Mendarat di Pelukan CEO Dingin

Mendarat di Pelukan CEO Dingin

last update최신 업데이트 : 2025-02-27
에:  Tiwie Sizo연재 중
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
평가가 충분하지 않습니다.
5챕터
324조회수
읽기
서재에 추가

공유:  

보고서
개요
목록
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

"Jadilah wanitaku, maka aku akan memberikan segalanya untukmu." Saat Rania merasa hidupnya telah hancur dan berakhir karena dikhianati oleh sang suami, sebuah penawaran dari sosok tak terduga datang padanya. Seorang lelaki luar biasa hadir memberikan arti baru dalam hidupnya, mengajarkan bahwa pernikahan itu bukan hanya sekedar pengabdian satu pihak saja, tetapi saling memberi kebahagiaan. "Aku tak ingin disia-siakan lagi. Aku ingin bahagia. Bisakah kamu memberikan itu?" "Tentu!"

더 보기

1화

Bab 1

"Rania, kenalkan ini Windi. Dia sahabatku sejak kecil dan sudah kuanggap seperti saudara." Rangga memperkenalkan seorang wanita asing kepada Riana, istrinya.

"Oh, hai ...." Rania terlihat menanggapi sembari tersenyum canggung. Dia menatap ke arah wanita itu tanpa tahu harus bereaksi seperti apa.

Sore itu, Rania agak terkejut saat sang suami pulang dengan membawa serta seorang wanita yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Rangga dan wanita itu terlihat begitu akrab. Agak janggal rasanya karena yang Rania tahu, Rangga bukanlah tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain. Bahkan, terhadap istrinya sendiri pun Rangga tak pernah bersikap secair itu.

"Halo, Rania. Senang akhirnya bisa bertemu dengan kamu." Wanita bernama Windi itu mengulurkan tangannya. "Saya dan Rangga sudah berteman bahkan sejak kami belum sekolah."

"Ah, iya." Mau tak mau Rania pun menyambutnya. "Senang juga bertemu denganmu," sahutnya.

"Silakan masuk." Rania akhirnya mempersilakan tamu tak terduga tersebut untuk masuk ke rumahnya.

"Terima kasih." Windi melenggang masuk, dikuti oleh Rangga. Kedua orang itu kembali mengobrol dengan begitu hangat, sesekali diselingi dengan candaan, membuat Rania yang melihat hal itu hanya bisa mematung dengan raut wajah yang tak dapat dijabarkan.

Rania sedikit tercenung untuk sesaat. Ada perasaan tak nyaman yang saat ini menyusup di hatinya. Apalagi saat kemudian Rangga menghampirinya dan meminta untuk merapikan kamar tamu, sedangkan Windi dia lihat sudah duduk di ruang keluarga.

"Dia mau menginap?" tanya Rania memastikan.

"Iya, makanya cepat rapikan segera kamar tamu, lalu siapkan makan malam. Windi pasti sudah lapar. Dia juga pasti lelah dan harus segera beristirahat." Rangga menyahut, sebelum kemudian berlalu dari hadapan Rania dan kembali bergabung bersama Windi.

Kening Rania tampak mengernyit. Ada yang tak wajar terdengar dari ucapan Rangga barusan. Kenapa lelaki itu seperti sedang memperlakukan dirinya seperti seorang pelayan yang harus memberikan pelayanan terbaik untuk wanita bernama Windi itu?

'Rania, cepatlah! Jangan hanya bengong di sana.' Rangga bahkan mengirimkan pesan singkat pada Rania karena melihat istrinya itu masih berdiri mematung.

Kali ini, Rania akhirnya beranjak dan melakukan apa yang Rangga perintahkan, meskipun hatinya kini diliputi oleh ketidaknyamanan.

"Makan malamnya sudah siap. Mari kita makan," ajak Rania kemudian pada Rangga dan Windi setelah dirinya selesai memasak.

Rangga menoleh sekilas, lalu beralih pada Windi. "Ayo, Win. Kamu pasti sudah lapar sekali. Sejak tadi perutmu sudah bunyi keroncongan."

"Ya ampun, aku jadi tidak enak karena sudah merepotkan kamu dan Rania," sahut Windi.

"Tidak merepotkan sama sekali. Malah aku seneng karena kamu bisa mencicipi masakan istriku." Rangga menyahut. Cara bicaranya terdengar begitu hangat.

Untuk ke sekian kalinya Rania dibuat tertegun dengan sikap yang ditunjukkan Rangga pada Windi. Dia sungguh tak menyangka jika suaminya itu rupanya bisa berbicara selembut itu.

"Mari, Windi. Mumpung masakannya masih hangat," ujar Riana kemudian, berusaha untuk bersikap sewajarnya.

