di dalam pikiranku, dia melakukan ini karena dia mencintaimu.""Kau gila!!" Aurelia langsung geleng-geleng kepala. "Caleb si brengsek itu, menyukaiku? Yang benar saja.""Kau ingin mengatakan dia membencimu." Barbara mendorong pintu dan tanpa dikomando, mereka sama-sama duduk di sofa. Berhadapan."Kami memang saling membenci."Barbara tersenyum simpul. "Kau yakin kau membencinya, Aurel?""Barbara jangan membuatku makin jengkel." Aurelia melotot pada temannya itu. Barbara tersenyum penuh arti, membuat Aurelia nyaris mengerang frustasi.

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kita Harus Menikah

    "Malam ini kau benar-benar menyebalkan!" Aurelia tidak menyembunyikan kekesalannya lagi begitu Nathaneil pergi.Caleb menatapnya dengan tenang. "Kupikir aku memang selalu menyebalkan di matamu."Aurelia geleng-geleng kepala. Tanpa menghiraukan Caleb, dia segera menuju kamar. Mengambil bantal dan selimut untuk Caleb.Aurelia melempar bantal dan selimut itu ke atas meja dengan sedikit lebih keras daripada yang diperlukan. "Harusnya kau tidur di rumahmu. Sofa ini tidak akan nyaman untuk kakimu yang panjang.""Terima kasih sudah peduli padaku.""Itu cara halus mengusirmu," Aurelia membeliak.Caleb terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada yang sengaja dibuat drama. "Kau menyakiti hatiku."Aurelia hanya berkedip beberapa kali. Bibirnya terbuka, tetapi tak satu pun kata berhasil keluar. Sejak kapan pria itu pandai bersandiwara?"Selamat malam." Aurelia segera berbalik.Caleb masih menatap punggungnya sampai wanita itu tidak terlihat lagi. Lalu senyum simpul mengembang di sudut bibirnya. "M

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Hilang Kontrol

    "Kau ingin Ayah menikah dengan ibumu?"Maxi mengangguk. "Tentu saja. Bukankah orang tua memang seharusnya menikah. Orang tua Moza juga menikah. Mereka baru merayakan ulang tahun pernikahan mereka."Caleb terdiam sejenak. Ia tahu keinginan Maxi sangat wajar. "Ayah akan berusaha.""Berusaha apa?""Membuat kita tinggal serumah."Mata Maxi langsung berbinar. "Kalau begitu aku membantu Ayah."Caleb tersenyum tipis. "Itu yang ingin kudengar, Jagoan.""Deal."Mereka pun melakukan tos ala dua pria beda generasi. "Kalau begitu Ayah melihat ibumu dulu."Maxi mengangguk. "Mungkin Nath sedang berusaha melamarnya lagi.""Itu tidak akan terjadi," Caleb segera berdiri. Dia dengan langkah lebar menuju dapur. Di sana ia melihat Aurelia sedang tertawa. Reflek dia mendengus. Aurelia tidak pernah seramah itu padanya.Caleb masuk, membuat keduanya menoleh. "Maaf menganggu perbincangan menarik kalian," sarkasnya.Nathaneil tersenyum sopan. "Tidak mengganggu. Kami hanya membahas renovasi."Aurelia nyar

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kenapa Ayah Tidak Menikah Dengan Ibu?

    "Kau sungguh ikut?" Aurelia melotot pada Caleb saat menemukan pria itu di depan pintu rumahnya lengkap dengan kopernya."Aku sudah mengatakan sebelumnya." Caleb mendorong Aurelia agar menyingkir dari pintu. Lalu masuk tanpa dipersilakan."Kau sedang memasak?" Caleb mencium aroma yang sangat sedap dari dapur."Maxi sudah satu minggu bersamamu. Ini baru hari pertama dia pulang.""Dan aku ikut kemana pun putraku." Caleb duduk dengan santai di sofa, seolah rumah itu adalah miliknya. "Kau menyebalkan!"Aurelia menghentakkan kaki dan segera berlalu menuju dapur. "Sepertinya kau lupa itu nama tengahku."Baru saja Caleb hendak beranjak dari tempatnya, bel pintu kembalu berbunyi. Aurelia datang terburu-buru, dengan celemek di tubuhnya."Aku saja," kata Caleb, seraya berjalan ke arah pintu.Saat pintu dibuka, raut wajah Caleb langsung berubah. Pria yang berdiri di depan pintu juga tidak kalah kaget. Nathaneil Reid."Hai," Nathaneil lah yang lebih dulu berhasil menguasai dirinya. Caleb hany

