Beranda / Zaman Kuno / Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa / Bab 102. Riak Tenang di Balik Taman Daisy

Share

Bab 102. Riak Tenang di Balik Taman Daisy

Penulis: nanadvelyns
last update Tanggal publikasi: 2026-01-29 00:03:52

Diana melangkah turun dari kereta kuda dengan gerakan anggun namun terukur.

Rok panjangnya menyapu anak tangga kayu yang telah dipoles rapi, sementara Embun dan dua pelayan lain segera mengikutinya dari belakang.

Hari ini bukan kunjungan biasa. Diana tahu betul, setiap langkahnya ke dalam harem Kekaisaran selalu menyimpan makna yang lebih dalam daripada sekadar basa-basi antar wanita istana.

Hari ini ia akan mengunjungi Selir Shofia dan Karin bersamaan.

Itu saja sudah cukup untuk membuat bany
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
PermainanNYa seLir Shofia
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 249. Arthur Melarikan Diri Dari Para Bunga!

    "Maaf, Anda dilarang masuk. Yang Mulia Kaisar menutup akses kunjungan ke Istana Permaisuri untuk siapapun, tanpa pengecualian," ucap salah satu penjaga dengan suara berat, sembari menyilangkan tombaknya di depan pintu.Langkah Isabella terhenti. Ia tidak mundur, tidak pula menunjukkan keterkejutan. Mata biru pucatnya hanya menatap datar ke arah ujung tombak yang menghalangi jalannya, seolah benda tajam itu hanyalah ranting pohon yang mengganggu.Namun, Ana tidak memiliki kesabaran setenang majikannya. Gadis itu maju satu langkah, wajahnya memerah karena tersinggung. "Tidak sopan! Apa kau tidak tahu siapa yang kau hadang sekarang?! Beliau adalah Yang Mulia Selir Kehormatan! Orang yang dipercayakan langsung oleh Kaisar untuk memegang otoritas Harem selama seminggu ini!"Seketika, raut wajah kedua penjaga itu berubah. Keyakinan di mata mereka goyah. Mereka saling tatap, terjepit di antara perintah kaku Kaisar dan kekuasaan baru yang sedang dipegang oleh wanita di hadapan mereka. Bena

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 248. Benang Merah di Balik Kelam

    Isabella duduk dengan sangat anggun di depan meja bundarnya, tangannya yang putih porselen memegang sendok keramik dengan gerakan yang sangat terkontrol. Ia menyesap sup itu perlahan, membiarkan rasa hangatnya menjalar ke seluruh tubuhnya, memberikan sedikit ketenangan di tengah badai intrik yang baru saja pecah kemarin.Namun, perhatiannya tidak sepenuhnya tertuju pada makanan di hadapannya. Mata biru pucatnya yang tajam tertuju pada selembar kertas kecil yang baru saja diselundupkan secara rahasia ke dalam istananya melalui kotak kiriman bahan makanan rutin. Kertas itu tampak kusam, namun tulisan di dalamnya membawa pesan yang sangat krusial.Surat dari Denada.Isabella membaca baris demi baris tulisan tangan yang sedikit gemetar namun penuh tekad itu. Sebuah senyuman tipis, nyaris menyerupai seringai kemenangan yang samar, melengkung di bibirnya. Ia meletakkan kertas itu di atas meja, lalu mengetuk-ngetuk jemarinya secara ritmis."Sudah aku duga," gumam Isabella pelan, suarany

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 247. Mahkota Berduri

    Malam itu, salju turun dengan amukan yang lebih dahsyat dari biasanya, seolah-olah langit Norvenia dan wilayah kedaulatan Delore sedang bersekongkol untuk membekukan segala bentuk kehidupan yang tersisa. Di dalam Paviliun Permaisuri yang kini sunyi senyap akibat hukuman kurungan dari Alon, Denada berdiri di balik bayangan pilar kayu yang gelap. Hukuman satu minggu yang dijatuhkan Kaisar seharusnya mengunci langkahnya, namun bagi seorang wanita yang telah terbiasa hidup dalam intrik dan ancaman kematian, tembok istana hanyalah rintangan kecil yang bisa ditembus dengan kepingan emas.Ini adalah minggu ketiga di bulan ini. Sebuah jadwal keramat yang selalu ia jaga dengan nyawanya. Jadwal untuk menemui satu-satunya alasan mengapa ia masih bersedia bernapas di tengah neraka ini, ibunya."Yang Mulia, apa Anda benar-benar yakin akan keluar sekarang?" bisik Cucu, suaranya bergetar hebat karena ketakutan. "Penjagaan di luar sedang sangat ketat. Jika Kaisar atau orang-orang Raja Debi tahu An

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 246. Hanya Ingin Kau dan Aku

