ホーム / Zaman Kuno / Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa / Bab 144. Harga Sebuah Pengkhianatan

共有

Bab 144. Harga Sebuah Pengkhianatan

作者: nanadvelyns
last update 公開日: 2026-02-20 00:02:33

Acara perayaan ulang tahun Kaisar terpaksa dihentikan malam itu.

Tidak ada kembang api. Tidak ada tawa lanjutan. Tidak ada musik penutup.

Yang tersisa hanyalah keterkejutan yang menumpuk di wajah para bangsawan, para selir, dan keluarga kerajaan yang dipaksa meninggalkan Istana dengan kepala penuh pertanyaan serta rasa dingin yang merayap sampai ke tulang.

Satu per satu kereta kuda meninggalkan halaman Istana Kaisar, membawa pergi para tamu dengan bisikan yang tak
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 267. Getar di Balik Dinginnya Salju

    Di dalam paviliunnya yang kini terasa jauh lebih lapang setelah hukuman dicabut, Denada duduk di dekat jendela, menyesap teh melati yang sudah mendingin. Matanya menatap kosong ke arah taman, namun pikirannya mengembara pada bait-bait strategi yang ia susun bersama Isabella. Suasana hening itu pecah ketika Cucu masuk dengan langkah terburu-buru, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sulit diartikan—antara cemas dan sesuatu yang menyerupai rasa kagum yang tertahan."Yang Mulia," bisik Cucu, membungkuk dalam. "Ksatria Althaf Rumi ada di depan. Beliau membawa pesan dari Yang Mulia Kaisar."Denada meletakkan cangkir porselennya dengan bunyi denting halus. Nama itu, entah mengapa, memicu getaran kecil di ulu hatinya yang ia pikir sudah mati rasa. Ia merapikan jubah mantel berbulu rubah peraknya, lalu berdiri dengan anggun. "Persilakan dia masuk."Pintu terbuka, dan sosok Althaf muncul. Pria itu tampak seperti bagian dari musim dingin itu sendiri—dingin, kokoh, dan tak tergoyahkan. Zirah ke

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 266. Wasiat Sang Phoenix di Ambang Badai

    Di tengah ruangan yang tenang itu, Diana duduk dengan punggung tegak, meskipun berat kandungannya membuat setiap posisinya terasa sedikit melelahkan. Matanya yang tenang menatap ke depan, menanti sosok yang paling ia percayai dalam urusan birokrasi negara.Pintu terbuka perlahan, menampakkan sosok pria paruh baya dengan jubah resmi yang menunjukkan martabat tinggi. Perdana Menteri Mahen melangkah masuk dengan langkah kaki yang terukur, kepalanya tertunduk penuh rasa hormat. Begitu ia tiba di hadapan Diana, ia segera membungkukkan tubuhnya dalam-dalam."Anda memanggil saya, Yang Mulia?" ucap Perdana Menteri Mahen dengan suara yang berat namun penuh pengabdian.Diana menyunggingkan senyum tipis yang tulus. Ia memberikan isyarat dengan tangannya yang halus agar pria itu bangkit dari bungkukkannya. "Bangkitlah, Perdana Menteri. Dan silakan duduk. Maaf jika panggilan saya pagi ini terasa terlalu mendadak dan mungkin mengganggu jadwal majelis Anda bersama Kaisar."Perdana Menteri Mahen me

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 265. Cinta yang Megah

    Denada melangkah keluar dari paviliun Isabella dengan langkah yang jauh lebih mantap daripada saat ia masuk. Di balik lapisan hanfu hitamnya yang tebal, ia bisa merasakan gesekan halus dari gulungan kertas yang disembunyikan di balik pakaiannya—sebuah benda yang lebih berat dari emas, karena di dalamnya tertulis garis besar kehancuran pria-pria yang telah menghancurkan hidupnya.Kertas itu bukan sekadar daftar nama, itu adalah kunci menuju sebuah pintu terlarang. Isabella telah memberikannya daftar orang-orang di tanah Debi yang bisa ia hubungi.Namun, Denada masih merasa ini belum cukup. Sembari melangkah menyusuri selasar yang sepi, matanya menatap lurus ke depan, hampa namun penuh perhitungan.Cucu mengikuti di belakangnya dengan langkah kecil yang terburu-buru, kepalanya menunduk, berusaha menyembunyikan kecemasannya dari mata-mata istana yang mungkin mengintip dari balik pilar. Sementara itu, Althaf Rumi tidak lagi berada di sisi mereka, ksatria itu telah kembali ke barak utama

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 264. Bidak yang Berganti Peran