Windi akhirnya beranjak menuju meja makan bersama Rangga, sedangkan Rania menyusul dari belakang. Lagi-lagi, perhatian yang diberikan Rangga pada Windi membuat perasaan Riana menjadi agak tercubit. Rangga bahkan sampai mengambilkan nasi dan lauk ke piring Windi. Sesuatu yang agak berlebihan untuk dilakukan, mengingat hal itu tidak pernah Rangga lakukan pada istrinya.

Demi agar suasana makan malam tetap damai, Rania tak berkomentar apapun. Dia masih berusaha untuk berpikir positif. Akan tetapi, saat makan malam selesai, Riana kembali dibuat terkejut oleh ucapan suaminya.

"Rania, mulai hari ini, Windi akan tinggal di sini. Dia sudah tidak punya keluarga dan juga tempat tinggal, jadi lebih baik dia tinggal bersama kita," ujar Rangga.

"Apa?" Rania tak bisa menutupi keterkejutannya. Bisa-bisanya suaminya itu hendak menempatkan seorang wanita asing di dalam rumah mereka.

"Rangga, sudah aku bilang kalau itu terlalu berlebihan. Biar aku cari kost-kostan saja. Pasti istri kamu tidak nyaman kalau aku tinggal di sini." Windi menyela sambil memperlihatkan raut wajah bersalah.

"Tidak, Win. Aku tidak tenang kalau kamu tinggal di luaran sana. Aku sudah berjanji buat menjaga kamu. Tidak ada tempat paling aman untuk jadi tempat tinggalmu selain rumah ini."

Lagi-lagi Rania dibuat terperangah dengan ucapan sang suami. Bagaimana mungkin hal sebesar ini Rangga putuskan seorang diri, tanpa meminta pendapat dari dirinya terlebih dahulu.

"Mas, maaf, bukannya aku tidak menyukai temanmu, tetapi saudara ipar berlawanan jenis saja tidak boleh tinggal serumah, apalagi hanya teman," ujar Rania tidak setuju.

Mendengar ucapan Rania, Windi tampak menunduk sedih. "Istri kamu benar, Ngga. Tidak baik kalau aku tinggal di sini. Pasti Rania juga merasa tidak nyaman."

"Tidak, bukan seperti itu ...." Rania jadi serba salah karena seolah dirinya tak mau membantu teman sang suami.

"Rania, Windi itu baru saja mendapatkan musibah. Orang tuanya meninggal secara bersamaan karena kecelakaan, dia juga kehilangan semua aset, termasuk tempat tinggalnya. Sekarang ini dia tidak punya siapa-siapa. Windi bukan hanya teman buatku, tetapi kami sudah seperti saudara. Kamu tega kalau saudaraku terlunta-lunta di luaran sana?" Rangga bertanya pada Riana dengan penuh penekanan.

"Sudahlah, Ngga. Tidak apa-apa aku ngekost saja. Sekarang banyak kok kost-kostan yang aman buat perempuan," ujar Windi lagi. "Lagipula, sekarang aku sudah mulai terbiasa kok apa-apa sendiri."

"Tidak, kamu tinggal di sini saja. Rania pasti mengerti keadaanmu."

Rania hendak kembali menolak, tetapi mulutnya seakan terkatup rapat. Lidahnya terasa kelu sehingga tak mampu lagi mendebat.

"Tapi, Ngga ...."

"Mulai sekarang, kamu tinggal di sini." Rangga kembali berujar dengan lebih tegas.

Tak ada yang bisa Rania katakan lagi. Jika Rangga telah memutuskan sesuatu, maka Rania hanya bisa patuh.

Awalnya, Rania tak begitu merasa terganggu dengan kehadiran Windi di rumah mereka, terlebih Rangga selalu mengatakan jika Windi telah dia anggap sebagai saudara sendiri. Akan tetapi, tak butuh waktu lama bagi Rania untuk melihat jika Windi adalah sosok bermuka dua. Wanita itu akan berakting seolah dirinya sangat menderita dan tak berdaya di hadapan Rangga, tetapi mulai menunjukkan taringnya di hadapan Rania. Terakhir kali, wanita itu bahkan telah berani mengakui masakan Rania sebagai masakannya di hadapan Rangga.

"Windi, apa tujuanmu sebenarnya? Kenapa kamu sampai berbohong seperti itu di hadapan Mas Rangga?" Rania akhirnya tak bisa menahan diri lagi. "Apa kamu pikir, aku akan diam saja?"

"Ya sudah, kenapa kamu tidak bilang saja pada Rangga?" Bukannya gentar, Windi malah menantang. "Kita lihat, Rangga bakal lebih percaya padaku atau pada kamu."

Mata Rania sedikit melebar mendengar ucapan Windi barusan. Sekarang ketidaknyamanannya sejak awal pun terjawab. Wanita itu memiliki niat yang tidak baik.

Senyuman miring tersungging di bibir Windi, membuat Rania semakin yakin jika suaminya telah memasukkan seekor ular betina ke dalam rumah mereka.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글

댓글 없음
5 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status