Share

Part 60

Penulis: Loyce
last update Tanggal publikasi: 2026-04-06 11:39:07

Sagara masuk ke dalam unitnya disambut sepi yang membelenggu. Dinding kaca masih tertutup gorden. Lampu tidak menyala, dan hanya gelap yang mampu menguasai tempat tinggalnya. Tanda kehidupan seakan lenyap tanpa bekas. Kini tujuannya hanya satu. Kamar utama.

Ketika dia membuka pintu kamar, dia bisa melihat gundukan di atas kasur tertutup selimut. Langkah kakinya mendekat dan dia langsung mengecek keadaan istrinya. Menempelkan telapak tangannya pada dahi sang istri untuk sekedar mengecek suhu tub
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Tina Maryani Simatupang
kok gk ada update nya thor?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 70

    Jingga berkacak pinggang di depan kaca. Menatap lehernya yang kemerahan karena ulah Sagara. Dia malu, itu pasti. Terlebih lagi ada banyak orang yang pasti sudah melihatnya. Itu jauh lebih menjengkelkan.Berbanding terbalik dengan Jingga yang kesalnya sudah di ubun-ubun, Sagara justru tampak begitu santai. Lelaki itu duduk di pinggiran ranjang sambil menatap sang istri yang terlihat begitu jengkel.“Isshh,” decih Jingga sambil menggosok kemerahan itu dengan kesal. “Bisa-bisanya aku lupa menutup ini.” Perempuan itu berang karena ulah suaminya yang tak beraklak.“Kalau kamu gosok, itu kemerahan malah semakin banyak,” komentar Sagara dengan suara yang menyebalkan. “Kamu kan bisa nutupi dengan makeup, Sayang.”Jingga berbalik dan melototi Sagara. Dia ambil bantal, lalu memukulkan kepada lelaki dengan membabi-buta. Alih-alih marah, Sagara justru tertawa dan sesekali menghidar.“Kamu ini bener-benar, ya, Sagara. Kamu tahu ini acara besar dan kamu pikir aku nggak malu.” Masih dengan terus mem

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 69

    Jingga melingkarkan tangannya pada lengan Sagara dengan wajah yang masih tertekuk kesal. Sejak keluar dari kamar dan beberapa teman Sagara menggoda habis-habisan mereka, Sagara justru hanya berdehem sambil menyeringai. Seperti dia baru saja mendapatkan uang milyaran rupiah.“Senyum dong, Yang. Kamu dari tadi cemberut terus,” bisik Sagara tepat di samping telinga sang istri. “Ini hari bahagia sahabat-sahabat kita. Kita juga harus ikut bahagia.”“Kamu hutang banyak cerita sama aku, Mas,” balas Jingga dengan malas. “Dan aku butuh penjelasan yang cukup masuk akal dengan segala tingkah anehmu yang terjadi beberapa waktu lalu.”“Oke,” jawab Sagara santai. Mereka lantas mengambil tempat di salah satu kursi yang sudah disediakan untuk menyaksikan akad nikah sepasang mempelai yang akan memulai menaiki bahtera bernama rumah tangga. Namun, belum juga Sagara duduk, pandangannya tak sengaja tertuju pada sosok lelaki yang beberapa waktu lalu membuatnya kesal setengah mati.Siapa lagi kalau bukan

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 68

    “Saya harap kesalahpahaman di antara kalian sudah benar-benar clear,” ucap Sagara setelah itu. “Saya orangnya cemburuan dan saya tidak senang kalau istri saya berbicara dengan lelaki mana pun.”Sagara tidak mengatakan secara spesifik kalau sebenarnya dia benci kalau istrinya bertemu dengan Brian. Kalau Brian tahu karena keberadaannya justru membuat hubungannya dengan Jingga renggang, maka Brian pasti akan merasa sangat senang.Tanggapan dari Brian tak langsung datang. Dia hanya terus menatap Sagara dengan lekat. Sebelum ini, mereka tidak pernah benar-benar berkenalan. Di pertemuan pertama mereka di rumah sakit, lalu pertemuan mereka yang kedua, bahkan tidak ada interaksi yang berarti di antara mereka.Brian tahu nama suami Jingga itu dari Luna. Lalu dia juga pada akhirnya tahu kalau Sagara adalah salah satu putra dari pasangan pengusaha yang cukup hebat. Kembali lagi dia mencari tahu dan dia tahu kalau Sagara cukup populer di kalangan pebisnis.Selain kemampuan bisnisnya, lelaki itu j

