Beranda / Romansa / Mengubah Takdir Lunaya / Bab 10 Kesepakatan Dalam Mobil

Share

Bab 10 Kesepakatan Dalam Mobil

Penulis: Manila Z
last update Tanggal publikasi: 2026-08-20 20:24:24

Edward dibuat kesal karena Lunaya malah memilih pergi dengan begitu saja di hari pernikahan dirinya, bahkan di saat semua tamu undangan yang sudah hadir.

Desi kembali menghampiri anaknya. "Bagaimana ini nak?" tanya Desi pada Edward.

Edward juga frustasi karena Lunaya sudah pergi dengan begitu saja. Dia langsung berteriak pada semua tamu undangan yang datang.

"Pergi kalian semuanya!"

Edward mengusir orang-orang yang ada di sini. Memang sedikit meresahkan dan dia tidak tahu harus berbuat apa s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 72 Kebenaran Yang Tersembunyi

    Lunaya masih menatap layar ponselnya ketika pesan terakhir itu kembali dibacanya.Jika kamu benar-benar ingin membantu Evano, datanglah ke alamat yang kukirimkan tadi malam. Datanglah sendiri. Ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentang pria yang dicintai Evano."Pria yang dicintai Evano?" Lunaya mengernyit.Kalimat itu terdengar aneh. Namun, yang membuatnya semakin penasaran adalah bagaimana pengirim pesan tersebut mengetahui bahwa dirinya memiliki hubungan dekat dengan Evano.Apakah orang itu hanya menganggap hubungan mereka sebagai hubungan kontrak?Atau justru mengetahui sesuatu yang selama ini belum pernah diceritakan Evano kepadanya?Lunaya meletakkan ponselnya di atas meja, lalu berjalan mondar-mandir di ruang tengah.Dia tahu Evano sudah memperingatkannya agar tidak pergi sendirian. Pria itu bahkan sudah meminta asistennya menyelidiki alamat yang dikirimkan oleh orang misterius tersebut. Namun, sampai kapan dia harus menun

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 71 Pesan Tersembunyi

    Sementara itu, di tempat lain... Karina sedang duduk di ruang kerjanya ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak tersimpan dalam daftar kontaknya. Awalnya, dia tidak terlalu memperhatikan pesan itu. Namun, begitu membuka lampirannya, wajahnya seketika berubah pucat. Foto yang terpampang di layar memperlihatkan Evano dan dirinya berdiri di depan sebuah rumah sakit lima tahun lalu. Di belakang mereka berdiri seorang pria yang wajahnya sengaja dicoret. Karina langsung bangkit dari kursinya. "Bagaimana mungkin?" Tangannya bergetar ketika dia memperbesar foto tersebut. Dia mengenali tempat itu. Dia juga mengenali pria yang berdiri di belakangnya. Pria yang selama lima tahun terakhir berusaha dia lupakan. Pria yang seharusnya tidak pernah muncul kembali dalam kehidupan mereka. Ponselnya kembali berget

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 75 Orang Yang Dipercaya

    Empat puluh menit kemudian, mobil Evano berhenti di depan rumah Lunaya. Pria itu turun dan langsung menghampiri wanita yang sudah menunggunya di teras.Begitu melihat Evano, Lunaya menyadari bahwa wajah pria itu tampak lebih serius daripada biasanya."Kamu belum makan?" tanya Evano ketika melihat Lunaya mengenakan pakaian rumahan.Lunaya menggeleng."Sudah.""Bagus."Evano membuka pintu mobil untuknya. Lunaya masuk, lalu memasang sabuk pengaman. Namun, sebelum Evano menyalakan mesin, wanita itu menoleh kepadanya."Kamu sudah menemukan sesuatu?"Evano mengangguk pelan."Ada beberapa dokumen yang sedang diperiksa oleh asisten saya.""Tentang pria dalam foto itu?""Ya. Perusahaan miliknya ternyata pernah melakukan transaksi besar dua hari sebelum kecelakaan saya."Lunaya terkejut."Transaksi apa?""Pemindahan aset perusahaan."Evano menatap lurus ke depan."Sayangnya, kami belum menemukan siapa pihak yang menerima aset tersebut."Lunaya terdiam. Jika transaksi itu dilakukan hanya dua har

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 70 Rahasia Mulai Terbuka

    Lunaya masih memandangi alamat yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal itu.Sebuah alamat yang mengarah ke bangunan tua di pinggiran kota.Dia tidak tahu siapa yang mengirimkan pesan tersebut. Namun, jika orang itu benar-benar mengetahui sesuatu tentang masa lalu Evano, Lunaya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencari tahu.Sayangnya, Evano sepertinya bisa membaca pikirannya dengan mudah."Jangan berpikir untuk pergi ke sana diam-diam."Lunaya yang masih memegang ponsel langsung mengangkat wajah."Aku bahkan belum mengatakan apa-apa.""Kamu memang belum mengatakannya, tetapi wajahmu sudah menjelaskan semuanya."Lunaya mengembuskan napas pelan."Evano, aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi lima tahun lalu.""Dan saya juga ingin mengetahuinya. Bedanya, saya tidak akan membiarkan kamu mempertaruhkan keselamatanmu demi mencari jawaban.""Tapi bagaimana kalau orang itu tidak mau berbicara denganmu?"Evano menatapnya tajam."Kalau begitu, kita cari cara lain.""Bagaimana k

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 69 Mulai Curiga

    Evano masih menatap foto di layar ponsel Lunaya. Wajahnya yang biasanya tenang kini terlihat kaku. Lunaya memperhatikan perubahan itu dengan saksama. "Evano?" Pria itu tidak menjawab. "Siapa dia?" Evano akhirnya mengangkat wajah. "Orang yang seharusnya sudah tidak ada." Lunaya mengernyit. "Maksudmu... dia sudah meninggal?" Evano mengangguk pelan. "Setidaknya, itu yang saya percaya selama ini." Lunaya kembali melihat foto tersebut. Pria itu berdiri beberapa langkah di belakang Evano dan Karina. Walaupun wajahnya dicoret, bentuk tubuh dan pakaiannya masih terlihat jelas. "Kalau dia sudah meninggal, bagaimana mungkin seseorang mengirim foto ini?" "Itulah masalahnya." Evano mengambil ponsel Lunaya dan memperbesar foto tersebut. Dia memperhatikan latar belakangnya.

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 68 Siapa Pria Itu?

    Lunaya masih menatap layar ponselnya. Sementara itu, Evano sama sekali tidak bergerak. Tatapannya terpaku pada pesan terakhir yang baru saja masuk. Tanyakan pada Karina tentang malam ketika Evano hampir kehilangan segalanya. Kalimat itu terus berputar di kepala Lunaya. "Apa maksudnya?" tanya Lunaya akhirnya. Evano mengalihkan pandangannya dari layar ponsel kepada Lunaya. "Tidak perlu dipikirkan sekarang." "Tapi kamu tahu sesuatu." Evano diam. Lunaya semakin yakin. "Kalau kamu tidak tahu, kamu pasti langsung bilang pesan ini tidak masuk akal." Evano menghela napas panjang. "Lunaya..." "Apa yang terjadi malam itu?" Evano memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Wajahnya terlihat jauh lebih serius daripada biasanya. "Itu kejadian lama." "Seber

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status