Share

Part 53

Penulis: Loyce
last update Tanggal publikasi: 2026-03-24 15:50:07

“Brengsek!”

Satu kata itu meluncur begitu saja membuat tiga orang yang ada di meja itu seketika terdiam. Menatap pada satu arah di mana Semesta berada. Ekspresi datarnya seolah menantang Sagara yang memicingkan mata ke arahnya.

“Orang yang membawa perempuan lain ke rumah yang ditempati bersama istrinya, itu adalah laki-laki brengsek.” Semesta melanjutkan ucapannya. “Dia hanya seorang lelaki pecundang yang harusnya nggak dikasih maaf dan kesempatan kedua.”

“Semesta!” Wajah Sagara sudah merah pad
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 60

    Sagara masuk ke dalam unitnya disambut sepi yang membelenggu. Dinding kaca masih tertutup gorden. Lampu tidak menyala, dan hanya gelap yang mampu menguasai tempat tinggalnya. Tanda kehidupan seakan lenyap tanpa bekas. Kini tujuannya hanya satu. Kamar utama.Ketika dia membuka pintu kamar, dia bisa melihat gundukan di atas kasur tertutup selimut. Langkah kakinya mendekat dan dia langsung mengecek keadaan istrinya. Menempelkan telapak tangannya pada dahi sang istri untuk sekedar mengecek suhu tubuh perempuan itu.“Nggak panas,” gumamnya kecil tak ingin mengganggu istrinya yang tengah istirahat.Lantas memilih berganti pakaian sebelum ikut bergabung dengan Jingga di dalam selimut yang sama. Menarik perempuan itu ke dalam pelukannya sebelum mengecup dahinya dengan lembut.“Kamu udah pulang? Jam berapa ini?” Merasa terusik, Jingga membuka matanya. Semakin bergelung pada pelukan sang suami.“Baru jam setengah satu.” Sagara mengusap punggung istrinya dengan lembut. “Gimana rasanya tubuh kamu

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 59

    Resah itu tersimpan rapat. Meskipun ingatan tentang masa lalu terkadang masih mengusik ketenangan, tetapi Jingga berusaha mengabaikannya. Sekali lagi, masa lalu tetaplah masa lalu dan dia tidak ingin hal tersebut justru memengaruhi kehidupannya masa sekarang.“Kamu serius mau di rumah sendiri? Atau mau telpon Luna buat nemenin kamu?”Sagara sudah bertanya hal itu sejak bangun tadi sampai sekarang dia sudah siap pergi ke kantor. Badan Jingga baru terasa remuk keesokan harinya. Semalam Sagara ‘melahapnya’ sampai dia kelelahan dan sekarang dia rasanya tak bisa beranjak dari ranjang.Terlebih lagi ngilu di kakinya pun terasa tak bisa ditahan. Kini dia berbaring di atas ranjang sambil menatap suaminya yang sejak tadi sibuk bersiap-siap.“Aku janji nanti setelah meeting aku langsung pulang. Sekarang kita sarapan dulu, ya. Aku udah pesankan bubur ayam.”Kalau saja Sagara tidak memiliki pekerjaan penting yang harus dia kerjakan hari ini, maka mungkin sekarang dia akan menemani istrinya di apa

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 58

    Jingga menarik napasnya panjang. Dia bahkan menutup mata untuk sekedar merasakan jantungnya yang lambat laun mulai berdetak normal. Pertanyaan Sagara bukan hal yang sulit untuk dijawab. Namun, lidahnya terasa berat untuk bersuara.“Yang,” panggil Sagara lagi saat lampu lalu lintas berubah merah.Jingga masih saja diam. Entah kenapa pertemuannya kembali dengan Brian membuatnya tergugu pilu. Masihkah dia merindukan lelaki itu? Atau masihkan dia berharap sesuatu atas pertemuan tersebut?“Jingga.” Tangan besar Sagara menyadarkan Jingga dari lamunannya. Menelan ludahnya, matanya kini mengarah para sosok laki-laki yang kini tengah menatapnya.Ekspresi Sagara tampak begitu kaku seolah ada banyak hal yang perlu dia korek dari sang istri. Sejujurnya Sagara tidak tenang. Ada resah yang berusaha dia tahan agar dia tak mengeluarkan kata-kata yang tidak perlu.Sebagai orang yang terbiasa mengeluarkan kata-kata menyebalkan, Sagara selalu mencoba untuk tidak melakukannya jika bersama sang istri. Dia

