Share

Bab 67

Author: LV Edelweiss
last update publish date: 2026-04-19 10:45:42

Usai puas melampiaskan rasa cemburunya dengan cara yang anti mainstream, Bintang pun kembali melajukan mobilnya dan langsung menuju ke rumah sakit tentara.

Tiba di sana, ia turun sementara Anya menunggu di mobil. Tak berselang lama, pria bertubuh tinggi dengan bobot proporsional itu sudah kembali lagi. Dua bungkus nasi uduk pesanan Anya sudah berhasil ia bawa masuk ke dalam mobil.

“Makasih ya Om,” ucap Anya dengan pandang ragu-ragu. Bibirnya sebenarnya ingin tersenyum, tapi masih begitu canggun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 72

    “Eum,” angguk Anya cepat. “Ya sudah, coba kamu jelaskan, pelanggaran apa yang sudah saya lakukan,” tanya Bintang. “Ok! Pertama, Om pulang terlambat tanpa ngabarin aku. Kedua, Om pergi cepat tanpa pamit sama aku. Ketiga, Om udah ngerusak suasana jalan-jalan aku sama Rea. Yang padahal, Om sendiri nggak pernah ngelakuinnya bareng aku. Tiga pelanggaran HAM terberat.” Anya menunjuk tiga jari tangannya.Bintang menarik dan membuang napas kasar. Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini, Anya mencari-cari kesalahan agar dirinya terlihat menyebalkan di mata istri sendiri. Seolah selama ini ia tidak pernah memberikan perempuan ini perhatian dan waktu yang menyenangkan.Apa kehidupannya sebegitu membosankannya bagi seorang Anya?“Apa menurut kamu itu semua sebuah kesalahan?” tanya Bintang lagi. “Iya! Menurut aku … Om itu, boring!” Anya memasang raut wajah tak suka. Mendengar jawaban Anya, lidah Bintang pun mulai berkelintaran karena kesal. Secepat dan sejauh itu ia mengemudi demi memastikan is

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 71

    Bersamaan dengan rasa amarah Bintang membuncah, kedua bola matanya menangkap dua sosok yang sedang berjalan di tepi pantai tanpa alas kaki. Baju keduanya sama dengan langkah yang selaras. Tampak sesekali mereka tertawa pelan seperti tengah bercanda.“Apa itu mereka?” tanya Bintang penasaran. Tanpa menunda lagi, ia pun segera berlari ke arah sosok yang diduganya sebagai Anya dan Rea. “Anya ...!” teriaknya.Benar saja, itu adalah Anya. Perempuan itu seketika menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah asal suara yang memanggil namanya. “Hah?! Om Bintang?” serunya tak percaya.“Om Bintang?” tanya Rea. Ia ikut menoleh ke arah yang Anya lihat. Terperanjat, saat melihat tentara satu itu berhasil menyusul mereka ke tempat yang sejauh itu.“Anya ....” Bintang berhenti tepat di depan Anya. Napasnya tampak tersengal dan naik turun tak beraturan.Anya tercengang dengan mulut yang ternganga. Ekspresi wajahnya bingung campur kaget karena melihat suaminya sudah berdiri di hadapannya saat ini.

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 70

    “Ya sudah, saya balik ke kantor dulu.” Satria berlalu meninggalkan Bulan begitu saja. Seolah dokter spesialis bedah itu bukanlah wanita yang ditunggunya sejak tadi, jadi tidak perlu bertemu lama-lama. Bulan hanya bisa pasrah ditinggal begitu saja. Karena pada dasarnya, seperti itulah karakter asli Satria. Kadang acuh, kadang tak perduli sama sekali. Dirinya saja yang terlalu kecintaan pada pria tampan itu. Bahkan sudah diselingkuhi berkali-kali pun, tetap saja masih mau menerima lagi.Dan kalau sedang terluka hebat, obatnya adalah Bintang.***“Selamat beristirahat, semoga cepat sembuh ya?” ucap Anya kepada pasien terakhir yang ia periksa.Ia kemudian berlalu keluar ruangan dan langsung merogoh ponselnya. Masih berharap jika ada pesan dari suaminya-Bintang, walau hanya satu pesan saja. Namun hasilnya nihil.Ia pun mengetik pesan untuk Aurel, mengabari teman dekatnya itu kalau nanti ia akan pulang dengan Rea. Jadi Aurel tidak perlu menunggu apalagi mencarinya. Setelah pesan terkirim,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 69

