Share

Bab 111

Author: LV Edelweiss
last update publish date: 2026-07-11 12:40:07

“Dua puluh satu tahun yang lalu, saat mengetahui kalau Bunda mengandung, Arjuna Abrisam adalah orang yang paling bahagia saat itu. Siang dan malam dia jagain Bunda. Belikan makanan apapun yang Bunda pengen. Ajak Bunda jalan-jalan di sela-sela jam dinasnya. Bunda selalu merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini karena memiliki dia.”

Anne tersenyum getir, seolah bayangan masa lalu yang indah itu sedang menari-nari di atas kelopak bunga Aster di depannya. Matanya mulai berkaca-kaca menah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 112

    “Setelah itu, kemana Bunda dan … ayah pergi?” Bintang semakin penasaran dengan cerita Anne. “Ke stasiun, Bin. Bunda dan … Ayah ke stasiun. Dia membawa Bunda ke suatu tempat yang jauh dari jangkauan orang-orang yang mengejar kami,” jelas Anne. ““Orang-orang yang mengejar kami”?” tanya Bintang mengulang kata-kata Anne. “Berarti, Ayah tahu, siapa mereka?” Anne bergeming. Tatapannya mendadak kosong, menerawang jauh menembus kepulan kabut masa lalu yang kembali menyesakkan dada. Suasana di kebun bunga belakang mendadak terasa hening, hanya menyisakan desau angin sore yang menerpa wajah mereka berdua. ​Bintang berhenti sejenak untuk bertanya. Ia tidak ingin mendesak Anne. Sebagai seorang prajurit terlatih, ia tahu kapan harus menekan dan kapan harus memberi ruang. Bintang juga membiarkan ibu mertuanya untuk menstabilkan emosi yang sempat naik-turun akibat mengingat kembali memori menyakitkan saat bersama ayah mertuanya dulu. ​Setelah beberapa saat, Anne pun mengembuskan napas pan

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 111

    “Dua puluh satu tahun yang lalu, saat mengetahui kalau Bunda mengandung, Arjuna Abrisam adalah orang yang paling bahagia saat itu. Siang dan malam dia jagain Bunda. Belikan makanan apapun yang Bunda pengen. Ajak Bunda jalan-jalan di sela-sela jam dinasnya. Bunda selalu merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini karena memiliki dia.”Anne tersenyum getir, seolah bayangan masa lalu yang indah itu sedang menari-nari di atas kelopak bunga Aster di depannya. Matanya mulai berkaca-kaca menahan rindu yang teramat sangat.​Bintang mendengarkan dengan saksama. Setiap kata yang keluar dari bibir ibu mertuanya diserapnya baik-baik, menyusun kepingan-kepingan informasi tentang sosok perwira legendaris yang kini takdirnya bertautan erat dengan dirinya. “Sayangnya, kebahagiaan itu hanya sesaat Bunda rasakan. Tepat saat usia kandungan Bunda sembilan bulan, badai itu pun datang tanpa Bunda duga sama sekali. Tengah malam, Arjuna Abrisam, ayahnya Anya, dia pulang dengan berlumuran darah. Peru

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 110

    Anya langsung bangkit dari posisinya, menatap suaminya dengan mata bulat yang membelalak panik.“Om, mana yang sakit? Perutnya kenapa? Apa efek obatnya, atau lukanya kegesek pas meluk aku tadi?!” cecar Anya beruntun, insting keperawatannya langsung keluar. Wajahnya yang semula sembab kini berubah pucat pasi. “Sini, biar aku cek dulu ya?” ​Bintang masih memegangi perutnya, tapi ringisan di wajah tegasnya perlahan memudar, berganti dengan senyum canggung yang dipaksakan.Detik berikutnya, terdengar suara keruyukan yang cukup jelas dari perutnya.​Kruuukkk .…​Kamar yang semula tegang itu mendadak hening. Anya mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap perut Bintang lalu beralih menatap wajah suaminya yang kini mulai salah tingkah.“Om ...?” panggil Anya, nadanya berubah menyelidik.​Bintang berdeham pelan, mencoba menyelamatkan harga dirinya sebagai seorang Mayor yang baru saja ketahuan merana karena urusan cacing perut. “Itu ... perut saya sepertinya ….?” ucap Bintang menggantung, su