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Kau Pergi, Aku Ikut

    "Ibu, benarkah kita akan tinggal di sini selamanya?""Kau suka?" Aurelia mengusap kepala putrnya itu. Maxi mengangguk. "Sangat suka. Aku jadi punya ayah. Apakah Ayah benaran akan jadi ayahku selamanya?"Sudah waktunya Maxi tahu kebenarannya. Bahwa Caleb memang ayah biologisnya."Max... Ibu ingin mengatakan sesuatu."Maxi mendongak, menatap wajah ibunya yang terlihat serius. "Apakah kita akan pergi?" Wajah Maxi langsung berubah murung. "Tidak, Sayang. Tidak jika kau merasa senang di sini. Tapi ada hal yang harus kamu ketahui."Wajah yang tadi murung, berubah seketika. "Apa?""Max, Caleb Hamilton," Aurelia menggenggam kedua tangan kecil putranya. "Dia memang ayahmu yang sesungguhnya. Ayah kandungmu."Maxi mengernyit, lalu detik berikutnya manik biru itu berbinar. "Ayahku yang pergi tidak pulang-pulang?"Aurelia menggigit bibirnya. "Maaf, Sayang. Maaf karena Ibu belum berani mengatakan yang sebenarnya."Maxi menggeleng. "Jadi ayah sungguh ayahku?!"Aurelia mengangguk. "Kalian sangat m

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Aku Menunggumu

    "Ibu, lihat, ada roketnya!!" suara Maxi melengking kegirangan melihat tampilan kamarnya yang didekorasi ala luar angkasa.Caleb tersenyum melihat bocah itu berlari dari satu sudut ke sudut lain."Katanya ayah juga beli ring basket, Bu."Maxi menoleh ke arah ayahnya. Caleb mengangguk. "Kita akan berlatih setelah kau benar-benar pulih.""Aku sudah sembuh!" Maxi memamerkan otot lengannya yang tak seberapa.Aurelia lebih banyak diam. Dalam hati dia tidak memungkiri jika tawa Maxi lebih lepas, lebih bahagia. "Saatnya kita lihat kamarmu," Caleb tiba-tiba sudah berdiri di depannya, membuatnya kaget dan reflek mundur ke belakang.Caleb mengerutkan keningnya. Reaksi Aurelia yang sekarang sama persis saat itu. Pagi setelah malam pertama. "Bukankah reaksimu terlalu berlebihan?" komentar Caleb dengan nada malas. Aurelia langsung berbalik. "Tunjukkan kamarku."Mereka keluar dari kamar Maxi. Caleb berjalan santai di depan. Aurelia mengikutinya tanpa berkata apa-apa."Kamar Maxi sengaja kubuat d

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Pria Itu Caleb

    Aurelia bersenandung riang di kamar mandi. Terlihat jika suasana hatinya sedang bagus. Aurelia keluar dari kamar mandi dan dirinya langsung disambut oleh senyuman hangat yang begitu menawan dari seorang laki-laki yang menatapnya penuh kagum. Yang membuat dunianya penuh warna selama lima tahun bela

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Selamat Tinggal

    Aureli merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya. Perlahan ia membuka mata. Rasa pusing menyerang. Ia memejamkan matanya lagi. Namun saat hidungnya mencium aroma yang tidak asing, nyawanya terkumpul sepenuhnya.Dia menoleh ke samping, matanya seketika membeliak setelah menyadari kondisi mereka.

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Berhenti Berulah, Aureli

    Tanah masih basah saat sekop terakhir meninggalkan gundukan itu. Aurelia berdiri terpaku di depan pusara. Kakinya terasa mati rasa. Dadanya sesak, seperti ada sesuatu yang menekan dari dalam, menghimpit setiap tarikan napas yang ia coba ambil. “Cas…” suaranya pecah lagi. Tangannya gemetar saat me

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Bip Panjang

    “Cas…?”Suara Aurelia pecah saat melihat Clarissa pingsan. “Clarissa!” Caleb mengguncang bahunya pelan. “Buka matamu.”Tidak ada respons. Aurelia sudah menangis. “Kita harus bawa dia ke rumah sakit!”Caleb tidak membuang waktu. Ia mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongan.Beberapa menit kemudi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status