    “Maksudku, kamu bikin special moment gitu. Yah, apa kek. Kamu bisa bikinin dia apa gitu.” “Masak maksud kamu?” Anya membuang napas kasar. “Terakhir aku masakin dia, masakanku ke buang semua. Udah ah, nggak usah dibahas lagi. Capek!” Anya berlalu begitu saja ke arah rumah sakit. “Ya elah, dia marah, aku ditinggal gitu aja,” omel Aurel. “Nya, tungguin woy!” teriaknya sembari melangkah menyusul Anya yang sudah hampir sampai di pintu utama. Setibanya di dalam, mereka langsung berpisah. Anya ke bagian ICU, sedang Aurel ke IGD. Kembali menjalani tugas dan tanggungjawab masing-masing. Demi pengalaman dan nilai PKL yang memuaskan, mereka harus bisa melakukan pekerjaan sebagai perawat magang dengan sebaik-baiknya. Mengingat setelah ini mereka akan langsung membuat KTI sebelum kemudian naik sidang, yudisium dan wisuda. “Udah datang kamu?” Rea langsung menyapa Anya dengan raut wajah yang sengaja dibuat seramah mungkin. “Udah,” jawab Anya singkat. Jujur, untuk kali ini dia benar-benar s

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 68

    Pukul tiga dini hari, mobil Bintang baru saja berhenti di depan unit asramanya. Ia langsung turun dan menekan tombol kunci. Kemudian berjalan ke arah pintu dan membukanya dengan kunci duplikat. Saat pintu sudah terbuka, pemandangan pertama yang ia lihat adalah Anya. Perempuan itu tampak tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang tergeletak acak di atas meja. “Astaga, kenapa dia tidur di sini?” gumam Bintang. Perlahan, Bintang pun mengangkat kepala Anya lalu menggendongnya dan membawanya ke kamar. Perempuan itu terus bergeming karena tidur benar-benar pulas. Bahkan saat diletakkan di atas tempat tidur pun, Anya tidak terjaga sedikitpun. “Apa dia menunggu saya lagi?” tanya Sang Mayor seraya menatap lekat kepada Anya. Ia lalu menarik selimut dan menyetel suhu pendingin agar Anya bisa tidur lebih nyaman. Setelah itu, ia duduk di tepi ranjang dan kembali menatap wajah perempuan itu. Perempuan yang baru sebulan ini ia nikahi, tapi sudah sering ia tinggalkan. “Maafkan saya, Anya.

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 67

    Usai puas melampiaskan rasa cemburunya dengan cara yang anti mainstream, Bintang pun kembali melajukan mobilnya dan langsung menuju ke rumah sakit tentara.Tiba di sana, ia turun sementara Anya menunggu di mobil. Tak berselang lama, pria bertubuh tinggi dengan bobot proporsional itu sudah kembali lagi. Dua bungkus nasi uduk pesanan Anya sudah berhasil ia bawa masuk ke dalam mobil.“Makasih ya Om,” ucap Anya dengan pandang ragu-ragu. Bibirnya sebenarnya ingin tersenyum, tapi masih begitu canggung.“Eum ....” Bintang juga melakukan hal yang sama. Jadilah mereka sama-sama seperti orang yang salah tingkah pasca aksi cumbu panas di dalam mobil tadi.Begitu tiba di rumah, Anya bergegas turun tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi. Keheningan darinya terasa begitu pekat saat ia melangkah masuk ke kamar untuk berganti baju, sebelum akhirnya menghilang di balik pintu kamar mandi untuk membersihkan diri.Bintang yang juga baru turun dari mobil hanya bisa berdiri dan diam saja melihat Anya berla

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 32

    “Heuh? Na–naik?” tanya Bintang gelagapan.“Iya, soalnya aku udah gerah banget, pengen mandi.” Anya mengipas-ngipasi wajah dengan tangannya. “Oh, ya sudah.”Mereka pun kembali ke dalam hotel dan langsung masuk ke dalam lift. Menuju ke lantai lima tempat di mana kamar mereka berada.Sebenarnya mengi

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 31

    “Anya ... selamat ya? Aku doain rumah tangga kamu sakinah, mawaddah, warahmah. Langgeng terus sampai maut memisahkan. Cepat di kasih momongan.” Doa Aurel untuk sahabatnya itu.“Amin ya Allah. Thank you, ya Rel? Kamu memang sahabatku yang paling baik. Aku doain kamu cepet nyusul,” bisik Anya di tel

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 29

    Pagi menjelang. Suara azan subuh sayup-sayup mulai terdengar. Bersaing dengan suara alarm Anya yang memecah keheningan ruang kamar kos berukuran empat kali empat meter itu. Anya mengerjapkan mata sesaat. Lalu meraih ponselnya yang ada di dekat bantal dan melihat kepada angka jam yang tertera di la

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 26

    Bintang diam dengan pandang yang masih tertuju kepada Anya. Dahinya mengernyit, raut wajahnya penuh tanya. Ada apa gerangan? Mengapa tiba-tiba Anya bertanya tentang Bulan?“Kenapa kamu menanyakan itu?” tanya Bintang. “Aku cuma penasaran aja, Om. Kira-kira, kalau misalnya calon istri Om tiba-tiba m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status