Compartilhar

16. Labirin

Autor: Black Aurora
last update Data de publicação: 2025-08-18 09:41:35

Malam itu udara terasa lembut, angin membawa aroma bunga yang memenuhi taman Mansion.

Calla berjalan bergandengan tangan dengan Knox di jalan setapak yang diterangi lampu-lampu taman.

Jemarinya digenggam hangat, tapi pikirannya terus bercabang ke arah yang lain.

Untuk menutupi kegelisahannya, Calla mulai berceloteh tentang bunga-bunga yang tumbuh di Mansion.

“Itu Camellia merah, konon simbol cinta yang setia,” katanya sambil menunjuk semak rimbun di sisi jalan.

“Dan yang di sebelah
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-49

    Lampu-lampu stadion menyala serempak, memecah gelap malam menjadi lautan cahaya. Riuh rendah penonton membentuk gelombang suara yang bergetar di udara. Teriakan, sorakan, serta tangis haru, semuanya bercampur menjadi satu. Ribuan orang berdiri sambil mengangkat ponselnya, menunggu satu nama. Dan ketika layar raksasa menampilkan siluet itu, seluruh stadion pun semakin berguncang. Lumi Walsh. Ia berdiri di tengah panggung dengan gaun sederhana berwarna gading, rambut hitam yang tergerai lembut, serta gitar kesayangannya yang tergantung di bahu. Cahaya lampu sorot memeluk tubuhnya dari segala arah, membuatnya tampak kecil sekaligus juga luar biasa. Lumi menarik napas. Di hadapannya bukan lagi bar kecil, bukan café yang remang, juga bukan panggung debut yang harus ia hadapi dengan tangan gemetar. Ini adalah konser tunggalnya. Ini adalah ribuan pasang mata yang sengaja datang hanya untuk melihat pnya. Dadanya seketika menghangat dan matanya pun berkaca-kaca. Lumi ke

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-48

    Keramaian Chelsea Market semakin padat menjelang siang. Aroma roti panggang, kopi, dan berbagai makanan hangat bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang hidup dan akrab. Di tengah hiruk-pikuk itu, Knox dan Lumi berjalan dengan santai, seolah semua orang di sekeliling mereka tak sedang mengamati kedua sejoli itu dengan penuh rasa ingin tahu. “Knox! Lumi!” Seruan itu datang dari salah satu penjual makanan laut. Knox menoleh, lalu mengangkat tangannya dengan senyum ramah. Lumi pun ikut melambaikan tangan, bahkan membalas dengan anggukan kecil yang sopan. “Good luck for your next show, Lumi!” teriak penjual itu dengan logat khas New York. “Thank you!” jawab Lumi sambil tersenyum ceria. Beberapa langkah kemudian, suara lain menyusul, lalu suara yang lain lagi. Nama mereka dipanggil dari berbagai arah, tapi bukan dengan nada fanatik yang mengintimidasi. Melainkan hangat, tulus, seperti menyapa dua orang yang dikenal dengan baik. Knox menunduk sedikit ke arah

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-47

    Rooftop di atas apartemen Knox malam itu terasa lebih lapang dari biasanya. Langit New York membentang luas di atas kepala, dihiasi bintang-bintang samar yang berkelip malu-malu di antara cahaya kota. Angin malam berembus sejuk, membawa sisa-sisa aroma hujan yang turun beberapa jam sebelumnya. Lumi berdiri sambil menengadah ke arah langit, dengan kedua tangannya yang bersidekap di depan dada. Rambut hitamnya tergerai bebas, sesekali tertiup angin dan menari lembut di atas bahunya. Di belakangnya, ada tiga orang staf agensi yang menemani dan memastikan area itu agar tetap aman. “Permisi,” ucap Lumi akhirnya, seraya menoleh kepada salah satu staf perempuan yang berdiri paling dekat dengannya. “Kira-kira jemputanku akan datang jam berapa, ya?” Staf itu tersenyum profesional. “Sebentar lagi, Miss Walsh. Mohon bersabar sedikit.” Lumi mengangguk pelan. Lalu ia kembali menatap langit sambil menarik napas dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan perlahan. Sudah lebih dari sepuluh