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 109

    Bintang yang menyadari perubahan raut wajah istrinya langsung membawa jemarinya untuk menyelipkan anak rambut Anya ke belakang telinga. Ia bisa merasakan embusan napas berat yang keluar dari celah bibir perempuan itu. “Kenapa? Kamu keberatan kalau harus tinggal di rumah bersama Mama dan Bunda?” tanya Bintang lembut, mencoba mengulik isi hati Anya. ​Anya menggeleng pelan. Ia menundukkan wajahnya, menatap jemari Bintang yang kini bertautan dengan jemarinya di atas kasur. “Nggak gitu, Om. Aku senang kok … bisa bareng Mama sama Bunda. Cuma ....” Anya menggantung kalimatnya sejenak, beralih menatap dada kiri Bintang dengan tatapan cemas. “Om kan baru aja keluar dari rumah sakit. Lukanya bahkan belum sembuh total. Masa udah harus langsung ikut Latihan. Apa nggak bisa didelegasikan ke perwira yang lain, Om?” ​Mendengar kekhawatiran yang tulus itu, Bintang menghela napas panjang. Ia membawa tubuh Anya kembali merapat, menyandarkan dagunya di puncak kepala istrinya. “Latgabma ini age

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 108

    “Aaahh … akhirnya,” seru Bintang bahagia. Ia sudah berbaring di atas ranjang tempat tidurnya. Anya hanya melirik dan tersenyum sembari terus merapikan barang-barang bawaan mereka selama di rumah sakit. “Anya …,” panggil Bintang tiba-tiba. “Hm, iya, Om. Ada apa?” sahut Anya tanpa menoleh. “Saya kangen,” ucap Sang Mayor jujur. Gerakan tangan Anya spontan berhenti dan membeku sejenak. Ia lalu menoleh perlahan dan menatap Bintang dengan senyum jengahnya. Tanpa kata-kata Bintang pun menepuk kasur dua kali, kode agar Anya mendekat dan duduk di sampingnya. Mengerti, Anya pun langsung bangkit dan melangkah mendekati suaminya itu. “Kok kangen sih, Om. Aku kan selalu ada di dekat Om. Nggak pernah ninggalin Om Bintang.” Dengan gerakan tegas tapi tidak kasar, Bintang pun menarik Anya merapat ke tubuhnya hingga wajah mereka nyaris tak berjarak. “Saya kangen belaian istri saya, Anya. Selama di rumah sakit, saya tidak bisa menyentuhmu, peluk kamu … cium kamu,” jawab Bintang juj

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 107

    Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Bintang diizinkan pulang. Kepulangan Sang Mayor disambut dengan pengamanan yang jauh lebih ketat dari biasanya. Meski Bintang bersikeras bahwa dirinya sudah pulih total dan bisa berjalan sendiri, Langit dan Kapten Bima tetap siaga mendampingi di sisi kanan dan kirinya sejak keluar dari pintu lobi rumah sakit Kasih Ibu.​Anya berjalan di sebelah Bintang, membawa tas berisi sisa perlengkapan selama rawat inap. Sorot matanya tak lagi sekeruh beberapa hari lalu, namun gurat waspada kini jelas tercetak di wajah ayunya.Rahasia besar yang pecah malam itu mengubah kepercayaan Anya sepenuhnya. Setiap sudut koridor rumah sakit dan setiap pasang mata berseragam loreng kini terasa seperti ancaman yang mengerikan. “Kenapa harus dikawal sebanyak ini, Bim?” bisik Bintang pada Bima.“Ini sesuai proses, Mayor. Sudah, kamu ikuti saja,” jawab Bima dengan nada yang sama berisiknya. “Iya, tapi ini bisa memancing atensi semua orang. Kamu lihat tuh,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 56

    “Anya ... ada apa? Kenapa kamu menangis? Bilang sama saya, Anya. Apa yang terjadi?” Anya masih diam. Hanya isak tangis pilu yang terdengar keluar dari mulutnya. Keadaannya benar-benar terlihat menyedihkan. Ditambah dengan kehadiran laki-laki yang sangat ia cintai, semakin bertambahlah hancur hatin

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 13

    “Om ....” Anya berdiri dengan pandang yang tak terputus ke arah Bintang. Menatap laki-laki itu dengan perasaan campur aduk. Antara sayang, iba, kasihan.Tadi, saat Anya sedang berjalan hendak mengantar tugas kepada pembina sementaranya, tanpa sengaja, ia melihat Bintang berjalan ke arah ruang Letje

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 7

    Namanya Rea, lebih lengkapnya Reana Ratisha. Ia muncul di sela-sela percakapan antara Anya dan Aurel. “Nih,” Rea melempar selembar uang seratus ribu yang dilipat simetris ke atas meja. Anya dan Aurel terkejut secara bersamaan. Mereka pun langsung menatap perempuan yang biasa dipanggil dengan se

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 6

    Bintang duduk di kursi ruang kerja sembari mengaktifkan ponsel miliknya yang padam sejak semalam. Ia bahkan memasang charger karena mengira jika ponsel itu kehabisan daya.Setelah mengantar Anya pulang ke kosannya, ia memang tidak sempat untuk mengecek ponselnya karena sudah terlalu lelah. Benda pi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status