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 57

    Jingga menarik napasnya panjang ketika meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya. Sagara bilang dia akan telat menjemput karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Seharusnya dia membawa mobil sendiri tadi, tetapi Sagara selalu saja melarangnya dan membuatnya harus menunggu lelaki itu hanya untuk sekedar pulang ke apartemen.Sekarang lagi-lagi Sagara harus telat menjemputnya dan dia sudah kelelahan. Jingga sudah merindukan kasur empuknya dan tubuhnya butuh mendarat di sana. Namun, kali ini dia sama sekali tidak peduli dengan larangan Sagara. Dia memilih pulang dengan taksi menuju apartemen setelah mengirimkan pesan kepada sang suami.Naasnya, sebuah kecelakaan terjadi dan melibatkan mobil-mobil di depannya beserta taksi yang ditumpanginya. Kepala Jingga terbentur dan dia mengalami luka. Matanya terasa berkunang-kunang sampai dia tak lagi mampu mempertahankan kesadarannya saat gelap menyerbunya.Suasana di luar tidak lagi kondusif. Orang-orang membantu korban kecelakaan da

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 56

    Mereka sepakat untuk memulai semua dari awal lagi. Jingga tak lagi keras kepala dengan tetap tinggal bersama kedua orang tuanya yang dia tahu kalau Sagara pun sebenarnya tidak nyaman berada di sana. Oleh karena itu, mereka memilih tinggal di apartemen milik Sagara yang tak jauh dari kantor lelaki itu.Unit milik Sagara tentu sangat luas dan nyaman untuk ditinggali dua orang yang masih belajar meramu kembali perasaan mereka untuk satu sama lain. Mereka sama-sama belajar menjadi pasangan yang baik. Juga sama-sama merendahkan ego mereka untuk menghidari perselisihan.“Lo udah yakin banget ini mau jadi ibu rumah tangga?”Luna hari ini datang ke apartemen Sagara bersama Alex hanya untuk sekedar berkunjung di weekend seperti ini. Sagara dan Alex tengah mengobrol di ruang tamu, sedangkan dua perempuan itu tengah menyiapkan kudapan di dapur.“No pembantu? Lo serius?” imbuhnya lagi.“Tukang bersih-bersih akan datang seminggu tiga kali. Jadi nggak ada masalah.”“Dan lo mau ngurus si cecunguk it

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 55

    “Nggak tidur?” tanya Jingga saat melihat suaminya berdiri sambil memegang batangan nikotin di kedua jarinya. Asap keluar dari mulutnya dibawa masuk oleh angin malam yang membuat Jingga berdecak. “Matiin nggak itu!” perintahnya.Alih-alih menurut, Sagara justru menyesap benda itu lagi, lalu sengaja mengeluarkan asapnya dengan dramatis sambil menatap sang istri, seolah dia tengah menantang balik Jingga. Tidak ada jawaban yang dikeluarkan dari mulutnya.Jingga kesal, tetapi memilih untuk tidak memperpanjang masalah. Duduk di depan meja rias, dia melakukan ritual sebelum tidur. Melumuri wajahnya dengan produk kecantikan seperti biasa. Dari tempatnya, Sagara hanya melihat.Batangan nikotin itu sudah dia matikan dan membuang puntungnya di asbak. Lantas dia masuk ke dalam dan menutup pintu balkon.“Jadi ini rencanamu?” tanyanya sambil menyandarkan tubuhnya di meja rias masih sambil menatap Jingga. “Daniel dan segala ucapannya saat itu, itu adalah kebohongan?”“Nggak ada yang berbohong di sin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status