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-46

    Lampu-lampu masih redup. Hari ini, adalah hari dimana untuk pertama kalinya Lumi tsmpip di atas panggung. Di balik tirai hitam yang tebal, Lumi berdiri kaku dengan gitar yang digenggam dengan terlalu erat. Jemarinya dingin, bahkan kuku-kukunya pun tampak pucat. Napasnya pendek-pendek, tak teratur, seperti ada sesuatu yang menekan dadanya dari dalam. Ini nyata. Ini benar-benar panggung pertamanya. Suara riuh penonton di luar terdengar seperti gelombang besar yang siap menelannya kapan saja. Setiap sorakan kecil, setiap tawa yang samar, semua itu telah membuat lututnya terasa makin lemah. “Lumi,” suara Trey terdengar lembut namun tegas. Ia berdiri tepat di depannya, kedua tangannya berada di bahu gadis itu. “Lihat aku.” Lumi berusaha menatap, tapi matanya malah bergetar dan semakin berkaca-kaca. “Aku… aku tidak bisa,” bisiknya parau. “Trey, aku benar-benar tidak bisa. Tanganku gemetar. Suaraku... aku takut suaraku pecah.” Tubuhnya gemetar hebat sekarang, bukan lagi seka

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-45

    Peluncuran lagu Lumi sontak menjadi pembicaraan hangat hangat dalam hitungan jam. Grafik streaming meroket, dan playlist besar mulai memasukkan namanya. Media musik menyebutnya rookie of the year candidate. Agensi pun bergerak cepat untuk menangkap momen ini dengan mengatur jadwal wawancara, pemotretan, serta jadwal promosi yang padat. Dan di balik semua itu, diam-diam Knox mulai memperketat lingkarannya. Ia tidak mengatakan apa pun pada Lumi pada malam harinya, setelah mereka melalui percintaan yang panas dan bergelora. Knox hanya memeluknya lebih lama dari biasanya, seakan ingin memastikan gadis itu masih nyata dan aman di dalam dekapnya. Namun keesokan paginya, ia sudah duduk berhadapan dengan Adrian. “Frank itu bukan sekadar paman,” ujar Adrian sambil mendorong tablet ke arahnya. “Dua tahun lalu, Frank pernah mencoba menjual sebuah rekaman suara milik Lumi ke media gosip lokal, sepertinya rekaman Lumi yang bercerita tentang hidupnya, tapi usaha Frank saat itu gagal

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-44

    Single pertama Lumi akhirnya resmi dirilis. Agensi melepasnya serempak dan agresif di seluruh platform musik streaming yaitu *Spotify, Apple*Music, Amazon*Music, seolah ingin memastikan dunia tidak punya waktu untuk ragu, hanya pilihan untuk mendengar.Dan ketika mendengarkqn suaranya sendiri mengalun dari speaker ponselnya... Lumi pun menangis.Bukan tangis histeris, melainkan isakan kecil yang bergetar di dalam dada. Jemarinya menutup mulut, matanya memerah, sementara suaranya sendiri bergema memenuhi ruangan. Suara yang dulu hanya ia dengar di kamar sempit, di kamar mandi dengan pintu terkunci, kini terdengar jernih, bersih, dan… nyata.“Astaga,” gumannya lirih. “Itu… aku.”Para staf perekaman yang berdiri di sekelilingnya pun ikut tersenyum. Ada yang bertepuk tangan, ada yang memeluknya singkat. Trey berdiri tak jauh darinya, sementara Richard Sherman mengangguk puas dengan ekspresi bangga tanpa banyak kata.Tak salah, Lumi memang adalah berlian langka yang beruntung ditemuka

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    EP-27

    Richard Sherman tidak langsung merespons ultimatum Knox. Bukan karena ia meremehkannya, justru sebaliknya. Pria seusia itu telah menghabiskan puluhan tahun membaca pasar, manusia, dan krisis. Ia tahu satu kesalahan paling fatal dalam negosiasi, adalah bereaksi terlalu cepat terhadap sesuatu yan

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    49. Dengan Caraku

    “Mmhh~!!” Tubuh Calla meronta di bawah himpitan Dylan. Jemarinya mendorong keras dada bidang pria itu, namun bobot tubuh Dylan sama sekali tidak bergeser sedikit pun.Napas Calla kini semakin memburu, sementara Dylan terus menunduk dengan bibirnya yang merengkuh mulut Calla dengan paksa.Karena D

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    48. Jangan Setengah Hati, Rivera

    Ballroom itu terus bergemuruh dengan alunan musik. Tiga musisi dunia tengah tampil dengan harpa berkilau di bawah cahaya kristal, biola yang meliuk seperti suara angin, dan denting piano yang dalam, menyatu membentuk harmoni yang membuat seluruh tamu terpesona. Calla pun ikut hanyut. Matanya t

  • Menggodamu Hingga Takluk Padaku    44. Tabu

    Anderson, sang ajudan berdiri tegak di sisi meja, sementara Dylan Asher tenggelam dalam tumpukan dokumen kontrak. Setiap helai kertas diperiksa dengan seksama sebelum ia tandatangani. Gerakannya tenang, presisi, dan penuh kendali. Persis seperti citra yang selalu melekat pada pewaris Luxterra.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status