Share

Bab 398

Author: QueenShe
last update Last Updated: 2026-02-11 19:44:33

Tawa Tania pecah secara tiba-tiba, sebuah suara yang melengking tinggi namun sarat dengan kepedihan yang menyayat hati. Ia tertawa sambil air mata terus mengalir deras membasahi pipinya yang pucat, menciptakan pemandangan yang mengerikan sekaligus memilukan.

​"Sorot mata yang lembut?" Tania mengulang kata-kata Raya dengan nada sarkastik yang getir. "Kamu bicara seolah-olah kamu mengenalku, seolah kamu tahu apa yang aku korbankan!"

​Tanpa diduga, Tania dengan gerakan cepat dan berjalan memutar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 401

    Ares tersenyum tipis mendengar nada kesal di suara istrinya. Ketegangan di bahunya sedikit mengendur. Ia menarik Raya ke dalam pelukan singkat di dalam lift yang mulai bergerak turun. "Aku janji," bisiknya sambil mengecup puncak kepala Raya. ​"Aku berjanji, Raya. Semua ini akan segera berakhir. Lulu mungkin melarikan diri, tapi dia sudah kehilangan segalanya—harta, nama baik, dan akses padaku. Dia hanya tikus yang sedang bersembunyi di lubang gelap," ucap Ares dengan nada yang menenangkan namun penuh keyakinan. Raya menarik napas panjang, mencoba mengatur detak jantungnya yang masih tidak keruan. Ia sempat menoleh ke belakang, ke arah pintu bangsal yang baru saja mereka tinggalkan. Wajahnya yang tegas tadi kini berubah lelah, menyisakan sisi kemanusiaan yang mendalam. ​"Tapi... Tania. Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Raya pelan. "Maksudku, setelah semua drama tadi... apakah dia benar-benar akan mendapatkan bantuan yang dia butuhkan?" ​Ares sempat terdiam sejenak. Kilasan kekh

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 400

    Dr. Miller terlihat khawatir. Ia sudah berteriak memanggil tim medis untuk menerjang masuk. Medis pun sudah berusaha menahan Raya agar tidak mempropokasi Tania jauh. Tania sendiri menjerit frustrasi, sebuah pekikan yang lebih mirip binatang terluka daripada manusia. "Aku akan membuktikannya padamu! Setelah mati aku akan menghantuimu selamanya!" ​Dengan satu gerakan penuh keputusasaan, Tania memejamkan mata dan menekan jepit rambut logam itu dengan tenaga penuh ke arah lehernya. Ujung tajam itu sudah merobek kulit lebih dalam, darah segar mulai mengucur deras membasahi jemarinya. ​Namun, sebelum logam itu sempat memutuskan urat nadinya, sebuah bayangan besar bergerak dengan kecepatan yang tak masuk akal. ​Ares yang sedari tadi mengawasi dengan otot-otot yang menegang sempurna, tidak lagi menunggu. Di saat konsentrasi Tania terpecah karena provokasi Raya yang memojokkannya, Ares melesat maju. Tangan kekarnya mencengkeram pergelangan tangan Tania dengan kekuatan yang sanggup merem

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 399

    Ares tak lagi menunjukkan keraguan atau rasa kasihan yang melembut. Melihat serpihan foto anaknya dilempar ke wajah istrinya, aura di sekitar Ares berubah menjadi sangat gelap dan mencekam. Tekanan atmosfer di ruangan itu seolah anjlok, didominasi oleh kemarahan seorang penguasa yang wilayahnya baru saja diinjak-injak. ​"Tania. Cukup." ​Suara Ares tidak lagi berteriak. Suara itu rendah, dalam, dan bergetar dengan otoritas yang begitu murni hingga membuat perawat di sudut ruangan tanpa sadar menahan napas. Ares melangkah maju satu tindak, tidak peduli pada jepit rambut tajam yang mengancam leher Tania. ​"Kamu pikir ancaman murahan seperti itu bisa menggetarkanku?" tanya Ares, suaranya rendah berbahaya. Ares menatap mata Tania dengan pandangan yang begitu dingin, seolah ia sedang menatap benda mati. "Letakkan benda itu sekarang, atau aku pastikan kamu tidak akan pernah melihat matahari lagi, bahkan dari balik jendela rumah sakit ini." ​Tania gemetar hebat. Ujung jepit rambut itu

