Share

Bab 216. Arthur Demam

Author: nanadvelyns
last update publish date: 2026-04-12 18:00:28

"Aku mengganggumu?" tanya Arthur.

Suaranya tidak setegas biasanya, ada nada serak yang terselip di balik baritonnya yang berat.

Ia masih berdiri di ambang pintu, menatap Diana dengan mata yang tampak sedikit sayu.

Diana memaksakan sebuah senyum tipis—jenis senyum yang ia gunakan untuk meyakinkan pasien bahwa semuanya akan baik-baik saja, meski ia tahu kenyataannya berbeda.

Ia merapatkan tangan di dalam lengan baju hanfu-nya, memastikan sapu tangan bernoda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
AkhirNya Sai menikahi Rany Dan Semoga Dia Arthur akan happy ending juga
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 259. Takut Istri

    Embun berdiri di belakang Diana, jemarinya yang lincah bergerak pelan menyisir rambut panjang Diana yang sehalus sutra. Suasana pagi itu sangat sunyi, hanya terdengar suara gesekan sisir dan derak perapian yang mulai meredup."Apa ada kabar mengenai Kaisar semalam?" tanya Diana tiba-tiba. Suaranya tenang, namun Embun bisa menangkap nada kecemasan yang tersembunyi di baliknya.Tangan Embun sempat terhenti sejenak sebelum kembali melanjutkan tugasnya. Ia melirik wajah majikannya dari cermin, lalu menjawab dengan suara rendah. "Hamba... hamba mendengar kabar dari para kasim jaga, Yang Mulia. Bahwa semalam Yang Mulia Kaisar tidak kembali ke paviliun mana pun. Beliau bermalam di ruang kerjanya bersama Tuan Sai."Diana mengerutkan keningnya, alisnya yang tipis tertaut. "Tuan Sai?""Benar, Yang Mulia," Embun mengangguk pelan. "Laporannya, keduanya menghabiskan sepanjang malam dengan minum-minum sampai mabuk berat. Kabarnya, ruang kerja Kaisar saat ini dipenuhi aroma anggur yang sangat taja

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 258. Cahaya Kembang Api di Atas Salju Kelabu

    Denada dengan cepat menarik dirinya menjauh, gerakannya hampir terlihat panik. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena romansa, melainkan karena rasa terkejut yang belum sepenuhnya reda. Di istana ini, sentuhan pria biasanya berarti ancaman atau penghinaan, namun pria itu melakukannya dengan penghormatan yang sangat murni.Wajah Denada memerah padam, sebuah rona yang jarang muncul di kulit pucatnya yang biasanya sedingin salju. Tanpa menatap mata ksatria itu kembali, ia menggumamkan terima kasih yang nyaris tak terdengar, lalu buru-buru menaiki tandu kebesarannya. Begitu pintu tandu tertutup rapat, Denada menyandarkan punggungnya pada bantalan sutra, mencoba mengatur napasnya yang memburu."Jalan," perintah Denada dari dalam, suaranya kembali datar dan berwibawa.Tandu itu pun diangkat oleh para pengangkut yang kuat, mulai bergerak perlahan melintasi pelataran istana yang kini mulai memutih tertutup salju. Di dalam ruang sempit yang hanya diterangi oleh lampion kecil itu, Denad

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 257. Nasib Serupa Dua Petinggi

    Lorong-lorong Istana Norvenia yang biasanya dipenuhi oleh langkah kaki para pelayan yang sigap kini terasa sunyi senyap, seolah-olah seluruh penghuninya sedang menahan napas. Hanya suara derap langkah Arthur yang terdengar berat dan bergema di atas lantai pualam. Wajahnya suram, sepekat langit malam tanpa bintang, dengan rahang yang terkatup begitu rapat hingga otot-otot di wajahnya menonjol. Tak ada satu pun kasim atau pelayan yang berani sekadar menatap mata Sang Kaisar, apalagi menghadang langkahnya. Mereka semua buru-buru menepi, menundukkan kepala sedalam mungkin, seolah-olah sedang menghindari badai petir yang siap menyambar siapa pun di jalannya.Arthur sampai di depan pintu ruang kerjanya. Dengan sekali sentakan kasar, ia membuka pintu kayu mahoni itu. Namun, langkahnya terhenti seketika. Di dalam ruangan yang hanya diterangi beberapa lilin itu, ia melihat sosok yang sangat familier tengah sibuk membereskan tumpukan dokumen di atas meja besar."Kau belum kembali ke kediam

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 256. Karena Aku Terlalu Mencintaimu!

