共有

Bab 94. Maaf

作者: Tifa Nurfa
last update 公開日: 2024-05-22 17:16:40

Pagi hari aku melihat Amira sedang menyapu halaman rumah itu. Dia memang selalu begitu, tak mau diam, selalu ada saja yang dikerjakan, padahal sedang hamil, harusnya dia banyak istirahat.

Aku langsung melangkah mendekatinya. Tanpa bicara apapun, aku langsung meraih gagang sapu yang dipegangnya.

Ia pun terkejut dan langsung menoleh.

"Raka!"

"Kamu lagi hamil, jangan capek-capek aku nggak mau anakku kenapa-kenapa. Duduklah biar aku yang nyapu," ucapku tanpa menoleh ke arahnya, dan langsung melan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
اتين اتين
di tunggu lama kok update nya
goodnovel comment avatar
Yuli Faith
wkwkwkkkk.....dasar si raka...gemblong
goodnovel comment avatar
Michellyn Ling
lanjut lagi thor, semangat
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 104. Ending.

    Arya. Aku menutup pelan pintu kamar, agar Azzam tak sampai terbangun. Ya, yang datang berkunjung adalah Arya.Dia berdiri di ambang pintu dengan senyum yang tak pernah berubah, senyum yang dulu pernah menghancurkanku, namun kini terasa begitu berbeda. Di sebelahnya, seorang wanita cantik berdiri dengan tatapan penuh kasih. Wajahnya hangat dan bersahabat, membuatku merasa nyaman seketika."Selamat, Raka, Amira," ucap Arya dengan suara yang tenang tapi sedikit canggung. Raka masih terdiam menatap Arya dengan tatapan tak biasa."Ehm, Aku dengar Amira sudah melahirkan," ucapnya lagi, melihat Raka tak bergeming.Aku masih berdiri, mencoba menenangkan diriku. Bertemu Arya lagi setelah sekian lama, di saat hidupku sudah berubah begitu banyak, rasanya aneh. Dulu, aku pernah dekat walau hanya sebatas teman, dan tak kupungkiri, aku mengaguminya. Semua bentuk perhatian yang ia berikan.Dan bahkan mungkin pernah ada sedikit rasa berharap akan hidup bersamanya.Tapi kini, melihatnya di depan

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 103. bayi mungil

    Pulang dari kantor polisi kami ber-empat kembali diliputi suasana hening, sibuk dengan pikiran masing-masing."Pa, Ma, mau aku buatkan minum apa?" tanyaku begitu kami sampai di rumah."Nggak perlu Mir, kamu istirahat saja, kamu pasti capek." Mama menolak."Nggak apa-apa Ma. Cuma bikin minum doang, sekalian buat teman ngobrol. Aku buatin teh hangat aja ya Ma.""Ya sudah. Terserah kamu saja Sayang."Aku pun melenggang ke dapur, sedangkan Raka bersama Mama dan Papa duduk di ruang tamu."Mama benar-benar nggak nyangka, dengan perempuan itu, wanita seperti itu yang dulu kamu cintai? Apa pantas yang seperti itu kamu perjuangkan untuk menjadi pendamping hidup kamu, Ka! Apa kata keluarga kita? Apa kata relasi bisnis kita?! Mama nggak menuntut yang berlebihan, paling tidak seorang wanita yang mendampingi kamu itu adalah perempuan terhormat, yang mampu menjaga marwahnya, menjaga tutur katanya, karena bagaimanapun sikap istri, perilaku seorang istri itu adalah harga diri kamu sebagai suami, Ka!

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 102. di kantor polisi.

    Kami berdua bersama Papa dan Mama berada dalam satu mobil, menuju ke kantor polisi. Setelah tadi polisi mengabari bahwa dalang dari peristiwa kecelakaan ini telah berhasil ditangkap, kami langsung bersiap dan hendak langsung jalan ke kantor polisi.Namun siapa sangka ternyata Papa juga mendapatkan kabar yang sama dari kepolisian, jadilah Papa menjemput kami ke rumah dan bersama-sama ke kantor polisi.Di dalam mobil suasana hening, semua larut dalam pikiran masing-masing. Menerka siapa sebenarnya dalang dari semua ini.Hampir setengah jam perjalanan akhirnya kami sampai. Masih dengan bantuan satu kruk untuk menyangga tubuh bagian kanannya Mas Raka tampak bersemangat memasuki gedung kantor polisi."Bisa Mas?""Bisa. Aku bisa sendiri. Ayo kita masuk."Kami ber-empat berjalan bersisian masuk.Di dalam kami sudah di tunggu oleh Pak Kapolres Arga Setiawan."Mari silahkan duduk Pak. Pak Andi, tolong bawa kemari tahanan atas nama Evita," titahnya pada rekannya."Siap Ndan!"Aku dan Raka seket

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 101. Titik terang.