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 398

    Tawa Tania pecah secara tiba-tiba, sebuah suara yang melengking tinggi namun sarat dengan kepedihan yang menyayat hati. Ia tertawa sambil air mata terus mengalir deras membasahi pipinya yang pucat, menciptakan pemandangan yang mengerikan sekaligus memilukan. ​"Sorot mata yang lembut?" Tania mengulang kata-kata Raya dengan nada sarkastik yang getir. "Kamu bicara seolah-olah kamu mengenalku, seolah kamu tahu apa yang aku korbankan!" ​Tanpa diduga, Tania dengan gerakan cepat dan berjalan memutar meja menuju arah Raya. ​"Tania, duduk!" suara Ares menggelegar. Tubuhnya yang tinggi besar langsung bergeser, memposisikan dirinya sebagai perisai di depan Raya. Tangan Ares terangkat, menahan jarak agar Tania tidak bisa menyentuh istrinya. "Aku bilang duduk kembali di kursimu! Jangan memaksa aku memanggil keamanan untuk mengikatmu!" ​Namun, Tania seolah kehilangan rasa takutnya pada otoritas Ares. Ia terus melangkah maju meski langkahnya limbung. "Kenapa, Ares? Kenapa kamu begitu takut a

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 397

    Raya berdiri mematung di balik kaca satu arah, kedua tangannya saling bertautan dengan erat di depan dada. Ia mendengar setiap kata yang diucapkan Ares melalui sistem audio ruangan tersebut—setiap pengakuan tentang cinta untuknya, dan setiap fakta pahit tentang bagaimana Kelana hadir di dunia ini. ​Hatinya berdenyut perih, bukan karena cemburu, melainkan karena rasa empati yang mendalam. Ia melihat sosok Tania di balik kaca itu—seorang wanita yang tampak begitu rapuh, hancur oleh obsesinya sendiri dan dikhianati oleh saudara tirinya, Lulu. Raya menyadari bahwa Tania bukanlah sekadar saingan, melainkan korban dari pusaran ambisi orang-orang di sekitarnya. ​"Nyonya..." suara David yang rendah memecah keheningan. "Tuan Ares sedang menuju ke sini." ​Raya menarik napas panjang, mencoba menstabilkan debar jantungnya. Ia melihat pantulan dirinya di permukaan kaca yang gelap. Matanya yang jernih menunjukkan ketegaran, namun ada sedikit kegelisahan di sana. Ini adalah momen yang akan menent

  • Menggoda Ayah Mantan Kekasihku   Bab 396

    Tania bangkit dengan sentakan kasar, napasnya memburu. Kepalanya menggeleng kuat seolah mencoba mengusir kenyataan pahit yang baru saja didengarnya. ​"Tidak! Kamu bohong!" teriak Tania tak terima. Matanya berkilat liar, menatap Ares dengan campur aduk antara obsesi dan keputusasaan. "Kamu cuma boleh bersamaku, Ares! Mencintaiku, sangat mencintaiku. Kamu lupa malam itu? Malam di mana Kelana hadir? Kamu menginginkanku!" ​Rahang Ares mengeras. Kilasan memori menjijikkan tentang malam itu—malam di mana Lulu, mantan istrinya yang haus kekuasaan, menjebaknya dengan obat perangsang dosis tinggi dan menempatkan Tania sebagai umpannya—membuat perut Ares mual. Itu bukan malam cinta, itu adalah konspirasi kotor yang dilakukan Lulu untuk menghancurkan hidupnya lewat sebuah skandal. ​"Duduk, Tania. Aku tidak akan mengulanginya lagi," ucap Ares dengan suara rendah yang mengintimidasi. ​Tania yang hendak melangkah maju kembali terhenti. Otoritas dalam suara Ares seperti rantai yang mengikat kaki

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status