    Malam telah larut menyelimuti Istana Norvenia, menyisakan kesunyian yang hanya dipecah oleh desau angin musim dingin yang sesekali mengetuk jendela kaca paviliun Permaisuri. Di dalam kamar, cahaya lilin berpijar temaram, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di atas permadani sutra. Diana bersandar di tumpukan bantal empuk, jemarinya yang pucat mengelus perutnya yang kian membesar. Tubuhnya terasa sangat berat malam ini, dan rasa lelah yang menghimpit paru-parunya membuat setiap tarikan napasnya menjadi perjuangan kecil yang sunyi.Ia baru saja hendak memejamkan mata, mencari sedikit kedamaian dalam lelap, ketika tiba-tiba ketenangan itu hancur berkeping-keping.BRAK!Pintu kayu mahoni yang berat itu terbanting terbuka dengan kekuatan yang luar biasa. Suaranya menggelegar di dalam ruangan yang sunyi, membuat jantung Diana melonjak liar karena terkejut. Secara insting, ia langsung terduduk tegak, kedua tangannya mendekap perut besarnya secara protektif sementara matan

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 245. Tawaran Aliansi

    Di tengah aula yang kini lengang setelah amukan Alon mereda, Isabella Sinclair berdiri tegak dengan keanggunan yang mengerikan. Ia mengusap punggung tangannya yang baru saja ditepis kasar oleh Denada, memijat jemarinya dengan gerakan tenang, seolah rasa perih itu hanyalah gangguan kecil yang tak berarti.Matanya yang biru pucat—warna yang selalu mengingatkan Denada pada langit musim dingin yang membeku—menatap sang Permaisuri dengan tatapan yang sangat dingin."Anda hanya akan bisa mati membusuk jika terus-menerus bersikap seperti ini, Yang Mulia Permaisuri," ucap Isabella. Suaranya rendah, namun memiliki ketajaman yang sanggup mengiris keheningan.Denada, yang masih merasakan panas di pipinya akibat tamparan Alon, tersentak. Ia segera bangkit berdiri, meskipun tubuhnya masih gemetar karena gejolak emosi. Ia merapikan jubahnya yang berantakan dengan gerakan kasar, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa martabatnya yang baru saja diinjak-injak."Kau pikir dirimu pantas berbicara sepe

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 244. Uluran Tangan Tak Terduga

    "Apa yang kau lakukan, Isabella?" Tanya Alon tajam. Suaranya rendah, namun mengandung ancaman yang bisa membuat siapa pun kehilangan nyalinya. "Kau berdiri membela wanita yang baru saja meracuni darah dagingku? Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu karena terlalu lama mendekam di paviliun belakang?"Isabella tetap pada posisinya. Ia tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Perlahan, ia mendongak, menatap Alon dengan mata biru pucatnya yang jernih—tatapan yang selalu berhasil meluluhkan kekerasan hati Alon karena kemiripannya dengan Diana. Sementara itu, Denada yang berada di sebelahnya hanya bisa menunduk dalam, rambutnya yang berantakan menutupi wajahnya yang membengkak akibat tamparan tadi.Isabella mengerutkan keningnya tipis, ekspresinya berubah menjadi penuh keprihatinan yang sangat meyakinkan. "Yang Mulia, mohon dengarkan hamba. Hamba tidak sedang membela buta. Hamba hanya ingin memastikan bahwa Anda tidak menjadi korban dari muslihat yang lebih besar. Permaisuri telah dijebak

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 119. Catatan yang Tak Pernah Benar-Benar Mati

    Ruangan belajar Harsa tenggelam dalam keheningan yang tebal dan teratur. Cahaya siang masuk dari jendela tinggi berjeruji emas, jatuh miring di atas meja kayu gelap yang dipenuhi gulungan catatan, buku-buku tebal, serta beberapa dokumen laporan terkini dari berbagai wilayah Kekaisaran. Aroma tint

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 120. Retak yang Tak Terlihat, Hangat yang Tak Disadari

    Isabella duduk diam di hadapan cermin besar berhias ukiran perak. Tirai kamarnya setengah tertutup, membiarkan cahaya sore masuk dengan malas, jatuh di wajahnya yang pucat. Sangat pucat—bahkan bagi standar kecantikannya yang selalu sempurna. Bibirnya sedikit kering, matanya sayu, namun bukan kare

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 122. Peringatan Pertama

    Di Istana Selir Shofia, aroma dupa memenuhi udara, membungkus ruangan dengan ketenangan palsu yang rapuh. Wanita itu duduk bersila di depan altar Buddha, tasbih kayu cendana melingkar di jemarinya. Bibirnya bergerak pelan melantunkan doa, namun tak satu pun kata benar-benar me

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 118. Persiapan Tahun Baru

    “Bagikan semua ini kepada seluruh pelayan sebelum malam tahun baru,” ujar Diana sambil menyusun ulang daftar nama di tangannya, lalu menoleh pada dua wanita yang berdiri di sisinya. “Pastikan tidak ada yang terlewat.”“Baik, Putri,” jawab Bibi Erna dan Embun hampir bersamaan.Gu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status