    Akan ada pelangi setelah hujan. Akan ada kebahagiaan setelah melewati pahitnya hidup, beserta ujian yang menghadang.Amira POV."Selamat pagi Pak Raka, kami sudah berhasil menemukan pelaku tabrak lari yang menimpa Bapak beserta istri bulan lalu," ucap Pak polisi melalui panggilan telepon. Kebetulan Mas Raka menyalakan loud speaker begitu melihat telepon masuk dari kepolisian. Jadi aku. Isa ikut mendengarkannya.Kini kami sedang sarapan pagi, di meja makan rumah kami. Sepulang dari rumah sakit, kami memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Beberapa hari ibu menginap di rumah sampai kondisiku benar-benar pulih."Alhamdulillah. Terimakasih banyak informasinya Pak." Raka mengucap syukur sambil melirik ke arahku dengan netra berbinar."Sama-sama Pak. Dan hari ini juga tim kami akan langsung melakukan penangkapan terhadap dalang utamanya.""Apa? Jadi benar dugaan kita selama ini kalau ....""Ya Pak! Mereka mengaku di suruh oleh seseorang. Dan setelah kami melakukan pemeriksaan, dan mengin

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 100. Pengakuan cinta

    Amira Pov.Aku terbangun mendapati Raka telah tergugu pilu di sisiku.Ada apa? Kenapa Raka terlihat begitu kacau. Baru kusadari ternyata aku berada di sebuah ruangan ICU, dengan selang dan menempel di lengan dan tubuhku.Mendengar penuturan Raka, ternyata aku mengalami koma selama delapan hari lamanya. Aku kaget, benarkah aku tidur selama itu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata aku sempat dinyatakan meninggal oleh dokter. Ya, aku mengalami ma ti suri.Berkali-kali ia mengecup jemariku, matanya sembab, terlihat sorot matanya yang teduh dan penuh cinta. Aku percaya, laki-laki yang kuperjuangkan kini ternyata benar mencintaiku. Aku benar-benar merasakan itu.Setelah beberapa jam aku sadar, aku dipindahkan ke ruang rawat. Dengan telaten ibu merawatku karena kondisi Raka juga belum sepenuhnya sembuh, ia masih harus terus melakukan terapi sampai minimal dia bisa berdiri, walau dengan alat bantu kruk.Kecelakaan yang menimpa kami beberapa waktu lalu, aku benar-benar tak tahu, Raka bi

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 99. Amira

    "Kondisi Amira memburuk, Ka!"Degh!Jantungku seakan melompat dari tempatnya, mendengar kabar dari Papa."Pa! Bantu aku, aku mau ke ruangan Amira."Aku langsung berusaha bangkit, dengan dibantu Papa aku bisa turun dan beralih ke kursi roda. Dengan sigap Papa mendorong kursi roda ini menuju ke ruang ICU.Sepanjang lorong rumah sakit, jantungku berpacu cepat. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada istriku. Papa mendorongku setengah berlari.Hingga kami sampai di depan ruang ICU, di sana sudah ada mertuaku dan Mama. Melihatku datang, mereka semua menatapku. Semua orang menatap iba padaku, ibu sudah menangis tergugu di bahu ayah. Sedangkan Mama menatapku dengan berurai air mata. Ada apa? Apa yang terjadi pada Amira?"Gimana Amira Ma? Bagaimana keadaan Amira? Apa yang terjadi?!" sentakku."Raka, sabar Nak. Sabar." Mama berucap sambil berusaha meraih tanganku."Sabar, sabar kenapa sih! Aku mau masuk! Aku mau menemui Amira!" Aku berusaha memutar kursi roda ini sendiri berusaha untuk me

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 49. di ajak nonton

    Hari Sabtu aku lebih santai tak seperti dari hari biasanya, karena Raka tak ke kantor. Aku berkutat di dapur menyiapkan sarapan di bantu sama Mama, beliau duduk mengupas bawang merah di meja. Sedangkan Raka, ia masih asyik berlari di atas treadmill-nya, sepertinya itu sudah menjadi kebiasaannya, set

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 48. Amira Pov

    Amira Pov.Aku menghibur Mama yang masih kecewa, terlihat beliau sangat terluka mendengar alasan Raka waktu itu pernah meninggalkanku di restoran itu. Jangankan Mama, aku pun terkejut mendengarnya.Andai saja ia berkata jujur bahwa ia melihat Evita hari itu, tentu aku akan dengan sigap membantu mengej

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 46. Jadi Gagap

    Saat jam makan siang, sekarang aku sudah tak perlu pusing lagi keluar kantor untuk cari makanan, atau mengantri di kantin, karena Amira selalu menyiapkan bekal untukku.Bahkan tanpa kusadari aku selalu dibuat penasaran sekaligus tersenyum setiap kali hendak membuka isi bekal yang kubawa setiap hari.P

  • Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku    Bab 43. Raka Pov. Keributan di dapur

    Raka PovBetapa terkejutnya aku ketika melintasi dapur, ternyata makanan sudah berjejer rapi di atas meja. Rasa bersalah di hatiku makin menjadi, jelas makanan ini masih utuh, aku yakin Amira sendiri belum menyentuhnya, apakah dia menungguku pulang untuk makan bersama? Tapi aku justru asyik nongkrong

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status