    Denada melangkah dengan terburu-buru, jubah mantelnya berkibar tertiup angin, sementara tangannya menggenggam erat ujung kainnya. Hatinya tidak tenang. Meskipun ia baru saja berhasil meredakan amarah Alon dan membebaskan Isabella dari tuduhan pengkhianatan berat, rasa sesak di dadanya justru semakin menguat.Alon telah mengizinkannya pergi dengan lambaian tangan yang meremehkan, seolah-olah pengampunan yang diberikannya adalah sebuah kado murah yang bisa ditarik kembali kapan saja. Denada tahu benar watak pria itu, Alon tidak pernah benar-benar mengampuni. Jika pria itu membiarkan Isabella pergi dari hadapannya, pasti ada sesuatu yang tertinggal.Langkah kaki Denada bergema kaku di lantai koridor saat ia mendekati paviliun kediaman Isabella. Tempat itu kini tampak begitu sepi, hanya dijaga oleh dua pengawal yang menatapnya dengan pandangan kosong. Tanpa menunggu pengumuman, Denada mendorong pintu kayu berat itu. Begitu ia melangkah masuk, aroma dupa krisan yang biasanya menenangk

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 263. Isabella Ketahuan?

    Di atas meja batu, asap tipis membumbung dari cangkir susu jahe yang pedas-manis, menemani piring berisi bakpao daging yang masih mengepulkan uap hangat. Denada menyesap minumannya perlahan, merasakan panas jahe menjalar ke kerongkongannya, mencoba mengusir sisa-sisa rasa dingin yang seolah telah mengerak di tulang-tulangnya. Cucu, di sisi lain, tampak sangat menikmati suasananya. Ia memakan bakpao dengan lahap, pipinya menggembung lucu sementara ia terus mengoceh tentang betapa empuknya adonan tepung tersebut. Sesekali Denada tersenyum tipis melihat tingkah pelayan setianya itu. Baginya, momen sederhana seperti ini adalah kemewahan langka di tengah badai intrik yang mengepung hidupnya. Namun, suasana santai itu tidak menular pada Althaf Rumi. Ksatria itu tetap berdiri tegak di luar Gazebo, punggungnya lurus seperti tombak, dan tangannya tidak pernah lepas dari gagang pedang. Ia menolak dengan sopan saat Denada menawarinya susu jahe, lebih memilih untuk tetap menjadi patung

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 262. Jejak di Atas Pualam Putih

    Denada melangkah perlahan menyusuri jalan setapak taman istana yang sudah dibersihkan dari tumpukan salju semalam. Di belakangnya, Althaf Rumi mengikuti dengan jarak yang sangat terukur. Pria itu bergerak dengan efisiensi seorang prajurit sejati, tidak ada suara gesekan zirah yang berlebihan, tidak ada langkah kaki yang ceroboh. Althaf benar-benar menyerupai sebuah robot atau patung hidup yang hanya memiliki satu fungsi: melindungi tanpa suara.Kehadiran Althaf yang begitu kaku terkadang membuat Denada merasa canggung, namun di sisi lain, ada stabilitas yang tidak pernah ia rasakan dari pengawal Alon yang lain. Ksatria ini tidak menatapnya dengan pandangan merendahkan atau penuh nafsu terselubung. Althaf hanya... ada di sana.Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah gazebo tua yang terletak di sudut paling terpencil di taman belakang Harem. Gazebo itu terbuat dari kayu hitam yang dipoles hingga mengilap, dikelilingi oleh barisan pohon plum yang mulai menampakkan kuncup-kuncup bunga

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 133. Bakti Manis dan Darah yang Menyusul

    Diana dan Arthur melangkah masuk ke dalam aula kediaman Kaisar dengan langkah seirama. Begitu berada di hadapan singgasana, keduanya berhenti bersamaan dan membungkuk rapi, gerakan mereka selaras seolah telah dilatih berkali-kali.“Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar.”Suara mereka menyatu, form

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 127. Tasbih di Tangan, Pedang di Balik Senyum

    Di Istana Selir Kehormatan Shofia, suasana terasa jauh lebih sunyi dibandingkan biasanya. Tirai-tirai tebal menahan cahaya pagi agar hanya menyisakan temaram lembut di ruang doa. Aroma dupa bercampur wangi kayu cendana menggantung di udara, menenangkan bagi sebagian orang—namun bagi Selir Shofia,

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 119. Catatan yang Tak Pernah Benar-Benar Mati

    Ruangan belajar Harsa tenggelam dalam keheningan yang tebal dan teratur. Cahaya siang masuk dari jendela tinggi berjeruji emas, jatuh miring di atas meja kayu gelap yang dipenuhi gulungan catatan, buku-buku tebal, serta beberapa dokumen laporan terkini dari berbagai wilayah Kekaisaran. Aroma tint

    last update最終更新日 : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 120. Retak yang Tak Terlihat, Hangat yang Tak Disadari

    Isabella duduk diam di hadapan cermin besar berhias ukiran perak. Tirai kamarnya setengah tertutup, membiarkan cahaya sore masuk dengan malas, jatuh di wajahnya yang pucat. Sangat pucat—bahkan bagi standar kecantikannya yang selalu sempurna. Bibirnya sedikit kering, matanya sayu, namun bukan kare

    last update最終更新日 : 2026-03-29
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status