    Arthur melangkah dengan raut wajah yang sangat suram. Jubah kebesarannya yang berwarna hitam dengan sulaman naga emas tampak kehilangan kegagahannya malam ini. Langkah kakinya, yang biasanya tegas dan cepat, kini terdengar lambat dan ragu-ragu. Setiap ketukan sepatunya di atas lantai pualam seolah menjadi hitungan mundur menuju sebuah pengadilan yang sangat ia hindari.Di belakangnya, Kasim De berjalan dengan kening berkerut. Ia sudah mengabdi cukup lama untuk mengenali setiap perubahan suasana hati tuannya, namun hari ini, Sang Kaisar tampak benar-benar aneh. Arthur berjalan dengan bahu yang sedikit membungkuk, sesekali ia menghela napas panjang yang terdengar sangat frustrasi."Yang Mulia..." Kasim De memberanikan diri untuk membuka suara, nadanya penuh keraguan. "Apakah Anda merasa tidak enak badan? Atau... apakah ada dokumen penting yang tertinggal di ruang kerja sehingga Anda berjalan begitu lambat?"Arthur menghentikan langkahnya sejenak. Ia menoleh ke arah Kasim De, menata

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 255. Rahasia di Balik Tengkuk yang Kaku

    Ruangan itu dipenuhi aroma dupa cendana yang menenangkan, beradu dengan wangi teh melati yang mengepul dari cangkir-cangkir porselen halus. Diana melangkah masuk dengan perlahan, tangannya secara refleks menyangga bagian bawah perutnya yang kian membesar, memberikan kesan berat namun tetap anggun.Begitu sosok Diana muncul di ambang pintu, ia segera mengambil posisi untuk membungkuk, memberikan salam formal yang sudah menjadi kewajiban seorang Permaisuri kepada Ibu Suri. Namun, belum sempat lututnya menekuk, Karin sudah lebih dulu berdiri dari singgasana kecilnya."Apa yang kau lakukan, Diana? Tidak perlu, hentikan itu," ucap Karin dengan nada suara yang penuh kecemasan sekaligus kasih sayang. Ia segera melangkah mendekat, tangannya yang masih halus itu menahan bahu Diana agar tetap tegak. "Perutmu sudah sangat besar. Protokol kuno itu tidak lebih berharga daripada kesehatan calon pewaris takhta dan ibunya. Sebaiknya kau langsung duduk saja."Diana tersenyum tulus, merasakan kehanga

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 254. Kaisar yang Terjepit

    Arthur, Sang Kaisar yang baru beberapa hari lalu memimpin pengepungan militer dengan wajah sekeras batu, kini masih membenamkan wajahnya di leher Diana. Tangannya melingkar erat di pinggang istrinya, seolah-olah jika ia melepaskannya sedikit saja, ia akan terseret kembali ke lautan selir yang haus perhatian."Diana... aku benar-benar lelah," gumam Arthur. Suaranya terdengar parau, bukan karena berteriak di medan perang, melainkan karena kelelahan mental yang luar biasa. "Kau tidak tahu betapa beratnya duduk di sana selama berjam-jam, mendengarkan silsilah keluarga yang bahkan tidak aku pedulikan. Aku merasa otakku seperti diperas habis."Diana terkekeh pelan, jemarinya terus bergerak mengelus rambut hitam Arthur yang sedikit berantakan. Ia merasa seperti sedang menenangkan seekor naga raksasa yang sedang merajuk karena tidak mendapatkan waktu tidurnya."Aku tahu, Arthur. Aku tahu," ucap Diana dengan nada yang sangat lembut, hampir seperti sedang berbicara pada balita. "Tapi bukanka

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 126. Saling Menjaga

    Keesokan paginya, cahaya matahari musim dingin menyelinap lembut ke dalam ruang makan Istana Putra Mahkota. Uap tipis mengepul dari hidangan hangat yang tersaji rapi di atas meja panjang, aroma kaldu dan daging panggang bercampur dengan wangi teh pagi yang menenangkan. Namun k

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 133. Bakti Manis dan Darah yang Menyusul

    Diana dan Arthur melangkah masuk ke dalam aula kediaman Kaisar dengan langkah seirama. Begitu berada di hadapan singgasana, keduanya berhenti bersamaan dan membungkuk rapi, gerakan mereka selaras seolah telah dilatih berkali-kali.“Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar.”Suara mereka menyatu, form

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 127. Tasbih di Tangan, Pedang di Balik Senyum

    Di Istana Selir Kehormatan Shofia, suasana terasa jauh lebih sunyi dibandingkan biasanya. Tirai-tirai tebal menahan cahaya pagi agar hanya menyisakan temaram lembut di ruang doa. Aroma dupa bercampur wangi kayu cendana menggantung di udara, menenangkan bagi sebagian orang—namun bagi Selir Shofia,

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 119. Catatan yang Tak Pernah Benar-Benar Mati

    Ruangan belajar Harsa tenggelam dalam keheningan yang tebal dan teratur. Cahaya siang masuk dari jendela tinggi berjeruji emas, jatuh miring di atas meja kayu gelap yang dipenuhi gulungan catatan, buku-buku tebal, serta beberapa dokumen laporan terkini dari berbagai wilayah Kekaisaran. Aroma tint

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status