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 67

    Malam ini mereka berbaring saling membelakangi. Sagara yang tidak tahan itu langsung berbalik hanya untuk menatap punggung sang istri. Namun, napas teratur yang terlihat dari Jingga seakan menunjukkan kalau perempuan itu sudah benar-benar tidur.“Sayang.” Sagara tidak peduli kalau memang panggilannya tidak didengar. “Maaf udah buat kamu marah.” Ruangan itu sunyi, bisikan sekecil apa pun tentulah terdengar.Jingga sebenarnya belum tidur. Dia menatap dinding yang ada di depannya dengan datar sembari mendengarkan setiap ucapan suaminya.“Mungkin ini karma.” Sagara kembali bersuara. “Ini adalah balasan atas perbuatan yang pernah aku lakukan ke kamu. Tuhan mempertemukan kamu dengannya di saat aku sudah jatuh cinta ke kamu dan rumah tangga kita stabil. Seandainya dia muncul di awal kita menikah, mungkin aku nggak tahu gimana rasanya berjuang untuk meminta kesempatan kedua.”Jingga tetap bergeming. Dia biarkan Sagara berceloteh dan mengeluarkan unek-uneknya. Setelah mereka sedikit berdebat

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 66

    “Aku minta maaf, Jingga. Aku pasti sudah membuatmu bingung saat itu. Dan pasti juga melukaimu.”Jingga tidak bereaksi berlebihan. Dia tak ingin bertanya lebih jauh sebenarnya tekanan seperti apa yang diberikan kakek Brian kepada keluarganya. Itu bukan hal yang perlu dia ketahui.“Tapi, pernikahan itu nggak berjalan lama, Jingga. Sulit berumah tangga dengan orang yang tidak kita cintai. Setelah Kakek meninggal, kami memutuskan untuk bercerai. Dia tahu, bukan dia orang yang aku inginkan.”Untuk sepersekian detik, tidak ada dari mereka yang bersuara. Jingga tak tahu harus menanggapi apa. Di satu sisi dia kesal, tetapi di sisi lain dia juga merasa sedih karena rumah tangga mantan kekasihnya itu tidak bisa bertahan lama.“Aku ikut sedih atas perceraianmu.” Jingga akhirnya mampu mengumpulkan kembali kata-katanya. “Kamu pasti akan mendapatkan pengganti yang kamu inginkan.” Melihat jam di ponselnya, Jingga tahu dia harus segera kembali. “Sorry, Bri. Aku harus balik ke hotel. Suamiku udah nyar

  • Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan   Part 65

    Sagara langsung mendengus mendengar nama Daniel disebut. Dia masih kesal dengan lelaki itu akibat rasa cemburunya di masa lalu. Sekarang justru Jingga memiliki ide yang baginya cukup konyol.Menjadikan Daniel bagian resmi dari keluarganya rasanya bukan keputusan yang tepat. Hanya membayangkan saja Sagara tidak mampu. Pasti akan ada banyak perdebatan yang terjadi di antara mereka.Terlebih lagi setelah rumah mereka jadi, mereka akan bertetangga. Rumah mereka bersebelahan. Bahkan Semesta meminta agar ada pintu penghubung antara pagar rumahnya dengan pagar kedua saudaranya.Ya Tuhan. Ini sangat tidak menyenangkan. Bayangkan saja kalau setiap pagi mereka akan berdebat untuk hal-hal yang tidak penting misalnya. Sungguh akan merepotkan.“Aku nggak setuju deh kalau Daniel sama Semesta. Nggak cocok. Yang lain aja.”Jingga melirik kecil sebelum masuk ke dalam kamar mandi. “Bilang aja kamu masih ada dendam sama Daniel. Lagian kalau Semesta misalnya mau sama Daniel gimana? Kan enak, sepupuku jad

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status